"Penuaan kulit merupakan perubahan biologis yang disebabkan oleh faktor intrinsik, seperti akumulasi waktu, dan dapat dipercepat oleh faktor ekstrinsik, seperti paparan sinar ultraviolet dan gaya hidup. Faktor-faktor tersebut menjadi penyebab terjadinya stres oksidatif yang merupakan mekanisme utama dalam penuaan kulit dan dapat mengarah pada disfungsi mitokondria. Stres oksidatif dapat disebabkan oleh metilglioksal (MGO) yang meningkat pada kondisi hiperglikemik. Stres oksidatif dan disfungsi mitokondria dapat dicegah menggunakan liquiritin yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Strategi sel dalam mengatasi stres oksidatif diregulasi oleh beberapa gen, di antaranya Pgc-1a, Sirt1, dan Foxo3. Penelitian ini menggunakan sel fibroblas L929 yang berasal dari mencit dan umum digunakan untuk uji sitotoksisitas dan biologi sel. Belum ada penelitian yang membahas potensi liquiritin sebagai antipenuaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antipenuaan liquiritin terhadap viabilitas, migrasi sel, dan ekspresi gen Pgc-1a, Sirt1, dan Foxo3. Metode pada penelitian ini mencakup uji viabilitas dengan MTS, uji migrasi (scratch assay dan transwell migration assay), dan uji ekspresi gen menggunakan qPCR. Pada hasil viabilitas, konsentrasi MGO 1.000 µM menurunkan viabilitas secara signifikan dan konsentrasi liquiritin 5; 7,5; dan 10 µM mampu meningkatkan viabilitas sel fibroblas L929 yang diinduksi oleh MGO. Hasil uji migrasi menunjukkan peningkatan penutupan luka dan jumlah sel yang bermigrasi meningkat setelah diberi liquiritin. Ekspresi gen Pgc-1a, Sirt1, dan Foxo3 memiliki pola peningkatan ekspresi yang sama, yaitu optimal pada konsentrasi 5 µM. Berdasarkan hasil penelitian, liquiritin memiliki potensi sebagai antipenuaan.
Skin aging is a biological process caused by intrinsic factors, such as the accumulation of time, and can be accelerated by extrinsic factors like ultraviolet exposure and lifestyle. These factors trigger oxidative stress, which is a key mechanism in skin aging and can lead to mitochondrial dysfunction. One contributor to oxidative stress is methylglyoxal (MGO), whose levels increase under hyperglycemic conditions. Oxidative stress and mitochondrial dysfunction may be prevented by liquiritin, a compound with known antioxidant and anti-inflammatory properties. The cellular strategies to counter oxidative stress are regulated by several genes, including Pgc-1a, Sirt1, and Foxo3. This study used L929 fibroblast cells, which are mouse-derived and commonly applied in cytotoxicity and cell biology assays. There has been no research discussing the potential of liquiritin as an anti-aging agent. Therefore, this study aimed to evaluate the anti-aging effects of liquiritin on cell viability, cell migration, and gene expression of Pgc-1a, Sirt1, and Foxo3. The methods included MTS assay for viability, scratch assay and transwell migration assay for cell migration, and qPCR for gene expression analysis. Results showed that 1.000 µM MGO significantly reduced cell viability, while liquiritin at 5; 7,5; and 10 µM restored the viability of MGO-induced L929 cells. Migration assays revealed enhanced wound closure and increased migrating cells after liquiritin treatment. Gene expression analysis showed a similar increase in Pgc-1a, Sirt1, and Foxo3, with optimal expression at 5 µM. These findings suggest that liquiritin shows potential as an anti-aging agent."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025