Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 85 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Elsa Arsitaningtyas
"Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia menuntut efisiensi dan efektivitas kerja dalam setiap bidang usaha. Demikian pula halnya dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi, tugas dan fungsi jasa pengawasan sangat penting artinya dalam menunjang hal tersebut diatas. Sebagai tujuan akhir, perusahaan mengharapkan tingkat perolehan penghasilan bersih atau laba yang maksimal. Skripsi ini membahas tentang analisa perbandingan profitabilitas atas 2 (dua) buah proyek pengawasan konstruksi. Rasio profitabilitas yang dimiliki oleh suatu proyek dapat menunjukkan seberapa besar efisiensi dan efektivitas biaya pelaksanannya. Penelitian dilakukan pada proyek yang memiliki nilai kontrak besar dan Usaha mengumpulkan informasi serta bahan referensi diperoleh dari penelaahan berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian. Demikian pula penulis mengumpulkan data dengan cara mengadakan penelitian secara langsung berupa tanya jawab dan analisa atas berbagai laporan keuangan perusahaan. Dari analisa perbandingan yang telah dilakukan, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa proyek yang bernilai kecil ternyata memiliki rasio profitabilitas yang tinggi sedangkan proyek yang bernilai lebih besar memiliki rasio profitabilitas yang sebaliknya. Hal tersebut berarti tingkat efisiensi dan efektivitas yang dimiliki oleh proyek yang memiliki nilai kontrak lebih kecil ternyata lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pelaksanaan proyek bernilai kontrak lebih besar. Penentuan faktor biaya atas pelaksanaan suatu proyek sebaiknya dilakukan dengan cermat. Perusahaan diharapkan dapat lebih banyak melakukan investasi dalam berbagai hal seperti peralatan, perlengkapan dan aktiva tetap lainnya guna menekan faktor biaya tersebut. Sehingga pada akhirnya profitabilitas pelaksanaan suatu proyek dapat mencapai tingkat yang cukup tinggi."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1997
S19252
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aris Siswoko
"Setiap perusahaan harus berusaha meningkatkan efisiensi usaha untuk meningkatkan daya saing di pasar. Strategi perusahaan untuk mendiversifikasi produk menyebabkan kebutuhan atas informasi yang akurat untuk mengidentifikasi biaya produk dan menghitung efisiensi usaha serta profitabilitas produk. Kesalahan penetapan biaya produk akan menyebabkan tidak tepatnya perencanaan dan pengendalian operasi. Penetapan biaya produk dari akuntansi tradisional yang tidak akurat menyebabkan dikembangkannya sistem ABC untuk mengatasi hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan konsep ABC dan usaha menerapkannya pada perusahaan pembiayaan serta usaha untuk. mengukur profitabilitas masing-masing produk pembiayaan. Metode yang dipergunakan penulis adalah metode penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan berupa wawancara dengan pihak yang berwewenang serta observasi langsung atas dokumen yang berhubungan. Prinsip dari sistem ABC adalah produk atau pelanggan tidak mengkonsumsi sumber daya melainkan aktivitas yang mengkonsumsi sumber daya. Dengan menggunakan sistem ABC akan menghasilkan matriks yang menyajikan informasi mengenai biaya per produk dan akhirnya akan membantu manajemen dalam menghitung biaya per produk sehingga profitabilitas suatu produk bisa dihitung. Hal ini akan membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasi. Matriks yang penulis gunakan menghasilkan profitabilitas yang sama dengan sistem tradisional, urutan yaitu leasing, consumer finance, aktivitas lain dan terakhir factoring. Namun matriks menghasilkan kontribusi negatif untuk factoring. Sistem ABC mampu memberi informasi biaya yang dikeluarkan dalam operasi pembiayaan dan mampu menghubungkan pendapatan dari aktivitas pembiayaan dengan biaya yang dikeluarkan."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1995
S19029
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Mokhamad Anwar
