Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Paskalinda Maria Yosefa Bandur
Abstrak :
Preferensi jumlah anak ideal dan preferensi kontrasepsi remaja saat ini dapat mempengaruhi fertilitas dan pemakaian kontrasepsi dimasa yang akan datang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan preferensi jumlah anak ideal dan preferensi pemakaian kontrasepsi pada remaja usia 15-24 tahun, belum menikah di Indonesia tahun 2017 dengan menggunakan analisis data SDKI-KRR tahun 2017. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa preferensi jumlah anak ideal yaitu sebanyak 69,9% dan preferensi pemakaian kontrasepsi yaitu sebanyak 82,5%. Berdasarkan model multivariat preferensi jumlah anak ideal pada remaja dipengaruhi oleh faktor umur, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, status ekonomi, akses intenet dan diskusi dengan teman sebaya. Pada preferensi pemakaian kontrasepsi pada remaja dipengaruhi oleh faktor umur, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, status ekonomi, akses internet dan diskusi dengan tokoh masyarakat. Dengan demikian, diharapkan kepada pemerintah dalam pelaksanaan program remaja dapat difokuskan pada faktor-faktor tersebut. ......The ideal number of child preferences and current adolescents contraceptive preferences can affect fertility and contraceptive use in the future. The purpose of this study was to determine the determination of the number of child preferences and preferences for contraceptive use in adolescents aged 15-24 years, unmarried in Indonesia in 2017, using data analysis of SDKI-KRR in 2017. The design of this study was cross sectional. The results of this study indicate that the ideal number of children preference is 69.9% and the preference for contraception use is 82.5%. Based on the multivariate model, the ideal number of children preference in adolescents is influenced by age, gender, education, knowledge about reproductive health, economic status, internet access and discussions with peers. The preference for contraception among adolescents is influenced by age, sex, education, knowledge about reproductive health, economic status, internet access and discussions with community leaders. Thus, it is expected that the government in creating and implementing youth programs can refer to these factors.
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2019
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Purnama Sari
Abstrak :
Tingginya persentase penggunaan kontrasepsi hormonal (pil dan suntikan) tidak diikuti dengan tingginya angka kelangsungan. Angka putus pakai untuk metode pil mengalami kenaikan dari 32% (SDKI 2002-2003) menjadi 39% (SDKI 2007). Sementara itu, angka putus pakai metode suntikan juga mengalami kenaikan dari 18% (SDKI 2002-2003) menjadi 23% (SDKI 2007). Kualitas pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu elemen yang penting dalam mencapai pemakaian alat kontrasepsi yang berlangsung lama (lestari). Salah satu elemen kualitas pelayanan keluarga berencana adalah informasi yang diberikan kepada klien dan mekanisme follow-up dan kontak kembali. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional (studi potong lintang) yang dianalisis menggunakan analisis survival. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara kualitas pelayanan keluarga berencana dengan kelangsungan pemakaian kontrasepsi hormonal (pil dan suntikan) (p-value = 0,000) dan terdapat interaksi antara variabel kualitas pelayanan keluarga berencana dengan keputusan menggunakan alat/cara KB serta interaksi antara kualitas pelayanan KB dengan keinginan mempunyai anak. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah akseptor yang mendapatkan pelayanan keluarga berencana yang berkualitas dengan keputusan suami saja dan orang lain dalam menggunakan alat/cara KB memiliki risiko untuk gagal mempertahankan kelangsungan pemakaian kontrasepsi hormonal (pil dan suntikan) lebih tinggi 1,7 kali dibandingkan dengan akseptor yang mendapatkan pelayanan keluarga berencana yang berkualitas dengan keputusan bersama dalam menggunakan alat/cara KB (p-value = 0,008) setelah dikontrol oleh kesamaan keinginan anak antara suami dan isteri, jumlah anak dan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan pemberi pelayanan (provider) yang mampu melayani kebutuhan KB dan kesehatan reproduksi laki-laki dan perempuan yang meliputi pelayanan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) serta pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang dapat memenuhi kebutuhan perempuan dan laki-laki, yaitu pelayanan Komunikasi Interpersonal (KIP)/konseling dan pelayanan medis berkaitan dengan KB dan kesehatan reproduksi. ......The high percentage using of hormonal contraceptives (pills and injections) are not followed by a high rate of survival. The drop out rate for the method of pill use rose from 32% (IDHS 2002-2003) to 39% (IDHS 2007). Meanwhile, the dropout rate used method of injection also increased from 18% (IDHS 2002-2003) to 23% (IDHS 2007). Quality of family planning services is one of the important element in achieving contraceptive use long-lasting (sustainable). The element is information given to clients and recontact and follow-up mechanisms. This study uses a descriptive analytic with cross sectional approach were analyzed using survival analysis. Based on the results of the study there is a relationship between the quality of family planning services with continuity of use of hormonal contraceptives (pills and injections) (p-value = 0.000) and there is interaction between the quality of family planning services with decisions using of tools/methods of family planning and the interaction between the quality of family planning services with the desire for more children. The conclusions in this study is acceptors are getting a qualified family planning services by husband decision maker and others to using tools/methods of family planning has failed to maintain the continuity of risk for using hormonal contraceptives (pills and injections) 1,7 times higher than the acceptors who received family planning services qualified by a joint decision to using tools/methods of family planning (p-value = 0.008) after controlled by a common wishes of children between husband and wife, number of children and side effects. Therefore required provider which capable of serving the needs of family planning and reproductive health of men and women includes IEC (Information, Education and Communication) service as well as family planning and reproductive health services that can meet the needs of women and men, Interpersonal Communication (IPC)/counseling and medical services related to family planning and reproductive health.
