Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Harits Ghifari
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk resiliensi sosial penduduk asli dalam menghadapi gentrifikasi. Studi terdahulu mengenai gentrifikasi dapat dipetakan ke dalam dua kategori, yaitu studi gentrifikasi pada Global North dan Global South. Kedua peta studi menunjukkan adanya implikasi yang berakibat pada social displacement penduduk asli serta bentuk resistensinya. Namun, studi-studi terdahulu belum membahas mengenai kondisi pasca-gentrifikasi, khususnya berkaitan dengan dinamika hubungan antar aktor yang lebih kompleks. Penelitian ini berargumen bahwa gentrifikasi menciptakan hubungan yang dinamis antara pihak-pihak yang terlibat dimana mereka saling melakukan resiliensi untuk bertahan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang terdiri dari wawancara dan observasi. Informan penelitian terdiri dari kriteria informan berupa penduduk asli, pedagang pasar informal, penduduk perumahan, pengembang, dan pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penduduk asli melakukan bentuk resiliensi sosial yang lebih pasif untuk bertahan terhadap tekanan gentrifikasi. Selain itu, resiliensi sosial yang dilakukan penduduk asli menyebabkan tumbuhnya pasar informal di kawasan Perumahan Griya Bukit Jaya yang menarik berbagai aktor lain untuk hadir di kawasan tersebut. Kondisi tersebut menciptakan hubungan yang dinamis antara pihak-pihak yang terlibat dimana mereka saling melakukan resiliensi berupa negosiasi pasif baik untuk bertahan maupun memperjuangkan posisi mereka, menyebabkan timbulnya bentuk kontra-gentrifikasi.

This study aims to examine the forms of social resilience demonstrated by indigenous inhabitants in response to gentrification. Existing literature on gentrification can be broadly categorized into studies from the Global North and the Global South. Both strands highlight the implications of gentrification, particularly in terms of social displacement and forms of resistance. However, little attention has been given to the post-gentrification phase, especially regarding the increasingly complex interactions among actors. This study argues that gentrification generates dynamic relationships among involved parties, where each actor engages in resilience strategies to persist. This research was conducted using a qualitative approach through a case study in Gunung Putri District, Bogor Regency, which involved in-depth interviews and observations. The research informants were selected based on specific criteria, including indigenous inhabitants, informal sector merchants, residential dwellers, developers, and village government officials. The findings indicate that indigenous inhabitants adopt more passive forms of social resilience to withstand gentrification pressures. Furthermore, the social resilience exhibited by indigenous inhabitants has led to the emergence of an informal market in the Griya Bukit Jaya housing area, attracting various other actors to the area. This condition has generated dynamic relations marked by mutual passive negotiations among actors striving either to persist or to assert their positions, thereby resulting in the emergence of counter-gentrification."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library