Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 96 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nursyamsi Rina Surya
"Pemilihan jenis persimpangan, perencanaan geometnk persimpangan dan perencanaan
pengaturan waktu lampu lalulintas sebagai elemen dari perencanaan persimpangan
harus dirancang secara cermat agar persimpangan dapat berfungsi secara optimal.
Proses perencanaan persimpangan memerlukan waktu dan tingkat keahlian dari
perencana. Untuk membantu dalam pengambilan keputusan yang terbaik pada
perencanaan persimpangan maka dikembangkan perangkat Iunak yang bersifat interaktif untuk perencanaan persimpangan.
Pengembangan perangkat lunak ini dilakukan dengan menggunakan bahasa
pemrograman Visual Basic versi 3.0. Proses pengembangannya meiiputi konsep dan
perancangan program yang dibuat berdasarkan tahap-tahap perencanaan persimpangan yaitu pemilihan jenis persimpangan, perencanaan geometri persimpangan, analisa tundaaan persimpangan prioritas dan perencanaan pengaturan waktu lampu lalulintas. Tahap-tahap ini merupakan modul terpisah yang dapat disatukan dan diatur dengan membuat satu program utama. Secara keseiuruhan paket perangkat Iunak perencanaan persimpangan ini diberi nama Intersign versi 1.0.
Hasil penggunaan lntersign dapat memberikan rekomendasi jenis persimpangan,
perencanaan geometri persimpangan, analisa tundaan persimpangan prioritas dan
perencanaan pengaturan waktu lampu Ialulintas. intersign merupakan perangkat lunak
yang bersifat terbuka dan dapat dimodihkasi secara mudah sehingga dapat
dikembangkan Iebih Ianjut untuk mendapatkan prototipe yang lebih komprehensif dan
handal untuk perencanaan persimpangan.

"
1996
S34479
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Glau, Gregory R.
Homewood, Illinois: Dow Jones-Irwin, 1986
629.895 GLA c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Muchammad Cholil
"Poros engkol (crank shaft) adalah salah satu komponen dari mesin motor bakar. Ada kemungkinan sebuah poros engkol mengalami keretakan pada permukaannya setelah mengalami proses pembuatan, untuk itu perusahaan otomotif menggunakan mesin cracker test untuk memeriksa keretakan pada permukaan poros engkol. Mesin cracker test akan memagnetisasi poros engkol sehingga poros engkol mempunyai medan magnet. Selama proses magnetisasi poros engkol disiram cairan yang merupakan campuran air, cairan kimia, dan serbuk besi. Serbuk besi pada cairan tersebut akan melekat pada bagian permukaan poros engkol yang retak. Kemudian poros engkol diperiksa dibawah sinar ultra violet untuk megetahui keretakan pada permukaan poros engkol tersebut. Keretakan pada permukaan ditunjukkan oleh intensitas cahaya yang dipantulkan serbuk besi yang menyisip ke bagian permukaan poros engkol yang retak.
Tugas akhir ini membuat perangkat lunak untuk memeriksa keretakan permukaan pada poros engkol dengan menggunakan algoritma jaringan saraf tiruan. Poros engkol dipotret dibawah sinar ultra violet dengan kamera digital. Hasil pemotretan kemudian diperiksa oleh perangkat lunak ini sehingga dapat diketahui bagaimana kondisi poros engkol. Pemeriksaan dilakukan dengan membandingkan keluaran jaringan saraf tiruan yang telah dibangun sebelumnya dengan target yang ditentukan saat jaringan saraf tiruan dibangun. Jika nilai koefisien korelasi basil pembandingan diatas 0,7 maka poros engkol dinyatakan bagus. Jika nilai koefisien korelasi basil pembandingan dibawah 0,7 maka poros engkol dinyatakan jelek."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dion Krisnadi
"Sekarang ini, persaingan pada industri perangkat lunak di Indonesia semakin bertambah. Untuk dapat berhasil dalam persaingan tersebut, salah satu elemen penting adalah kualitas perangkat lunak yang dihasilkan. Kualitas perangkat lunak dipengaruhi oleh proses perangkat lunak yang diterapkan. Oleh karena itu, DMWSoftware sebagai perusahaan pengembang perangkat lunak ingin meningkatkan kualitas melalui peningkatan proses yang diterapkannya, secara khusus dari craftsmanship menjadi engineering. Hal ini agar perusahaan dapat menghasilkan perangkat lunak berkualitas untuk projek skala kecil maupun besar.
Peningkatan proses perangkat lunak dilakukan dengan kerangka kerja CMMI-Dev (Capability Maturity Model Integration for Development) continuous. Pertama-tama, evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat kapabilitas dari beberapa daerah proses (process area/PA) dalam kerangka kerja CMMI-Dev. Penentuan PA dilakukan dengan CMMI roadmap, sementara evaluasi dilakukan dengan metode SCAMPI-C (Standar CMMI Appraisal Method for Process Improvement) dan alat bantu PST (PIID and SCAMPI Tools). Setelah itu, dilakukan analisis diagram Ishikawa untuk mengidentifikasi akar masalah dalam mencapai tingkat kapabilitas satu, yang kemudian diprioritaskan menggunakan diagram Pareto. Rekomendasi diberikan untuk menyelesaikan akar masalah utama, dan dianalisis dampaknya apabila rekomendasi diterapkan. Rekomendasi kemudian divalidasi kepada perusahaan untuk mengetahui apakah rekomendasi dapat dilakukan untuk meningkatkan proses perangkat lunak perusahaan.
Berdasarkan CMMI roadmap, diperoleh lima PA yang sesuai, yaitu requirement management (REQM), process and product quality assurances (PPQA), configuration management (CM), project planning (PP), dan project monitoring and control (PMC). Dengan diagram Ishikawa dan diagram Pareto, diperoleh lima akar masalah utama, yaitu standard operating procedure (SOP) tidak tersedia, sumber daya manusia (SDM) tidak tersedia, dokumentasi tidak dilakukan secara lengkap, proses tidak lengkap, dan proses yang tidak baku. Rekomendasi diberikan terkait kelima permasalahan pada kelima PA. Dampak dari penerapan rekomendasi adalah perusahaan dapat mengatasi 75% hingga 87,5% permasalahan pada kelima PA. Selain itu, penerapan rekomendasi juga secara tidak langsung menyelesaikan masalah pada PPQA dan PMC hingga 100%.

