Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Budi Widjajanti
"Dunia fantasi merupakan sarana hiburan yang cukup unik dengan berbagai wahana, atraksi serta event khusus yang tersaji di sana. Para pengunjung dapat berlibur sambil belajar karena wahana-wahana yang ada di Dunia Fantasi dioperasikan dengan prinsip-prinsip ilmu fisika. Meski unik dan lengkap tak urung diawal krisis moneter yang melanda negara kita pada tahun 1998/1999 jumlah pengunjung Dunia Fantasi turun drastis. Namun setahun kemudian pihak management berhasil mendongkrak naik jumlah pengunjungnya pada tahun 2000 (naik 41% di bandingkan dengan tahun sebelumnya) dengan berbagai upaya Intergrated Marketing Communication dan bauran promosi.
Karya akhir ini ingin melihat apakah Media Eksposur mempunyai pengaruh yang dominan terhadap keputusan Konsumen untuk memilih rekreasi di Dunia Fantasi atau ada variable lain yang lebih berpengaruh. Hasil survei yang digali dari para pengunjung Dunia Fantasi menunjukkan bahwa pertama, Media eksposure mempengaruhi keputusan konsumen untuk memilih rekreasi di Dunia Fantasi, tetapi tidak dominan mempengaruhi. Kedua, Keputusan memilih rekreasi ke Dunia Fantasi juga dipengaruhi oleh kebiasaan berekreasi.
Sebelum mengambil keputusan konsumen akan mencari infarmasi dari berbagai sumber baik majalah, surat kabar, radio dan televisi. Selain itu mereka juga akan mencari masukkan dari para kerabat dan teman yang akan memberikan informasi berdasarkan pengalaman mereka menikmati sarana hiburan dalam hal ini Dunia Fantasi. Pencarian informasi melalui Media hanya mungkin dilakukan bila konsumen mempunyai akses dengan berbagai Media yang disebutkan diatas sehingga dapat dikatakan sifat informasi yang dimaksud diperoleh secara tidak sengaja.
Dunia Fantasi dengan segala keunikannya masih tetap membutuhkan Media sebagai sarana untuk mempromosikan keunikan hiburan dan wahana yang tersedia disana serta untuk menghadapi beberapa kompetitor-kompetitornya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Namun di dalam memilih Media harus diperhatikan tingkat efektifitas dari Media yang dipilih untuk sarana promosi tersebut. Televisi masih merupakan pilihan yang paling efektif karena pesan yang disampaikan melalui televisi paling mudah di recall."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
T9716
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Namendra Suhutomo
"Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan munculnya sebuah dunia, interaksi, pasar dan jaringan bisnis yang baru. Internet sebagai media yang mampu menyediakan berbagai fasilitas telah mengubah arah dan pandangan konsumen dalam melakukan aktivitas bisnisnya. Perusahaan melalui penyediaan situs/website perusahaan tentunya harus terus berinovasi dalam mengembangkan websitenya agar mampu menarik perhatian dan marnpu mendorong konsumen untuk melakukan interaksi seacara virtual yang nantinya akan mendorong perilaku konsumen dalam melakukan aktivitas bisnis.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor personalitas konsumen terhadap persepsi interaktivitas yang diterima dan bagaimana pengaruh interaktivitas yang diterima tersebut dengan sikap konsumen selama mengunjungi website yang benmplikasi terhadap keinginan untuk membeli.
Jalannya penelitian dilakukan terhadap sejumlah responden di Jakarta di mana dalam pengambilan sample ini partisipan diminta untuk mengisi kuesioner yang berhubungan dengan pengukuran Need for Cognition (NFC), Product Involvement, Product Expertise, Skills, Challenges, Web Shopping Experience, Perceived Inter ivity, dan Sikap Konsumen terhadap Website. Melalui item-item pertanyaan yang dlajukan tersebut akan dipakai sebagai indikator untuk mengukur konstruk-konstruk dalam penelitian ini. Konstruk Need for Cognition (NFC) diukur dengan 18 indikator, Pr duct Involvement diukur dengan 9 indikator, Product Expertise diukur dengan 15 indikator, Skills diukur dengan 6 indikator , Challenges diukur dengan 3 indikator dan Web
Shopping Experience diukur dengan 1 indikator, Perceived Interactivity diukur dengan 5 indikator dan Sikap Konsumen terhadap Website diukur dengan 6 indikator.
