Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 88 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Kahhar Hawari
"Risiko tidak pernah dapat dilenyapkan secara lengkap, namun dapat dikelola secara efektif untuk mengurangi pengaruhnya terhadap tecapainya sasaran proyek. Sebuah mekanisme perencanaan yang efektif di industri konstruksi sangat dibutuhkan oleh seorang kontraktor konstruksi untuk mencapai sasaran mereka. Namun, Industri konstruksi memiliki risiko dan ketidak pastian lebih banyak dibandingkan dengan sektor industri lain. Selama ini kontraktor konstruksilah yang diharapkan untuk memikul semua risiko. Kontraktor butuh suatu proses formal untuk menerapkannya pada semua proyek pada permulaan dan selama pekerjaan untuk identifikasi, quantifikasi, dan alokasi risiko.
Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi risiko pada tahap konstruksi bangunan bertingkat 4-20 lantai di Jabotabek dari sudut pandang kontraktor. Kemudian kita dapat mengetahui peringkat risiko dan sasaran yang paling berisiko. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data tahap pertama kepada para pakar untuk kategorisasi, dengan menggunakan teknik wawancara, identifikasi akar penyebab, dan tukar pikiran. Pengumpulan data tahap kedua dilakukan dengan survey kepada para kontraktor utama dengan mengunakan kuesioner tertutup untuk mengetahui frekuensi dan pengaruh risiko berdasarkan pengalaman responden. Analisa data yang digunakan adalah AHP dengan pendekatan Saaty. Pengumpulan data tahap ketiga dilakukan untuk mencapai konsensus dari para pakar dengan menggunakan delphi technique.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat sebelas risiko proyek dominan pada tahap konstruksi bangunan bertingkat 4-20 lantai di Jabotabek dari sudut pandang kontraktor. Terhitung hanya satu risiko proyek yang mempunyai level high, dan sepuluh risiko lainnya mempunyai level significant. Risiko proyek tersebut terdapat pada 3 sasaran waktu, 8 sasaran biaya, dan tidak ada risiko dominan pada sasaran lingkup pekerjaan. Sehingga dibutuhkan perhatian lebih pada kinerja biaya proyek. Risiko proyek yang paling dominan adalah keterlambatan pembayaran oleh pihak owner, yang merupakan risiko rencana kerja.

Risk never be eliminated completely, but can be manage effectively to mitigate the impact to obtain the project objectives. Effectively planning mechanism in construction industry is very needed by a contractor to receive their goals. However, the construction industry has more risks and uncertainty rather than another industry sector. For many years construction contractor were expected to bear all the risk. Contractors need a formal process to apply to all projects at the start and throughout the work to identify, quantity, and alocate risks.
The objective of this research is to identify the risks during construction phase of building with 4-20 floor in Jabotabek from contractor perspective. Subsequently, we can know the rank of risks and objective that most risky. This research started with first phase of data collection towards the experts for categorization, with interviewing, root cause identification and brainstorming. Second phase of data collection is done with survey towards main contractors with closed questioner to discover risks frequency and impact based on respondent experience. Data analysis that be used is AHP Saaty approach. Third phase of data collection performed to reach consensus from the experts with delphi technique.
The results of this research show there are eleven dominant project risks during construction phase of building with 4-20 floor in Jabotabek from contractor perspective. Counted only one project risk that have a high level, and another ten are a significant level. Project risks mentioned, three of them occur on time objective, eight on cost objective, and there is no dominant risk on scope objective. So that needs more efforts on projects cost performance. The most dominant project risk is retard payment by owner side, that make up schedule risk.
"
2009
S50450
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Akshari Tahir Lopa
"Project Delivery System (PDS) merupakan sebuah sistem yang menentukan struktur dan kerangka tanggung jawab serta kewenangan bagi para pihak yang terlibat dalam proses konstruksi. Sistem ini memberi kontribusi penting kepada kepuasan pemilik dan kesuksesan proyek secara keseluruhan. Terdapat banyak faktor dalam pemilihan metode PDS yang efektif untuk dapat mencapai kinerja proyek yang diharapkan. Untuk itu diadakan penelitian terhadap masalah ini pada pelaku industri konstruksi.
Sasaran utama dari penelitian ini akan menilai pengaruh berbagai variabel yang menjadi pertimbangan daiam pemilihan PDS terhadap kinerja biaya, mute, dan waktu. Pada penelitian ini diperoleh faktor-faktor yang berperan penting dalam pemilihan metode PDS dan dampaknya terhadap kinerja proyek.
