Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rendy Septiadi
Abstrak :
Skripsi ini melihat proses mempertahankan ideologi supremasi kulit putih dan subjektifikasi karakter Django dalam penanaman ideologi kulit putih pada film Django Unchained (2012) dengan didasarkan pada analisis hubungan Django dengan karakter lainnya. Kemunculan film ini pada masa post-racial society di Amerika dapat dilihat sebagai bentuk kritik atas paham tersebut dan akan dianalisa untuk mendekonstruksinya. Pendekatan yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori hegemoni Gramsci yang sudah dikembangkan oleh Stuart Hall dalam konteks rasial serta teori Subjek dan Aparat Ideologis oleh Louis Althusser. Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses hegemoni yang dibangun untuk mempertahankan supremasi kulit putih dan memperjelas status antara yang dikuasai dan yang menguasai. Lalu, penelitian ini juga melihat bagaimana seseorang yang sudah terinterpelasi meneruskan ideologi yang sudah tertanam di dalam dirinya untuk dilihat juga sebagai bentuk supremasi kulit putih. Selain itu, Analisa hubungan karakter menjadi penting dilakukan karena hubungan Django dengan karakter kulit putih lainnya merepresentasikan hubungan kelompok minoritas dan mayoritas. Dengan ditemukannya hasil - hasil penelitian ini, dapat dikatakan bahwa film Django Unchained adalah medium untuk membangun hegemoni dan mempertahankan supremasi kulit putih. ......This undergraduate thesis examines how the process of maintaining the ideology of white supremacy and how Django's character is constructed as a subject in planting white ideology in the movie Django Unchained (2012) based on the analysis of Django's relationship with other characters. The appearance of the movie during the phenomenon of post-racial society in America can be seen as a form of criticism of the ideology, and the movie will be analyzed to deconstruct it. The approaches used in this thesis is Stuart Hall's interpretation of Gramcis's Hegemony in the context of racial, and ideological state apparatuses by Louis Althusser. This study aims to look at the process of hegemony to maintain white supremacy and clarify the status of the controller and the controlled. Then, this research also see how Django, who has been interpelated, continues the ideology that has been ingrained in him as a form of white supremacy. Moreover, analysis of the characters' relationship becomes important because Django's relationship with the other white characters represent minority and majority group relations. With the results of this study, the movie Django Unchained is a medium to build and maintain the hegemony of white supremacy.
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
S57814
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Afifah Hikmatunisa
Abstrak :
Jumlah buku anak-anak yang menampilkan karakter penduduk asli Amerika terus bertambah. Namun, perlu dicatat bahwa buku-buku tersebut tidak selalu merepresentasikan penduduk asli Amerika secara akurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiopragmatik untuk menganalisis buku anak klasik The Indian in the Cupboard, dengan tujuan menemukan masalah pada narasi buku tersebut. Buku tersebut dipilih karena kontroversi mengenai salah satu karakternya, Little Bear, yang digambarkan sebagai penduduk asli Amerika. Sebanyak tiga karakter yaitu Omri, Patrick, dan Little Bear dianalisis ucapannya untuk menemukan maksim yang dilanggar. Selanjutnya implikatur dikonstruksi untuk menemukan makna tersembunyi di balik ucapan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku tersebut dianggap rasis karena penggambaran karakter penduduk asli Amerika sebagai karakter inferior. Buku ini juga terkait erat dengan imperialisme linguistik karena Little Bear harus berbicara dalam bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan karakter lain daripada bahasa aslinya sendiri. Selain itu, karakter Little Bear juga diambil dari stereotip negative penduduk asli Amerika. Hal ini menjadi masalah karena stereotip tersebut menggeneralisasikan semua penduduk asli Amerika. Hasil ini menunjukkan bahwa terlepas dari popularitasnya, The Indian in the Cupboard gagal merepresentasikan penduduk asli Amerika secara akurat melalui penggambaran rasis tentang Little Bear. ......The number of children books featuring Native American characters keeps on growing. However, it is worth noting that those books do not necessarily represent the Native American accurately. This study used a sociopragmatic approach to analyse the classic children book, The Indian in the Cupboard, with the aim of finding problematic narratives in the book. The book is chosen because of its controversy regarding one of its characters, Little Bear, who is a Native American. A total of three characters’ utterances namely Omri, Patrick, and Little Bear are analysed to find the maxims that are flouted. Next, implicatures are constructed to find the hidden meaning behind the utterances. The result showed that the book is regarded as racist due to its portrayal of the Native American character as a subordinate character. The book is also closely tied to linguistic imperialism because Little Bear is forced to speak in English to communicate with other characters rather than his own indigenous language. Additionally, the character was also built from common stereotypical images of Native American people. This becomes problematic because those stereotypes overgeneralize all of the Native American people. These findings suggest that despite its popularity, The Indian in the Cupboard failed to accurately represent Native American people through its racist portrayal of Little Bear.
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2021
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library