Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
Aisyah Octaviani Putri
"Penggunaan obat dalam jumlah banyak atau yang disebut polifarmasi dapat meningkatkan risiko interaksi antar obat atau obat dengan penyakit. Komplikasi umum biasa terjadi pada pasien geriatri, oleh sebab itu pasien geriatri dengan gangguan penyakit kronis, seperti hipertensi, gangguan jantung, osteoarthritis, diabetes melitus dan sebagainya pada umumnya akan memperoleh lebih dari satu obat dalam sekali konsumsi. Maka dari itu akan dilakukan pengkajian rasionalitas dan masalah terkait obat terhadap resep dengan polifarmasi. Data yang dapat digunakan untuk pengkajian berupa resep polifarmasi yang berasal dari Apotek Roxy Depok pada Bulan September 2023. Melalui pengkajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran terkait metode yang tepat dalam mengkaji rasionalitas dari resep polifarmasi. Diperoleh hasil pada aspek klinis, resep 1 ditemukan ketidaksesuaian dosis obat Xarelto, sehingga perlu ditanyakan pada dokter penulis resep dan juga terdapat interaksi anatara aspirin dengan Rivaroxaban yang mana dapat meningkatkan risiko pendarahan. Resep kedua sudah sesuai. dan pada resep ketiga terdapat interaksi obat yang memerlukan monitoring dalam penggunaannya yaitu, obat Theobron dengan Lasal, Desloratadine dengan Zitromax dan obat Lasal dengan Zitromax.
Using drugs in large quantities or what is called polypharmacy can increase the risk of interactions between drugs or drugs and disease. General complications usually occur in geriatric patients, therefore geriatric patients with chronic diseases, such as hypertension, heart problems, osteoarthritis, diabetes mellitus and so on will generally receive more than one drug at a time. Therefore, an assessment of the rationality and drug-related problems of prescriptions with polypharmacy will be carried out. The data that can be used for the study is polypharmacy prescriptions originating from the Roxy Depok Pharmacy in September 2023. Through this study it is hoped that it can provide an overview of the appropriate method for assessing the rationality of polypharmacy prescriptions. Based on the results obtained from the clinical aspect, prescription 1 found a discrepancy in the dosage of the drug Xarelto, so it was necessary to ask the doctor who wrote the prescription and there was also an interaction between aspirin and Rivaroxaban which could increase the risk of bleeding. The second recipe is suitable. and in the third prescription there is a drug interaction that requires monitoring in its use, namely, the drug Theobron with Lasal, Desloratadine with Zitromax and the drug Lasal with Zitromax."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Nadya Firdausi
"Obat dengan indikasi gangguan gastrointestinal termasuk dalam 10 besar obat yang paling banyak diresepkan. Seringkali, pasien dengan keluhan gangguan gastrointestinal diresepkan beberapa obat secara bersamaan. Obat-obat yang digunakan untuk pengobatan penyakit gastrointestinal perlu diperhatikan, karena dapat mengubah fisiologi saluran gastrointestinal yang mempengaruhi farmakokinetik obat. Maka dari itu dilakukan pengkajian resep yang juga termasuk bagian dari pelayanan farmasi klinik di apotek yang bertujuan untuk mengetahui kesesuaian resep untuk penyakit gastrointestinal berdasarkan kajian administratif, kesesuaian farmasetik, dan pertimbangan klinis. Resep yang dikaji pada laporan ini diambil dari Apotek Roxy Biak bulan April 2023. Sebanyak tiga resep kasus diambil untuk laporan ini, berisi obat-obat untuk gangguan gastrointestinal yang diinstruksikan dokter untuk diracik. Hasil pengkajian resep menunjukkan, pada aspek administratif data pasien masih terdapat ketidaklengkapan, Pada aspek farmasetik, ada beberapa obat yang harus diperhatikan stabilitasnya jika diracik, terutama sediaan obat bersalut. Pada aspek klinis, diketahui terdapat resep yang memiliki masalah terkait dosis yang kurang tepat dan interaksi obat. Obat untuk gangguan gastrointestinal yang menyebabkan interaksi dengan obat oral secara farmakokinetik, sebaiknya tidak diracik menjadi satu sediaan, melainkan diberi instruksi waktu pemakaian obat.
Drugs for gastrointestinal disorders indications are among the top 10 most commonly prescribed medications. Often, patients with complaints of gastrointestinal disorders are prescribed several drugs simultaneously. Drugs used to treat gastrointestinal diseases need to be considered because they can change gastrointestinal tract physiology, which affects drug pharmacokinetics. Therefore, a prescription screening is carried out, which is also part of the clinical pharmacy service at the pharmacy and aims to determine the suitability of prescriptions for gastrointestinal diseases based on administrative studies, pharmaceutical suitability, and clinical considerations. The prescriptions studied in this report were taken from Roxy Biak Pharmacy in April 2023. A total of three case prescriptions were taken for this report, containing drugs for gastrointestinal disorders that the doctor instructed to be compounded. The results of the prescription screening show that in the administrative aspect, patient data is still incomplete. In the pharmaceutical aspect, there are several drugs whose stability must be considered when formulated, especially coated drug preparations. In the clinical aspect, there are prescriptions that have problems related to inappropriate dosage and drug interactions. Drugs for gastrointestinal disorders that cause interactions with oral drugs pharmacokinetically should not be mixed into one preparation, but should be given instructions on when to use the drug."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Mutiara Nurazizah
"Praktek Kerja Profesi Apoteker PKPA yang dilaksanakan di Rumah Sakit Kanker Dharmais 2017 bertujuan agar mahasiswa calon apoteker mampu memahami peranan, fungsi, dan tanggung jawab apoteker di rumah sakit sesuai dengan ketentuan dan etika pelayanan farmasi khususnya dan pelayanan kesehatan umumnya. Selain itu PKPA juga bertujuan agar mahassiwa calon apoteker mampu meningkatkan wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman mahasiswa untuk melakukan praktik kefarmasian di rumah sakit serta memiliki gambaran nyata tentang permasalahan praktik kefarmasian serta mempelajari strategi dan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka pengembangan praktik kefarmasian di rumah sakit. Tugas khusus yang diberikan berjudul 'Identifikasi Sediaan Farmasi Non solid yang Berpotensi LASA dan Pengkajian Resep Aspek Farmasetik dan Klinik di Satelit Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit kanker Dharmais'. Tugas khusus ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa obat LASA Look Alike Sound Alike serta menganalisa kelengkapan resep terkait aspek farmasetik dan klinik di Satelit Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Kanker 'Dharmais'.
Pharmacist Profession Internship Program at Dharmais Cancer Hospital February March 2017 aims prospective pharmacist students to understand the role, function, and responsibility of pharmacists in hospitals in accordance with the provisions and ethics of pharmaceutical services and specifically health services in general. In addition, the internship also aims prospective pharmacist students to improve insight, knowledge, skills, and experience of students to perform pharmaceutical practices in the hospital and has a real picture of the pharmaceutical practice issues and learn strategies and activities that can be done in the development of pharmaceutical practice in the hospital. The given special assignment was titled Identification of Look Alike Sound Alike and Prescription Screening on pharmaceutical and clinical aspect in Satelit Farmasi Rawat Jalan Dharmais Cancer Hospital. This special assignment has a purpose to identify and analysis the LASA medication and analyse the prescription in pharmaceutic and clinical aspect."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2017
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library