Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 123 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Budi Untung
Jakarta: Andi, 2011
332BUDH002
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Untung
Jakarta: Andi, 2011
332BUDH001
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Jakarta: Ikatan Pialang Efek Indonesia, 2006
R 332.0415025 DIR
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Arovati Wardani
"Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap prinsip keterbukaan (disclosure) yang merupakan Salah satu standar informasi dari Pasar Modal yang harus ditegakkan dalam menciptakan Pasar Modal yang adil bagi semua pihak. Bagi perusahaan yang telah menawarkan sahamnya di pasar modal (go public) lewat prosedur Initial Public Offering (IPO) diwajibkan untuk menerapkan Prinsip Keterbukaan. Keterbukaan merupakan jiwa dari Pasar Modal di Indonesia yang telah mendapat legalisasi dalam UU no. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal Indonesia.
Keterbukaan fakta material sebagai jiwa pasar modal didasarkan pada keberadaan prinsip keterbukaan yang memungkinkan tersedianya bahan pertimbangan bagi investor, sehingga secara rasional para investor dapat mengambil keputusan untuk melakukan pembelian atau penjualan saham.
Prinsip keterbukaan penting untuk mencegah penipuan (fraud).
Fakta materiel yang disampaikan kepada masyarakat (investor), tidak
memerlukan pembuktian tetapi lebih banyak tergantung informasi
apa yang harus disampaikan. Fungsi keterbukaan untuk mencegah
terjadinya penipuan ini merupakan pendapat yang telah berlangsung
sejak Pasar Modal diperkenalkan di dunia.
Prinsip Keterbukaan merupakan fokus utama dari Pasar Modal, dan UU no. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal telah mengatur pelaksanaan Prinsip Keterbukaan sehingga investor dan pelaku bursa lainnya mempunyai informasi yang cukup dan akurat untuk pengambilan keputusara Namun dernikian, disadari bahwa UU no. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan berbagai aturan pelaksanaannya belum cukup baik dalam memuat ketentuan-ketentuan Prinsip Keterbukaan.
Masih terdapatnya lubang-lubang (loopholes) kelemahan dalam UU no. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal inilah kemudian banyak dimanfaatkan oleh mereka yang tidak beritikad baik. Hal ini
dikarenakan tidak terperincinya standar penentuan fakta material
sangat berpotensi terhadap pelanggaran Prinsip Keterbukaan. Pada
akhirnya, dapat menimbulkan perbuatan curang dalam penjualan
saham dan merugikan investor. Ketentuan standar peraturan fakta
material dan ketentuan perbuatan curang adalah nafas hukum pasar
modal.
Berdasarkan hasil penelitian penulis, sejumlah emiten yang
mendaftarkan perusahaannya di Pasar Modal, telah melakukan
pelanggaran Prinsip Keterbukaan. Sejauh ini, hukuman terhadap
pelanggaran Prinsip Keterbukaan ini adalah denda. Belum ada
pelanggaran Prinsip Keterbukaan di Pasar Modal yang dijatuhi
hukuman kurungan. Hal ini merupakan loopholes yang perlu
dipertimbangkan dalam penerapan pelaksanaan UU No.8 Tahun 1995
tentang Pasar Modal."