Dalam penelitian ini dipergunakan bereapa teknik analis seperti Faktor Analisis untuk menguji validitas, Korelasi untuk mengetahui hubungan antara Perceived Interactivity dengan Sikap Konsumen terhadap Website dan Logistics Regressions untuk menguji model penelitian.
Hasil penelitian ternyata didapatkan bahwa model yang diusulkan ternyata siknifikan dan dapat dipergunakan untuk menjelaskan seberapa besar seberapa besar pengaruh faktor personalitas konsumen terhadap persepsi interaktivitas/Perceived Interactivity yang diterima dan bagaimana pengaruh interaktivitas yang diterima tersebut dengan sikap konsumen selama mengunjungi website yang berimplikasi terhadap keinginan untuk membeli/Purchase Intention. Melalui penelitian ini Pula dapat terlihat bagaimana keterkaitan suatu produk dan pengalaman dalam mengunjungi website berpengaruh terhadap Perceived Interactivity yang tentunya berujung pada intensi untuk membeli."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2004
T 17911
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
H. Urip Suprihadi
"Salah satu kegiatan pokok promosi kesehatan yaitu bina suasana. menggunakan media dan sarana pendukung sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan agar lebih meresap dalam tata nilai masyarakat untuk mewujudkan salah satu visi promosi kesehatan yaitu mensosialisasikan pesan-pesan kesehatan menuju tercapainya visi promosi kesehatan yaitu tumbuhnya gerakan-gerakan hidup sehat di masyarakat yang didasari oleh kesadaran untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta kepedulian untuk berperan dalam upaya kesehatan (Dachroni, 2001)
Dalam menjamin akuntabilitas dan ketersediaan media yang terkendali, media promosi kesehatan sebagai unsur logistik perlu diatur pengelolaannya. Pengembangan sistem informasi logistik media promosi kesehatan tingkat kabupaten merupakan sarana untuk mengetahui informasi logistik secara akurat, relevan dan tepat waktu. Pengembangan dilakukan di Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Social Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan waktu pengesnbangan pasca hujan Nopemher - Desember 2002.
Pengembangan sistem informasi logistik media promosi kesehatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam pengumpulan data, melalui metode wawancara mendalam, analisis dokumen dan observasi. Data yang didapat dianalisis untuk menentukan deskripsi sistem, permasalahan sistem, dan penetapan kehutuhan informasi. Penetapan strategis pengembangan dianalisis melalui metode analisis SWOT. Fakta-fakta dibedakan menjadi kekuatan (srrenghts), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) sistem. Prototipe perangkat lunak aplikasi yang dihasilkan dirancang berdasar kebutuhan infonmasi yang diletapkan dengan memperhatikan indikator informasi logistik yang ada.
Keberadaan sistem informasi logistik media promosi kesehatan masih belum ada, hal ini menyebahkan informasi LogisLik media tidak dapat diketahui dengar akurat. Untuk itu pengembangan sistem informasi logistik media promosi kesehatan adalah jawaban alternatif tepat. Perancangan prototipe setelah diuji kelayakan operasionalnya dalam skala uji laboratorium diusulkan untuk diuji pada tingkat uji lapangan di masa mendatang. Pengujian keluaran indikator informasi dan indikator logistik yang dihasilkan diharapkan lebih berkembang dalam tingkat uji berikutnya (uji lapangan)
Pengembangan sistem informasi logistik media promosi kesehatan dengan sistem konversi, otomasi, berbasis komputer dengan penggunaan manajemen basis data diharapkan dapat menghasilkan informasi logistik media promosi kesehatan yang akurat, relevan dan tepat waktu- Keluaran dari laporan, laporan analisa, laporan saring dan katalog media promosi dapat dimanfaatkan untuk identifikasi, pengambilan keputusan, perencanaan, monitoring, dan evaluasi. Keterbatasan kelayakan operasional dalam tingkat uji laboratorium dan indikator informasi logistik yang dihasilkan, diharapkan dapat lebih dikembangkan dalam uji lapangan yang diharapkan. Rekomendasi perangkat keras, perangkat lunak, sumber daya manusia, dan organisasi/manajemen sistem yang diusulkan dalam implemenlasi sistem diharapkan dapat terpenuhi untuk kesempurnaan pemanfaatan perangkat lunak aplikasi yang dibuat dan untuk kepentingan pengujian berikutnya (uji lapangan).

The one of main activity health promotion is milieu building . has applying media and media support as tool to extending some health messages so that more absorbed in the social order of society to concrete the one of health promotion mission that is socialization health messages to reach health promotion vision that is growing of the clean and healthy live activity and attention to participate in health effort (Dachroni, 2001 ).
