Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mahansa Putra
"Material multiferroic merupakan material yang berkembang pesat berdasarkan peningkatan jumlah publikasi per tahun. Material multiferroic sendiri adalah material yang memiliki dua atau lebih sifat ferroic; feroelektrik, feromagnetik, dan feroelastis. Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui apakah bahan magneto-listrik multiferroik atau bahan yang memiliki sifat feroelektrik dan feromagnetik dapat dipengaruhi oleh medan magnet. Dengan merancang suatu alat yang dapat mengukur perubahan nilai permitivitas relatif dengan frekuensi ketika diberikan medan magnet, penulis dapat mengetahui apakah material yang diuji merupakan material multiferroic magneto-electric. Hasil pengukuran sampel piezoelektrik diperoleh nilai permitivitas relatif dari 18047-35254 pada frekuensi 100Hz-1kHz dan 9524-18047 pada frekuensi 1kHz-10kHz. Hasil yang diperoleh tetap sama bila dipengaruhi oleh medan magnet, karena piezoelektrik merupakan bahan feroelektrik.

Multiferroic material is a material that is growing rapidly based on the increasing number of publications per year. Multiferroic material itself is a material that has two or more ferroic properties; ferroelectric, ferromagnetic, and ferroelastic. In this research, the writer wants to know whether multiferroic magneto-electric materials or materials that have ferroelectric and ferromagnetic properties can be affected by magnetic fields. By designing a tool that can measure changes in the relative permittivity value with frequency when a magnetic field is applied, the authors can find out whether the material being tested is a magneto-electric multiferroic material. The measurement results of piezoelectric samples obtained relative permittivity values ​​from 18047-35254 at a frequency of 100Hz-1kHz and 9524-18047 at a frequency of 1kHz-10kHz. The results obtained remain the same when affected by a magnetic field, because piezoelectric is a ferroelectric material."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Qolby Sabrina
"Electro Capacitive Cancer Therapy (ECCT) telah dikembangkan untuk terapi kanker payudara dengan medan elektrostatik dari gelombang sinyal yang berasal dari elektroda kapasitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan nilai beda potensial dan output gelombang sinyal yang dihsilkan ECCT terhadap pertumbuhan sel kanker dan cidera sel yang menyebabkan kematian sel. Dilakukan eksperimen in vitro menggunakan cell line MCF-7 (kanker payudara manusia) selama 24, 48 dan 72 jam perlakuan. Kemudian dilakukan perhitungan jumlah sel dengan hemocytometer dan pengukuran kapasitansi sel sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa ECCT standar sinyal kotak 18 Volt dan ECCT non standar sinyal kotak 31.2 Volt dapat menghambat pertumbuhan sel dan hasil morfologi sel tampak cidera yang mengindikasi adanya kematian, sedangkan ECCT standar sinyal sinusoidal 18 Volt mampu menginduksi pertumbuhan sel sehingga jumlahnya semakin banyak jika dilihat dari koefisien pertumbuhan yang tinggi. Pengukuran nilai kapasitansi sel menunjukkan korelasi antara banyaknya jumlah sel dengan besarnya nilai kapasitansi yang terukur. Peningkatan nilai kapasitansi dapat menunjukkan penambahan aktifitas kelistrikan sel dan tingkat keganasan dari sel kanker.

Electro Capacitive Cancer Therapy (ECCT) has been developed for breast cancer therapy that generated electrostatic field from electrical wave in capacitive electrode. The purpose of this research is to find out the effect of potential difference and signal wave output ECCT to cancer cell growth and cell injury that leads to lethal cell. In this study, in vitro experiment use MCF-7 cell line (human breast cancer) during 24, 48 and 72 hours treatment and than measured the number of cell with hemocytometer and value of capacitance after and before treatment. The results showed that potential ECCT square signal wave standard 18 Volt and square signal non-standard 31.2 Volt can inhibit cancer cell growth and cell morphology results seem to indicate the existence of injury deaths. While, from growth coefficient, ECCT sinusoidal signal wave standard 18 Volt can increase of cancer cell growth. Measurement of cell capacitance values showed correlation between the number of cells with the value of the measured capacitance. Increase of capacitance indicate of high activity of cancer cell and showed the malignancy of cancer cell levels.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
T41568
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library