Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Arini Nurlela
"Latar Belakang: Populasi lansia di Indonesia terus meningkat. Proses penuaan meningkatkan terjadinya PGK. Data mengenai mortalitas pada pasien lansia yang menjalani inisiasi Hemodialisis (HD) selama perawatan rumah sakit sangat terbatas. Suatu model prediktor dapat menjadi alat bantu dan diharapkan dapat menjadi sarana stratifikasi prognosis dan menjadi pertimbangan pemilihan terapi bagi pasien dan keluarga.
Tujuan. Mengetahui insiden dan prediktor mortalitas pasien lanjut usia yang menjalani Inisiasi HD selama perawatan Rumah Sakit
Metode: Studi kohort retrospektif dengan menelusuri rekam medis pada pasien lansia yang menjalani inisiasi HD di RSCM pada Januari 2018 hingga Desember 2022. Dilakukan analisis survival terhadap variabel usia, jenis kelamin, akses vaskular, kadar hemoglobin, komorbid, status nutrisi, gangguan kesadaran, status fungsional, dan risiko jatuh. Dilakukan analisis Bivariat dengan cox regression.
Hasil: Terdapat 201 subjek diteliti. Mortalitas pasien lansia yang menjalani inisiasi HD selama perawatan rumah sakit sebesar 35,32%. Beberapa faktor prediktor signifikan berpengaruh terhadap mortalitas pasien, meliputi usia ≥ 75 tahun, komorbid, gangguan kesadaran, dan status fungsional. Pada model akhir uji multivariat, ditemukan faktor gangguan kesadaran (HR 5,278, IK 95% 3,163 – 8,805]) yang berpengaruh signifikan terhadap mortalitas pasien.
Kesimpulan: Insiden mortalitas pada pasien lansia yang menjalani inisiasi HD adalah 35,32% dengan faktor prediktor gangguan kesadaran yang berpengaruh signifikan terhadap mortalitas pasien.

Background: Elderly population in Indonesia continue to increase. Aging is known enhance the risk of CKD. Data regarding mortality in elderly patients undergoing Hemodialysis (HD) initiation are very limited. A predictor model will help to stratify prognosis and guide phycisian to make a consideration for selecting therapy for patients.
Aim: To determine incidence and mortality predictors of elderly patients undergoing HD initiation during hospital care
Method: This retrospective cohort study was conducted by reviewing medical records of elderly patients undergoing HD initiation at RSCM from January 2018 to December 2022. Survival analysis was performed on the variables age, sex, vascular access, hemoglobin levels, comorbidities, nutritional status, impaired consciousness, functional status, and risk of falling. Bivariate analysis were performed using the cox regression method.
Results: There was 201 subjects to be studied. The mortality of elderly patients undergoing HD initiation during hospital care was 35,32%. Several significant predictor factors influence patient mortality, including age ≥ 75 years, comorbid, impaired consciousness, and functional status. In the final model of the multivariate test, factors of impaired consciousness (HR 5,278 [CI 3.163 – 8.805]) were found to have a significant effect on patient mortality.
Conclusion: The incidence of mortality in elderly patients undergoing HD initiation was 35,32% with impaired consciousness are significant factors related to mortality during HD initiation.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Estu Rudiktyo
"ABSTRAK
Latar Belakang. Penyakit jantung katup masih banyak ditemui di Indonesia, akan tetapi karena keterbatasan fasilitas kesehatan, banyak pasien yang terlambat mendapatkan intervensi. Keterlambatan intervensi akan mengakibatkan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Beberapa studi besar seperti EuroSCORE dan STS telah mengembangkan model prediksi mortalitas pasca pembedahan katup jantung, akan tetapi sedikit sekali studi terkait yang dilakukan di Indonesia, padahal terdapat perbedaan karakteristik pasien. Studi ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menjadi prediktor kejadian mortalitas di rumah sakit pada pasien yang menjalani pembedahan katup jantung.
Metode. Studi kohort retrospektif dilakukan di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta pada pasien yang menjalani pembedahan katup jantung.
