Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 23 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Neneng D. Nurman
"Aset yang paling berharga bagi perusahaan adalah tenaga kerja
karena itu perlu sekali penjngkatan kesejahteraan bagi tenaga kexja
beserta keluarganya rnelalui program jaminan asuransi kesehatan.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi kedolcteran akan mempengaruhi kebutuhan rnasyarakat
dalam pelayanan kesehatan
Salah satu kinerja yang harus ditingkatkan adalah kemampuan
manajemen dalam memberikan polayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Bc-zkasi_ Mutu pelayanan rumah salcit mempunyai 2
(dna) komponen, yaitu pemenuhan terhadap standar mutu yang telah
ditetapkan dan pemenuhan akan kepuasan pelanggan. Menuju era
globalisasi dimana persaingan akan lebih terbuka, maka industri
pelayanan kesehatan hams mampu membah paradigma dalam
memberikan pelayanan kesehatan. Rumah saldt harus memberikan
pelayanan yang berfokus pada lcepuasan pelanggan. Saat ini belum
ada alat ulcur yang baku untuk mengukur kepuasan pelanggan
terhadap mutu pelayanan rumah sakit.
Penelitian ini berlujuan untuk fnencoba rnenerapkan Metode
Servqual yang merupakan alat ukur kepuasan pelanggan yang
berkaitan dengan mutu pelayanan jasa di Rumah Sakit Umum Daerah
Bekasi. Penelitian ini rnerupakan penelitian survei, dilalcsarlakan
terhadap sampel sebanyak 358 orang selama 'I minggu. Variabel
pada penelitian ini meliputi variabc-I mutu pelayanan yang tercakup
dalam kelima djmensi sewqual, yailu tangible, responsivenest
reliabmty, assurance, dan emphaty. Sedang variabel kepuasan adalah
melipud harapan dan persepsi responden. dimana tjngkat kepuasan
dihitung berdasarkan ke senjangan nilai antara keduanya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 90% dari pasien
merasa puas dengan pelayanan di rumah salcit. Penelitian ini
membuktikan bahwa metode servqual dapat digunakan dan efektif
untuk diterapkan di nlmah sakit unfuk mengukur kepuasan pasien
terhadap mum pelayanan.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk
perbaikan-perbaikan baik dari rumah salcit rnaupun dari pemberi
jamman atau program administrasi sehingga didapatkan hasil yang
optimal.

Abstract
The most valuable asset of a company its workers. More and more
companie providing health beneiits, directly or through health
insurance. In addition the development of sience and medical
technology has intluenced the need for health care and health
insurance.
In response to the growing needs for health insurance. RSUD
Bekasi mast improve service to increase consumer satisfaction.
Quality of care in hospital has two components, the fulfilment to
medical standards and meeting customer satisfaction at present, there is no standard instrument in Indonesia to measure c1ient's
satisfaction as part of the quality of service provided.
'I?his study aimed at evaluating customer satisfaction on
outpatients at RSUD Bekasi using Servqual method. A survey method
was used to collect data. there were 358 outpatients, interviewed
during seven weeks period. using servqual questions. Quality of care
was examined in 5 dimensions : tangible, responsiveness, reliability,
assurance and emphaty. Satisfaction was measured by calculating in
the score of the gap between clients expectation and clients
judgemen before and aiter the care was received.
The result, showed that in all dimensions the mayority 90% of
patients satisiied with the services. The study also showed that the
servqual method could be used etfectively to identify patient's
satisfaction.
This study hopefully can be used to improve hospital services
as well as the insurance services to optimize program perfomance."
Universitas Indonesia, 2000
T5073
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Army Ristiafeny
"Waktu antrean lebih dari satu jam sebanyak 47% dialami oleh poliklinik spesialis RSB 'X'. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran model antrean awal dan mengembangkan model antrean baru menggunakan simulasi antrean. Rancangan penelitian adalah potong lintang dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Waktu pelayanan, jumlah petugas, pola kedatangan diamati dan dianalisis.
Hasil penelitian adalah waktu pelayanan pasien bagian rekam medis memiliki hubungan bermakna dengan waktu tunggu. Waktu tunggu pasien 86,77 menit. Berdasarkan simulasi, utilisasi petugas rekam medis melebihi nilai optimal. Usulan pengembangan model antrean dibuat berdasarkan jumlah petugas dan waktu pelayanan rekam medis. Manajemen RSB 'X' memilih usulan menggunakan modifikasi model antrean awal.
