Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Suryadi
"Optimalisasi kecepatan untuk kereta memainkan peran penting dalam operasi kereta api untuk meningkatkan arus penumpang. Keamanan, ketepatan waktu, penghematan energi, dan kenyamanan adalah beberapa tujuan terpenting yang dipertimbangkan dalam proses perjalanan kereta api dalam paper ini. Metode fungsi objektif majemuk digunakan untuk mencapai tujuan dalam proses perjalanan kereta api. Fungsi objektif majemuk menggunakan metode apriori jumlah pembobotan dimana masing-masing Fungsi Objektif dikombinasikan dengan bobot menjadi Fungsi Objektif tunggal. Simulasi sistem kereta menggunakan constrain hukum newton untuk memodelkan pergerakan kereta. Paper ini melakukan riset simulasi sistem kereta bertujuan untuk mencari konfigurasi bobot pada fungsi objektif untuk mencapai kondisi optimum kecepatan kereta dan melihat performa optimasi pada kondisi sistem kereta normal ataupun sistem kereta dengan gangguan. Hasil penelitian menunjukkan metode optimalisasi kecepatan dengan fungsi objektif majemuk dapat mengatasi gangguan perubahan kemiringan lintasan kereta pada sistem kereta dengan waktu yang singkat. Hasil studi dan simulasi membuktikan bahwa massa kereta yang lebih berat menyebabkan keterlambatan sampai tujuan, lebih sensitive terhadap perubahan kemiringan lintasan kereta, penurunan kecepatan kereta, dan konsumsi energi yang lebih besar jika dibandingkan dengan kereta bermassa yang lebih ringan. Hasil penelitian merekomendasikan konfigurasi bobot optimum kereta sangat bergantung pada jenis kereta. Sistem kereta cepat akan lebih memprioritaskan bobot punctuality dan error distance sedangkan kereta komersial/komuter akan lebih memprioritaskan bobot energy efficient dan comfortability.

Speed ​​optimization for trains plays an important role in rail operations to improve passenger flow. Safety, punctuality, energy saving, and comfort are some of the most important goals considered in the process of train travel in this paper. The method of compound objective function is used to reach the destination in the process of train travel. Multiple objective functions use weighted sum a priori method where each objective function is combined with a weight to become a single objective function. The train system simulation uses Newton's law constraints to model the movement of the train. This paper conducts research on train system simulations aimed at finding weight configurations on the objective function to achieve optimum train speed conditions and seeing optimization performance in normal train system conditions or train systems with disturbances. The results show that the speed optimization method with multiple objective functions can overcome the disturbance of changes in the slope of the train track in the train system in a short time. The results of studies and simulations prove that a heavier train mass causes delays in arriving at its destination, is more sensitive to changes in the slope of the train track, a decrease in train speed, and greater energy consumption when compared to a lighter mass train. The results of the study recommend that the optimum weight configuration of the train really depends on the type of train. The high-speed train system will prioritize punctuality and error distance weights, while commercial/commuter trains will prioritize energy efficient and comfortability weights."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Resky Fitriyanti Djuningsih
"ABSTRAK
Piutang merupakan bagian terbesar dari aktiva lancar suatu organisasi kesehatan. Sebanyak 15,71% piutang jaminan asuransi/perusahaan RSPJ berumur lebih dari 12 bulan dan sebanyak 58,4% melakukan pembayaran piutang dengan tidak tepat waktu. Jika hal ini tidak ditangani dengan segera akan menggangu keuangan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik asuransi/perusahaan, kesepakatan tertulis, dan tagihan dengan ketepatan waktu pembayaran piutang pasien rawat inap jaminan asuransi/perusahaan RSPJ. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan rancangan studi cross sectional survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 11 variabel yang diteliti, hanya 3 variabel yaitu jenis kepemilikan, batas jatuh tempo, dan diskon yang mempunyai hubungan dengan ketepatan waktu pembayaran piutang. Peneliti menyarankan agar RSPJ lebih selektif dalam memilih calon asuransi/perusahaan yang ingin mengadakan kerjasama dengan menggunakan prinsip 5C (character, capacity, capital, collateral, dan condition) dan perlu dilakukan evaluasi secara berkala terhadap kebijakan piutang yang sudah berjalan.

ABSTRACT
Accounts receivable is the largest part of the current assets of a health organization. As many as 15,71% of accounts receivable insurance/companies in RSPJ more than 12 months old and as much as 58.4% making payments receivable by not timely. If this is not dealt with immediately it would interfere with hospital finances. This study aims to analyze the characteristics of insurance/company, a written agreement, and the bill with the timely payment of accounts receivable inpatient insurance/companies at the Pertamina Jaya Hospital. This study used quantitative research designs with cross-sectional survey study design. The results showed that of the 11 variables studied, only 3 variables are the type of ownership, maturity limits, and discounts that have a relationship with the timely payment of receivables. The researcher suggests that RSPJ more selective in choosing candidates for insurance/companies who wish to enter into an agreement with the principle of 5C (character, capacity, capital, collateral, and condition) and should be evaluated periodically against existing receivables policy."
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library