Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rizky Mutiara Mahani
Abstrak :
ABSTRAK
Praktek kerja Profesi Apoteker PKPA di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita bertujuan agar mahasiswa profesi apoteker memahami peran, fungsi, dan tanggung jawab Apoteker Rumah Sakit serta dapat membandingkan teori yang telah di dapat dengan praktik pelayanan kefarmasian di lapangan. Apoteker di Rumah sakit memiliki dua fungsi utama yaitu manajerial dan pelayanan farmasi klinik. Tugas khusus yang diberikan berjudul Analisis Drug Related Problem pada Bayi Prematur D di Ruang NICU RSAB Harapan Kita dengan Diagnosis Patent Ductus Arteriosus. Tugas Khusus ini bertujuan mengetahui masalah-masalah terkait obat yang terjadi pada pasien NICU RSAB Harapan Kita.
ABSTRACT
Pharmacist internship program at Harapan Kita Women and Children rsquo s Hospital was aimed to make pharmacist student understand the role, function, and responsibility of the Hospital Pharmacist and can compare the theory with the practice of pharmaceutical service in the real. The pharmacist at the hospital has two main functions managerial and clinical pharmacy service. The Special task given titled Analysis of Drug Related Problem on Premature Baby D in NICU RSAB Harapan Kita with Diagnosis of Patent Ductus Arteriosus. This special task aims to find out the drug related problems that occurred in patient NICU at RSAB Harapan Kita.
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2017
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Celina Azhura Harmen
Abstrak :
Duktus arteriosus persisten adalah penyakit jantung bawaan yang terjadi ketika duktus arteriosus gagal menutup tepat waktu. Beberapa faktor termasuk usia prematur, berat badan lahir rendah, sindrom genetik, usia ibu selama kehamilan, diabetes ibu, merokok orang tua dikatakan sebagai faktor risiko duktus arteriosus persisten. Untuk profil klinis, beberapa penelitian telah menunjukkan jenis kelamin, kelompok usia, keluhan utama, komplikasi, dan manajemen duktus arteriosus persisten terisolasi yang umum ditemukan. Namun, informasi faktor risiko dan profil klinis pasien duktus arteriosus persisten terisolasi di RS Cipto Mangunkusumo masih belum jelas, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mencari tahu informasi tersebut. Metode: Studi potong lintang ini dilakukan dengan melibatkan 39 pasien duktus arteriosus persisten yang diisolasi dan 39 pasien kontrol dari RS Cipto Mangunkusumo pada tahun 2020. Setelah dilakukan simple random number sampling, data dikumpulkan dari rekam medis dan/atau melalui wawancara pasien. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) versi 24 untuk Mac. Analisis asosiasi variabel diselidiki menggunakan Pearson Chi-squared Test, Fisher’s Exact Test, and Kruskal-Wallis Test. Hasil: Profil pasien duktus arteriosus persisten terisolasi memiliki beberapa perbedaan dengan kelompok kontrol. Untuk faktor risiko, kelahiran prematur (p=0,003), berat badan lahir rendah (p=0,01), dan adanya sindrom genetik (p=0,013) dikonfirmasi sebagai faktor risiko duktus arteriosus persisten terisolasi pada populasi ini. Namun, riwayat merokok ibu selama kehamilan (p=0,494), usia ibu saat hamil (p=0,349), ayah yang merokok (p=0,364), dan diabetes ibu (p=1,00) tidak terbukti meningkatkan risiko duktus arteriosus persisten terisolasi dalam populasi ini. Kesimpulan: Studi ini mengungkapkan hubungan yang signifikan antara kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan sindrom genetik dengan duktus arteriosus persisten terisolasi. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan secara luas profil klinis pasien duktus arteriosus persisten terisolasi pada populasi ini. Namun, penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk membangun bukti yang lebih kuat dan untuk mengeksplorasi faktor risiko yang tidak dapat dianalisis dalam penelitian ini dan penelitian lebih lanjut harus menggunakan populasi yang lebih besar untuk menghasilkan data profil pasien yang lebih baik. ......Introduction: Patent ductus arteriosus (PDA) is a congenital heart disease that happens when the ductus arteriosus fail to close in a timely manner. Several factors including premature age, low birth weight, genetic syndrome, maternal age during pregnancy, maternal diabetes, parental smoking are said to be the risk factors of patent ductus arteriosus. For clinical profile, several studies have shown the commonly found gender, age group, main complains, complications, and managements of isolated PDA. However, the information for risk factors and the clinical profile of isolated PDA patients in Cipto Mangunkusumo Hospital is still unclear, thus a study is needed to explore these information. Method: This cross-sectional study was conducted involving 39 isolated PDA patients and 39 control patients from Cipto Mangunkusumo Hospital in 2020. After a simple random number sampling, data were gathered from the medical records and/or through patient interview. Next, the data were analyzed using the Statistical Package for Social Sciences (SPSS) version 24 for Mac. Analysis of association of the variables were investigated using the Pearson Chi-squared Test, Fisher’s Exact Test, and Kruskal-Wallis Test. Results: The profile of isolated PDA patients have several differences with the control group. For the risk factors, preterm birth (p=0.003), low birth weight(p=0.01), and presence of genetic syndrome(p=0.013) are confirmed as the risk factors of isolated PDA in this population. However, maternal smoking history during pregnancy (p=0.494), maternal age during pregnancy (p=0.349), paternal smoking (p=0.364), and maternal diabetes (p=1.00) weren’t proven to increase the risk for isolated PDA in this population. Conclusion: This study revealed significant association between preterm birth, low birth weight, and genetic syndrome with isolated PDA. In addition, this study also explained extensively the clinical profiles of isolated PDA patients in this population. However, further studies are recommended to establish stronger evidence and to explore risk factors that couldn’t be analyzed in this study and more studies should use bigger population to yield a better patient profile data.
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library