Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 144 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Eva Juniza
Depok: Universitas Indonesia, 2001
S7615
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bogor: Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2001
333.7 PRO
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Fadhilatunnisa
"ABSTRAK
Pemanfaatan perawatan nifas dalam dua hari di Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur masih menjadi yang terendah dibandingkan dengan provinsi lain seluruh Indonesia berdasarkan hasil SDKI tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan pemanfaatan perawatan nifas dalam dua hari pada ke-5 Provinsi tersebut. Penelitian menggunakan metode cross sectional dengan data sekunder SDKI 2017. Populasi dan sampel penelitian ini adalah Wanita Usia Subur 15-49 tahun yang memiliki anak dengan 2 tahun kelahiran hidup. Analisis dilakukan dengan uji chi square untuk melihat hubungan antara variabel independent dengan dependen. Hasil penelitian didapatkan rata-rata ke-5 provinsi sebesar 67% dalam memanfaatkan perawatan nifas dalam dua hari. Didapat juga faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan perawatan nifas adalah status pekerjaan, kunjungan ANC, pendidikan, pengetahuan komplikasi nifas, status ekonomi, tempat persalinan, penolong persalinan, urutan kelahiran, status perencanaan kehamilan, dan komplikasi persalinan. Kementerian Kesehatan serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perlu meningkatkan cakupan kunjungan perawatan nifas oleh tenaga kesehatan berkompeten bagi ibu yang bersalin dirumah, kemitraan dengan penolong persalinan tradisional, promosi kesehatan tentang bahaya komplikasi nifas, dan edukasi penggunaan KB pasca persalinan.

ABSTRACT
Utilization of postnatal care in the provinces of Papua, West Papua, Maluku, North Maluku and East Nusa Tenggara is still the lowest compared to other provinces throughout Indonesia. The purpose of this study was to determine factors that associated with postnatal care utilization on the fifth province. The study used a cross sectional method with secondary data of the 2017 IDHS. The population and sample of this study were Reproductive Age Women 15-49 years old who had children with 2 years of live births. Analysis was performed with the chi square test to see the relationship between the independent and dependent variables. The results obtained an average postnatal utilization of 5 provinces is almost close to 67%. The factors that influence utilization of postnatal care are occupation status, ANC visit, education, knowledge of postnatal complications, economic status, place of delivery, birth attendants, birth order, pregnancy planning status, and delivery complications. This study suggest Ministry of Health and National Family Planning Coordinating Agency (BKKBN) to increase postpartum care visits by skilled health workers for women who give birth at home, partnerships with traditional birth attendants, increase health promotion about the dangers of childbirth complications, and increase education on postpartum birth control use."
Lengkap +
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Edi Widodo
"ABSTRAK
Dampak dari pembangunan fisik untuk mendukung perekonomian mulai mengancam kelestarian situs-situs arkeologi dan lingkungannya baik ancaman secara langsung seperti penghancuran, penggusuran, perusakan, maupun ancaman secara tidak langsung seperti polusi, perubahan iklim mikro, pelapukan, penelantaran situs, dan kurangnya perlindungan. Alasan tersebut yang menjadi latar belakang penelitian terhadap gedung-gedung bersejarah di kota Serang-Banten. Gedung-gedung yang dijadikan objek penelitian adalah Kantor Gubernur Banten, Gedung Joang 45, Kantor Bupati, Stasiun Kereta Api, Mapolres, dan Makorem 064 Maulana Yusuf Banten Serang. Alasan dijadikannya gedung-gedung tersebut sebagai objek penelitian karena gedung-gedung tersebut mempunyai beberapa nilai signifikansi yaitu nilai sejarah politik dan perkembangan kota Serang, nilai keaslian, nilai estetika, mewakili masa gaya tertentu dan nilai kelangkaan. Permasalahan yang dihadapi dalam kajian ini adalah bagaimana meng-optimalisasi pemanfaatan gedung-gedung bersejarah di kota Serang-Banten
Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan strategis dengan metode analisis SWOT (Strengh, Weakness, Opportunity, dan Threat) pada kondisi-kondisi internal dan ekstemal aorta menyesuaikan dengan tahapan-tahapan Manajemen Sumber Gaya Budaya yang diperlukan dalam menyelenggarakan manajemen pelestarian dan pemanfaatan gedung-gedung bcsejarah di kota Serang.
