Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Novelia
"ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji hiperrealitas dalam proses pemasaran langsung produk Kerupuk Purnama yang dilakukan oleh penyandang tunanetra. Fenomena hiperrealitas dijelaskan melalui empat tahapan pencitraan sesuai teori yang dikemukakan Jean Baudrillard. Pengumpulan data dilaksanakan dengan metode wawancara mendalam dan observasi terhadap informan utama yang dipilih secara purposive, yaitu empat tunanetra penjual Kerupuk Purnama, serta wawancara terhadap informan pendukung, yaitu dua orang masyarakat umum yang memiliki pengalaman membeli produk terkait. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya hiperrealitas dalam proses pemasaran langsung Kerupuk Purnama yang dilakukan oleh penyandang tunanetra. Konsumen tidak membeli esensi produk, namun tanda bahwa ia peduli terhadap penjualnya yang dianggap lebih lemah. Penelitian memberikan sumbangan teoritis terhadap teknik persuasi interpersonal Richard Perloff, bahwa teknik persuasi tidak harus dimulai dengan penawaran di awal proses, namun dapat dilakukan dengan pujian dan peringatan terhadap norma di akhir proses untuk memancing adiksi pihak terpersuasi.

ABSTRACT
This study examines hyperreality in direct marketing process of Kerupuk Purnama conducted by the blind. The hyperreality phenomenon is explained through four stages of imaging based on Jean Baudrillard rsquo s theory. The data were collected through in depth interviews and observation of the main informants chosen purposively, four blind sellers of Kerupuk Purnama, as well as interviews of the secondary informants, two common people who had experience in buying related product. The results showed the happening of hyperreality in direct marketing of Kerupuk Purnama done by the blind. Consumers do not buy the product essence, but the sign that they care about the seller who is considered weaker. The study provides theoretical contribution to Richard Perloff 39 s interpersonal persuasion technique that persuasion should not start with initial offering, but also can be done with praises and warnings of the norm at the end of the process to lure the persuasion targets 39 addiction."
2017
T47867
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ni Putu Dewi Paranjyoti Purnatanu
"ABSTRAK
Fokus penelitian ini adalah intervensi untuk menurunkan prokrastinasi kerja pada ASN UPT Dinas Kesehatan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kepatuhan mengerjakan laporan bulanan tepat waktu. Intervensi yang dilakukan adalah broadcast message untuk mengingatkan ASN melalui media Whatsapp. Strategi intervensi yang digunakan menggunakan teknik intervensi Mass Interpersonal Persuassion Fogg,2008 dengan desain MIP melalui Fogg Behavior Model FBM . Intervensi dilakukan selama 2 minggu 23 April-7 Mei 2018 . Setelah seluruh rangkaian intervensi dilakukan, sebanyak 12 dari 14 orang ASN menunjukkan ketepatan waktu dalam mengumpulkan laporan bulanan secara signifikan. Pemberian intervensi melalui media whatsapp dan penggunaan format daring laporan selama 14 hari efektif menurunkan prokrastinasi kerja terhadap 14 orang ASN UPT Dinas Kesehatan.

ABSTRACT
This research focuses on decreasing work procrastination on civil government unit of integrated service of health office as one of the ways to increase compliance of on time monthly report submission. The intervention uses broadcast message through Whatsapp application to remind civil government. This research applied Mass Interpersonal Persuassion technique Fogg,2008 as the intervention strategy. Intervention was performed for 2 weeks 23 April ndash 7 Mei 2018 . Based on the entire series of interventions that have been done, 12 civil government showed significant improvement of punctuality of monthly report submission. Providing intervention through Whatsapp application and use online format of reports for 14 days effectively decreased work procrastination to 14 civil government unit of integrated service of health office."
2018
T50711
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ellycia Nanditta
"Dalam Analisis Percakapan (Conversation Analysis), sebuah pola percakapan yang terbentuk antara stimulus dan respons disebut sebagai pasangan berdampingan (adjacency pair). Sebuah stimulus dapat berupa sapaan, pertanyaan, permintaan, dan lain-lain. Pada penelitian ini, jenis stimulus yang akan dijadikan sebagai fokus penelitian adalah persuasi. Peneliti ingin mengetahui karakteristik pasangan berdampingan dalam sebuah wacana persuasif, khususnya dalam bahasa Jepang. Dengan demikian, sumber data dari penelitian ini adalah film berbahasa Jepang. Dari sumber tersebut, data yang terjaring adalah 12 tuturan persuasif dan responsnya. Dalam analisis, penelitian ini dilakukan menggunakan teori pasangan berdampingan (adjacency pair) oleh Schegloff dan Sacks (1973). Berdasarkan teori tersebut, data berupa tuturan persuasif dan responsnya dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam tabulasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebuah pasangan berdampingan dapat diklasifikasikan berdasarkan ada atau tidaknya rangkaian sisipan (insertion sequence) di antara stimulus dan responsnya. Klasifikasi tersebut terdiri atas pasangan berdampingan berdekatan dan pasangan berdampingan berjauhan.

In Conversation Analysis (CA), adjacency pair is known to be a speech pattern consist of a stimulus and it’s response. Types of stimulus that can be found in an adjacency pair are greetings, questions, requests, etc. In this study, the type of stimulus that will become the focus of discussion are persuassions. From this study, the author wishes to find the characteristics of an adjacency pair in persuassive discourses, specifically in Japanese. Thus, the data are taken from persuassive conversations found in Japanese movies. The data consist of 12 persuasive speeches and it’s response. Based on Schegloff and Sack’s theory of adjacency pair, the author analyze pairs of persuassive speech and it’s reponse using a descriptive method and present them in the form of a table. The analysis show that an adjacency pair can be classified based on wether an insertion sequence are present or not in between a stimulus and it’s response. The classifications consist of close adjacency pair and distant adjacency pair."
Depok: 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library