Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Budi Kurniawan
"Kegiatan eksplorsi dan ekploitasi sudah dilakukan di dunia sudah sejak lama baik untuk pencarian minyak bumi maupun untuk dewatering (pemboran air). Usaha ini dilakukan untuk mencari cadangan minyak bumi di dalam bumi dan cadangan air di dalam bumi untuk kelangsungan hidup manusia dan sebagai penyumbang devisa. PT. Saripari Pertiwi Abadi merupakan salah satu penyedia jasa pemboran, baik pemboran minyak bumi yang biasa dilakukan di area Pekanbaru dan untuk pemboran dewatering sedang dilakukan di lokasi tambang PT. Newmont Nusa Tenggara, Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan dalam ekplorasi dan ekploitasi minyak bumi dan dewatering memiliki hazard dan risiko yang tinggi. Dalam melakukan eksplorasi, PT. Saripari Pertiwi Abadi menggunakan Rig untuk melakukan pemboran baik untuk minyak maupun untuk dewatering. Rig adalah suatu alat yang digunakan untuk melakukan pemboran sampai kedalaman tertentu yang memiliki kekuatan mulai dari 350 HP sampai dengan 2000 HP. Tahapan dalam kegiatan pemboran ialah mobilisasi peralatan, Rig up, setting rig, setting peralatan, pemasangan pipa pemboran, drilling, rig down. Dari seluruh kegiatan tersebut memiliki potensi hazard. Dari seluruh kegiatan dalam proses yang memiliki potensi timbulnya kecelakaan adalah proses pemasangan pipa pemboran hal ini disebabkan jumlah personil yang terlibat, tingkat keseringan kegitan pemasangan pipa, consequence yang ditimbulkan. Tahapan dari pemasangan pipa adalah pengambilan pipa dari gudang penyimpanan, persiapan pemasangan pipa dan proses akhir dari tahapan tersebut memiliki hazard seperti terpukul pipa, tergencet pipa, pipa terjatuh, kecelakaan lalu lintas, tersayat sling, tertimpa pipa, terpleset dan pecemaran lingkungan. Sehingga perlu dilakukan risk assesment dari kegiatan tersebut, untuk menentukan tindakan pengendalian dari hazard yang ada dalam proses tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui level of risk dari pekerjaan ini dan memberikan saran bagi pihak manajemen dalam melakukan pengendalian hazard. Metode dari penelitian ini adalah dengan menggunakan observasi langsung di lapangan dan tanya jawab kepada pekerja dan seorang yang ahli dalam operasi pemboran rig. Untuk melakukan identifikasi bahaya di lokasi pemboran digunakan metode Job Safety Analysis (JSA) dan untuk mengetahui level of risk dan analisa risiko digunakan metode analisis risiko kuantitatif AS/NZS (Australian Standard/New Zealand Standard) 4360. Setelah diketahui level of risk dari tahapan pemasangan pipa, maka dicari tindakan perbaikan yang efektif, efisien dan sesuai standard.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa level of risk dari setiap proses pemasangan pipa adalah pangambila pipa bernilai 270 (priority 1), persiapan pemasangan pipa memiliki nilai 300 (priority 1), pemasangan pipa memiliki nilai 3000 (very high) dan proses akhir memiliki nilai level of risk 30 (priority 3)."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Gilang Dwi Prasetiyo
"Skripsi ini membahas kemampuan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UI angkatan 2005 dalam mengidentifikasi dan menganalisis hazard dan risiko serta menentukan level of risk dengan menggunakan metode Job Safety Analysis dan matriks analisa kualitatif pada pekerja kontraktor yang bekerja menggunakan scaffolding dalam perenovasian gedung Pusat Administrasi Universitas Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyarankan bahwa pengendalian engineering dan administrative control serta penggunaan Alat Pelindung Diri yang sesuai harus segera diterapkan untuk meminimalisasi risiko-risiko dengan level of risk yang extreme"
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Feri Hendriyadi
"Kegiatan maintenance dan operational produksi crude oil pasca pemboran merupakan salah satu aktivitas yang berpotensi terjadinya kecelakaan kerja di industri minyak dan gas bumi lepas pantai. kecelakaan yang terjadi bisa menyebabkan cidera ringan, serius dan bahkan sampai menyebabkan kematian, kerusakan peralatan dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pembuatan analisa keselamtan kerja pada pekerja di departemen Produksi dan Perawatan di anjungan lepas pantai PT X. Desain penelitian Deskriptif dengan pendekatan kualitatif dilakukan dengan cara wawancara dan observasi.
Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara pelaksanaan analisa keselamatan kerja dilapangan dengan kecelakaan kerja yang terjadi dilapangan selama periode 2013-2014. Dari hasil penelitian ini disarankan bagi perusahaan untuk melakukan pelatihan dan pelatihan penyegaran yang berhubungan dengan pelaksanaan analisa keselamatan kerja, melakukan evaluasi secara berkala oleh para pimpinan dilapangan, meningkatkan kesadaran pekerja dalam melakukan analisa keselamatan kerja dengan baik dan konsisten. Dan membuat formulir analisa keselamatan kerja yang lebih sederhana agar setiap pimpinan tim kerja lebih mudah dalam membuat analisa keselamatan kerja lebih berkualitas.

Maintenance and operational activities of crude oil production after drilling is one of the activities that have potential accidents in the oil and gas industry offshore. Accidents that occur can cause minor injury, serious and even cause death, damage to equipment and the environment. The purpose of this study is to discover the quality of job safety analysis in production and maintenance departments at offshore PT X. The research method used descriptive and observational through in-depth interviews and observation of secondary data.
The results showed a relationship between the implementation of the job safety analysis in the field with the accidents that occur during the period 2013-2014. The result of this study suggest for the company to conduct and refresh training related to the implementation of job safety analysis, conduct regular review and evaluation by the leaders in the field, increasing the awareness of workers in performing job safety analysis properly and consistently, and create a job safety analysis form simpler in order to help the team leaders easier to make a higher quality of job safety analysis.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2015
T43935
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Qin, Young
"Safe and high-efficiency operation are two main issues in rail transportation. This book focuses on these two key issues, bringing together a wealth of research to offer theoretical and technical support for rail operations and maintenance. In addition, it presents a comprehensive active safety assurance system for rail transportation, which includes the quantitative state identification and prediction of train components; rail transportation safety and reliability assessment methods; and rail transportation risk assessment at the rail networks level, which achieves the quantitative and high-precision monitoring of complex systems in real-time. In addition, it extends active safety based theory to safety prognostic analysis in the traffic system. Lastly, representative case studies verify that the theory is suitable for the actual traffic system."
Singapore: Springer Nature, 2019
e20505495
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Daffa Bryant Putraprasetyo
"The safe transportation of carbon dioxide (CO2) through pipelines is vital for carbon capture and storage (CCS) to reduce greenhouse gas emissions. This study models CO2 dispersion and conducts a safety analysis for onshore pipeline leaks in Indonesia, focusing on gaseous and supercritical CO2, which a release depends on factors such as the size of the leak, release pressure, and environmental conditions. Key findings reveal that supercritical CO2 leaks exhibit greater dispersion due to higher momentum and expansion, with full-bore ruptures affecting areas over 2,000 meters. Leak proximity to the pipeline inlet increases mass release, while stability classes and wind speeds significantly influence dispersion. Integral models provide realistic hazard predictions, contrasting Gaussian models' conservatism. Even minor leaks can exceed hazardous CO2 levels (5000 ppm) over hundreds of meters, emphasizing the urgency of robust mitigation strategies to address thermal, mechanical, and toxic risks.