Karakteristik demografi, parameter klinis, data laboratorium, ekokardiografi dan teknis operasi merupakan kategori dari variabel yang dikumpulkan melalui rekam medis dan sistem informasi rumah sakit. Data kemudian diolah dengan analisis multivariat menggunakan metode regresi logistik.
Hasil. Sebanyak 305 sampel berhasil dikumpulkan, dengan 24 diantaranya mengalami kematian (7.9%). Variabel yang berkaitan dengan mortalitas adalah kelas fungsional, riwayat diabetes, endokarditis aktif, riwayat operasi jantung sebelumnya, kadar hemoglobin, TAPSE dan durasi CPB dan jenis operasi. Uji diskriminasi dan kalibrasi dari model menunjukkan hasil yang baik.
Kesimpulan. Beberapa variabel telah diidentifikasi merupakan prediktor mortalitas pasca operasi katup jantung. Informasi ini diharapkan dapat membantu menentukan strategi tatalaksana selama intervensi dan perawatan

ABSTRAK
Background. Valvular heart disease still become one of the leading heart disease in Indonesia. Unfortunately, because of very limited cardiac centres, many patients diagnosed late. Delay in intervention would increase the morbidity and
mortality rate if intervention ultimately performed. Several surgical mortality prediction models such as EuroSCORE and STS had been developed. However, until now, there is no specific mortality risk assessment in our population, despite very different in patients characteristics. Aim of this study is to identify risk factors to predict in-hospital mortality in patient underwent heart valve surgery Methods. A retrospective cohort study, done in National Cardiovascular Center Harapan Kita, Jakarta in patients underwent heart valve surgery. Categories for data obtained was basic characteristics, clinical examinations, echocardiography and operation procedure. Statistical analysis was done using multivariat analysis using logistic regression method.
Result. 305 subjects fit the inclusion and exclusion criteria. Mortality event occured in 24 patients (7.9%). The variables are functional class III or IV, diabetes, active endocarditis, previous open heart surgery, hemoglobin level, TAPSE, CPB time and type of operation. Calibration and discrimination test of prediction model shows good result.
Conclusion. Several variables has been identified as predictor of in-hospital mortality after heart valve surgery. These information are expected to be helpful in deciding intervention and treatment strategies."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mokoagow, Muhammad Ikhsan
"Latar Belakang: Coronavirus Disease-2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 merupakan masalah kesehatan global dan saat ini case fatality rate COVID- 19 di Indonesia melebihi angka global. Komorbiditas berkontribusi terhadap luaran klinis yang buruk. Pasien COVID-19 dengan Diabetes melitus (DM) berisiko mengalami luaran buruk akibat interaksi dari kerentanan terhadap infeksi, adanya komplikasi menahun dan komorbiditas penyerta. Penelitian terkait hubungan DM pada pasien COVID-19 dengan perawatan intensif dan mortalitas saat perawatan di Indonesia masih terbatas. Di samping itu, parameter laboratorium yang dapat memprediksi luaran tersebut layak untuk diteliti. Tujuan: Mengetahui hubungan DM pada pasien COVID-19 terkonfirmasi dengan kejadian perawatan intensif dan mortalitas, serta mengetahui performa/kemampuan dari CRP, LDH, feritin, d-dimer, NLR, MLR, dan glukosa darah sewaktu pada pasien DM dalam memprediksi kejadian perawatan intensif atau kematian. Metode: Penelitian ini merupakan suatu kohort retrospektif yang mengambil seluruh pasien COVID-19 yang dirawat di RSUP Fatmawati selama kurun waktu Maret hingga Oktober 2020. Kriteria inklusi adalah pasien COVID-19 terkonfirmasi yang berusia 18 tahun ke atas dan kriteria eksklusi adalah data rekam medis tidak lengkap dan pasien sedang hamil serta pasien yang langsung masuk perawatan dieksklusi untuk analisis kejadian perawatan intensif. Hasil: Sebanyak 506 subjek diikutsertakan dengan median usia 51 tahun (IQR:22), perempuan (56,32%), komorbiditas terbanyak adalah hipertensi (30,80%), DM (28,46%), dan penyakit ginjal kronik (24,20%), Pada kelompok DM, proporsi usia lanjut, laki-laki, komorbiditas, median kadar glukosa darah, CRP, Feritin, d-dimer, dan LDH lebih tinggi. DM meningkatkan kejadian perawatan intensif dengan OR adjusted sebesar 2,57 (95%CI:1,08-6,12). Proporsi mortalitas saat perawatan pada kelompok DM lebih tinggi (45,14% vs. 20,72%). DM meningkatkan mortalitas dengan OR adjusted sebesar 2,50 (95%CI:1,61-3,89). Dalam memprediksi perawatan intensif, hanya parameter NLR yang memiliki performa yang baik (sensitivitas 0,709 dan spesifisitas sebesar 0.804). Sementara itu terkait dengan prediksi mortalitas, seluruh parameter laboratorium yang dinilai tidak memiliki performa yang baik. Simpulan: Diabetes melitus meningkatkan kejadian perawatan intensif dan kematian pada pasien COVID-19 terkonfirmasi dalam perawatan di rumah sakit. Parameter NLR memiliki performa yang baik dalam memprediksi terjadinya perawatan intensif namun seluruh parameter laboratorium dalam penelitian ini tidak memiliki performa yang baik dalam memprediksi mortalitas.