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Benita Novitasari Priyanto
Abstrak :
ABSTRACT
Latar Belakang: Beberapa penelitian sebelumnya terkait penggunaan kontrasepsi hormonal suntik jangka pendek yang mengandung hormon estrogen dan progesteron memiliki pengaruh pada rongga mulut khususnya kualitas dan kuantitas saliva. Tujuan: Menganalisis pengaruh lama pemakaian kontrasepsi hormonal suntik jenis Depot-Medorxyprogesterone Acetate (DMPA) terhadap laju alir dan kapasitas bufer saliva terstimulasi Metode: Penelitian ini dilakukan pada 80 wanita berusia 20-35 tahun yang dibagi menjadi 3 kelompok pemakai kontrasepsi suntik DMPA berdasarkan lama pemakaian yaitu 12-23 bulan, 24-35 bulan dan 36-60 bulan serta 1 kelompok non pengguna (kontrol) dengan jumlah 20 subjek pada setiap kelompok. Pengukuran laju alir dan kapasitas bufer saliva terstimulasi subjek dilakukan dengan GC saliva buffer check kit. Hasil penelitian: Tidak terdapat perbedaan bermakna (p > 0,05) laju alir dan kapasitas bufer saliva terstimulasi antara kelompok non pemakai dan kelompok pemakai, maupun antar kelompok pemakai dengan durasi yang berbeda. Namun, bila dilihat berdasarkan nilai rata rata terdapat sedikit kenaikan laju alir dan kapasitas bufer saliva terstimulasi pada ketiga kelompok pemakai jika masing masing dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh lama pemakaian kontrasepsi suntik hormonal DMPA terhadap laju alir dan kapasitas bufer saliva terstimulasi. 
ABSTRACT
Background: The previous studies regarding short-term hormonal contraceptive injection that consist of estrogen and progesterone have oral manifestation especially to quality and quantity of saliva Objectives: To analyze the effects of hormonal contraceptive injection Depot Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) usage duration to flow rate and buffer capacity of stimulated saliva. Methods: Study was conducted on 80 females aged 20-35 years that were divided into 3 groups of contraceptive users with different duration of usage that were 12-23 months, 24-35 months and 30-60 months, and a group of non-contraceptive users, each group consist of 20 subjects. The measurements of saliva flow rate and buffer capacity were done using GC saliva buffer check kit. Results: There were no significant difference (p > 0,05) of flow rate and buffer capacity of stimulated saliva between groups of contraceptive users and group of non-users as well as between groups of users with different length of duration. However, the mean value of both flow rate and buffer capacity slightly increase in 3 groups of contraceptive users if each were compared to group of non-users Conclusion: There were no effects of hormonalcontraceptive injection DMPA usage duration to flow rate and buffer capacity of stimulated saliva. 
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ismiratul Maulida
Abstrak :
ABSTRACT
Pada pemakaian kontrasepsi hormonal suntik Depot Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) dapat menyebabkan kenaikan hormon tubuh. Hal ini dapat mempengaruhi saliva di rongga mulut yang merupakan salah satu indikator faktor resiko terjadinya karies gigi. Pemeriksaan pH dan viskositas saliva tidak terstimulasi dapat digunakan untuk menilai risiko karies individu. Pada beberapa penelitian, pemakaian DMPA menunjukkan terjadinya efek samping pada tubuh dan rongga mulut. Pemakaian DMPA dapat menimbulkan amenorea dan penurunan densitas tulang. Selain itu ketidakseimbangan hormon pada pemakaian DMPA juga mempengaruhi pH dan viskositas saliva. Tujuan: Menganalisis pengaruh lama pemakaian kontrasepsi hormonal suntik DMPA terhadap pH dan viskositas saliva tidak terstimulasi. Metode: Saliva tidak terstimulasi pada subjek pemakai kontrasepsi hormonal suntik DMPA dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu pemakaian selama 12-23 bulan, 24-35 bulan, dan 36-60 bulan, dan subjek non pemakai kontrasepsi dikumpulkan dan langsung diukur nilai pH dengan menggunakan kertas lakmus merk GC dan nilai viskositas dengan viskometer Oswald. Hasil: Tidak terdapat perbedaan bermakna (p>0,05) nilai pH dan viskositas saliva tidak terstimulasi antara kelompok uji dan kelompok kontrol. Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh lama pemakaian kontrasepsi hormonal suntik DMPA terhadap pH dan viskositas saliva tidak terstimulasi.
ABSTRACT
The use of hormonal contraceptive injection Depot Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) increasing the hormonal productivity. This can affect saliva in the oral cavity, which is one of the indicator of risk factors for dental caries. Examination of pH and viscosity of unstimulated saliva can be used to assess the risk of individual caries. In several studies, the use of DMPA showed the occurrence of side effects on the body and oral cavity. Use of DMPA can cause amenorrhea and reduce bone density. In addition, hormonal imbalances in the use of DMPA also affect the pH and viscosity of saliva. Objective: To analyze the effect of usage duration of hormonal contraceptive injection DMPA on pH and viscosity of unstimulated saliva. Method: Unstimulated saliva in hormonal contraceptive injection DMPA subjects with used duration of 12-23 months, 24-35 months, and 36-60 months, and non-contraceptive were collected and measured directly by using GC pH indicator paper and Oswald viscometer. Results: There were no significant differences (p > 0.05) value of pH and viscosity of unstimulated saliva between the test groups and control group. Conclusion: There were no effects of duration of usage hormonal contraceptive injection DMPA on the pH and viscosity of unstimulated saliva.
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library