Dari analisis secara kuantitatif dapat membuktikan hypotesa penelitian, bahwa Pemilihan PDS yang tepat akan meningkatkan kinerja biaya dan waktu pada proyek konstruksi. Output dari penelitian ini akan menjadi sebuah rekomendasi yang akan membantu para pemilik proyek dan konsultan mereka untuk mendisain suatu sistem pengadaan proyek yang Iebih sesuai."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
T14989
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Taufik Mansur
1987
S17618
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nieke Anggia Puri Zulhaida
"Kemampuan dalam memperkirakan biaya secara akurat merupakan elemen kunci pada kesuksesan perusahaan kontraktor manapun. Meski telah diperidrakan dengan balk, kemungkinan teljadinya cost overruns dalam suatu proyek sclalu ada. Terdapat banyak hal yang dapat mempengaruhi terjadmya cost overruns, keterlibatan subkontraktor yakni dari segi kontraktual dan kualitas subkontraktor adalah sebagian diantara sekian banyak faktor-faktor ini. Keterlibatan subkontraktor tidak dapat dipungkiri pengaruhnya teAadap cost overruns. Kontribusi subkontraktor spesiahs ? dan pemasok pada total proses konstruksi di Eropa mencapai 80-90% dari nilai total proyek. Dari segi kontraktual, ada banyak sekali altematif pendekatan kontrak dan organisasi untuk desain dan konstruksi suatu proyek. Masing-masing jenis kontrak ini mempunyai keunggulan dan kelemahan untuk penggunaan tertentu. Sedangkan ditinjau dari kualitas subkontraktor, subkontraktor sendiri kadang menjadi sumber masalah. Banyak perusahaan subkontraktor tidak memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan yang ditangani secara memuaskan, dan sebagai konsekuensinya, mereka tidak mampu memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh klien, serta faktor-faktor lainnya yang dapat menjadi penyebab atau berpengaruh terhadap terjadinya cost overruns. Terdapat banyak sekali faktor yang mempengaruhi kinerja biaya proyek dalam kontraktual dan kualitas subkontraktor. Pada penclitian ini melalui analisis statistik berupa analisis korelasi dengan menggunakao SPSS 11.00, dicari faktor-faktor yang paling berpengaruh signifikan, niasing-masirig dari segi kontraktual dan kuatitas subkontraktor. Dengan melakukan analisis Analytical Hierarchy Process (AHP), diperoleh urutan prioritas dari faktor-faktor signifikan tersebut. Faktor-faktor yang menempati urutan pertama dari segi kontraktual dan kualitas subkontraktor dipilih sebagai faktor yang akan dianalisis menggunakan metode Fuzzy. Pada analisis Fuzzy diprediksi besamya cost overruns akibat pengaruh kedua faktor tersebut. Melalui analisis statistik dan AHP diperoleh bahwa dua faktor yang paling signifikan pengaruhnya terhadap kinerja biaya proyek dalam kontraktual dan kualitas subkontraktor adalah aktivitas lapangan terganggu aldbat kurang lengkapnya klausul-klausul subkontraktor dan pekeijaan terhambat akibat kurangnya produktivitas lapangan dari subkontraktor. Besamya cost overruns aldbat pengaruh kombinasi dari kedua faktor tersebut berdasarkan analisis Fuzzy berkisar dalam interval 1,33 - 8,8 %."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S35100
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Hartini Adjam
"Proyek adalah suatu kegiatan yang unik dan dilakukan pada waktu tertentu, memiliki daftar tindakan yang terdefinisi, mcmilikl keterebatasan anggaran, jadwal dan mulu serta memiliki tujuan khusus yang telah ditetapkan sebelumnya. Sehingga diperlukan perhitungan analisa ketidak pastian resiko yang terjadi pada proyek) dengan earn perhitungan probabilitas keberhasilan. Salah satu metode penjadwalan yang memperhitungkan probabilitas kcberhasilan proyek adatah dengan PERT dibantu dengan software program PERT MASTER. Dalam penelitian menganalisa ketidak pastian proyek dalam bentuk persentase probabilitas keberhasi1an proyek (terutama pada proyek yang bcrsifat repetitif atau proyek yang bersifat berulang I Ruko Mega Mas III). Pada pekerjaan Sanitasi dan Plumbing yang dianaiisis dikhusus pada analisa biaya dan waktu. Hasii analisa didapatkan bahwa proyek mengaiami probabilitas yang cukup bail<. Peningkatan kualitas penjadwalan dcngan menggunakan program PERTMASTER dapat menghasilkan pengontrolan durasi proyek yang baik dengan memperhitungkan resiko yang ada sehingga didapatkan proyek yang memiliki durasi kerja dengan tingkat keberhasilan tinggi dan biaya yang relatif murah."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S35855