Kendala yang dihadapi oleh pengguna gedung maupun pihak yang berwenang dalam melestarikan gedung-gedung tersebut berupa lemahnya inventarisasi dan dokumentasi, kurangnya partisipasi pengguna gedung, tidak adanya papn pctunjuk bangunan, lemahnya prosedur pelaporan dan sosialisasi pemeliharaan gedung bersejarah, lemahnya sangsi terhadap pelanggaran, lemahnya koordinasi pengawasan, kondisi bangunan yang mulai rusak dan periu perawatan, dan belum adanya Perda yang mengawr tcntang BCB di Serang.
Untuk mengatasi bcrhagai kendala yang ada dalam pelestarian dan pemanfaatan maka ditawarkanlah Strategi pengelolaan berupa memaksimalkan kekuatan dan peluang serta meminimalkan kelemahan dan ancaman. Strategi memaksimalkan kekuatan dan peluang yang akan dipakai adalah berupa kernungkinan alih fungsi pada kantor Gubemur Banten menjadi Museum Negeri tingkat Provinsi dan Gedung Joang 45 menjadi Gedung Balai Budaya serta penataan ulang situs yang ada namun tetap pada fungsi sekarang dilakukan dengan selalu melakukan pemeliharaan, perbaikan yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelestarian dan perencanaan yang baik dalam penambahan gedung-gedung baru. Strategi meminimalkan kelemahan dan ancaman yang ditawarkan adalah dengan cara perbaikan sistem inventarisasi dan dokumentasi, penetapan Perda tentang Benda Cagar Budaya, perbaikan prosedur pelaporan dan sosialisasi pemeliharaan gedung bersejarah, koordinasi antar instansi pemerintah, penataan situs dan tata kota, kerja sama dengan LSM, selalu melakukan dan menyimpan dokumentasi pada setiap perubahan gedung untuk kepentingan penelitian, pengadaan kurikulum muatan lokal untuk pengajaran sejarah politik dan perkembangan kota scrang, dan adanya akses yang mudah untuk masyarakat luas dalam hal kunjungan wisata sejarah.
"
Lengkap +
2007
T19612
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hani Qonitah
"ABSTRAK
Penelitian mengenai pemanfaatan majalah abstrak di PUSTAKA Bogor dilakukan pada bulan Maret & April 1991. Tujuannya untuk mengetahui keberadaan dan fungsi majalah abstrak di PUSTAKA Bogor dalam menunjang kegiatan penelitian para peneliti Badan Litbang Pertanian, serta mengetahui faktor-faktor apa Baja yang mendorong dan menghambat para peneliti dalam mendayagunakan majalah abstrak. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner ke para peneliti di B Balai/Pusat Penelitian yang tersebar di wilayah Bogor dan sekitarnya. Hasilnya menunjukkan bahwa pada umumnya para peneliti pernah menggunakan majalah abstrak koleksi PUSTAKA dan berpendapat cukup lengkap dalam bidangnya masing-masing. Para peneliti menganggap kelebihan majalah abstrak yang utama adalah adanya abstrak atau keterangan singkat isi sehingga menghemat waktu pemakai. Informasi yang diperlukan peneliti untuk mendukung penelitian terutama adalah laporan penelitian. Lalu menyusul artikel majalah, makalah seminar, dan buku. Adapun cara yang digunakan peneliti untuk mendapatkan informasi dari majalah abstrak adalah dengan secara langsung mendatangi dan melihat di PUSTAKA, melalui pustakawan tempat bekerja dan melalui jasa informasi PUSTAKA. Umumnya peneliti menggunakan indeks subjek ketika menggunakan majalah abstrak, selain melakukan penelusuran seluruh subjek, dan menggunakan indeks pengarang. Faktor penghambat dalam menggunakan majalah abstrak adalah karena tidak lengkapnya literatur primer, selain lokasi yang jauh dari tempat bertugas, bahasa, cara pemakaian majalah abstrak dan tidak adanya bantuan petugas perpustakaan.

"
Lengkap +
1996
S15109
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rosini
"ABSTRAK
Penelitian mengenai pemanfaatan Abstrak Hasil Penelitian Pertanian Indonesia (AHPPI) terbit PUSTAKA oleh para peneliti di 9 instansi Balitbang pertanian Departemen pertanian di Bogor dan Jakarta pada bulan April sampai Juni 1995, tujuannya untuk mengetahui seberapa jauh para peneliti Balitbang pertanian mengetahui dan memenfaatkan AHPPI, bagaimana pendapat mereka tentang AHPPI ditinjau dari segi kala terbit, kemutakhiran informasi, jumlah abstrak tiap kali terbit, format dan susunan, kesulitan penggunaan, relevansi dengan kegiatan penelitian, banyaknya waktu yang dihemat serta frekuensi pemakaian, dan tujuan yang terakhir untuk mengetahui apa harapan mereka terhadap AHPPI.Pengumpulan data lapangan dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan kepada responden oleh staf berwenang di instansi yang bersangkutan. Cara penyusunan kuesioner, pembentukan dan pemilihan kerangka sampel dijelaskan. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya 38,04 % yang mengetahui dan menggunakan AHPPI, dan selebihnya sekitar 61,96 % tidak pernah menggunakan AHPPI. Dari 38,04 % yang pernah menggunakan AHPPI menyatakan bahwa AHPPI sudah cukup baik. Harapan semua responden terhadap AHPPI adalah agar AHPPI lebih diromosikan pada para peneliti.

