Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Khalida Fauzia
"

Melewatkan makan adalah praktik diet yang tidak sehat di kalangan remaja yang sering terjadi di negara maju dan berkembang. Ini mungkin menyebabkan remaja kekurangan nutrisi untuk pertumbuhan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi melewatkan makan terkait dengan kualitas diet dan status gizi di kalangan siswa sekolah menengah di Depok, Jawa Barat. Studi potong lintang dilakukan di antara siswa sekolah menengah swasta dan negeri di Depok, Jawa Barat, pada bulan Agustus - Desember 2018 menggunakan sampling acak bertahap. Sebanyak 283 subjek, 113 laki-laki dan 170 perempuan berusia 15-18 tahun, terpilih secara acak dari sekolah. Karakteristik sosial ekonomi, pengetahuan gizi, dan konsumsi makanan dikumpulkan dengan wawancara terstruktur. Asupan makanan diperoleh dengan menggunakan pengulangan 3 hari 24-hour recall. Kualitas diet diukur menggunakan Indeks Kualitas Diet-Internasional (DQI-I) yang berfokus pada empat aspek utama dari diet berkualitas (variasi, kecukupan, moderasi, dan keseimbangan keseluruhan). Status gizi dikategorikan sebagai, normal, overweight, dan obesitas menggunakan cut-off WHO. Multivariat logistik-regresi dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan antara melewatkan makan dan kualitas diet, dianggap signifikan jika p-value <0,05. Uji Mann-Whitney digunakan untuk menemukan perbedaan kualitas diet antara dua kelompok status gizi (kelompok obesitas tidak kelebihan berat badan dan kelebihan berat badan). Ada 86,9% siswa sekolah menengah yang melewatkan makan setiap harinya; sarapan dan makan malam adalah makan yang paling sering mereka lewatkan. Siswa laki-laki memiliki risiko yang lebih kecil untuk melewatkan makan daripada perempuan (OR = 0,35, p = 0,005). Skor rata-rata populasi untuk DQI-I adalah 46,00 dari skor yang mungkin (100). Aspek keseimbangan keseluruhan adalah skor terendah, 2,00 dari skor yang mungkin (10,00). Rendahnya pengetahuan gizi (Penyesuaian OR = 1,71;  p = 0,038) dan melewatkan makan (OR = 3,06; p = 0,006) berhubungan dengan skor DQI-I yang lebih rendah setelah dilakukan penyesuaian dengan jenis kelamin, usia, status pekerjaan ibu, dan uang saku. Sebagai indikator dari melewatkan makan, konsumsi sarapan yang tak teratur (Penyesuaian OR = 3,09; p = 0,007 untuk yang “tidak pernah” konsumsi; penyesuaian OR = 2,48; p = 0,001 untuk konsumsi “kadang”) juga berhubungan terhadap skor DQI-I yang lebih rendah. Siswa dengan status gizi normal memiliki skor median variasi yang lebih tinggi daripada siswa kelebihan berat badan-obesitas. Mengonsumsi sarapan secara teratur dan meningkatkan pengetahuan gizi penting untuk meningkatkan kualitas diet dan status gizi siswa sekolah menengah.


Skipping meals were unhealthy practice of diet among adolescents that often occurs in both developed and developing countries. It might lead the adolescents lack nutrients for growth optimally. This study aimed to identify skipping meals related to diet quality and nutritional status among high school students in Depok, West Java. A cross-sectional study was conducted among private and public high school students in Depok, West Java, in August – December 2018 using stratified random sampling. A total of 283 respondents, 113 males and 170 females aged 15-18 years, were selected randomly from the schools. Socioeconomic characteristics, nutritional knowledge, and meals consumption were collected by structured interview. Dietary intake was obtained using 3-days repeated 24-hour recall. Diet quality was measured using Diet Quality Index-International (DQI-I) that focused on four major aspects of quality diet (variety, adequacy, moderation and overall balance). Nutritional status was categorized as thinness, normal, overweight, obese using WHO cut-off. Multivariate logistic-regression was carried out to identify the association between skipping meals and diet quality, considered significant if p-value <0.05. Mann-Whitney test was used to find the diet quality difference between two groups of nutritional status (normal and overweight obese group). There were 86.9% of high school students who skipped any meals; breakfast and dinner were the most meals occasion that skipped by them. Male students had less risk of skipped meals than females (OR = 0.35, p = 0.005). Median score of the population for DQI-I was 46.00 of possible score (100). Overall balance aspect was the lowest score, 2.00 of possible score (10.00). Poor nutritional knowledge (Adjusted OR = 1.71, p = 0.038) and skipping any meals (OR = 3.06, p = 0.006) had significant association with lower score DQI-I after adjusted with sex, age, mothers’ employment, and weekly pocket money. In term as skipping meals indicator, irregular breakfast consumption (Adjusted OR = 3.06, p = 0.007 for never consumption; adjusted OR = 2.54, p = 0.001 for sometimes consumption) were also associated to had lower DQI-I score after adjustment. Students with normal nutritional status had higher median score of variety component than overweight obese students. Therefore, having regular breakfast consumption and improving nutrition knowledge should be highlighted in order to increase diet quality and nutritional status of the high school students.

