Ditemukan 1 dokumen yang sesuai dengan query
Kezia Nathania
"Dalam membentuk sebuah narasi, dibutuhkan aspek waktu dalam menyusun kejadian hingga terbentuk sebuah jalan cerita yang runut. Waktu dihadirkan baik dari ceritanya sendiri, maupun waktu pada dunia. Waktu ini dapat membuat manusia yang mengalami narasi memahami jalan cerita. Aspek waktu yang terdapat dalam sebuah narasi antara lain order, plot, pace, dan durasi. Narasi dapat dihadirkan melalui sebuah ruang, salah satunya narrative environment. Dalam narasi yang meruang, aspek waktu yang dibentuk untuk membentuk sebuah jalan cerita juga dapat membentuk pemahaman terhadap narasi. Aspek waktu ini digunakan untuk menghubungkan kejadian-kejadian pada sebuah narasi sehingga dapat dipahami urutan kejadiannya yang dapat terjadi secara kronologis atau kausal. Hal ini dapat terlihat pada Museum Kebangkitan Nasional. Pada proses mengalami Museum Kebangkitan Nasional, saya melakukan perekaman pada pengalaman saya. Melalui urutan ruang dan narasi yang dihadirkan pada museum ini, hubungan antar kejadian ini membentuk sebuah urutan yang dapat menyadarkan pengguna ruang akan alur dari sebuah narrative environment, yaitu lintasan spasial.
Forming a narrative needs the aspects of time in ordering events to form a coherent storyline. Time in a narrative is presented through the story itself and in the real-time world. Both of the aspects can make people experience the narrative understand the story. Time in narrative includes order, plot, pace, and duration. Narrative can be presented through space, such as the narrative environment. In a spatial narrative, the time formed to form a storyline will also form an understanding of the narrative. This aspect of time is used to connect the events in a narrative. It will create a sequence of events that occur chronologically or causally. It can be seen in Museum Kebangkitan Nasional. In the process of experiencing Museum Kebangkitan Nasional, I made a recording of my experience. Through the sequence of spaces and narratives presented in this museum, the relationship between these events forms a sequence that can awaken the user of space to the plot of a narrative environment, namely the spatial trajectory."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library