Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Marleisje
"ABSTRAK
Lengkuas (Alpinia galanga L.) banyak digunakan sebagai penyedap masakan, minuman, dan obat tradisional. Salah satu komponen kimia lengkuas yaitu sesquiterpene, bahkan telah terbukti sebagai antitumor dan antikanker. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pencekokan ekstrak lengkuas pada mencit (Mus musculus L.) dengan dosis 6,25; 12,5; 25; 50; 100 mg/kg bb selama 7 hari berturut-turut terhadap kerusakan sitogenetik yang diinduksi oleh mitomisin C melalui uji mikronukleus. Penghitungan mikronukleus dilakukan pada 1.000 eritrosit polikromatik. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ekstrak lengkuas memiliki aktivitas antimutagenik, terbukti pada dosis 6,25; 12,5; 25; 50; clan 100 mg/kg bb ekstrak lengkuas dapat menghambat kerusakan sitogenetik yang diinduksi oleh mitomisin C pada enitrosit polikromatik sumsum tulang mencit. Walaupun demikian, pencekokan ekstrak lengkuas dengan dosis yang semakin meningkat tidak menyebabkan penurunan jumlah mikronukleus. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui komponenkomponen kimia pada lengkuas yang memiliki aktivitas antimutagenik dan mekanisme antimutageniknya."
Lengkap +
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1996
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Keisha Nabila Zalfa Zahirah
"Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri serta merupakan penyebab utama kematian akibat penyakit infeksi di dunia. Salah satu jamu herbal Indonesia yang sudah terbukti secara empiris sebagai penurun gejala ISPA adalah jamu adem panas. Jamu ini memiliki bahan utama berupa kencur (Kaempferia galangal L.) dan lengkuas (Alpinia galanga), yang dimana keduanya memiliki kandungan bioaktif dengan beragam efek farmakologis seperti antiinflamasi, antivirus, antibakteri, antioksidan, analgesik, dan anti-piretik. Penelitian ini terbagi menjadi 3 fase penelitian pengkajian lebih lanjut pada jamu adem panas. Fase pertama merupakan proses ekstraksi dengan metode maserasi kinetik yang memiliki tujuan untuk memperoleh kondisi operasi ekstraksi jamu adem panas terbaik. Fase kedua adalah pengujian in silico yang terdiri dari pengujian molecular docking, dan pemodelan reaksi enzimatik sebagai fase ketiga untuk meninjau aktivitas inhibisi antara komponen bioaktif jamu adem panas (Ethyl-p-methoxycinnamate (EPMC), Eucalyptol, a-Pinene, dan Eugenol) dengan protein yang berperan dalam peradangan akibat infeksi seperti IL-1β, iNOS, dan COX-2. Pengujian kondisi operasi ekstraksi menunjukkan konsentrasi fitokimia tertinggi dihasilkan pada suhu 50oC dengan pelarut etanol 96% selama 45 menit. Berdasarkan tahapan penelitian molecular docking dengan menggunakan program Molecular Operating Environment (MOE), didapatkan hasil berupa bukti interaksi inhibisi zat aktif jamu adem panas dan obat standar (Ibuprofen) terhadap protein berupa energi ikatan bebas dan konstanta inhibisi. Pada pemodelan reaksi enzimatik, didapatkan bahwa setiap dosis memiliki kemampuan inhibisi yang baik, bahkan dosis optimal ditetapkan pada dosis terendah yaitu 2400 mg ekstrak, karena mampu menghambat aktivitas protein yang berperan dalam infeksi hingga 100%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa gejala ISPA dapat diatasi hanya dengan obat antiinflamasi alternatif berupa ramuan sederhana yaitu jamu adem panas.

Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the diseases of the respiratory tract caused by viral and bacterial infections. It is the leading cause of death from infectious diseases in the world. One of the Indonesian herbal medicines that have been empirically proven to reduce the symptoms of ARI is Jamu Adem Panas. This herbal medicine has the main ingredients of kencur (Kaempferia galangal L.) and lengkuas (Alpinia galanga), both of which have bioactive content with various pharmacological effects such as anti-inflammatory, antiviral, antibacterial, antioxidant, analgesic, and anti-pyretic. This research is divided into three research phases for further study on Jamu Adem Panas. The first phase is an extraction process using kinetic maceration method, which aims to obtain the best Jamu Adem Panas extraction operating conditions. The second phase was in silico testing, which consisted of molecular docking testing and modeling of the enzymatic reaction as the third phase to review the inhibitory activity between the bioactive components of Jamu Adem Panas (Ethyl-p-methoxycinnamate (EPMC), Eucalyptol, -Pinene, and Eugenol) with proteins that play a role in inflammation due to infection such as IL-1β, iNOS, and COX-2. The extraction operating conditions test showed that the highest concentration of phytochemicals was produced at a temperature of 50oC with 96% ethanol solvent for 45 minutes. Based on the phase of molecular docking research using Molecular Operating Environment (MOE) program, the results obtained were evidence of the interaction of the active substance of Jamu Adem Panas and standard drug (ibuprofen) on protein in the form of free binding energy and inhibition constants. In the modeling of the enzymatic reaction, it was found that each dose had an excellent inhibitory ability; even the optimal dose was set at the lowest dose of 2400 mg extract because it was able to inhibit the activity of proteins that play a role in infection up to 100%. From this study, it can be concluded that the symptoms of ARI can be overcome only with alternative anti-inflammatory drugs in simple ingredients, namely herbal medicine for hot air."