"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
T55516
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syfa Roanna Putri
"Masalah malanutrisi pada anak balita masih menjadi isu kesehatan utama di Indonesia dan berkaitan erat dengan praktik pemberian makan oleh keluarga. Salah satu praktik yang berpotensi mendukung pola makan sehat adalah praktik family meals, yaitu sebuah tradisi makan bersama keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktik family meals dan hambatannya pada keluarga dengan balita di Kota Depok, Jawa Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 248 ibu dengan anak balita usia 12-60 bulan, melalui metode cluster sampling untuk merandomisasi populasi klaster, lalu sampel dengan metode convenience sampling. Pengambilan data dilakukan berdasarkan instrumen Meals in Our Household yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih berlangsungnya tradisi family meals oleh balita di Kota Depok dengan hambatan yang tidak signifikan dihadapi. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih lanjut faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik family meals serta dampak dan manfaatnya secara lebih mendalam.

Malnutrition in children under five remains a major public health issue in Indonesia and is closely related to family feeding practices. One practice that has the potential to support healthy eating patterns is family meals, a tradition of eating together as a family. This study aims to describe family meal practices and their barriers among families with toddlers in Depok City, West Java. The research design used is a quantitative descriptive cross-sectional study. The sample consisted of 248 mothers with children aged 12–60 months, through the cluster sampling method to randomize the cluster population, and then sampled using the convenience sampling method. Data collection was carried out using the Meals in Our Household instrument that have been tested for validity and reliability. The results show that the tradition of family meals is still being practiced among toddlers in Depok City, with no significant barriers encountered. Therefore, it is recommended that future research further explore the factors associated with family meal practices as well as their impacts and benefits in more depth."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Purba, Wilfried Hasiholan
"Sistiserkosis adalah penyakit yang disebabkan oleh stadium larva cacing pita babi yaitu Taenia solium. Manusia merupakan hospes definitif dan sekaligus hospes perantara, sedangkan babi dan anjing merupakan hoepes perantara cacing ini. Di Indonesia. sistiserkosis terutama ditemukan di tiga propinsi yaitu Sumatera Utara, Bali dan Papua. Angka prevalensi sistiserkosis di beberapa propinsi di Indonesia berada pada rentang 1,0% -42,7%, prevalensi tertinggi ditemukan di Papua (42,7%).
Kecamatan Wamena terletak di Kabupaten Jayawijaya, dibagian tengah propinsi Papua serta berbatasan dengan Papua Nugini disebelah timur. Tingkat kebersihan masih sangat rendah dan pemakaian jamban masih belum menjadi kebiasaan, sehingga penduduk berisiko terkena sistiserkosis.
Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mencuci tangan sebelum makan dengan kejadian sistiserkosis pada penduduk Kecamatan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Propinsi Papua Tahun 2002.
Pada hasil studi ini dapat disimpulkan bahwa faktor mencuci tangan sebelum makan berhubungan dengan kejadian sistiserkosis, setelah dikontrol variabel lain dengan OR 5,611 (95% CI 3,066 - 10,269). Dengan kata lain dapat disederhanakan bahwa responden yang tidak mencuci tangan sebelum makan memiliki risiko 5,611 kali menderita sistiserkosis dibanding yang tidak mencuci tangan.
Disarankan agar melakukan penyuluhan kesehatan terutama di daerah endemis tentang kebersihan diri yaitu mencuci tangan sebelum makan, dengan kampanye kepada masyarakat melalui media massa seperti radio, televisi, pemutaran film, spanduk, papan iklan. Disamping itu dapat dilakukan pendekatan melalui sosio anthropologi bagi masyarakat umum antara lain dengan menggunakan bahasa setempat.
Daftar pustaka : 33 (1974 - 2001)

