Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 44 dokumen yang sesuai dengan query
cover
van der Veur, Paul W.
Canberra: Australian National University Press, 1966
995.3 VEU s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Fathir Fajar Sidiq
"Salah satu permasalahan pengelolaan perbatasan di Indonesia adalah lemahnya koordinasi. Untuk itu penelitian ini akan melihat bagaimana koordinasi pengelolaan batas wilayah negara di Indonesia, dalam hal ini yang dilakukan oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dengan Kementerian Dalam Negeri (KDN) dan Tiga (3) pemerintah daerah, yaitu Pemerintah Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, dan Pemerintah Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Untuk menganalisis persoalan koordinasi pengelolaan perbatasan, penulis menggunakan pendekatan positivisme, dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui survey, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan yang menjadi narasumber dalam penelitian ini adalah Camat Sebatik Barat Kabupaten Nunukan dan Kasubbag Kerjasama Perbatasan pada Bagian Penataan Perbatasan di Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Timur.
Dari penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat empat (4) faktor penting yang memberikan kontribusi dalam proses koordinasi pengelolaan perbatasan, yaitu kewenangan, komunikasi, kepemimpinan, dan kontrol. Keempat faktor ini saling berkaitan satu sama lain, dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Di antara keempat faktor tersebut, faktor kewenangan dan komunikasi belum berjalan dengan baik, sedangkan dua faktor lainnya, kemampuan memimpin dan kontrol telah terlaksana dengan cukup baik.

One of the problems of border management in Indonesia is weak coordination. Therefore this research will look at how the coordination of border management in Indonesia, in this case conducted by the National Board of Border Management (BNPP), Ministry of Home Affairs (KDN), and 3 (three) regional government, that is Nunukan Regency of East Borneo Province, Batam Municipality of the Island of Riau Province, and Belu Regency of Nusa Tenggara Timur Province.
To analyze the coordination of border management issues, the authors use the positivism approach, with the type of descriptive study. The technique of collecting data through survey, interviews and documentation study. The informant in this research is District Head of Sebatik Barat of Nunukan Regency and Sub Section Head of Border Cooperation in the Border Management Section in the Secretary of Nunukan Regency of East Borneo Province.
From the research, it can be concluded that there are 4 (four) significant factors that give contribution in the process of border management coordination, that is authority, communication, leadership, and control. Four of the factors are related to one another and cannot be separated. From those four factors, authority and communication were still not running well, meanwhile two other factors, the ability to lead and control were performing quite good.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
T29521
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Zulkifli
"ABSTRAK
Kawasan Perbatasan merupakan kawasan strategis dalam menjaga integritas
wilayah negara, maka diperlukan pengelolaan secara khusus. Pengelolaan batas
wilayah negara dan kawasan perbatasan dapat dilakukan dengan pendekatan
keamanan, peningkatan kesejahteraan dan kelestarian lingkungan serta
pengembangan budaya lokal. permasalahan di wilayah dan kawasan perbatasan
mulai dari ancaman dengan kekuatan militer sampai pada ancaman ideologi.
Penting untuk memahami kewenangan dan bentuk pengelolaan wilayah dan
kawasan perbatasan. Khusus penelitian pada kawasan perbatasan Indonesia ini
merupakan suatu upaya mengedepankan pendekatan non-militeristik melalui
pemanfaatan kerjasama internasional dalam mengelola kawasan perbatasan.
Penelitaian ini membahas berbagai macam permsalahan, mecermati kerjsama
internsional dan implementasinya. Khsususnya dalam praktek kerjasama
internasional Indonesia

ABSTRACT
The border region is a strategic region in safeguarding the territorial integrity of a
state, therefore it would require a special management. The state territory and
border region management can be done by a security approach, by increasing
prosperity and environmental sustainability and by local culture development,
problems in the territory and the border region from the threat of military force
until the threat of ideology. It is important to understand the territory and border
areas management authority. Specifically this studies in the border region in
Indonesia is an effort to promote a non-militaristic approach through the use of
international cooperation in managing the border region. This research discusses
various problems, specifically the international cooperation and the
implementation. Especially the practice of the international cooperation by
Indonesia."
2012
T30935
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
"masalah perbatasan dapat di ibaratkan sebagai sebuah pendulum, yang suatu ketika mencuat ke permukaan, dan suatu ketika tersimpan secara terselubung sambil menanti untuk mencualt kembali ke permukaan di kemudian hari ...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Hadi Purnomo
Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1981
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Sugih Biantoro
"Tesis ini membahas peristiwa konfrontasi Indonesia dengan Malaysia pada tahun 1962?1966 di Sebatik dengan menggunakan metode sejarah lisan. Peristiwa konfrontasi berdasarkan wawancara para saksi dan pelaku yang merupakan penduduk asli Sebatik. Dalam penelitian ini memperlihatkan Orang Tidung sebagai penduduk asli Sebatik merekonstruksi kehidupan mereka sebelum, di saat, dan sesudah konfrontasi. Sebagai masyarakat perbatasan, mereka tidak menginginkan adanya konfrontasi, namun dikarenakan tugas negara mereka pun mau tidak mau harus terlibat di dalamnya. Semangat nasionalisme ternyata lebih besar daripada latar belakang mereka sebagai masyarakat perbatasan yang kehidupannya bergantung dari wilayah negara lain.

This thesis discusses the events of Indonesian confrontation with Malaysia in the year 1962-1966 in Sebatik using oral history methods. The events of confrontation based on interviews of witnesses and perpetrators who are natives of Sebatik. In this research shows people as a native Tidung Sebatik reconstruct their lives before, during, and after the confrontation. As a border community, they do not like confrontation, but because the duty of the state they would not want to be involved in it. The spirit of nationalism was far larger than their background as a frontier society whose lives depend on the territory of another country."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
T28675
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Depok: Gramata Publishing, 2009
959.81 SEJ;959.81 SEJ (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Maria Immaculatus Djoko Marihandono
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2019
959.81 DJO s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1993
S7926
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>