In guarantee of media accountability and availability that restrained, health promotion media as a part of the logistic element is needed to manage .Development of Health Promotion Media Logistic Information System in district level is a tool to know logistic information accurately, relevant, and timely. This is done in Health and Social Prosperity Department, on Central Ruin Sungai District, at November to December 2002.
Development of Health Promotion Media Logistic Information System is viewed the qualitative approachment to collect data, through in depth interview method, documents analysis and observation. The result is analyzed to determine system description. The act of determining development strategy is analyzed through SWOT analysis method. The facts is separated to the strengths, weaknesses, opportunities, and system threats. The application software prototype result is designed based to the needs of the information that selected with the pay attention to the logistic information indicators.
The existence of the Health Promotion Media Logistic Inti3rmation System isn't did yet, that is resulted media logistic information is not known accurately I n order, the development of Health Education Promotion Logistic information System is the right alternate answer. Design of prototype after tested in the laboratory level is proposed to tested in the field test level in the next time. The test of information indicators and logistic indicators output was resulted is hoped can growing up in the next level (field level test).
The development of Health Promotion Media Logistic Information System with the convection system, automation, computer based, using database management is hoped can increase the quality of Health Promotion Media Logistic Information become accurately, relevant. and timely. The output of the report. analyzed report, filtered form, and catalogues can used for identification, decision making, planning, monitoring and evaluation. The limitation of the suitable operation in the laboratory test level and logistic information indicators that resulted, is hoped can more developed in the field level that proposed_ The recommendation of the hardware, software, brain ware and system management or system organization that proposed in the system implementation is hoped filled to the completeness using application software prototype that resulted and for the importance of next test (field test level).
Refferences : 66 (1977-2002)
"
Depok: Universitas Indonesia, 2003
T12663
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizqya Giajeng Kartika
"ABSTRAK
Kasus HIV pada ibu hamil di Indonesia diperkirakan meningkat dari 0.38 pada
tahun 2012 menjadi 0.49 pada tahun 2016. Hal ini dapat meningkatkan
kemungkinan penularan HIV dari ibu ke anak. Penularan HIV dari ibu ke anak
dapat dicegah dengan pemeriksaan dini dan pemberian ARV pada ibu hamil.
Puskesmas Ciracas merupakan Puskesmas di daerah Jakarta Timur yang memiliki
kasus HIV terbanyak di DKI jakarta yaitu 1177 kasus serta merupakan puskesmas
Pilot project untuk penanggulangan HIV di DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan
untuk menguji hubungan antara video ajakan ?Pemeriksaan HIV pada ibu hamil?
dengan penerimaan ibu hamil terhadap pemeriksaan HIV di Puskesmas
Kecamatan Ciracas Tahun 2016. Desain penelitian ini adalah cross sectional
dengan jumlah sampe 61 orang ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan total skor
penerimaan pemeriksaan HIV pada ibu hamil sebesar 39.3 dari 50 poin. Terdapat
hubugan yang signifikan antara taggapan ibu hamil terhadap video ajakan dengan
penerimaan pemeriksaan HIV (r = 0.537, p value 0.0001), meliputi isi pesan (r =
0.561, p value 0.0001) , sumber pesan (r = 0.442, p value 0.0001), dan eksekusi
video ajakan (r = 0.430, p value 0.001).

ABSTRACT
Cases of HIV in pregnant women in Indonesia is expected to increase from 0:38
in 2012 to 0:49 in 2016. This could increase the likelihood of HIV transmission
from mother to child. Transmission of HIV from mother to child can be prevented
with early examination and provision of ARV to the pregnant woman. a health
center in East Jakarta who has HIV cases in DKI Jakarta are 1177 cases as well as
a health center for HIV pilot project in Jakarta. This study aims to examine the
relationship between the health promotion video to "Examination of HIV in
pregnant women" with reception of pregnant women to HIV testing in sub-district
Puskesmas Ciracas Year 2016. his study was cross sectional with the number of
pregnant women until 61. The results showed a total score of acceptance of HIV
testing of pregnant women for 39.3 of 50 points. There are ties significantly
between taggapan pregnant women towards video invitation to the reception HIV
test (r = 0537, p value 0.0001), includes the message content (r = 0561, p value
0.0001), the source of the message (r = 0.442, p value 0.0001), and execution
video (r = 0.430, p value 0.001)"
2016
S64353
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library