......About 47% of queuing time for more than one hour are happened in outpatient clinic specialist at 'X' Maternity Hospital. The purpose of this research is to obtain the characteristics of the existing queuing model and to develop the new queing models with queuing simulation. Cross sectional research design is used using mixed method. Service time, server and arrival pattern were observed and analized.
The result of this study are that service time on medical record stage has significant connection with total waiting time. The mean of waiting time were 86,77 minutes. Based on queuing simulation, the utility of the server on medical record stage has reached above optimal line. The proposed queuing model is developed based on the number of server and service time on medical record stage. The management from 'X' Maternity Hospital has choosed to use existing queuing model with modification on the model."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
T33092
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Esde Dianusana Etieka
"Dalam penatalaksanaan diare non spesifik sering terjadi ketidaktepatan pengobatan seperti pemakaian antibiotika. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pola dan biaya penggunaan antibiotika pada pasien rawat jalan diare non spesifik balita ini dilaksanakan di puskesmas MTBS dan non-MTBS di wilayah Kota Tangerang Selatan tahun 2012.
Rerata item obat per resep, persentase pemberian oralit dan persentase resep mengandung antibiotika pada puskesmas MTBS berturut ? turut adalah 3,18 item, 89,53% dan 25,43%. Pada puskesmas non-MTBS adalah 3,33 item, 60,11% dan 62,84%. Pola peresepan berhubungan dengan biaya obat pada kedua puskesmas, sementara faktor penjamin tidak berhubungan. Penatalaksanaan MTBS di puskesmas mendorong rasionalitas penggunaan antibiotika.

In the management of non-specific diarrhea, frequently found inaccuracy of treatment such as the use of antibiotics. The research aims to determine the patterns and costs of antibiotic used in the toddler outpatient of non-specific diarrhea. It was conducted in IMCI and non-IMCI health centers in South Tangerang City in 2012.
The mean drug items per prescription, percentage of ORS and the percentage of prescriptions containing antibiotics in IMCI health centers were 3.18 item, 89.53% and 25.43%. In the non-IMCI health centers the figures were 3.33, 60.11% and 62.84%. Prescribing pattern was associated with the cost of drugs in both health centers, while source of payment was unrelated. IMCI management in health centers encourages rational antibiotics use."
Depok: Universitas Indonesia, 2013
T36759
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nitish Basant Adnani
"Anemia merupakan salah satu kelainan hematologi yang paling sering ditemukan, baik secara global maupun di Indonesia, yang membuatnya menjadi suatu masalah kesehatan masyarakat yang penting untuk dipelajari. Banyak faktor yang diduga terkait dengan prevalensi anemia pada masyarakat, dan dua dari ini adalah usia dan jenis kelamin. Tetapi, pada saat ini terdapat hanya sedikit literatur yang melaporkan proporsi anemia pada fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia, dan juga kaitannya dengan usia dan jenis kelamin. Untuk studi ini, data yang mencakup usia pasien, jenis kelamin, kadar hemoglobin, dan parameter hematologi lainnya didapatkan untuk bulan Maret 2011. Setelah itu, 3,799 pasien didapatkan memenuhi kriteria inklusi, dimana 1,766 dari pasien tersebut dikategorikan sebagai penderita anemia, sebanyak 46.5% dari populasi studi. Pada analisis ditemukan usia median pasien yang menderita anemia adalah 48.0 tahun, sedangkan usia median pasien yang tidak menderita anemia adalah 43.0 tahun (p = 0.002). Prevalensi anemia pada pasien wanita didapat sebanyak 51.1%, sedangkan pada pasien pria didapat sebanyak 39.8% (p < 0.001). Hasil yang didapat sesuai dengan literatur yang ditemukan yang menjelaskan bahwa kelompok demografik tertentu lebih cenderung untuk menderita anemia. Dengan didapatnya hasil dari studi ini, diharapkan bahwa klinisi dapat mempertimbangkan kelompok demografik yang lebih cenderung untuk menderita anemia dan menerapkan strategi manajemen yang tepat.