Competition among software companies in Indonesia has been growing lately. The quality of software being made has become crucial to win the competition. This quality depends very much on the software process used by the company. Therefore, DMWSoftware as a software development company wants to improve their software quality by improving their software process, specifically from craftsmanship into engineering. This is done so that the company can deliver good quality software, both in small and large scale projects.
The framework used in this study for software process improvement is CMMI-Dev (Capability Maturity Model Integration for Development) continuous representation. This study begins by assessing organisation?s process based on some process area (PA) in CMMI-Dev to determine the capability level of those processes. PAs are determined using CMMI roadmap, while assessment is conducted using SCAMPI-C (Standar CMMI Appraisal Method for Process Improvement) and PST tools (PIID and SCAMPI Tools). The next step is identifying the root causes of failure in achieving capability level one (in selected PA) using Ishikawa diagram. These root causes are then prioritized using Pareto diagram. Recommendations are given to solve the selected root cause, and analyzed to find the impact of implementing the recommendations. These recommendations are then validated by the company to determine whether these recommendations can be implemented to improve their software process.
Based on CMMI roadmap, five PA are obtained, namely requirement management (REQM), process and product quality assurances (PPQA), configuration management (CM), project planning (PP), and project monitoring and control (PMC). Using Ishikawa diagram and Pareto diagram, five major root causes are obtained, which are standar operating procedure (SOP) is not available, human resource is not available, documentation is not done completely, incomplete process, and unstandardized process. Recommendations are given to solve those root causes in each PA. Implementing these recommendations will help DMWSoftware in solving 75% to 87.5% problems found in those five PAs. In addition, by implementing these recommendations, DMWSoftware will indirectly solve the problems in PPQA and PMC up to 100%.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2014
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Khaflidotun Muslikhah
2012
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Ayu Bintang Nurrachma Gunawan
"PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) memilih untuk menggunakan Agile Development sebagai metodologi pengembangan produk sejak tahun 2017. Salah satu tribe yang menerapkan Agile Development dan Scrum adalah Tribe BUMN dengan produk utamanya aplikasi event organizer Palapaone. Tribe BUMN mengalami kendala dalam penyelesaian Palapaone dengan pencapaian rilis produk sebesar 37,50%. Tingkat keberhasilan yang rendah ini membuat anggaran biaya Tribe BUMN membengkak. Hasil dari observasi menunjukan akar masalahnya adalah belum optimalnya proses implementasi Scrum. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses penerapan implementasi Scrum dengan menggunakan Scrum Maturity Model (SMM) sebagai kerangka kerja utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan wawancara kepada dua tim Scrum, yaitu Squad mobile Apps dan Squad Dashboard. Evaluasi dilakukan secara mendalam pada masing-masing tim Scrum di aplikasi Palapaone tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pada tingkat organisasi tingkat kematangan berada pada tingkat 1 (Initial). Begitu juga dengan setiap tim Scrum, keduanya berada pada tingkat 1. Berdasarkan hasil ini disusun 8 rekomendasi perbaikan (scrum element: role (2), artifact (2), event (4)) dengan 23 kegiatan perbaikan untuk 22 praktik terpilih di tingkat 2 SMM.

PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) has chosen to use Agile Development as a product development methodology since 2017. One of the tribes that implement Agile Development and Scrum is Tribe BUMN with the main product being the event organizer application Palapaone. Tribe BUMN experienced problems in completing Palapaone with the achievement of product releases of 37.50%. This low success rate has made Tribe BUMN's budget swell. The results of the observations show that the root of the problem is that the Scrum implementation process is not yet optimal. Based on these problems, this study aims to evaluate the process of implementing Scrum implementation using the Scrum Maturity Model (SMM) as the main framework. Data collection techniques were carried out by distributing questionnaires and interviews to two Scrum teams, namely Squad Mobile Apps and Squad Dashboard. An in-depth evaluation was carried out on each Scrum team in the Palapaone application. The results showed that at the organizational level, the maturity level was at level 1 (Initial). Likewise, with each Scrum team, both are at level 1. Based on these results, 8 recommendations for improvement (scrum elements: role (2), artifact (2), event (4)) were prepared with 23 improvement activities for 22 selected practices at level 2 SMM.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yulia K. Riamina G.
"ABSTRAK
Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan UNICEF membuat suatu perangkat lunak bernama "Kartini" untuk mempermudah pelaksanaan PWS KIA, mempercepat analisis data, meningkatkan akurasi analisis, serta mengurangi human errors (Liesman et. al, 2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja perangkat lunak Kartini dalam upaya pemantauan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Kabupaten Tangerang tahun 2012. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi di Puskesmas Balaraja dan Sindang Jaya. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan perangkat lunak Kartini sangat bermanfaat dalam pelaksanaan PWS KIA, namun masih terdapat beberapa kendala dalam pengimplementasiannya.

Abstract
Ministry of Health in collaboration with UNICEF make a software named "Kartini" to facilitate the implementation of PWS KIA, speed up data analysis, improve the accuracy of analysis, and reduce human errors (Liesman et. al, 2011). This study aims to know the performance of Kartini Software in Monitoring Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) in Tangerang Regency 2012. Design of the study is cross sectional by using indepth interviews and observations in Balaraja and Sindang Jaya health center. The results obtained that Kartini software is very useful in the implementation of PWS KIA, but there are some obstacles in implementation."
2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Sardy S.
"ABSTRAK
Pada penelitian tahapan kedua ini telah dilakukan koreksi geometrik terhadap citra hasil pengambilan (akuisisi) data yang dikerjakan pada tahap tahap pertama dengan menggunakan kamera CCD (Charge Coupled Device) berwarna terhadap suatu maket pemandangan yang terdiri dari beberapa kelas obyek. Karena respon sesuatu obyek terhadap beberapa panjang gelombang elektromagnetik adalah berbeda-beda, maka data hasil rekaman oleh kamera tersebut dipecah menjadi tiga jenis warna yakni : biru, hijau, dan merah., sedangkan pada penelitian untuk koreksi ini hanya dipakai kanal biru.
Untuk melaksanakan koreksi geometrik tersebut, telah dibuat suatu perangkat lunak komputer GeoPro, yang ditulis dalam bahasa pemrograman C, dan bekerja di bawah MS-DOS serta dapat dijalankan pada IBMIPC-AT microcomputer jenis 386 ke-atas. Beberapa fasilitas tambahan seperti : histogram display, 3-D display, mozaicking, rotating, trimming, flipping, dan sebagainya telah pula-diikut sertakan.
Proses koreksi ini diterapkan guna menguji unjuk kerja beberapa pasangan teknik transformasi dan teknik resampling, terutama waktu proses serta hasil citra keluaran. Dari hasil yang diperoleh ternyata bahwa untuk citra masukan yang digunakan, maka metode transforrnasi dengan memakai orde satu dan teknik resampling dengan cara nearest-neigbor telah cukup memadai dengan proses eksekusinya yang relatif lebih cepat.

ABSTRACT
In the second stage of this research, it is done the geometric data correction to an image consisting of several objects from an artificial maquette scene which had been taken by a color CCD camera. Due to object's responses in several electromagnetic waves are different to each other, then the recorded data can be splitted into three different colors channels, i.e. blue, green, and red, but in this correction research it is only used the blue channel.
In order to conduct the above correction, it is designed a computer software called GeoPro, which is written in C-language, under MS-DOS, and can be run on an IBMIPC-AT microcomputer 386 processor or above. Several additional supporting features such as : histogram display, 3-D display, mozaicking, rotating, trimming, flipping,, etc. are also included in the software.
The correction is applied for testing the performance of several combination of transformation methods and resampling methods, especially for computation time, and also results of the corrected images visually. From the obtained results, it is concluded that the combination of first order transformation method with the nearest neighbor resampling method, has provided an adequate result due to its faster excecution time and the acceptable corrected images.
"
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
"Skill manajemen proyek di perlukan oleh mahasiswa teknik informatika. Manajemen proyek diperlukan untuk m,engelola proyek-proyek teknologi informasi agar dapat berjalan dengan sukses. ...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>