Depok: Universitas Indonesia, 2004
T16263
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Theresia Octavia
"Pergerakan Pasar Modal yang semakin dinamis merupakan salah satu faktor positif yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik didukung juga oleh stabilitas politik dan keamanan dalam negeri. Salah satu langkah pendukung yang dilakukan oleh pemerintah dalam mendukung Pasar Modal di Indonesia dengan dikeluarkannya Undang-undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Judul penelitian dalam karya akhir ini, yaitu: "Analisis Kebijakan Dividen Pada Sektor-sektor Industri di Bursa Efek Jakarta Periode 2001 — 2006" dengan sektor industri yang akan dianalisis penulis antara lain sektor Industri Konsumsi, sektor Industri Dasar & Kimia, sektor Industri Properti & Real Estat, sektor industri Mining & Mining Service, sektor Industri Infrastruktur, Utilitas & Transportasi, dan sektor Aneka Industri. Untuk sektor Industri Keuangan seperti Perbankan dan Asuransi tidak dianalisi karena untuk sektor ini memiliki kebijakan sendiri seperti yang berasal dari Bank Indonesia dan Departemen Keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari kebijakan dividen yang akan diambil oleh perusahaan apabila terjadi perubahan pendapatan yang dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan model multinomial logistik. Pertama ditentukan dividend payout ratio dari setiap sektor industri dari tahun 2001 — 2006. Dividend payout ratio ditentukan dengan membagi earning per share dan dividend per share. Untuk melihat kebijakan dividen yang diambil perusahaan-perusahaan dari masing-masing sektor industri, dianalisa dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis, sementara untuk melihat perbedaan antar tahun pada suatu sektor industri dilakukan uji Friedman.
Berdasarkan atas hasil uji Kruskal-Wallis, terjadi perbedaan DPR yang signifikan antara beberapa sektor ditahun 2002, 2003 dan 2006 pada tingkat level signifikansi 5% dan di tahun
2001, 2002, 2003, 2006 pada level signifikansi 10%. Hasil uji Friedman, secam keseluruhan populasi tidak berasal dari suatu blok tahun yang identik. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara DPR di tahun yang satu dengan tahun yang lain. Analisis yang dilakukan untuk menentukan kebijakan dividen yang akan diambil perusahaan dilakukan dengan model multinomial logit. Dividend per share dan earning per share akan dirubah menjadi perubahan dalam dividend per share dan earning per share. Perubahan dalam dividend per share akan dibagi menjadi 4 (empat) bagian, yaitu naik, tidak berubah, turun, dan tidak membagikan dividen. Sedangkan, earning per share akan dibagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu naik, turun dan negatif. Hasil yang ada menunjukkan ketika earning per share naik maka kebijakan dividen yang paling banyak diambil adalah meningkatkan dividend per share diikuti dengan tidak membagikan dividen. Ketika earning per share turun, maka kebijakan dividen yang paling banyak diambil oleh perusahaan-perusahaan di masing-masing sektor industri adalah menurunkan dividend per share lalu tidak membagi dividen diikuti dengan meningkatkan dividen."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T23051
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Herlambang Agung Nugroho
"Keuntungan yang ditawarkan oleh pasar modal menarik banyak pihak untuk ikut terlibat didalamnya. Baik dari individu maupun dari institusi. Hal ini seperti yang terjadi dengan PT Adaro Energy Tbk, dimana mereka berkeinginan untuk masuk kedalam pasar modal dengan upaya mereka melakukan Initial Public Offering yang dilakukan pada pertengahan tahun 2008. Pada perkembangannya, proses IPO Adaro ini mengalami hambatan-hambatan, yang salah satu diantaranya adalah dengan tidak dikeluarkannya pernyataan efektif oleh Bapepam terhadap pernyataan pendaftaran yang dilakukan Adaro. Tindakan ini dilakukan karena ditemukannya kekurangan atas informasi yang dicantumkan didalam prospektus yang diajukan oleh Adaro. Dan seperti yang kita tahu bahwa mekanisme pasar modal sangat bergantung kepada tersediannya informasi, karena harga suatu saham yang diperdagangkan di pasar modal sangat bergantung kepada tersediannya informasi di pasar modal. Untuk menghindari kerugian yang akan dihadapi oleh calon investor yang akan berinvestasi terhadap saham Adaro, maka diperlukan pemahaman mengenai perlindungan hukum terhadap calon investor yang diberikan oleh pasar modal."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2008
T25716
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Badan Otonom Economica BO Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1987
332.041 PAS
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Irfan Iskandar
Jakarta: Djambatan, 2001
332.6 IRF p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>