Background: Coronavirus Disease-2019 (COVID-19) caused by SARS-CoV-2 virus has emerged as global health problem dan currently its case fatality rate in Indonesia exceeded the global rate. Presence of comorbidity contribute to poor clinical outcome. COVID-19 patients with diabetes is at risk of developing poor outcome during hospitalization. Study related to diabetes in COVID-19 patients and intensive care admission and in-hospital mortality in Indonesia is limited at present. Moreover, identifying potential laboratory parameters to predict unfavourable outcome merits investigations. Objectives: This study aims to determine association between diabetes in confirmed cases of COVID-19 and intensive care admission and in-hospital mortality. Also, to evaluate performance of CRP, LDH, ferritin, d-dimer, NLR, MLR, and blood glucose on admission to predict intensive care admission or mortality in diabetic patients. Method: This study was a retrospective cohort recruiting all confirmed cases of COVID- 19 who aged 18 years and older hospitalized in Fatmawati General Hospital during March to October 2020. Exclusion criteria were incomplete medical record and pregnant women. Those who directly admitted to intensive care unit are excluded for intensive care analysis. Results: Five hundred six subjects were enrolled with median age of 51 years (IQR:22), female (56.32%), prevalent comorbidities include hypertension (30.80%), diabetes (28.46%), and chronic kidney disease (24.20%). In diabetes group, proportion of elderly, male, comorbidities, median of blood glucose, CRP, LDH, ferritin, and d-dimer was found higher. Proportion of intensive care admission is higher in diabetes group (38,18% vs. 10,06%). Diabetes increased intensive care admission with an adjusted OR 2,57 (95%CI:1,08-6,12). Proportion of mortality is higher in diabetes group (45.14% vs 20.72%) and diabetes increased mortality with adjusted OR 2.50 (95%CI:1.61-3.89). In predicting intensive care admission, NLR has a good performance (sensitivity: 0.709 and specificity: 0.804) while none of the laboratory parameters in this study has a good performance in predicting mortality. Conclusion: Diabetes mellitus increases intensive care admission and mortality in confirmed cases of COVID-19 during hospitalization. NLR has a good performance in predicting intensive care admission but none of the laboratory parameters in this study has a good performance in predicting mortality."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2021
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Weirna Winantiningtyas
"Latar Belakang: Stratifikasi risiko dan prediksi prognosis pasien yang menjalani perawatan di Unit Perawatan intensif (UPI) merupakan hal yang penting dalam tatalaksana pasien UPI. Logistic Organ Dysfunction System (LODS) merupakan sistem penilaian disfungsi organ yang mencatat skor penilaian hanya dari kondisi fisiologis pasien. LODS dikembangkan untuk stratifikasi tingkat keparahan penyakit dan dapat digunakan untuk memprediksi mortalitas pasien di unit perawatan intensif (UPI).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesahihan penilaian LODS dalam memprediksi mortalitas pasien-pasien yang dirawat di UPI RSCM.
