Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 754 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Uchida, Reiko
Tokyo: Reiko Uchida Publication , 1999
362.7 UCH kt
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Herron, Ron
Bandung: Kaifa, 2003
155.5 HER i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Muhktar
Jakarta: Rakasta Samasta, 2001
305.23 MUK e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Sarlito Wirawan Sarwono
Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2001
155.5 SAR p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Rendell, Joan
London: Routledge & Kegan Paul , 1976
790.132 REN c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Devi Lusiani Anastasia
"Pada masa pertumbuhan, dibutuhkan asupan kalsium yang adekuat untuk mencapai puncak agar tulang tidak kehilangan kepadatannya di masa tua. Masa remaja merupakan masa yang baik untuk memaksimalkan kepadatan tulang karena pada masa ini lebih banyak terjadi pembentukkan massa tulang, penyimpanan dan penyerapan kalsium dari diet daripada masa anak-anak dan dewasa. Namun para remaja di dunia pada umumnya kurang asupan kalsium, termasuk di Indonesia. Masih rendahnya asupan kalsium pada remaja, membuat peneliti ingin mengetahui bagaimana sebenarnya gambaran dan faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan frekuensi konsumsi bahan makanan sumber kalsium pada remaja.
Penelitian ini berlangsung pada bulan April-Juni tahun 2008 dengan responden penelitian adalah remaja usia 12-16 tahun di tiga SMP di wilayah Depok pada tahun 2008. Ketiga SMP dipilih berdasarkan status sosial ekonomi tinggi, menengah, dan rendah. Remaja SMP dipilih dengan alasan remaja SMP karena kebutuhan kalsium paling penting pada remaja untuk mencegah terjadinya osteoporosis di usia lanjut. Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional.
Variabel independen meliputi jenis kelamin, pengetahuan kalsium pada remaja dan ibu, ketersediaan bahan makanan sumber kalsium di rumah, pekerjaan orang tua, pendidikan orang tua, pendapatan orang tua, jumlah anggota keluarga, kebiasaan jajan, dan peer group, sedangkan variabel dependennya adalah frekuensi konsumsi bahan makanan sumber kalsium pada remaja.
Pengumpulan data dilakukan dilakukan dengan menyebarkan angket kepada responden remaja di sekolah dan ibu di rumah. Manajemen data yang dilakukan adalah pengkodean data, penyuntingan data, pemasukan data, dan pembersihan data. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat untuk melihat gambaran dan analisis bivariat untuk melihat hubungan antara variabel. Jumlah responden pada penelitian ini berjumlah 204 pasang remaja-ibu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 60.8% remaja di tiga SMP di Depok berjenis kelamin perempuan, 52.5% remaja memiliki pengetahuan yang cukup baik, 37.7% remaja memiliki ayah bekerja sebagai pegawai swasta, 64.7% remaja memiliki ibu tidak bekerja, 43.1% remaja memiliki ayah dengan pendidikan lulusan SMA, 46.6% remaja memiliki ibu dengan pendidikan lulusan SMA, 33.8% remaja memiliki pendapatan keluarga lebih dari Rp 4.000.000, dan 64.2% remaja merupakan keluarga kecil. Sebanyak 52% ibu remaja memiliki pengetahuan kalsium yang cukup baik, 60.8% remaja sering jajan di sekolah, dan 75.4% remaja memiliki frekuensi konsumsi bahan makanan sumber kalsium yang tergolong sering.
Terdapat hubungan yang bermakna antara ketersediaan bahan makanan sumber kalsium di rumah dengan frekuensi konsumsi kalsium pada remaja. Terdapat kecenderungan bahwa remaja dengan pengetahuan yang cukup, terjadi pada ibu yang juga memiliki pengetahuan yang cukup dan pada pengetahuan ibu yang cukup cenderung memiliki remaja dengan frekuensi konsumsi sumber kalsium sering. Terdapat kecenderungan bahwa frekuensi ketersediaan sumber kalsium sering, lebih banyak terjadi pada keluarga kecil. Frekuensi jajan tidak berhubungan dengan frekuensi konsumsi bahan makanan sumber kalsium tetapi juga tidak berhubungan dengan frekuensi jajan. Baik remaja, orang tua, maupun pihak sekolah hendaknya bekerja sama meningkatkan frekuensi konsumsi kalsium pada remaja misalnya dengan mengadakan penyuluhan kepada remaja dan orang tua yang diselenggarakan oleh pihak sekolah dan menetapkan kebijakan kantin sehat di sekolah."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Devina Resqeisha Arditiamina
"ABSTRAK
Anemia didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana terdapat penurunan jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin dalam sel darah merah yang lebih rendah dari normal. Remaja merupakan kelompok umur yang rentan untuk mengalami masalah gizi karena pada masa remaja terjadi lonjakan pertumbuhan (growth spurt) yang menyebabkan peningkatan kebutuhan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja usia 15-19 tahun di provinsi terpilih Sumatera. Lokasi penelitian berada di empat provinsi terpilih Sumatera yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Lampung. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dan data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dari data Indonesia Family Life Survey (IFLS) tahun 2014. Variabel independen yang diteliti yaitu jenis kelamin, pola makan, status gizi IMT/U, pendidikan kepala keluarga dan daerah tempat tinggal. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 635 responden. Hasil penelitian didapatkan prevalensi anemia pada remaja usia 15-19 tahun di provinsi terpilih Sumatera sebesar 19,4% dengan prevalensi anemia tertinggi terdapat di provinsi Sumatera Selatan sebesar 28%. Variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian anemia adalah jenis kelamin.

ABSTRACT
Anemia is defined as a condition in which there is a decrease in the number of red blood cells or the concentration of hemoglobin in red blood cells that is lower than normal. Adolescents are age group that is vulnerable to experiencing nutritional problems because during adolescence there is a growth spurt which causes an increase in nutritional needs. This study aims to determine the factors related to anemia in age 15-19 years in selected provinces of Sumatra. The research locations are North Sumatra, West Sumatra, South Sumatra and Lampung. This study use a cross sectional study design and the data use in this study are secondary data from the 2014 Indonesia Family Life Survey (IFLS) data. The independent variables studied are gender, diet, nutritional status of BMI / age, education of the head of the family and residential area. The number of samples in this study is 635 respondents. The results showed the prevalence of anemia in adolescents age 15-19 years in the selected province of Sumatra is 19.4% with the highest anemia prevalence in the province of South Sumatra at 28%. The variable that has a significant relationship with the incidence of anemia is gender.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maxwell, John C.
Jakarta: Mitra Media, 2002
155.3 MAX r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Rice, F. Philip
Boston: Allyn and Bacon, 1993
155.5 RIC a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>