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ivan Dwiananto
"Jasa konstruksi berkaitan erat dengan penggunaan dana yang cukup besar dengan putaran dana yang sangat cepat, di sisi lain mempunyai resiko terjadinya penyimpangan biaya (cost overruns). Masalah penyimpangan biaya terjadi dikarenakan oleh estimasi yang dibentuk pada awal perencanaan tidak sesuai dengan realitasnya. Faktor-faktor yang ikut mempengaruhi perbedaan tersebut adalah komunikasi dan koordinasi personil inti yang kurang baik serta kualitas dan ketepatan pengambilan keputusan dan pengembangan organisasi. Dengan adanya faktor-faktor tersebut, maka kemungkinan akan terjadi penyimpangan biaya (cost overruns) tenaga kerja pada proyek konstruksi.
Penelitian dilakukan dengan mengambil kasus pada proyek konstruksi bangunan bertingkat minimal 5 lantai. Dari sekian banyak faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja biaya tenaga kerja, karena faktor dalam organisasi dan personil inti pada proyek, hanya diambil 2 faktor yang paling signifikan dengan prioritas tertinggi. Pengambilan kedua faktor tersebut dilakukan dengan analisa statistik dengan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS 12.0. Dan untuk penelitian lebih lanjut digunakan metode fuzzy.
Metode ini digunakan karena berangkat dari pengetahuan bahwa sebenamya dalam kehidupan ini tidak ada yang pasti, apalagi dalam proyek konstruksi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor serta sifat proyek konstruksi yang unik maka pendapat antara pakar satu dengan yang lainnya pasti berbeda. Oleh karena itu pada penelitian ini menggunakan metode fuzzy yang memperhitungkan perbedaan tersebut dengan mencari titik berat (Centre of Area Method) dari daerah abu-abu (irisan dari perbedaan yang ada). Sehingga dapat diestimasi besamya cost overruns yang terjadi.
Setelah dilakukan analisa diatas maka didapat dua faktor yang paling signifikan dengan prioritas tertinggi serta besamya cost overruns yang mungkin terjadi akibat kombinasi antara kedua faktor tersebut yang dapat mempengaruhi kinerja biaya tenaga kerja akibat faktor organisasi dan personel inti pada proyek. Kedua faktor yang dimaksud adalah (1) Tambahan waktu untuk penentuan keputusan tertentu, akibat sistem komunikasi yang kurang efektif; dan (2) Konflik dalam organisasi proyek, sehingga perlu tambahan waktu dan biaya untuk penyelesaiannya, akibat kurang tepat penempatan personil proyek pada struktur organisasi. Sedangkan besamya cost overruns biaya tenaga kerja yang terjadi akibat faktor-faktor dalam organisasi dan personel inti tersebut di atas adalah berkisar antara 1,2 % sampai dengan 2,93 % terhadap cost overruns biaya tenaga kerja.
Setelah dilakukan analisa fuzzy, selanjutnya dilakukan analisa regresi kembali sehingga didapat model Faktor-Faktor Kinerja Biaya dengan Cost Overruns sebagai berikut: Y = 3,253 - 0,214 X1 - ,213 X2. Selanjutnya dilakukan simulasi dengan metode Monte-Carlo untuk mendapatkan probabilitas yang mungkin terjadi dari cost overruns yang ada. Dan probabilitas terjadinya cost overruns yang paling besar ( 51,4 % ) terjadi pada kombinasi dimana B 31 Sedang dan B 72 San gat Baik dengan cost overruns sebesar 1,546%. Dari hasil yang didapat, ternyata faktor organisasi ikut mempengaruhi terjadinya cost overruns biaya tenaga kerja dalam proyek terutama dalam hal komunikasi dan penempatan personil inti dalam suatu organisasi proyek."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S35188
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Agung Maruli R.N.
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S35133
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9   >>