Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 37 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Wendy Endrianto
"Tesis ini membahas pengaruh penerapan Basel dan Good Corporate Governance terhadap Manajemen Risiko pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitis, dengan melakukan survei menggunakan kuesioner dan wawancara untuk mengumpulkan data dan informasi dari responden. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Basel dan Good Corporate Governance mempengaruhi Manajemen Risiko dan memiliki hubungan yang positif secara simultan.

The focus of this study is Basel and Good Corporate Governance, and how they affect Risk Management in PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. This is an analytical descriptive research, by survey method using questionnaires to collect prime data and information from respondents. The result of hypothesis test shows that Basel and Good Corporate Governance positively and significantly related to implementation of Risk Management."
Depok: Fakultas Eknonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T27743
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Soeisno Djojosoedarso
Jakarta: Salemba Empat, 1999
658.155 SOE p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Mitjon Djohansjah
"Penelitian ini adalah melakukan kajian evaluasi risiko dengan menggunakan metode system penilaian yang dikembangkan oleh W. Kent. Muhlbauer. Setiap kemungkinan kegagalan risiko dan rentetan kejadian yang mengarah pada kegagalan dipelajari secara rinci. Perhitungan secara angka diberikan terhadap kondisi system pipeline, yang ditentukan berdasarkan kombinasi dari data statistik kegagalan dan pengalaman operator pipa saluran. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengukur langsung melalui observasi dan checklist serta wawancara. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan metode system penilaian W, Kent. Muhlbauer.
Penelitian dilaksanakan di Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap dengan unit analisis 12 jalur pipeline, dengan tujuan untuk mengetahui nilai risiko relatif tiap jalur pipeline dari Kilang UP IV sampai dengan Terminal Penimbun Area 70. Hasil penelitian ini diperoleh komponen risiko paling besar adalah komponen kerusakan oleh pihak ketiga, jalur pipeline yang berpotensi paling besar menimbulkan kegagalan adalah pipa 70-8001-A25A-12" Benzene dan 70-PL8001-A25A-12' Paraxylene
Guna mengantisipasi timbulnya kecelakaan pada pipeline perlu diterapkan manajemen risiko pipeline secara berkesinambungan dan prosedur emergency response dalam mengantisipasinya.