Metode: Penelitian ini adalah studi kohort retrospektif menggunakan data rekam medis pasien yang dirawat di UPI RSCM Januari-Desember 2017. Dilakukan pencatatan skor LODS hari pertama perawatan UPI, selanjutnya dinilai kondisi pasien 30 hari, apakah pasien meninggal atau bertahan hidup. Prediksi mortalitas penilaian LODS didapat melalui regresi logistik sederhana. Kemampuan prediksi mortalitas LODS dilakukan dengan analisis diskriminasi dengan ROC untuk mencari nilai AUC, dan ketepatan prediksi mortalitas dilakukan dengan analisis kalibrasi uji goodness of fit Hosmer Lemeshow. Dilakukan analisis bivariat dilanjutkan dengan analisis multivariat dengan persamaan regresi logistik berganda untuk melihat variabel yang paling bermakna dalam prediksi mortalitas.
Hasil: Dari 498 subjek yang dirawat di UPI RSCM, mayoritas pasien merupakan kasus bedah elektif, didapatkan LODS mempunyai nilai diskriminasi dan kalibrasi yang baik dengan AUC= 0,81 (IK95% 0,74-0,87) dan hasil uji Hosmer-Lemeshow kalibrasi p=0,94. Nilai titik potong ditetapkan pada nilai LODS=3, dimana sensitivitas 80,8%, spesifisitas 63,2%, PPV 20,4%, NPV 96,6%, likelihood ratio positif 2,2 dan likelihood ratio negatif 0,3. Variabel LODS yang secara statistik mempunyai pengaruh kuat terhadap mortalitas 30 hari adalah penggunaan ventilasi mekanik dan rasio PaO2/FiO2, kreatinin dan bilirubin, dengan rumus model akhir regresi logistik y= -3,877 + (3,339 x PaO2/FiO2 <150) + (2,226 x kreatinin 1,2-1,59mg/dL) + ( 1,384 x bilirubin >2 mg/dL) + (1,369 x PaO2/FiO2 >150) + (1,33 x kreatinin <1,2mg/dL).
Simpulan: Sistem penilaian LODS hari pertama sahih dalam memprediksi mortalitas 30 hari pasien di UPI RSCM.

Background : Risk stratification and prognosis prediction for ICU patients are essentials for medical management. Logistic Organ Dysfunction System (LODS) is a scoring system which objectively evaluate ICU patients’ physiological condition and can be used to determine organ severity stratification and to predict mortality.
Objective: This study was conducted to evaluate the validity of LODS in predicting mortality of ICU patients in Cipto Mangunkusumo Hospital (RSCM), Jakarta.
Methods : We retrospectively reviewed medical records of ICU patients who were admitted in January-December 2017. We calculated LODS score from the first 24-hour ICU admission, and we recorded the patients’ outcome (mortality) in 30 days. Mortality prediction was calculated from simple logistic regression. The LODS performance was analyzed with Receiver Operating Characteristics (ROC) to evaluate area under the curve (AUC) for discrimination analysis, and the precision was analyzed with Hosmer Lemeshow goodness of fit. We evaluated bivariate analysis and multivariate logistic regression to determine the most significant variable as mortality predictor.
Results: The majority case from 498 subjects admitted in ICU of Cipto Mangunkusumo Hospital were elective surgeries. LODS had a good discrimination and calibration, with AUC 0.81 (95% CI 0.74-0.87) and p = 0.94 with Hosmer Lemeshow goodness of fit test. Cut off LODS value was 3, with sensitivity 80.8%, specificity 63.2%, PPV 20.4%, NPV 96.6%, positive likelihood ratio 2.2, and negative likelihood ratio 0.3. Three variables were statististically significant in predicting 30 days mortality: mechanical ventilation and PaO2/FiO2, creatinine and bilirubin with final model equation y = -3,877 + (3,339 x PaO2/FiO2 <150) + (2,226 x kreatinin 1,2-1,59 mg/dL) + ( 1,384 x bilirubin >2 mg/dL) + (1,369 x PaO2/FiO2 >150) + (1,33 x kreatinin <1,2mg/dL).
Conclusion: First day LODS score is valid in predicting 30 days mortality of ICU patients in RSCM"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2018
T58616
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library