Pengangkutan karbon dioksida (CO2) yang aman melalui jaringan pipa sangat penting untuk penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) guna mengurangi emisi gas rumah kaca. Studi ini memodelkan dispersi CO2 dan melakukan analisis keamanan untuk kebocoran pipa darat di Indonesia, dengan fokus pada CO2 gas dan superkritis, yang pelepasannya bergantung pada faktor-faktor seperti ukuran kebocoran, tekanan pelepasan, dan kondisi lingkungan. Temuan utama mengungkapkan bahwa kebocoran CO2 superkritis menunjukkan dispersi yang lebih besar karena momentum dan ekspansi yang lebih tinggi, dengan pecahnya lubang penuh yang mempengaruhi area lebih dari 2.000 meter. Kedekatan kebocoran dengan saluran masuk pipa meningkatkan pelepasan massa, sementara kelas stabilitas dan kecepatan angin secara signifikan memengaruhi dispersi. Model integral memberikan prediksi bahaya yang realistis, kontras dengan konservatisme model Gaussian. Bahkan kebocoran kecil dapat melebihi tingkat CO2 yang berbahaya (5000 ppm) selama ratusan meter, yang menekankan urgensi strategi mitigasi yang kuat untuk mengatasi risiko termal, mekanis, dan toksik."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Daffa Bryant Putraprasetyo
"The safe transportation of carbon dioxide (CO2) through pipelines is vital for carbon capture and storage (CCS) to reduce greenhouse gas emissions. This study models CO2 dispersion and conducts a safety analysis for onshore pipeline leaks in Indonesia, focusing on gaseous and supercritical CO2, which a release depends on factors such as the size of the leak, release pressure, and environmental conditions. Key findings reveal that supercritical CO2 leaks exhibit greater dispersion due to higher momentum and expansion, with full-bore ruptures affecting areas over 2,000 meters. Leak proximity to the pipeline inlet increases mass release, while stability classes and wind speeds significantly influence dispersion. Integral models provide realistic hazard predictions, contrasting Gaussian models' conservatism. Even minor leaks can exceed hazardous CO2 levels (5000 ppm) over hundreds of meters, emphasizing the urgency of robust mitigation strategies to address thermal, mechanical, and toxic risks.

Pengangkutan karbon dioksida (CO2) yang aman melalui jaringan pipa sangat penting untuk penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) guna mengurangi emisi gas rumah kaca. Studi ini memodelkan dispersi CO2 dan melakukan analisis keamanan untuk kebocoran pipa darat di Indonesia, dengan fokus pada CO2 gas dan superkritis, yang pelepasannya bergantung pada faktor-faktor seperti ukuran kebocoran, tekanan pelepasan, dan kondisi lingkungan. Temuan utama mengungkapkan bahwa kebocoran CO2 superkritis menunjukkan dispersi yang lebih besar karena momentum dan ekspansi yang lebih tinggi, dengan pecahnya lubang penuh yang mempengaruhi area lebih dari 2.000 meter. Kedekatan kebocoran dengan saluran masuk pipa meningkatkan pelepasan massa, sementara kelas stabilitas dan kecepatan angin secara signifikan memengaruhi dispersi. Model integral memberikan prediksi bahaya yang realistis, kontras dengan konservatisme model Gaussian. Bahkan kebocoran kecil dapat melebihi tingkat CO2 yang berbahaya (5000 ppm) selama ratusan meter, yang menekankan urgensi strategi mitigasi yang kuat untuk mengatasi risiko termal, mekanis, dan toksik."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hanny Banowati Arimbi
"ABSTRACT
Suatu kegiatan industri tidak pernah terlepas dari potensi bahaya dan risiko yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Sebuah kecelakaan kecil bisa saja berdampak besar bagi suatu perusahaan. Industri manufaktur kayu merupakan industri dengan angka kecelakaan tertinggi pada sektor manufaktur. Penelitian ini difokuskan pada perusahaan bernama PT Masterindo Inti Graha yang bergerak di bidang furnitur dan komponen bangunan berbahan dasar kayu berkualitas. Dalam praktiknya, PT Masterindo Inti Graha belum pernah melakukan risk assessment di dalam perusahaannya sehingga perusahaan ini berisiko tinggi untuk terekspos berbagai macam potensi bahaya. Risk assessment adalah suatu langkah yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi perusahaan maupun orang-orang yang terlibat di dalamnya. Dengan melakukan risk assessment, maka potensi bahaya yang dapat terjadi pada perusahaan dapat direduksi atau bahkan dapat dihilangkan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan identifikasi bahaya sebagai tahap awal. Selanjutnya dilakukan analisis risiko dengan menggunakan risk matrix untuk menentukan risk ranking dari bahaya dan risiko yang teridentifikasi. Setelah risk ranking dari setiap risiko diketahui, dilakukan penentuan prioritas terkait risiko yang akan ditangani di mana mesin-mesin produksi sebagian besar menjadi sumber risiko dengan severity rate tertinggi di perusahaan ini. Selanjutnya dilakukan Job Safety Analysis terhadap mesin produksi utama perusahaan agar nantinya dapat menghasilkan luaran yang sesuai. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi bagi perusahaan untuk mereduksi potensi bahaya yang dapat terjadi.