Risk study of 12 pipelines from Refinery UP IV to Tanks Storage Terminal Area 70 Cilacap 2002.This research is to studies risk evaluation using analysis method system from W. Kent. Muhlbauer theory. Studies to every possibility to default and sequence accident to default. Collecting data as direct measure about observations, checklist and interviewing. Then the collected data was processed using W. Kent. Muhlbauer method.
This research was resembled at Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap, using 12 pipelines, aims to known relative risk value every pipelines from Refinery UP IV to Tanks Storage Terminal at Area 70 Cilacap.
The result of this research was find as mayor risk as destroy from third party, potentials pipelines to default is 60-1001AJ-36" Light Arabian Crude and 60-1003 AJ-18" Heavy Naphta.
To anticipation accident at pipelines, to implementation pipelines risk management continuous improvement.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2002
T1450
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anditya Rahadian
"Bank merupakan badan usaha yang diberttuk untuk menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan mcnyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. (Pasal 1 angka ke-2 UU Perbankan). Kepercayaan masyarakat merupakan hal yang esensial bagi bank. Bank yang sehat, mempunyai nama baik, dan dikelola dengan profesional akan menimbulkan kepercayaan kepada masyarakat (nasabah) untuk menyimpan uangnya, dan bank yang marnpu memberikan nilai lebih akan menarik masyarakat (kreditor) untuk meminjam uang kepada bank.
Setiap usaha mempunyai risiko yang tidak bisa dihindarkan, tetapi bisa diprediksi dan akibatnya bisa dikurangi. Demikian juga suatu bank, Risiko usaha dari bank dapat berupa risiko pasar, risiko kredit, risiko likuiditas, risiko suku bunga, risiko nilai tukar, risiko hokum, risiko operasional, risiko reputasi, dan risiko kepatuhan. Bank Indonesia scbagai otoritas moneter di Indonesia wajib menjaga kepercayaan yang diberikan oleh Negara dan masyarakat untuk menjaga stabilitas moneter di Indonesia. Untuk itu, Bank Indonesia melalui PBI No.5/8/PBl/2003 mewajibkan setiap bank untuk menerapkan adanya manajemen risko bagi bank umum melalui serangkaian prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang timbul dari kegiatan usaha Bank.
PT. Bank Himpunan Saudara 1906 merupakan bank umum berbentuk perseroan terbatas yang memberikan jasa perbankan konvensional misalnya memberkan kredit, deposito, tabungan, dan lainnya. Sebagai suatu bank, Bank Saudara tunduk kepada aturan di bidang perbankan yaitu UU Perbankan, Peraturan Bank Indonesia (PBI), Surat Edaran Bank Indonesia (SERI).. Di dalam PBI No.5/81PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum, setiap bank wajib untuk menerapkan manajemcn risiko untuk meminimalisasikan risiko yang pasti akan dihadapi melalui identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko. Untuk itu, sejak tahun 2004, Bank Saudara telah membuat divisi Manajemen Resiko. Divisi ini memantau setiap bulan setiap risiko yang ada dan melaporkannya kepada Direksi. Sebagai suatu perseroan terbatas, Bank Saudara tunduk kepada UU Perseroan Terbatas dan aturan pelaksana lainnya yang sudah menerapkan prinsip tata kelola perseroan yang sehat (good corporate governance/GCG) misalnya akuntabilitas (accountability) Direksi untuk mengelola perseroan dan pertanggungjawaban (responsibility) terkait dengan kepatuhan Bank Saudara terhadap perundang-undangan serta menjaga kepercayaan masyarakat."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2006
T18394
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fathorrahman
"Dalam beberapa tahun belakangan ini Lembaga Keuangan Mikro baik yang beroperasi secara konvensional seperti : Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Koperasi Simpan Pinjam (KSP) maupun yang beroperasi dengan pola-pola syariah seperti : Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), Koperasi Syariah (Kopsyah), Baitul Maal Wattamwil (BMT) seolah menjadi icon untuk hal-hal yang berhubungan dengan ekonomi yang bersentuhan langsung dengan rakyat. Bank Perkreditan Rakyat Syariah dengan jumlahnya yang masih relatif sedikit (sekitar 85 buah) dibandingkan dengan dengan LKM sejenis, mempunyai peran sangat panting dalam ikut memajukan perekonomian dalam pengembangan sektor rill di golongan masyarakat kecil khususnya melayani kebutuhan transaksi perbankan baik dalam penghimpunan dana maupun untuk penyaluran pembiayaan dengan menggunakan pola syariah. Dalam melaksanakan fungsi penyaluran pembiayaan dalam rangka menggerakkan sektor riil ini muncul risiko (dalam hal ini credit risklrisiko pembiavaan yang hares dirninimalisir sehingga tidak menimbulkan kerugian dikernudian hari.
Dalam kaitan inilah BPRS Patuh Beramal sebagai satu-satunya BPRS di daerah Nusa Tenggara Barat eksistensi dan sustainability-nya perlu terus dipertahankan. Salah satunya dengan menjaga kualitas pembiayaan yang disalurkan Dengan menggunakan metode Credit Risk+ Portfolio, sebenannya pihak manajemen dapat mengukur besamya potensial loss yang akan ditanggung oleh lembaga tersebut pada suatu periode tertentu, sehingga kemungkinan-kemungkinan terjelek yang akan terjadi dapat diantisipasi sejauh mungkira Yang hams digaris bawahi adalah sumber utama pendapatan BPRS pada khususnya dan LKM pada umumnya hanya bersumber dari pembiayaan yang disalurkan.

In these recent years Micro Financial Institution (LKM) which are either operated conventionally such as : Rural Bank (BPR), Cooperatives (KSP), or operated according to the Syariah concept. such as: Syariah Rural Bank (BPRS), Syariah Cooperatives (Kopsyah), Baitul Maal Waltamwil (BMT) as if play the role of an icon for the economic related directly to the public. BPRS with the limited quantity (about 85 BPRS) compare to the same institutions, have the very important role in developing economic and the real sector in the society especially provide service for the banking transaction either in funding or lending according to the syariah concept ilslamic law. In carrying out the function of motivating the real sector, the problem (the credit risk) will show up and must be minimized so there will be no lost in the future.
Regarding these matters, we have to maintain the existence and the sustainability of BPRS Patuh Beramal, as the only one BPRS in Nusa Tenggara Barat by protecting the quality of the credit/financing for the customers. By using the Credit Risk+ Portfolio Model, the management is able to seize the potensial lost the institution should bear at the certain period, so that the worst possibility could be anticipated beforehand. The important thing is the prime source of BPRS and LKM income comes from lending.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2004
T14867
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Rianto Rustam
Jakarta : Salemba Empat, 2017
368 BAM m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Mochamad Muslich
Jakarta: Bumi Aksara, 2007
658.152 MUH m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Chance, Don M.
Australia: Thomson, 2008
658.155 CHA i
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Sentanoe Kertonegoro
Jakarta: Gunung Agung, 1996
658.155 SEN m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>