Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ananda Bagus Richky Digdaya Putra
"Diagnostik medis merupakan tahapan awal dalam mengidentifikasi kondisi dan penyakit seseorang. Salah satu metode diagnostik yang banyak dipakai sekarang ini adalah Polymerase Chain Reaction (PCR). Penggunaan material perangkat thermal cycler dalam reaksi PCR mempengaruhi waktu yang dibutuhkan dalam prosesnya. Dengan kemajuan teknologi mikrofluida, chip thermal cycler dengan sistem mikrofluida banyak dikembangkan untuk meningkatkan kecepatan reaksi PCR. Studi ini mensimulasikan beberapa material dan geometri yang digunakan sebagai thermal cycler reaksi PCR Studi pada penelitian ini akan menggunakan aplikasi COMSOL Multiphysics 5.3 untuk dua desain PCR, thermal cycle tipe blok (TCP desain 1) dan thermal cycle tipe mikrofluida (TCP desain 2). Hasil yang didapatkan adalah waktu jenuh untuk TCP desain 1 menggunakan material aluminium selama 29 detik untuk pemanasan dan 26 detik untuk pendinginan, tembaga selama 37 detik untuk pemanasan dan 35 detik untuk pendinginan, nikel selama 51 detik untuk pemanasan dan 53 detik untuk pendinginan, perak selama 26 detik untuk pemanasan dan pendinginan, serta PDMS selama 1480 detik untuk pemanasan dan pendinginan. Pada TCP desain 1, saat menggunakan aluminium, didapatkan waktu jenuh untuk memanaskan reagen selama 32 detik dan 35 detik untuk mendinginkan. Pada PCR TCP desain 2 (a) yang langsung menggunakan PDMS, didapatkan waktu untuk jenuh memanaskan reagen adalah 3,2 detik dan 4,3 detik untuk mendinginkan, sedangkan pada TCP desain 2 (b) didapatkan waktu untuk memanaskan reagen selama 4,3 detik dan 4,6 detik untuk mendinginkan.


Medical diagnosis is the initial stage in solving a person's condition and disease. One method that is widely used now is the Polymerase Chain Reaction (PCR). The use of thermal cycler device material in the PCR reaction affects the time required in the process. With the advancement of microfluidic technology, thermal cycler chips with microfluidic systems have been developed to increase the speed of PCR reactions. This study discusses several materials and geometries used as PCR thermal cycler reactions. COMSOL Multiphysics 5.3 application used to simulate two PCR designs, block-type thermal cycles (TCP design 1), and microfluidic type thermal cycles (TCP design 2). The results obtained are the saturation time for TCP design 1 using aluminum material for 29 seconds for heating and 26 seconds for safety, copper for 37 seconds for heating and 35 seconds for cooling, nickel for 51 seconds for heating and 53 seconds for heating, silver for 26 seconds for heating and cooling, and PDMS for 1480 seconds for heating and cooling. In TCP design 1, when aluminum was used, saturation time is obtained to heat the reagent for 32 seconds and 35 seconds to cool. In TCP PCR design 2 (a) which directly uses PDMS, obtained time to saturate the reagent heating is 3.2 seconds and 4.3 seconds to cool, whereas in TCP design 2 (b) it takes time to heat the reagent for 4.3 seconds and 4.6 seconds to cool down.

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizka Abdullah
"ABSTRAK
Biaya bahan bakar adalah komponen terbesar dalam biaya penyediaan tenaga listrik, oleh karena itu perlu dilakukan optimasi penggunaan bahan bakar sehingga biaya penyediaan tenaga listrik dapat ditekan se minimal mungkin. Pada sistem tenaga listrik yang besar seperti sistem 500 KV Jawa-Bali terdapat beberapa jenis pembangkit dengan beberapa jenis bahan bakar digunakan. Setiap unit pembangkit mempunyai karakteristik tersendiri dan bahan bakar mempunyai perbedaan harga yang beragam yaitu gas, batubara, air. Untuk memenuhi kebutuhan sistem tenaga listrik maka perlu dilakaukan pengaturan pembebanan pembangkitan sehingga memenuhi kebutuhan sistem tersebut. Pada penelitian ini dengan menggunakan adaptive cuckoo search algorithm untuk melakukan optimasi pembebanan pembangkit tenaga listrik, mendapatkan hasil biaya total bahan bakar terendah jika dibandingkan dengan metode PLN saat ini dan cuckoo search algorithm dengan tetap memenuhi kehandalan yang dipersyaratkan.

ABSTRACT
Fuel costs are the largest component in the cost of electricity supply, therefore it is necessary to optimize fuel use so that the cost of providing electricity can be minimized as much as possible. In large power systems such as the Java-Bali 500 KV system there are several types of plants with several types of fuel used. Each generating unit has its own characteristics and fuel has a different price difference, namely gas, coal, water. To meet the needs of the electric power system, it is necessary to carry out a setting of generating charges so that it meets the needs of the system. In this study, using the adaptive cuckoo search algorithm to optimize power plant dispatch, get the lowest total fuel cost compared to the current PLN method and the cuckoo search algorithm while still meeting the required reliability."
2020
T55335
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Suci Rositawati
"Operator sistem menggunakan Automatic Generation Controller (AGC) sebagai regulasi frekuensi real time untuk memastikan keseimbangan antara permintaan beban dengan ketersediaan pembangkitan dalam periode menit.
Ketidakpastian variasi beban, dan adanya keterbatasan respon pembangkit (GRC) mempengaruhi respon dinamik frekuensi sistem dalam periode menit. Sistem Jawa Madura Bali menerapkan AGC menggunakan metode integrator dengan 51,18 % partisipasi aktif pembangkit. Penelitian ini mengusulkan AGC menggunakan
metode PID controller dengan mempertimbangkan variasi karakteristik beban dan keterbatasan ramp rate pembangkit. Pemodelan AGC menggunakan PID controller memberikan respon pemulihan lebih cepat 3,9 detik, komposisi energi ramah lingkungan yang lebih besar, dan biaya bahan bakar 7,66 Rp/KWh lebih murah dibandingkan metode eksisting. Semakin tinggi ramp rate pembangkit dan semakin rendah variasi karakteristik beban mempercepat waktu pemulihan frekuensi. Metode yang diusulkan disimulasikan dengan menggunakan Matlab Simulink dengan pemodelan untuk 5 pembangkit pada kontrol area tunggal dengan variasi karakteristik beban dan pembatasan pembangkit menggunakan data-data Sistem Jawa Bali.
Abstrak Berbahasa Inggris:

system operator utilized Automatic Generation Control (AGC) for real-time frequency regulation to maintain a balancing of power demand and generation within minutes. Uncertainty of load variations and generator rate
constraints (GRC) affect the dynamic response of system frequency. Java Bali System applied AGC using the integrator method with 51,18 % active generation’s participation. This paper proposed AGC using the PID controller method by considering variations of load characteristics and limitations of ramp rate generators. AGC using the PID controller method provides a recovery response of 3,9 faster, more clean energy composition and fuel costs of 7,66 Rupiah per Kilowatt are cheaper than the existing method. The higher ramp rate of generations
and the lower variations of load characteristics affected faster frequency responses. The proposed method is simulated using MATLAB Simulink with 5 generator modeling in single load area control using Java Bali system data
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library