Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Sari Widyanti
"Lapangan "X" merupakan salah satu lapangan sistem geotermal dengan high temperature dan high enthalpy yang merupakan bagian dari Bandung Volcanic Complex. Ia merupakan peralihan antara jenis sistem vapor dominated dengan liquid dominated. Hal ini terlihat dari sumur bagian utara yang memproduksi fluida dari sistem jenis vapor dominated, sedangkan sumur bagian Selatan memproduksi fluida dari sistem jenis liquid dominated. Di lapangan ini terdapat empat pusat fluid upwelling, dua di antaranya berasosiasi dengan G.Walawi andesite stratovolcano dan dua lainnya dengan G.Lani & G.Intan andesitic volcanoes. Untuk mengetahui karakteristik reservoar, letak dan besar energi heat source, serta hidrogeologi maka perlu dibuat pemodelan reservoar dengan simulator TOUGH2. Kesesuaian kurva yang didapatkan dari hasil pemodelan dengan 11 data sumur mengindikasikan tercapainya natural state. Diperoleh steam cap dari reservoar dipisahkan oleh Buri Horst dengan permeabilitas rendah, menghasilkan bagian utara dan selatan. Heat source terletak tepat di bawah zona reservoar dengan temperatur 320OC dan reservoar memiliki temperatur rata - rata 257OC dengan luas sekitar 40 km2.
Field "X" is one of many geothermal fields located in Bandung Volcanic Complex with high temperature and high enthalpy. It is a transition between vapor dominated with liquid dominated system. This is seen from the well at north producing fluids indicating vapor dominated system, meanwhile fluid is produced from a liquid dominated system at the south. The field has four fluid upwellings, two of them are associated with Mt.Walawi andesitic stratovolcano and two others with Mt.Lani & Mt. Intan andesitic volcanoes. To determine the reservoir‟s characteristic, location and total energy of heat source, and hydrogeology, modeling of the reservoir needed to be conducted with TOUGH2 simulator. The compatibility of curves gained from the modeling with well data indicates that the natural state has been reached. The result shows the steam cap of the reservoir is separated by the Buri Horst with low permeability, dividing it into the northern and southern sector. The heat source is located beneath the reservoir with temperature of 320OC and the average temperature of reservoir is 257OC with extensive area of 40 km2."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S1979
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Jul Rafli
"Daerah penelitian terletak di Muara Laboh, kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat dan secara tektonik terdapat pada ujung segmen Suliti yang berasosiasi dengan sesar geser menganan (dextral strike slip fault) Sesar Sumatera. Daerah penelitian merupakan sistem panasbumi dengan dua phase yaitu sistem dominasi uap yang memiliki lapisan reservoir dominasi uap setebal ±400 m di atas zona dominasi air.Zona Altereasi di daerah penelitian dibagi menjadi dua yaitu zona alterasi argillic yang di tandai dengan kehadiran mineral clay (smectite) betemperatur rendah dan lapisan ini digunakan sebagai lapisan penudung (cap rock) dan kedua adalah zona alterasi prophylitic yang di tandai dengan kehadiran mineral sekunder bertemperatur tinggi seperti epidote, kuarsa, calcite, chlorite dan lapisan ini digunakan sebagai zona resrvoir (zona produksi). Permeabilitas zona produktif di sumur-sumur produksi tidak hanya dikontrol oleh jenis litologi dan unit batuan tapi juga dikontrol oleh bidang-bidang patahan dan zona rekahan di sekitarnya. Puncak reservoir rata-rata berada pada elevasi 1000-1100 mdpl. Sedangkan brine level teramati pada elevasi 400-600 mdpl. Temperatur dan tekanan yang lebih rendah, serta kandungan gas yang lebih tinggi bukan disebabkan oleh kompartementasi reservoir, tapi lebih disebabkan oleh lokasi sumur yang berada di dekat margin reservoir. Sumur re-injeksi di margin reservoir dibutuhkan untuk mengatasi penurunan tekanan reservoir yang cepat. Salah satu alternatif lokasi sumur injeksi adalah di bagian timur dan utara dari sumur produksi, dimana sumur injeksi harus dibor hingga menembus reservoir dominasi air. Dari hasil tahapan eksplorasi daerah penelitian yang baik untuk di kembangkan adalah dibagian selatan.
The study area is located in Muara Laboh, South Solok regency of West Sumatra and is tectonically located on the tip of Suliti segment associated with the fault shear are heading (dextral strike-slip fault) Fault Sumatra. The study area is a geothermal system with a two-phase vapor-dominated system that has a layer of thick steam reservoir dominance ± 400 m above zone air.Zona Altereasi dominance in the study area was divided into two argillic alteration zones are marked by the presence of clay minerals (smectite) betemperatur low and this layer is used as the covering layer (cap rock) and the second is prophylitic alteration zones are marked by the presence of secondary high-temperature minerals such as epidote, quartz, calcite, chlorite and this layer is used as resrvoir zone (zone of production). Permeability zone in the prolific production wells is not only controlled by the type of lithology and rock units but also controlled by fields of faults and fracture zones in the vicinity. Peak average reservoir located at an elevation of 1000-1100 meters above sea level. While the brine level observed at the elevation of 400-600 meters above sea level. Temperature and lower pressure, as well as higher gas content is not caused by kompartementasi reservoir, but more due to the location of the wells near the reservoir margins. Reinjection wells in the reservoir margin needed to overcome the reservoir pressure drops rapidly. One alternative is the location of injection wells in the east and north of the production wells, where injection wells should be drilled to penetrate the dominance of the water reservoir. From the results of the exploration stage is a good research area to be developed is in the south."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2015
T44460
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library