Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yasmin Hasna Jamila
"

Negara menjamin hak dasar warga negara atas kesehatan sebagaimana diatur dalam UUD NRI 1945. Munculnya virus SARS nCoV-2 yang menyebabkan sindrom dan penyakit COVID-19 yang terdeteksi pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada akhir tahun 2019, mengharuskan pemerintah Republik Indonesia mengevakuasi 245 WNI yang terjebak di sana dan mengadakan karantina sebelum memulangkan mereka ke daerah asal. Dari pelaksanaan karantina selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau, Bulan Februari 2020 lalu, penulis hendak melakukan penelitian mengenai implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dalam penanggulangan wabah penyakit COVID-19 di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian yuridis-normatif. Penelitian ini dilakukan dengan studi perundang-undangan dan studi pustaka. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan memiliki kapasitas mengatur dalam area pencegahan dan penanganan masuknya wabahnya penyakit menular dan resiko kesehatan yang dapat menimbulkan ancaman bagi kesehatan masyarakat. Dalam upaya karantina WNI di Natuna pada tahun 2020, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 telah terlaksana dengan cukup baik walaupun terdapat beberapa kendala seperti terbatasnya keteresediaan air bersih, penolakan warga sekitar area karantina, dan mis-koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia harus segera membuat Peraturan Menteri Kesehatan untuk menunjang pelaksanaan UU No. 6 Tahun 2018.

 


Indonesia is obliged to ensure its citizens’ fundamental right to health care as stipulated in the Constitution. The outbreaks of SARS nCoV-2 virus which caused the syndrome and diseases of COVID-19 was first detected in Wuhan city, Hubei Province, China at the end of 2019, requiring the Government to evacuate 245 Indonesian citizens who were trapped there to held quarantine before returning them home. From the 14-day quarantine in Natuna, Riau in February 2020, the authors about to conduct research on the implementation of Law No. 6 of 2018 on Health Quarantine in response to the outbreak of the COVID-19 disease in Indonesia. This research is a juridical-normative study. This research was conducted with statutory study and library studies. Law No. 6 of 2018 on health quarantine has a capacity to regulate in the area of prevention and treatment of the inclusion of infectious diseases and health risks that can pose a threat to public health. In Natuna quarantine, Law No. 6 of 2018 has been carried out quite well despite some constraints such as limited clean water, rejection of residents around the quarantine area, and miss-coordination between the central Government and the region. Ministry of Health of Indonesia must immediately create regulation under Minister of Health to support the implementation of LAW No. 6 of 2018.

 

"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia , 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Though quarantine disinfestation treatments have been exempt from the methyl bromide phase out, it is still required to research and develop alternative treatments for fumigation of plant material in transit...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Setyorini
"Penyakit TB hingga saat ini adalah salah satu masalah kesehatan dunia. Kasus loss-sight dan tak terdeteksi berkontribusi pada tingginya penyebaran penyakit TB. Model deterministik kasus loss-sight dan tak terdeteksi dengan intervensi karantina disajikan dalam tesis ini. Dilakukan analisis sensitivitas R0 dan mengidentifikasi parameter ditargetkan oleh strategi pengobatan dengan intervensi karantina. Simulasi numerik dilakukan dengan berbagai skenario berdasarkan analisis sensitivitas R0 sehingga akan menunjukkan seberapa signifikan peran pengobatan dengan karantina untuk mengatasi penyebaran TB. Semakin banyak orang yang terinfeksi penyakit TB dengan kasus loss-sight dan tak terdeteksi, maka akan lebih cepat juga proses penyebaran penyakit TB yang terjadi. Jika kondisi ini berlanjut, maka upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi penyebaran penyakit akan memakan waktu lama, serta biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan penyakit TB akan lebih besar.