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui determinan (faktor-faktor penentu) kinerja profitabilitas bank-bank yang sukses diantara Bank-bank Urnum Milik Pemerintah Daerah dan Bank Sasta Non Devisa di Indonesia Periode 1993-2000. Ukuran profitabilitas yang digunakan adalah ROA (Return on Assets) dan ROE (Return on Equity). Hasil peneiitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu rekomendasi bagi manajemen bank-bank dalam memperbaiki kinerja usahanya pada masa mendatang.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan cross section data dan pooled data yaitu data-data keuangan 57 Bank-bank BUMD dan BUSND untuk periode tahun 1993 - 2000. Data-data keuangan yang digunakan adalah rasio-rasio ROA dan ROE sebagai variabel dependen. Sementara yang menjadi variabel indepeuden adalah LOTA (Loan to Total Assets), TSTD (Time and Savings Deposits to Total Deposits), CRTA (Capital and Reserves to Total Assets), LIQ (Loans to Deposits), TETA (Total Expenses to Total Assets), LOGTA (logarithm of Total Assets), MON (Growth in Money Supply), INT (SBI 1-month Rate), INF (Inflation Rate) dan DUMMY (periode sebelum dan pada masa crisis). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode regresi berganda, pengujian ekonometrika dan statistik Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak E-views versi 3.0 dan SP55 Versi 10.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk ROA Measure, determinan profitabffitas beserta koefisiennya masing-masing adalah TETA (-), CRTA (+), ISI"U (-), LOGTA ({-) dan LIQ O. Yang paling dor inan mempengaruhi ROA dilihat dari derajat korelasinya adalah TETA, CRTA dan TSTD.
Adapun untuk ROE Measure, determinan profitabilitas beserta koefisiennya masing¬masing adalah adalah TE'I'A (-), TSTD (-), CRTA (-), LOGTA (+), LC]TA (-) dan LIQ (+). Yang paling dominan mempengaruhi ROA dilihat dari derajat korelasinya adalah TETA, TSTD, CRTA dan LOGTA.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa manajemen biaya, pemenuhan kecukupan modal, serta manajemen aset dan liabilitas ternyata merupakan faktor-faktor yang paling panting dalam menentukan kinerja profitabilitas bank."
Depok: Universitas Indonesia, 2003
T20463
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"This research intends to determine the profitability of rubber agroforest farmng and to compare the profitability status among different agroecological system in Karang Sakti Village of Muara Sungkai Sub-district, North Lampung, Lampung Province. The study employs survey method and the data was analyzed using two way anova and further analyzed using crosstabulation analysis The study selects 38 rubber agroforest farmers randomly.. The study shows that the highest profitability of rubber based agroforest system with intercropping of corn and cassava located in middle agroecological location, earning NPV at Rp 23.348.476. All agroforest systems on all agroecological locations are profitable, thanks to good prices of most commodity. Statistics analysis suggests that there is no profitability difference of all agroecological locations. This suggest that the agroecosystem in the study area was not sensitive to different agroecology meaning, it is applicable to any agroecology system within the boundary of study site."
330 JSE 12:2 (2006)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Zulfikar
"Semua investor dalam melakukan investasi akan mengharapkan suatu benefit / keuntungan dari investasi yang dilakukannya. Keuntungan atas investasi tersebut dapat berupa perolehan dividend (DPO) maupun peningkatan harga saham (Capital Gain). Investor harus memperkirakan besarnya kerugian / keuntungan yang akan diperoleh bila melakukan investasi pada suatu perusahaan. Investor berusaha untuk memperkirakan kondisi keuangan suatu perusahaan pada saat perekonomian sedang buruk seperti pada saat krisis dunia tahun 2008 maupun saat perekonomian sudah membaik seperti tahun 2011.
Besarnya DPO yang ditetapkan oleh suatu perusahaan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pada penelitian ini adalah untuk memperkirakan pengaruh dari likuiditas dan profitabilitas perusahaan terhadap besarnya DPO. Penelitian ini mengambil sampel perusahaan yang telah listing pada BEI dengan periode 2008 ? 2011 kecuali sektor keuangan. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa ternyata ROE, EPS, CFPS dan SIZE mampu menjelaskan keputusan DPO sebesar 4.7% sedangkan 95.3% dijelaskan oleh variabel lainnya. Hal tersebut dapat dilihat dari besarnya R2 sebesar 0.047.