Anemia merupakan salah satu kelainan Anemia has been established as one of the most prevalent hematological disorders, both globally as well as in Indonesia, making it an important public health issue. A plethora of factors have been potentially linked to anemia, and recent evidence suggests that age and gender are among these. In spite of this, there is limited evidence for the proportion of anemia in a hospital setting in Indonesia, as well as its association with age and gender. For this study, the data on patient age, gender, hemoglobin level, and other hematologic parameters was obtained for the period of March 2011. Following that, 3,799 subjects fulfilled the inclusion criteria and were included in the analysis, among which 1,766 subjects were found to have anemia, corresponding to 46.5% of the study population. The median age of the anemic patients was 48.0 years old while that of the non-anemic patients was 43.0 years old (p = 0.002). A higher occurrence of anemia was found among the female population group compared to that in the male population group, with percentages of anemic patients being 51.1% and 38.9% respectively (p < 0.001). These results support previous findings that certain demographic groups are more prone to develop anemia compared to others with respect to age and gender. Following this study, it is hoped that clinicians will consider population groups that are at risk for anemia and provide appropriate management strategies."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ella Ayu Septia Mustika
"Hipertensi menyebabkan 9,4 juta kematian/tahun di dunia. Prevalensi hipertensi di UPT Puskesmas Kecamatan Beji tahun 2016 di peringkat kedua dengan jumlah total kasus baru sebanyak 5.406 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kasus hipertensi pada pasien rawat jalan di UPT Puskesmas Kecamatan Beji Tahun 2017 ditinjau dari faktor risiko usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi dalam keluarga, pekerjaan, status gizi, kadar kolesterol total dan kadar trigliserida. Penelitian menggunakan desain potong lintang, menggunakan data sekunder berupa rekam medis. Populasi penelitian sebesar 1.198 pasien. Kriteria inklusi yaitu pasien rawat jalan di UPT Puskesmas Beji, berusia >18 tahun dan telah didiagnosa hipertensi. Kriteria eksklusi yaitu pasien yang dengan kunjungan ulang, tidak memenuhi variabel yang diteliti. Sampel penelitian sebesar 97 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,58 pasien kategori hipertensi stadium2. Prevalensi tertinggi pada usia 50-59 tahun yaitu 39,18 . 70,10 pasien berjenis kelamin perempuan. 78,35 pasien tidak bekerja, 53,61 memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga, 39,20 pasien obesitas, 61,86 memiliki kadar kolesterol >200 mg/dL, dan 63,92 memiliki kadar trigliserida normal. Kesimpulan pada penelitian adalah sebagian besar pasien kategori hipertensi stadium 2, perempuan, memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga, tidak bekerja, kadar kolesterol total di atas batas normal, namun kadar trigliserida normal. Prevalensi hipertensi naik seiring peningkatan usia.
......
Hypertension causes 9.4 million deaths year in the world. Prevalence of hypertension in Beji District Primary Health Care 2016 is second ranked with total number of new cases as 5,406 cases. The purpose of this study is to depict hypertension cases of outpatients based on age, sex, family hypertension, occupational, nutritional status, total cholesterol and triglyceride levels. The study was cross sectional, using secondary data of oupatient rsquo s medical record. Population of study was 1,198 patients. Inclusion criteria were outpatients of Beji District Primary Health Care, 18 years old and being diagnosed with hypertension. Exclusion criteria are patients who revisit, did not meet the variables studied. Sample was 97 patients. Results showed that 52.58 patients are on hypertension stage 2. Prevalence at age 50 59 years is 39.18 . 70.10 of patients are female. 78.35 of patients were unemployee, 53.61 had a family history of hypertension, 39.20 patients obesity, 61.86 had cholesterol 200 mg dL, and 63.92 had normal triglyceride levels. The conclusion was that most patients in the category of hypertension stage 2, women, had a family history of hypertension, unemployee, total cholesterol levels above normal, but normal triglyceride levels. The prevalence of hypertension increases with age."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2017
S67224
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irma Savitri
"Anemia adalah masalah kesehatan yang mendunia. Salah satu jenis anemia adalah anemia makrositik, dimana ukuran sel darah merah lebih besar dari normal. Anemia makrositik diklasifikasikan menjadi anemia megaloblastik dan non-megaloblastik. Penyebab utama anemia megaloblastik adalah defisiensi folat dan vitamin B12. Hingga saat ini, prevalensi anemia makrositik di Indonesia belum diketahui.