TB disease until now is one of the world 39 s health problems. Loss sight and undetected cases contribute to the high case in the spread of the TB. A deterministic model of TB including loss sight and undetected cases with quarantine intervention is presented and in this talk. We employed a sensitivity analysis of R0 and identified the parameters that should be targeted by treatment strategies with quarantine intervention. Numerical simulations performed under various scenarios based on sensitivity analysis of R0 , than it will show how significant the role of treatment with quarantine to overcome the spread of TB. The more people infected with TB disease with loss sight and undetected cases will be faster also the process of dissemination of TB disease that occurs. If this condition persists, then the effort to be done to overcome the spread of disease will take a long time, and the cost to be spent for the treatment of TB disease will be greater."
Depok: Universitas Indonesia, 2018
T51455
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ichsan Meidito Morama
"Latar Belakang: Isolasi atau karantina pasien selama pandemi COVID-19 merupakan langkah pencegahan persebaran penyakit yang penting. Namun, isolasi pasien COVID-19 mempunyai dampak buruk terhadap kondisi psikologis. Beberapa masalah psikologis seperti kecemasan, depresi, dan masalah kognisi dapat muncul pada pasien yang di isolasi. Tidak hanya itu, isolasi dapat juga memicu perasaan berduka karena pasien tidak dapat bertemu langsung dengan keluarga serta kehilangan kebebasan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mencari prevalensi masalah psikologis (kecemasan, depresi, dan masalah kognisi), tahapan berduka, dan mencari asosiasi antara faktor demografi (umur, jenis kelamis, dan status pendidikan) dengan kejadian masalah psikologis Metode: Data sekunder yang didapat dari survey pada pasien isolasi COVID-19 yang ditempatkan di Wisma Atlet Kemayoran dan RSCM Kiara pada periode 19 sampai 26 Oktober 2020 digunakan untuk penelitian ini. Analisis univariat dan bivariat dilakukan pada data tersebut menggunakan program SPSS Hasil: Dari 1584 sampel dari data sekunder, 1517 digunakan untuk penelitian ini karena terdapat beberapa sampel dengan data yang tidak lengkap. Ditemukan prevalensi masalah psikologis yang tinggi (77.2%), dimana depresi merupakan masalah yang sering dijumpai (63%). Acceptance (98.1%) merupakan tahapan berduka yang paling banyak dialami partisipan. Kemudian, hanya jenis kelamin dan status pendidikan saja yang memiliki asosiasi yang signifikan dengan masalah psikologis, dimana perempuan dan orang yang beredukasi tinggi memiliki kecenderungan untuk mengalami masalah psikologis selama isolasi.

Introduction: Patient isolation or quarantine during COVID-19 pandemic was vital in preventing disease transmission. However, it has a negative impact on the psychological state of quarantined people. Depression, anxiety, and cognitive problems are some examples of psychological problems that appear during isolation. Additionally, the inability to meet patient’s family directly and loss of freedom can trigger feelings of grief. Hence, this research aims to find the prevalence of psychological problems (i.e., anxiety, depression, and cognitive problems), stages of grief, and the association between demographic factors (i.e., age, gender, and educational level) with psychological problems Methods: Secondary data that was obtained from a survey on COVID-19 isolated patients in Wisma Atlet Kemayoran and RSCM Kiara between 19 and 26 October 2020 were used in this research. Univariate and bivariate analyses were done on those data using SPSS. Results: Among 1584 samples, 1517 were used due to missing data in some of the samples. A high prevalence of psychological problems (77.2%) was observed, with depression (63%) as the most prevalent. Acceptance (98.1%) was the most prevalent stage of grief experienced by the participants. Only gender and educational level were significantly associated with psychological problems, whereas female gender and high educational people were more prone to experience psychological problems during isolation Conclusion: The high rate of psychological problems found in isolated patients indicates the importance of inserting the management of psychological problems during the future pandemic that requires isolation as a preventive measure."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Qory Rahmaniah
"COVID-19 merupakan penyakit yang dapat mudah menular, baik melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Di Indonesia, tepatnya di Jakarta terdapat 424.009 kasus konfirmasi COVID-19 memiliki sekitar 1.346.243 kontak erat. COVID-19 menjadi salah satu penyakit yang mudah menular melalui kontak erat. Oleh karena itu, dalam mencegah penyebaran COVID-19, dibutuhkan adanya contact tracing, karantina, dan isolasi untuk memutus rantai penularan COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas contact tracing, karantina, dan isolasi dalam mengendalikan COVID-19. Desain penelitian menggunakan kajian sistematis (systematic review). Literatur diperoleh melalui pencarian pada 4 database, yaitu PubMed, ProQuest, ScienceDirect, dan Scopus. Literatur yang didapatkan sebanyak 18 artikel (8 artikel menggunakan observational study dan 10 artikel menggunakan modeling study) yang dipublikasikan pada tahun 2020 dan 2021. Literatur yang digunakan melaporkan manfaat dari contact tracing, karantina, dan isolasi terhadap pengendalian COVID-19. Menurut penelitian yang dilakukan, contact tracing efektif dalam mencari kontak erat, sehingga dapat mencegah adanya onward transmission (penularan lebih lanjut) COVID-19. Sedangkan studi permodelan menyatakan bahwa dengan dilakukannya karantina sebesar 50% hingga 100%, dapat menurunkan kasus terkonfirmasi COVID-19 sebesar 61,39% hingga 87,12%. Isolasi kasus dapat mengontrol epidemi jika dikombinasikan dengan pelacakan/karantina kontak, sehingga dapat membuat nilai R dibawah 1 dan karenanya secara efektif dapat mengendalikan pandemi COVID-19.