The Association Between Washing Hands, Before Meals And The Occurrence Of Cysticercosis In Wamena Sub-District Jayawijaya District, Papua Province In 2002Human cysticercosis is a disease caused by the larval stage of the pig tapeworm, Taenia solium. Man is the definite and also intermediate host of this tapeworm, whereas the pig and dog are intermediate hosts. In Indonesia, cysticercosis, is mostly found in three provinces i.e. North Sumatera. Bali and Papua. The prevalence rate of cysticercosis in several provinces of Indonesia range from 1.0 % - 42,7 %, the highest prevalence rate is found in Papua (42,7 %).
Wamena Sub-district is located in Jayawijaya District, in the center of the province of Papua and on the eastern side is bordered to Papua Nugini. The hygienic is very low and people are not in the habit in using sanitary facilities, therefore the risk of people to be infected with this tapeworm is high.
The objective of this case control study was to determine the association between washing hands, before meals and the occurrence of cysticercosis. Data were collected in Wamena Sub-district, Jayawijaya District, Papua Province during January-February 2002. This study shows that the relationship between washing hands, before meals and the occurrence of cysticercosis, after being adjusted by frequency of bathing and water sources is significantly associated OR= 5,611 ; 95% CI: 3,066 - 10,289. This means that respondents who were not washing hands before meals have the risk 5,611 times more to suffer from cysticercosis compared to respondents who are washing their hands. Furthermore the covariate variable among nine variables associated with the occurrence cysticercosis.
It was suggested to conduct health education, especially in endemic areas, on personal hygiene, i.e. washing hands before meals, with campaigns for the community through mass media such as radio, television, films, banners and advertising boards. Beside that the socio-anthropologic approach for the general community should be considered, using the local languages.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2002
T12629
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yasmin Tsabita
"Berbagai masalah gizi yang timbul pada mahasiswa dapat disebabkan karena adanya perubahan gaya hidup terutama pola makan. Tidak jarang mahasiswa melewatkan waktu makan yang nantinya akan berpengaruh pada kesehatan dan performanya baik secara akademik maupun non akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan meals skipping pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia angkatan 2021-2024. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional yang melibatkan 152 responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei melalui pengisian kuesioner secara online. Sebagian besar mahasiswa FKM UI memiliki kebiasaan meals skipping (78,3%). Berdasarkan hasil uji bivariat didapatkan hubungan yang signifikan antara variabel status tempat tinggal mahasiswa (p-value = 0,029), uang saku (p-value = 0,003), dan tingkat stres (p-value = 0,032) terhadap kebiasaan meals skipping. Setelah mengetahui hasil penelitian, mahasiswa diharapkan dapat lebih memperhatikan waktu makan utamanya, menyimpan dan menyiapkan bahan makanan agar mudah disajikan, mengatur pengeluaran dengan lebih baik, dan melakukan konseling apabila merasa stres.

Various nutritional problems experienced by college students can be caused by lifestyle changes, especially in eating patterns. It is common for students to skip meals, which can subsequently affect their health and performance, both academically and non-academically. This study aims to identify factors related to meals skipping habits among students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia, batch 2021-2024. A cross-sectional method was used involving 152 respondents. Data collection was conducted in May through online questionnaires. The majority of respondents have meals skipping habit (78,3%). Bivariate analysis showed significant associations between meals skipping habits and variables such as student living arrangement (p-value = 0.029), pocket money (p-value = 0.003), and stress level (p-value = 0.032). Based on these findings, students are expected to pay more attention to their meals, make meal prep for easy serving, manage their expenses better, and seek counseling if they experience stress."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yasmin Tsabita
"Berbagai masalah gizi yang timbul pada mahasiswa dapat disebabkan karena adanya perubahan gaya hidup terutama pola makan. Tidak jarang mahasiswa melewatkan waktu makan yang nantinya akan berpengaruh pada kesehatan dan performanya baik secara akademik maupun non akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan meals skipping pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia angkatan 2021-2024. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional yang melibatkan 152 responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei melalui pengisian kuesioner secara online. Sebagian besar mahasiswa FKM UI memiliki kebiasaan meals skipping (78,3%). Berdasarkan hasil uji bivariat didapatkan hubungan yang signifikan antara variabel status tempat tinggal mahasiswa (p-value = 0,029), uang saku (p-value = 0,003), dan tingkat stres (p-value = 0,032) terhadap kebiasaan meals skipping. Setelah mengetahui hasil penelitian, mahasiswa diharapkan dapat lebih memperhatikan waktu makan utamanya, menyimpan dan menyiapkan bahan makanan agar mudah disajikan, mengatur pengeluaran dengan lebih baik, dan melakukan konseling apabila merasa stres.

Various nutritional problems experienced by college students can be caused by lifestyle changes, especially in eating patterns. It is common for students to skip meals, which can subsequently affect their health and performance, both academically and non-academically. This study aims to identify factors related to meals skipping habits among students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia, batch 2021-2024. A cross-sectional method was used involving 152 respondents. Data collection was conducted in May through online questionnaires. The majority of respondents have meals skipping habit (78,3%). Bivariate analysis showed significant associations between meals skipping habits and variables such as student living arrangement (p-value = 0.029), pocket money (p-value = 0.003), and stress level (p-value = 0.032). Based on these findings, students are expected to pay more attention to their meals, make meal prep for easy serving, manage their expenses better, and seek counseling if they experience stress."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library