"
Lengkap +
1996
S15553
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lesmina Sari
"ABSTRAK
Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang berada dan berkaitan langsung di bawah lembaga induknya yaitu sekolah. Kedudukannya menjadi sangat penting pada saat ini karena sistem CBSA yang diterapkan saat ini di mana siswa diharapkan untuk dapat mencari informasi seluas-Iuasnya melalui sumber apapun.
Di masa krisis ini di mana terjadi pengetatan biaya bagi semua sektor, tampaknya perpustakaan juga terkena imbasnya. Perpustakaan biasanya menjadi tempat di mana pemotongan biaya rutin biasanya dilakukan. Masalah tempat juga merupakan masalah yang timbul akibat krisis ini. Biaya penyewaan tempat yang tidak murah menjadikan para pustakawan harus berfikir untuk menentukan bahan_-bahan yang layak untuk dipertahankan di perpustakaan dan bahan-bahan yang dapat dipindahkan ke tempat penyimpanan yang lebih murah karena kurang digunakan atau bahkan untuk dikeluarkan dari koleksi.
Bagi perpustakaan yang berorientasi biaya, di mana semua kegiatannya dihitung dengan biaya masalah penentuan bahan mana yang layak dipertahankan atau tidak atau bagmamana yang patut diperkuat atau dianggap sudah cukup kuat dalam memenuhi kebutuhan pemakainya menjadi sangat penting. Berdasarkan penelitian sebetulnya disimpulkan bahwa salah satu unsur yang penting dalam penentuan hal tersebut adalah pemanfaatan koleksi,
Kata pemanfaatan koleksi sendiri masih menimbulkan masalah diantara pustakawan tetapi semua kalangan setuju bahwa pemanfatan ke luar perpustakan merupakan alat ukur yang sahih untuk menentukan pemanfaatan koleksi.
Penghitungan pemanfaatan koleksi berdasarkan data sirkulasi dilakukan dengan cara tabulasi. Penyajian data hasil penghitungan pemanfaatan koleksi disajikan dalam bentuk tabel. Data pemanfaatan koleksi ini dikelompokkan menjadi kelompok yang lebih kecil lagi yaitu fiksi, nonfiksi. Untuk kelompok fiksi dibagi lagi berdasarkan tingkat kesulitan isi bacaan sedangkan untuk koleksi nonfiksi dikelompokkan lagi berdasarkan subyek/kelasnya.
Setelah dilakukan penghitungan ditemukan bahwa tidak terjadi perbedaan yang mencolok antara pola pemanfaatan yang ditemukan di sini dibandingkan dengan pola pemanfaatan yang telah ditemukan sebelumnya. Pola pemanfaatannya hampir menyamai pola pemanfaatan 20/80 yang dikemukakan oleh Fussler dan Simon.

"
Lengkap +
1999
S15498
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuniherti
"Penelitian mengenai Pemanfaatan Perpustakaan oleh Mahasiswa di lakukan di Perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Depok, pada bulan Maret sampai April 1994 , tujuannya adalah untuk mengetahui frekuensi, waktu dan alasan.mahasiswa mengunjungi perpustakaan dan mengetahui pemanfaatan koleksi oleh mahasiswa di perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan langsung kepada esponden. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa FSUI yang mengunjungi perpustakaan pada saat penelitian. Adapun sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa FSUI yang mengunjungi perpustakaan pada saat penelitian berlangsung dan bersedia mengisi kuesioner yang disebarkan.