Penelitian ini memiliki desain potong lintang dan bertujuan untuk mencari prevalensi anemia makrositik pada pasien anemia yang berobat rawat jalan dan hubungannya dengan usia dan jenis kelamin. Data sekunder tentang profil hematologi pasien rawat jalan bulan Mei 2011 diambil dari laboratorium pusat RSCM. Proporsi anemia makrositik adalah 6.5% pada pasien rawat jalan dan 14% pada pasien rawat jalan yang anemia.
Terdapat perbedaan umur yang bermakna (p=0) antara pasien anemia makrositik dibandingkan dengan yang tidak anemia makrositik. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara pria dan wanita (p=0.47), namun ketika analisis dilakukan pada pasien dengan anemia saja wanita memiliki risiko lebih rendah (p=0.004, OR wanita/pria 0.67, 95% CI 0.51-0.88).
Penelitian ini dapat menjadi langkah awal untuk penelitian lanjutan dengan metodologi dan analisis yang lebih akurat dan dapat memberikan data tentang gambaran hematologi bagi klinisi untuk diingat dan dipertimbangkan dalam menangani pasien dengan lebih komprehensif.

Anemia is a worldwide health problem. One of the subtype of anemia is macrocytic anemia, characterized by a large cell size. Macrocytic anemia can be divided into megaloblastic and non-megaloblastic anemia, with folate and vitamin B12 deficiency as the primary cause of megaloblastic anemia. To date, data regarding prevalence of macrocytic anemia is still lacking.
This is a cross-sectional study that aims to find out the prevalence of macrocytic anemia among anemic outpatients and its association with age and gender, using laboratory data of outpatients of Cipto Mangunkusumo Hospital coming in March 2011. Our result showed that macrocytic anemia account for 6.5% among all outpatients and 14% among anemic outpatients.
There is a significant difference of age between patients with and without macrocytic anemia. Among all outpatients, the proportion of macrocytic anemia did not differ significantly between male and female, however in the subgroup analysis of anemic patients, female had a significantly lower odds of macrocytic anemia (p=0.004, OR female/male 0.67, 95% CI 0.51-0.88).
We suggest that this study can be continued in the future with a more robust design. Our result provides a portrayal of hematologic profile for clinicians to take into account in order to improve the quality of care for the patients.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Himala Azzahra Putri
"Waktu tunggu pasien Rawat Jalan Reguler RSUP Fatmawati masih melebihi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu le; 60 menit. Waktu tunggu menjadi faktor yang menyebabkan ketidakpuasan pasien pada pelayanan pasien rawat jalan. Pada bulan Desember tahun 2016, RSUP Fatmawati membuka pelayanan rawat jalan eksekutif bagi pasien BPJS di Instalasi Griya Husada. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator yang paling penting dan luas dalam mengukur kualitas dan hasil dari pelayanan kesehatan.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui determinan faktor kepuasan pasien BPJS pada pelayanan rawat jalan eksekutif di Instalasi Griya Husada RSUP Fatmawati. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan data melalui penyebaran kuesioner skala likert kepada 100 orang responden.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 95 pasien BPJS yang merasa puas pada pelayanan rawat jalan eksekutif di Instalasi Griya Husada RSUP Fatmawati. Adapun faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah tangibles OR=11,2 dan nilai p=0,024. Oleh sebab itu, rumah sakit disarankan untuk melakukan perbaikan terhadap sarana dan prasarana yang ada di pelayanan rawat jalan eksekutif.
......Waiting times on regular outpatient at Fatmawati Central Hospital still exceeds minimun healthcare service standard le 60 minute . Waiting times can becontributing factor influence outpatient dissatisfaction. In December 2016, Fatmawati Central Hospital opened excevutive outpaient for BPJS patients. Patient satisfaction can be one of the indicators for measurement health care service and evaluation.
The purpose of this research is to know determinant factor on BPJS patient satisfaction in Griya Husada executive outpatient at Fatmawati Central Hospital 2018. This research uses cross sectional design with questionnare based on likert scale from 100 respondent.
