Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Sihombing, Dastin Hanes
"Penelitian ini fokus pada evaluasi peran lima aset yaitu Bitcoin, Ethereum, USDT, emas, dan perak sebagai instrumen safe haven dalam menghadapi volatilitas return pada sepuluh indeks saham global selama dua periode krisis besar yakni pandemi COVID-19 dan konflik Rusia-Ukraina. Metode analisis yang digunakan mengombinasikan model GJR-GARCH untuk menangani karakteristik volatilitas asimetris dan respons terhadap shock negatif pasar, serta model dummy quantile guna mengkaji performa aset pada saat pasar mengalami tekanan ekstrem. Hasil analisis mengungkap bahwa USDT sebagai stablecoin menunjukkan kemampuan sebagai safe haven dengan peran protektif yang lemah namun konsisten di hampir semua indeks selama masa krisis. Sebaliknya, Bitcoin dan Ethereum menunjukkan korelasi positif signifikan terhadap indeks saham yang mengindikasikan sifat pro-siklikal dan kurang cocok sebagai aset pelindung nilai. Meskipun emas dan perak selama ini dikenal sebagai safe haven tradisional, tetapi kenyataannya tidak memperlihatkan peran pelindung nilai yang konsisten, khususnya saat diuji dengan model dummy quantile pada periode pasar ekstrem. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas suatu aset sebagai safe haven sangat dipengaruhi oleh jenis krisis, karakteristik spesifik aset, dan kondisi pasar yang menjadi konteksnya. Implikasi praktis dari penelitian ini penting untuk strategi diversifikasi dan manajemen risiko portofolio, terutama dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang kian meningkat.
This study focuses on evaluating the role of five assets, Bitcoin, Ethereum, USDT, gold, and silver as safe haven instruments in managing return volatility across ten global stock indices during two major crisis periods: the COVID-19 pandemic and the Russia-Ukraine conflict. The analytical methods employed combine the GJR-GARCH model to address asymmetric volatility characteristics and market negative shock responses, alongside a dummy quantile model to assess asset performance during periods of extreme market stress. The analysis reveals that USDT, as a stablecoin, demonstrates the capacity to act as a safe haven with a weak but consistent protective role across almost all indices during the crisis periods. Conversely, Bitcoin and Ethereum exhibit significant positive correlations with stock indices, indicating a pro-cyclical nature and a lesser suitability as protective assets. Although gold and silver are traditionally considered safe havens, the results show that they do not consistently perform this role, especially when tested with the dummy quantile model during extreme market conditions. These findings underscore that the effectiveness of an asset as a safe haven is highly influenced by the type of crisis, the asset’s specific characteristics, and the contextual market conditions. The practical implications of this research are significant for diversification strategies and portfolio risk management, particularly in the face of increasing uncertainty in global financial markets."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Carla Anindya Wijaya
"Ketidakpastian akibat pandemi COVID-19 mendorong investor mencari instrumen lindung nilai untuk meminimalkan risiko, yang dapat berupa aset lindung nilai atau safe-haven. Oleh karena itu, penelitian ini untuk mengetahui apakah bitcoin, ethereum, dan emas berperilaku sebagai aset lindung nilai dan safe-haven sebelum dan selama pandemi di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan melihat pengaruh imbal hasil dan volatilitas pasar saham Indonesia terhadap return dan volatilitas bitcoin, ethereum, dan emas. Penelitian ini menggunakan model regresi linier sederhana dan regresi kuantil pada data harga penutupan harian yang diambil sebelum dan selama COVID-19. Studi ini menemukan bahwa mereka dapat menjadi aset lindung nilai dan safe-haven selama pandemi COVID-19 di Indonesia. Hal ini karena hasil menunjukkan bahwa ada beberapa korelasi yang signifikan antara aset. Hasil penelitian ini dapat membantu investor untuk menentukan aset mana yang dapat menjadi instrumen lindung nilai.
The uncertainty due to the COVID-19 pandemic has encouraged investors to look for value hedging instruments to minimize risk, which can be in the form of hedging assets or safe-haven assets. In response to it, this study aims to find out whether bitcoin, ethereum, and gold can behave as hedging and safe-haven assets before and during the pandemic in Indonesia. This can be done by looking at the effects of yields and volatility on the Indonesian stock market on the returns and volatility of bitcoin, ethereum, and gold. This study uses simple linear regression and quantile regression models on data of daily closing price taken before and during COVID-19. This study finds that they can be hedge and safe-haven assets during the COVID-19 pandemic in Indonesia. The results show that there are some significant correlations between assets. The research results can help investors to determine which assets can be hedging instruments."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library