Melalui metode penarikan sampel secara kebetulan (accidental sampling) diperoleh 201 sampel. Hasilnya menunjukkan bahwa 34,3 % mahasiswa mengunjungi perpustakaan 2 sampai 3 kali dalam seminggu, 35,3% mahasiswa mengunjungi perpustakaan 1 sampai 2 jam dalam setiap kunjungan dan 44,7 % mahasiswa mengunjungi perpustakaan antara pukul' 8.30 sampai 12.00 WIB. Alasan utama dari kebanyakan mahasiswa adalah menbaca koleksi yang berhubungan dengan mata kuliah. Pemanfaatan terhadap koleksi menunjukan 37,5 % mahasiswa meminjam buku-buku yang berhubungan dengan mata kuliah 2 sampai 3 buku per minggu, 82 % mahasiswa pernah memanfaatkan buku yang bersifat untuk memperluas pengetahuan, 49,1 % mahasiswa memanfaatkan majalah yang bersifat umum.
Untuk bahan rujukan kebanyakan mahasiswa memanfaatkan ensiklopedi umum dan untuk surat kabar 58 % mahasiswa memanfaatkan surat kabar yang dilanggan oleh perpustakaan. Dengan demikian Perpustakaan FSUI sudah cukup dimanfaatkan oleh mahasiswanya, terbukti dari frekuensi kunjungan dan alasan mahasiswa, yaitu sebagian dari waktu belajar mandirinya dilakukan di perpustakaan. Selain itu juga pemanfaatan terhadap koleksi terutama buku menunjukkan bahwa kantong peminjaman yang dimiliki sudah dimanfaatkannya."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1994
S15619
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurlailah
"Masih rendahnya pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta Jamkesmas di Kec. Baturaja Barat, yakni rata-rata hanya 5,68 % perbulan terlihat kontras dengan masih tingginya AKB 47,68 per 1000 kelahiran hidup dan angka harapan hidup yang rendah yakni 65,21 tahun, sebagai indikator kesehatan masyarakat miskin.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta Jamkesmas di Kecamatan Baturaja Barat. Penelitian dengan desain Cross Sectional ini, memiliki sampel 98 orang yang diambil secara Systematic Random Sampling dari populasi sebanyak 2479 orang kepala keluarga peserta Jamkesmas di Kecamatan Baturaja Barat.
Hasil analisis multivariat dengan menggunakan Model Logit, menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin baik sikap dokter/bidan/perawat, semakin cepat peserta Jamkesmas dilayani, semakin cukup jumlah obat yang diterima peserta Jamkesmas, semakin sebentar waktu tunggu untuk diperiksa dan semakin dekat dalam mencapai sarana pelayanan kesehatan, maka semakin besar peluang peserta Jamkesmas memanfaatkan pelayanan kesehatan, dimana variabel jumlah obat yang diterima dan sikap dokter/bidan/perawat dalam memberikan pengobatan merupakan dua faktor yang paling dominan. Sedangkan tingkat pengetahuan peserta Jamkesmas tidak signifikan mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Jaringannya oleh peserta Jamkesmas.
Agar pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta Jamkesmas di masa yang akan datang lebih baik, maka Pemerintah daerah hendaknya melakukan evaluasi kembali kriteria miskin peserta Jamkesmas (targeting the poor), pembangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang mampu menjangkau masyarakat di desa terutama masyarakat daerah terpencil, dan Pemberian Punishment dan Reward kepada petugas kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan untuk peserta Jamkesmas.

Utilization of health services by the participants Jamkesmas in West Baturaja Subdistrict is still low, which averaged only 5.68% per month seen in contrast to the still high AKB 47.68 per 1000 live births and life expectancy of 65.21 years old Low, as an indicator of poor health.
The purpose of this study is to analyze the factors associated with utilization of health services by the participants Jamkesmas in the West Baturaja Subdistrict. With Cross Sectional Research design, a sample of 98 people taken in Systematic Random Sampling from a population of 2479 people participating Jamkesmas households in West Baturaja Subdistrict.
The results of multivariate analysis using the Logit model, shows that the higher the education level, the better the attitude of the doctor / midwife / nurse, the faster participants Jamkesmas served, the more sufficient amount of drug received Jamkesmas participants, the more minute waiting period for review and closer in reach health service facilities, the more likely participants Jamkesmas use of health services, where the variable amount of drug received and the attitude of doctors / midwives / nurses in giving medication are the two most dominant factors. While the knowledge level of participants Jamkesmas not significantly affect the utilization of health services in public health centers and on the tissue by the Jamkesmas's participants.
In order for the utilization of health services by Jamkesmas's participants in the future better, then the local government should re-evaluate poor criteria of Jamkesmas's participants (targeting the poor), development of village health post are able to reach people in rural communities, and provision of Punishment and Reward for health workers and health service facilities that provide health services to Jamkesmas's participants.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T28769
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>