The result shows that patient satisfaction on BPJS patient is 95. Factor that influence patient satisfaction is tangibles OR 11,2 and p value 0,024 . Therefore, it is important for Fatmawati Central Hospital to improve in facilities and infrastructure in executive outpatient. "
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Febrian Yustika Putra
"ABSTRAK
Penelitian ini menguji hubungan karakteristik perusahaan dan isi MOU dengan pihak Rumah
Sakit Umum Daerah Pasar Rebo terhadap kesesuaian waktu pembayaran tagihan piutang
terhadap jatuh tempo yang telah ditentukan. Studi ini menggunakan
terhadap data tagihan piutang di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo. Hasil penelitian
menunjukkan variabel karakteristik perusahaan (pencantuman paket manfaat pelayanan RS,
jenis kepemilikan perusahaan, jenis partisipasi bisnis perusahaan dan pada bidang usaha
perusahaan) berhubungan dengan kesesuaian waktu pembayaran tagihan piutang. Sedangkan
hasil penelitian yang berasal dari variabel isi MOU (kelengkapan syarat-syarat penagihan, ada
tidaknya uang muka pada MOU, jatuh tempo pembayaran, dan batas waktu penagihan) juga
berhubungan dengan kesesuaian waktu pembayaran tagihan piutang.

ABSTRACT
This Research Examined the Relationship Characteristics of Companies and Content MOU
with the Regional Hospital Pasar Rebo to the Conformity of the Corporate Guarantee
Payment of Bills Receivable Against Payment due Date Specified. This Research uses Cross
Sectional Design of Corporate Collateral Receivable Billing Data in Local Public Hospital
Pasar Rebo. The Results Showed Variable Characteristics of the Company (the Inclusions of
Hospital Services Benefits Package, Type of Business Enterprise Participation, and the
company?s line of business) are Associated with the suitability of the payment of bills
receivable. While the Research Results Derived From the Contents of the MOU variable
(Completeness of the Terms of Billing, presence or Absence of an Advance on the MOU, the
Maturity Payment and Billing Time Limit) is also Related to the Suitability of the payment of
Bills Receivable.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S1821
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Vanessa Gozali
"Rumah sakit menyediakan pelayanan kesehatan depo farmasi rawat inap, rawat jalan, dan instalasi gawat darurat. Pemerintah menyelenggarakan program jaminan sosial yang menjamin seluruh masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak seperti BPJS Kesehatan. Pelayanan obat bagi peserta jaminan kesehatan pada fasilitas kesehatan mengikuti pedoman pada Formularium Nasional yang memiliki keterbatasan terkait indikasi, kontraindikasi, jumlah, dan lama pemakaian obat untuk tiap kasusnya. Tujuan penyusunan tugas khusus ini adalah untuk mengetahui kesesuaian peresepan BPJS depo farmasi rawat jalan RSUI dengan Formularium Nasional pada bulan Mei 2023. Metode penelitian ini menggunakan sampel berupa data peresepan BPJS depo farmasi rawat jalan RSUI pada bulan Mei 2023. Hasil jumlah peresepan BPJS depo farmasi rawat jalan RSUI pada bulan Mei 2023 sebesar 10.462 resep dengan jumlah peresepan obat yang sesuai Formularium Nasional sebanyak 7.992 resep (76,39%), dan jumlah peresepan obat yang tidak sesuai Formularium Nasional sebanyak 2.470 resep (23,61%). Hasil peresepan total obat BPJS depo farmasi rawat jalan pada bulan Mei 2023 di RSUI sebesar 188.522 unit dengan total obat yang sesuai Formularium Nasional sebanyak 165.996 unit (88,05%), dan total obat yang tidak sesuai Formularium Nasional sebanyak 22.526 unit (11,95%). Kesimpulan hasil evaluasi data peresepan BPJS depo farmasi rawat jalan RSUI pada bulan Mei 2023, diperoleh bahwa peresepan masih belum mencapai 100% sesuai dengan Formularium Nasional.
......