ABSTRACT
An industrial activity is never separated from potential hazards and risks that can lead to workplace accidents. A small accident could bring a major impact on a company. Woodworking industry is the type of industry with the highest accident rate in manufacturing sector. This research is focused on a company named PT Masterindo Inti Graha which take roles in selling furniture and building components made of high quality wood. In its practical history, PT Masterindo Inti Graha has never conducted risk assessment within the company, which makes the company is probably at high risk and can be easily exposed to various potential hazards. Risk assessment is a necessary step to create a safe working environment for the company as well for the people involved in it. By conducting risk assessment, the potential hazards which possibly occur within the company can be reduced or even eliminated. This research is conducted by identifying the hazard as the initial stage. And then risk analysis is performed using risk matrix to determine the risk ranking of the identified hazards and risks. Once the risk ranking of each risk is determined, the risk is prioritized based on its urgency to be managed. According to risk ranking, production machines are mainly the source of risk within the company with the highest severity rate. Hence, Job Safety Analysis for company rsquo s production machines is organized so it can provide the most relevant output in the end. This research conduces recommendations for the company to reduce the potential hazards which possibly arise within the company."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tuti Alawiyah
"Arus transportasi dan mobilitas yang tinggi di jalur pantura memberikan kemungkinan Kabupaten Batang berkembang cukup prospektif di sektor jasa transit dan transportasi, maka keselamatan jalan di wilayah ini perlu mendapatkan perhatian. Dalam melakukan investigasi daerah rawan kecelakaan diperlukan data kecelakaan dari instansi terkait, yang perlu diidentifikasi secara tepat untuk dapat menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya suatu kecelakaan. Kemudian, tindakan penanganan dapat dilakukan berdasarkan pola dan sebab kecelakaan yang telah diidentifikasi. Pemahaman dasar tentang faktor manusia dan karakteristik kendaraan serta interaksi keduanya dengan jalan dan lingkungannya sangat diperlukan untuk melakukan tindakan penanganan kecelakaan dalam upaya meningkatkan keselamatan jalan. Penentuan tindakan penanganan kecelakaan yang tepat bergantung pada aplikasi rekayasa lalulintas yang baik dan prinsip keselamatan jalan, pada umumnya melibatkan pemilihan atau beberapa tipe penanganan yang telah terbukti baik.

The heavily traveled highway in nothern coast highway (Pantura) gives potentially development for Batang county in transit and transportation service sector so that road safety in this area should be highly concerned. In investigation of accident, the documentation and data collection on road accidents from all organizations involved which require to identify precisely to determine factors causing of accident. And then, Problem solving of accident can be done pursuant to accident cause pattern which have been identified. The base knowledge about human being factor and vehicle characteristic and also interaction both with road and environment very needed to solve problem of accident in measures to improve traffic safety. The determination handling action of accident depend on good application of traffic engineering and road safety principal, in general involve the election of some handling type which have proven goodness"
2008
S50560
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"This book provides a solution to “rare event” problems without using the classical theory of reliability and theory of probability. This solution is based on the methodology of risk assessment as “measure of danger” (in keeping with the ICS RAS) and an expert approach to determining systems’ safety indications using Fuzzy Sets methods. Further, the book puts forward a new concept: “Reliability, Risks, and Safety” (RRS).
The book’s main goal is to generalize present results and underscore the need to develop an alternative approach to safety level assessment and risk management for technical (aviation) systems in terms of Fuzzy Sets objects, in addition to traditional probabilistic safety analysis (PSA). The concept it proposes incorporates ICAO recommendations regarding proactive system control and the system’s responses to various internal and external disturbances. "
Singapore: Springer Singapore, 2019
e20511003
eBooks  Universitas Indonesia Library