Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 21 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Pankrashova, M.
Moscow: Novosti Press Agency Pub. House, 1970
940.53 PAN w (2);940.53 PAN w (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ambrose, Stephen E.
Jakarta: Yayasan obor Indonesia, 2007
355.354 AMB b
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Tokyo: Research Institute for Languages and Cultures of Asia and Africa, Tokyo University of Foreign Studies, 2007
355.028 REC
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Departemen Pertahanan-Keamanan Pusat Sedjarah ABRI, 1971
355.4 SED
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Gallagher, Matthew P.
"Buku ini berisi mengenai sejarah Uni Soviet selama Perang Dunia II baik berisi cerita fiktif maupun realitas."
New York: Frederick A. Preager, 1963
947.085 GAL s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ratna Juwita Supratiwi
"Burakumin berasal dari kata buraku (desa) dan min (penduduk). Secara harfiah burakumin berarti penduduk desa, sedangkan pengertian yang berkembang secara luas di Jepang yaitu suatu kaum yang mengalami diskriminasi dalam masyarakat Jepang karena pembagian kelas yang pernah mereka alami pada masa lalu. Cikal bakal burakumin adalah eta dan hinin. Pada jaman Edo mereka menempati posisi yang paling rendah dalam struktur masyarakat Jepang yang berlaku pada saat itu. Sebagian besar dari mereka berada dalam garis kemiskinan. Pekerjaan yang biasa mereka lakukan antara lain sebagai tukang daging, penyamak, algojo, penjaga makan, dan lain-lain. Saat itu mereka sering mengalami diskriminasi dalam kehidupan bermasyarakat. Diskriminasi terhadap mereka juga diperkuat oteh ajaran Budha dan Shinto yang melarang membunuh binatang dan hal-hal yang berhubungan dengan kematian adalah kotor dan tabu. Pada jaman Meiji pemerintah menghapuskan sistem kelas yang berlaku pada jaman Edo kecuali untuk anggota kerajaan. Status eta dan hinin juga dihapuskan. Mereka lambat laun dikenal sebagai burakumin karena tinggal di wilayah yang disebut tokushu buraku (desa khusus). Meskipun kedudukan mereka lama dengan masyarakat Jepang lainnya, mereka masih sering menerima periakuan yang tidak menyenangkan dari masyarakat Jepang pada umumnya khususnya dalam bidang perkawinan, pekerjaan dan kehidupan masa sekolah. Dalam bidang perkawinan burakumin yang menjalin hubungan dengan bukan burakumin sering mengalami masalah. Banyak yang memutuskan hubungan atau bercerai setelah mengetahui kalau suami, istri atau kekasih mereka adalah burakumin. Dalam bidang pekerjaan burakumin sering mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan, antara lain saat melamar pekerjaan. Perusahaan-perusahaan banyak yang membeli daftar nama dan tempat tinggal Orang-orang yang tinggal di wilayah buraku. Jika diketahui kalau pelamar berasal dari wilayah buraku, kesempatannya untuk diterima bekerja di perusahaan tersebut sangat kecil. Saat masa sekolah siswa buraku sering dikucilkan, dihina, bahkan diganggu secara fisik. Mereka menjadi malas pergi ke sekolah sehingga tingkat absen mereka lebih tinggi dari siswa lainnya. Sudah ada usaha-usaha untuk menghilangkan diskriminasi yang dialami oleh burakumin, namun sampai sekarang mereka masih sering mengalami diskriminasi dalam kehidupan bermasyarakat."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2002
S13786
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rotterdam: Lekturama, T.t
R BLD 940.54 DES
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Koblyakov, I. K.
"Buku ini menjelaskan mengenai keterlibatan Uni Soviet selama Perang Dunia II yang berakhir tahun 1945. "
Moscow: Progress, 1976
947.0842 KOB u
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
M. Mossadeq Bahri
Fakultas Ilmu Pengatahuan Budaya Universitas Indonesia, 1994
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Mufidha Brilian Irianti
"Skripsi ini membahas tentang latar belakang kehidupan Kaisar Hirohito dan situasi di sekitar Beliau ketika Perang Dunia II berlangsung, serta kedudukan Kaisar berdasarkan Undang-Undang Dasar Meiji. Jepang terjun ke dalam kancah Perang Dunia II melawan negara-negara sekutu yang menyebabkan kesengsaraan bagi banyak orang. Selama Perang Dunia II ini berlangsung, Kaisar Hirohito tidak banyak terlibat dalam pengambilan kebijakan-kebijakan perang. Padahal, berdasarkan Undang-Undang Dasar Meiji, jelas bahwa penentu kebijakan perang adalah Kaisar. Terjadi ketidaksesuaian antara apa yang tertuang di pasal-pasal tentang kedudukan kaisar dalam Undang-Undang Dasar Meiji dengan prakteknya ketika Perang Dunia II berlangsung

This thesis discusses about emperor Hirohito_s background life and the situation around him during World War II, and the emperor_s authority in Meiji Constitution. Japan involved to the World War II opposed Allies which oppressed many people. During the World War II, emperor Hirohito did not involved with the decision making of the World War II. Whereas, Meiji Constitution said that the decision maker of war should be the emperor. There were discrepancies in the Meiji Constitution with the fact when the World War II occurred"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
S13608
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>