COVID-19 is a disease that can be easily transmitted, either through direct or indirect contact. In Indonesia, to be precise in Jakarta, there are 424.009 confirmed cases of COVID-19 and around 1.346.243 close contacts. COVID is a disease that is easily transmitted through close contact. Therefore, preventing the spread of COVID-19 requires contact tracing, quarantine, and isolation to break the chain of transmission of COVID-19. This study aimed to determine the effectiveness of contact tracing, quarantine, and isolation in controlling COVID-19. The method used is a systematic review. Literatures was obtained by searching 4 databases, namely PubMed, ProQuest, ScienceDirect, and Scopus. The literature obtained was 18 articles (8 articles observational studies and 10 articles modeling studies) published in 2020 and 2021. The literature reported the benefits of contact tracing, quarantine, isolation for controlling COVID-19. According to research conducted, contact tracing is effective in finding close contacts to prevent onward transmission of COVID-19. Meanwhile, a modeling study states that quarantine by 50% to 100% can reduce confirmed cases of COVID-19 by 61,39% to 87,12%. Case isolation can control the epidemic when combined with contact tracing/quarantine, so it can bring the R-value below 1 and therefore can effectively control the COVID-19 pandemic.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shania Zachra Nurfuadi
"Ketersediaan bahan pengujian yang tepat waktu menjadi salah satu faktor penentu dalam kelancaran proses pengujian di laboratorium, terutama dalam mendukung fungsi karantina dan perlindungan kesehatan masyarakat melalui keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan sistem manajemen logistik bahan pengujian di Laboratorium Mikrobiologi Balai Besar Uji Standar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, dengan meninjau aspek input, proses, output, dan dampak logistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa kendala, seperti belum optimalnya ketersediaan bahan pengujian dari aspek waktu. Masalah tersebut berdampak pada terjadinya kekosongan stok bahan pengujian (stockout) dan keterlambatan pengujian. Kondisi ini berpotensi menghambat proses tindakan karantina, menunda pengambilan keputusan tindakan, serta berisiko menganggu keamanan pangan sebagai perlindungan kesehatan masyarakat.

The timely availability of testing materials is one of the key factors determining the smooth execution of laboratory testing processes, particularly in supporting quarantine functions and protecting public health through food safety. This study aims to describe the implementation of the logistics management system for testing materials at the Microbiology Laboratory of the Central Laboratory for Standards Testing of Animal, Fish, and Plant Quarantine, by examining the aspects of input, process, output, and the impacts of logistics. This research uses a descriptive qualitative approach. The results show that there are still several challenges, such as the suboptimal availability of testing materials in terms of timing. This issue has led to stockouts and delays in testing. Such conditions have the potential to hinder quarantine measures, delay decision-making, and pose risks to food safety as part of public health protection efforts."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"The screening of potential chemicals for control of bemisia tabaci on poinsettia (Euphorbia pulcherrima c.v. Lilo Pink) planst using a leaf dipping technique was investigated...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"This paper aims to examine the spread of manchurian plague and the response of the Japanese colonial government..."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library