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lidya Rosalyn S.
"Lengkuas merah (Alpinia purpurata K Schum) merupakan salah satu
contoh tanaman yang mempunyai efek dalam pengobatan secara tradisional.
Parutan rimpang lengkuas merah sering digunakan sebagai obat penyakit
kulit, terutama yang disebabkan oleh jamur, seperti: panu, kurap, eksim,
jerawat, koreng, bisul, dan lain - lain. Penelitian ini bertujuan untuk
mengekstrak bahan aktif dari lengkuas yang memberikan aktivitas
antimikroba dan melihat perbedaan aktivitas antimikroba dari masing-masing
fraksinya. Ekstrak kental diperoleh dengan merendam serbuk lengkuas
merah dengan pelarut organik, sedangkan minyak atsiri diperoleh dengan
cara destilasi uap. Hasil ekstraksi n-heksana, etil asetat dan metanol dari
lengkuas merah diperoleh masing - masing: 7,9 g ( 7,9% '): 9 g ( 9% )
dan 17,3 g (17,3% i). sedangkan minyak atsiri diperoleh 4,5 g (0,6%).
Masing - masing terhadap ekstrak kental dan minyak atsiri dilakukan uji
aktivitas antimikroba menggunakan Candida albicans dengan metode kertas
cakram. Minyak atsiri lengkuas merah' rnenunjukkan aktivitas antimikroba,
sedangkan ketiga ekstrak lengkuas merah, hanya fraksi metanol yang
mempunyai aktivitas antimikroba terhadap Candida albicans. Dari hasil
Kromatografi Lapis Tipis silika gel terhadap ekstrak metanol diperoleh empat
spot. Senyawa aktif yang bersifat antimikroba pada ekstrak metanol
kemungkinan merupakan hasil sinergi dari keempat komponen yang terlihat
pada KLT."
Lengkap +
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Naufal Purbo Kumoro
"Jamu Adem Panas merupakan sediaan jamu cair yang memiliki beragam beragam efek farmakologis seperti antiinflamasi, antivirus, antibakteri, antioksidan, analgesik, dan anti-piretik yang telah terbukti secara empiris dapat mengatasi gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penelitian ini terbagi menjadi 3 tahap penelitian pengkajian lebih lanjut pada jamu adem panas. Tahap pertama merupakan proses ekstraksi dengan metode maserasi kinetik dengan tujuan untuk memperoleh kondisi suhu operasi ekstraksi jamu adem panas terbaik. Tahap kedua adalah pengujian parameter fitokimia pada Jamu Adem Panas dengan menggunak metode kromatografi cair – spektrometri massa (LC-MS) dan kandungan fenolik total. Tahap ketiga melakukan pendugaan umur simpan menggunakan persamaan Arrhenius dengan parameter organoleptik, kandungan fenol dan Angka Lempeng Total (ALT) dengan variasi pengawet dan stabilisator. Dari penelitian ini didapatkan kondisi suhu operasi ekstraksi terbaik pada suhu 60 oC. Selanjutnya, pendugaan umur simpan dilakukan berdasarkan parameter kritis degradasi senyawa fenolik didapat umur simpan jamu terlama adalah 39 hari, pada jamu dengan penambahan Natrium Benzoat dan CMC pada suhu penyimpanan 7 oC. Secara keseluruhan jamu memiliki deggradasi penurunan suhu paling lambat pada suhu 7oC dan dengan penambahan Natrium bezoat dan CMC.

Jamu Adem Panas is a liquid herbal preparation that has various pharmacological effects such as anti-inflammatory, antiviral, antibacterial, antioxidant, analgesic and antipyretic which has been empirically proven to be able to treat symptoms of Acute Respiratory Infection (ARI). This research is divided into 3 research stages for further study on cool herbal medicine. The first stage is an extraction process using the kinetic maceration method with the aim of obtaining the best operating temperature conditions for the extraction of Jamu Adem Panas. The second stage is testing the phytochemical parameters of Jamu Adem Panas using the liquid chromatography – mass spectrometry (LC-MS) method and total phenolic content. The third stage was to estimate the shelf life using the Arrhenius equation with organoleptic parameters, phenol content and Total Plate Count (TPC) with a variety of preservatives and stabilizers. From this study, the best extraction operating temperature conditions were obtained at 60 oC. Next, the estimation of shelf life was carried out based on the critical parameter of degradation of phenolic compounds, the longest shelf life of herbal medicine was 39 days, in herbal medicine with the addition of Sodium Benzoat and CMC at a storage temperature of 7 oC. Adem Panas with the addition of CMC and Natirum Benzoat at a storage temperature of 7 oC is the best variation and with the slowest quality degradation."
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library