Every investor exspecting benefit from their investing activity. That benefit can be receive as a dividend or capital gain. Investor must make a prediction about gain or loss that they might receive if they invest their money at that company. Investor try to estimate company financial condition at bad time such as word crisis at 2008 or when economic going better like at 2011.
Amount of DPO that was given by the company involving several factor. This research, tries to predict effect of profitability and liquidity to DPO. Sampel at this research is company which already listing at BEI at periode 2008-2011except financial sector. From this research, theres a conclusion that ROE, EPS, CFPS and SIZE able to explain DPO decition for 4.7% and the other 95.3% were explained by other variabel. That thing reflect from value of R2 which is 0.047."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
S45569
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ira Ayundari Clarissa
"Skripsi ini menganalisa kinerja 128 Investasi Bertanggung Jawab Sosial dan 1037 Investasi Konvensional di Eropa. Skripsi ini juga meniliti apakah proses sceening mempengaruhi kinerja dari Investasi Bertanggung Jawab Sosial. Hasil penelitian menunjukkan hanya model investasi konvensional yang mampu mengungguli pasar. Selanjutnya, hasil penilitian juga menunjukkan hanya strategi screening yang berfokus pada sustainabilitas yang mampu meningkatkan kinerja investasi. Sedangkan proses screening dengan strategi best-in-class, exclusion dan combination tidak memberikan dampak pada kinerja investasi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan,proses seleksi Investasi Bertanggung Jawab Sosial yang di dasarkan pada kriteria ESG tidak memberikan dampak yang signifikan pada kinerja investasi

In this thesis, I examine the performances of 128 European SRI funds and 1037 European conventional funds. I also analyze whether the performances of SRI funds are related to the features of the screening process. I find evidence that only the conventional funds are able to outperform the market. Further, I show that only sustainability-themed screening strategy increases financial performance, while best in- class, exclusion and combination strategy have no impact. Last, when the criteria of SRI selection process is based on the ESG criteria, I find that its impact on funds’ performance is not significant.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Della Nurlaila
"Krisis ekonomi yang pernah melanda Indonesia pada tahun 1997 menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap dunia perbankan karena salah strategi dalam menghadapi persaingan. Hal ini lebih dikarenakan banyak manajemen bank yang tidak baik mengelola asset dan liabilities yang dimiliki sehingga banyak bank yang dilikuidasi selama krisis moneter berlangsung sebab dinilai tidak sehat. Situasi ini menyebabkan industri perbankan kehilangan kepercayaan dari kalangan masyarakat. Hal ini ironis sekali sebab bank seharusnya merupakan lembaga kepercayaan dan lembaga yang berprinsip pada kehati-hatian (prudential banking). Selain itu, dengan berbagai kondisi yang melanda dunia perbankan mengalami berbagai kendala yang menimbulkan resiko-resiko pada bank dalam menjalankan usahanya. Kendala-kendala dengan resiko tersebut menimbulkan keterbatasan pada bank dalam beroperasi. Namun bank sebagaimana perusahaan pada umumnya didirikan untuk memperoleh laba. Oleh karena itu bank harus dikelola dengan sangat hati-hati dan professional agar kinerja bank bagus dan bank tetap sehat.
Kinerja dan kesehatan pada sebuah bank dalam periode tertentu dapat diketahui dan laporan keuangan sehingga terlihat kemampuan manajemen bank dalam mengelola assets dan liabilities dalam menghasilkan laba yang tereermin. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk melihat kemampuan manajemen dalam mengelola bank adalah dengan melakukan analisis laporan keuangan yang meliputi beberapa indikator keuangan seperti: likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas. Penilaian kinerja manajemen akan menjadi dasar apakah manajemen berhasil atau tidak dalam menjalankan tugasnya dalam mengelola bank. Untuk itu maka perlu suatu pengukuran yang cermat dan hati-hati akan pengukuran return dan resiko.
Pengukuran return meliputi pengukuran: interest margin, net margin, asset utilization, RDA, leverrage dan ROE. Pengukuran resiko meliputi pengukuran resiko: likuiditas, interest rate, kredit, kapital dan resiko operasional. Dengan mengevaluasi ukuran return dan resiko tersebut maka diharapkan dapat dinilai bagaimana kinerja manajemen dalam mengelola bank serta kesehatan bank itu sendiri.