The hospital provides inpatient, outpatient, and emergency pharmacy health services. The government organizes a social security program that ensures that all people can meet the basic needs of a decent life, such as BPJS Health. Drug services for health insurance participants at health facilities are based on the guidelines in the National Formularium, which have limitations regarding indications, contraindications, quantity, and duration of drug use for each case. The purpose of this assignment is to determine the compability of BPJS prescriptions for RSUI outpatient pharmacies with the National Formulary in May 2023. This research method used a sample in the form of data on BPJS prescriptions for RSUI outpatient pharmacy in May 2023. The results of the number of BPJS prescriptions for outpatient pharmacy RSUI in May 2023 amounted to 10,462 prescriptions, with the number of prescriptions for drugs that were in accordance with the National Formulary being 7,992 prescriptions (76.39%), and the number of prescriptions for drugs that were not in accordance with the National Formularium being 2,470 prescriptions (23.61%). The total prescription results for BPJS outpatient pharmacy drugs in May 2023 at RSUI were 188,522 units, with a total of 165,996 units (88.05%) of drugs that were in accordance with the National Formularium and 22,526 units (11.95%) of drugs that were not in accordance with the National Formularium. The conclusion of the evaluation of BPJS prescribing data at the RSUI outpatient pharmacy in May 2023 was that prescribing still had not reached 100% in accordance with the National Formularium."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Avid Wijaya
"ABSTRAK
Kanker merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu perhatian dunia.
Perbedaan jenis dan stadium kanker mempengaruhi terapi pengobatan seperti operasi,
radiasi, kemoterapi, terapi hormone, terapi kekebalan dan terapi yang ditargetkan. Terapi
yang paling sering dilakukan adalah kemoterapi. Namun secara global, layanan terhadap
manajemen kemoterapi belum maksimal, baik dari intern Rumah Sakit maupun
pelayanan terhadap pasien. Dengan memanfaatkan pesatnya berkembangan teknologi,
maka layanan manajemen kemoterapi berbasis web dan android dapat menjadi solusinya.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sebuah prototipe sistem
informasi manajemen kemoterapi yang berfungsi untuk menentukan jadwal kemoterapi
dan manajemennya yang berbasis web dan android sebagai layanan otomatis bagi
petugas kemoterapi dan pasiennya. Metode pengembangan system yang digunakan yaitu
prototyping yang didalamanya mencakup identifikasi kebutuhan, pembuatan prototipe,
pengujian prototipe, memperbaiki prototipe, dan mengembangkan versi produksi.
Analisis sistem dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan analisis PIECES
(Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, Service). Hasil dari penelitian
ini adalah sebuah prototipe sistem informasi manejemen kemoterapi dengan
menggunakan aplikasi berbasis android maupun web. Aplikasi sistem informasi ini
digunakan antara pasien dengan dokter atau perawat sehingga dapat meningkatkan
pelayanan dan meminimalisir kekhawatiran efek samping yang dirasakan pasien. Jadwal
kemoterapi ditentukan secara otomatis dan pasien akan mendapatkan notifikasi ketika
mendekati jadwal kemoterapi tersebut. Secara keseluruhan, aplikasi ini sangat
bermanfaat bagi pasien dan tenaga kesehatan sehingga pelayanan kemoterapi dapat
terkontrol oleh sistem informasi manajemen ini.

ABSTRACT
Cancer is a non-communicable disease that is one of the world's attentions. Different
types and stages of cancer affect treatment therapies such as surgery, radiation,
chemotherapy, hormone therapy, immune therapy and targeted therapies. While the most
frequent therapy is chemotherapy. But globally, the service to chemotherapy
management has not been maximal, either from internal hospital or patient service. By
leveraging the rapid development of technology, web-based and android-based
chemotherapy management services can be the solution. This study aims to design and
create a prototype chemotherapy management information system that serves to
determine chemotherapy and management schedule based web and android as an
automatic service for chemotherapy officers and patients. The system development
method used is prototyping which includes identification of needs, prototype
manufacture, prototype testing, prototype fixing, and developing production version.
While to identify the system needs done by qualitative method using PIECES analysis
(Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, Service). The result of this
research is a prototype information system of chemotherapy management using android
and web based application. This information system application is used between patients
with doctors or nurses so as to improve services and minimize concerns of perceived side
effects. The chemotherapy schedule is automatically determined and the patient will get
a notification when approaching the chemotherapy schedule. Overall, this application is
very useful for patients and health personnel, so it is expected that chemotherapy services
can be controlled by this management information system."
2018
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>