Walau kinerja dan tingkat kesehatan Bank "X" rata-rata berada pada tingkat rasio yang ditetapkan oleh pemerintah namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diprioritaskan agar pada tahun-tahun berikutnya angka-angka rasio yang sudah bagus ini dapat dipertahankan yaitu: pada komposisi earning asset dan komposisi Dana Pihak Ketiga. Pada komposisi earning asset terdapat dua komponen yang perlu diperhatikan yaitu: obligasi pemerintah dan kredit. Sedangkan pada komposisi Dana Pihak Ketiga yang perlu diperhatikan ialah persentase dari deposito berjangka terhadap total kewajiban dan modal.
Pendapat bunga Bank "X" masih didominasi oleh pendapatan bunga dari obligasi pemerintah dan kredit. Hal ini sangat membahayakan kondisi keuangan Bank "X" di masa yang akan datang jika tidak dicari alternatif pendapatan bunga dari gas lain karena kredit memiliki resiko yang cukup tinggi terutama dengan kondisi perekonomian Indonesia yang belum stabil benar, dan jika pendapatan bunga masih tergantung dari obligasi pemerintah maka bank "X" akan langsung menghadapi potensi loss yang tinggi yang sekaligus juga dapat menekan besaran CAR-nya.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar kinerja dan kondisi keuangan bank "X" tetap sehat, yaitu: memperbaiki komposisi Dana Pihak Ketiga, menjaga kualitas kredit saat ini ada di dalam bank, alternatif pendanaan selain penyaluran kredit, melepas ketergantungan pendapatan dari obligasi pemerintah dengan mulai mengurangi komposisi obligasi pemerintah untuk meningkatkan rasio CAR dan rasio LDR sehingga positif margin yang diperoleh bukan dari obligasi pemerintah. Hal ini tentunya juga akan berpengaruh baik pada rasio-rasio keuangan lainnya yang semakin membaik.

Economic Crisis attacked Indonesia on I997 caused preternatural impact on world banking because wrong strategies in facing competition. Most of it because bank managements unwise in managing its assets and liabilities so most of them liquidation according to their health. This situation caused banking industry loss people's trust. It is ironic because banks are suppose a credibility institution and with prudential banking. Besides, with various conditions world banking is facing various problems which occurs risks to bank in its business. The problems with risks cause limitation to bank operational. Nevertheless like common companies, bank exists to gain profit. So bank has to manage with carefully and professionally in order to keep bank performances and health.
Bank performances and health on certain situations can be recognized from its financial highlight there for its capabilities in manage assets and liabilities also in gain profit are proved. There is a tool to measure management capabilities in managing bank with analysis its financial highlight which included some financial indicators: liquidity, solvability and profitability. Management performance's score becomes foundation of management successful on undertakes its duties to managing bank. There for an accurate and precise measurement is needed to measure return and risks. In return measurement is included measure interest margin, net margin, asset utilization, ROA, leverage and ROE. In risk measurement is included measure risks in liquidity, interest rate, credit, capital and operational risk Evaluation on return and risk hopefully can measure how management's performance in managing bank and its health.
Although Bank "X" performance and health levels are above ratios level that had been remained by the government but there are some matters have to be considered and priority so these ratio numbers are great today still great in the next years that is earning assets composition and deposits from customer composition. There are two components on earning assets composition which need to consider that is government bonds and credit. While deposits from customer composition need to be consider is time deposits toward total liabilities and capital percentage.
Bank "X" interest income is domination by interest income from government bonds and credit. This situation jeopardizes Bank "X" financial in the future if no interest income alternative from other segment because credit has high risky especially in unstable Indonesian economic condition, and if interest income still depend from government bonds so Bank "X" will face high potential loss which compress its CAR.
There some actions have to do to keep Bank "X" performance and financial condition still health, that is: repair deposits from customer composition, watch over quality current credit in bank, funding alternative besides credit, dismiss income dependence from government bonds and start to less its composition to improve its CAR and LDR ratio so positive margin can be gain not from government bonds. It is good impact to better financial ratios.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T18205
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9   >>