Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Cecep Ibrahim
"Penelitian ini membahas preservasi kuratif arsip berbahan dasar kertas tentang bagaimana kegiatan preservasi kuratif dimulai dari persiapan, pelaksanaan, sampai evaluasi. Penelitian ini difokuskan pada kegiatan restorasi arsip konvensional dengan metode manual system di Arsip Nasional Republik Indonesia. Metodologi penelitian yang digunakan ialah studi kasus, penelitian ini dimulai dari observasi kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam di Arsip Nasional Republik Indonesia. Hasil penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu persiapan kegiatan restorasi arsip konvesional, pelaksanaan kegiatan restorasi arsip konvensional dan evaluasi kegiatan restorasi arsip konvensional. Persiapan kegiatan restorasi arsip konvensional terdiri dari persiapan peralatan dan bahan restorasi arsip. Pelaksanaan kegiatan restorasi arsip konvensional terdiri dari penomeran, pemeriksaan, pembersihan, deasidifikasi, perbaikan arsip dengan sistem laminasi menggunakan tisu jepang atau tisu lokal, proses sizing menggunakan methil sellulosa, proses pengeringan, pelepasan plastik astralon, pemotongan, pengepresan dan penyusunan kembali arsip. Evaluasi kegiatan restorasi arsip konvensional merupakan kontrol kualitas hasil restorasi arsip berupa serangkain pengujian terhadap arsip baik secara fisik maupun kimia."
Jakarta: Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi, 2017
020 VIS 19:2 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Saragih, Pieter
"Latar Belakang : Kolangiokarsinoma ekstrahepatik (perihilar dan distal) merupakan jenis kanker yang jarang didapat tetapi memiliki prognosis sangat buruk. Pasien yang datang biasanya sudah dalam tahap lanjut sehingga tidak bisa dilakukan reseksi kuratif dan kemoterapi juga tampaknya sangat jarang dilakukan. Belum ada penelitian mengenai Kesintasan dan faktor prognostik kolangiokarsinoma ekstrahepatik di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelangsungan hidup 1 tahun pasien dengan kolangiokarsinoma ekstrahepatik yang tidak menjalani reseksi kuratif dan kemoterapi paliatif dan faktor-faktor yang memengaruhinga.
Metode: penelitian dengan desain kohort retrospektif menggunakan rekam medik pasien kolangiokarsinoma ekstrahepatik (perihilar dan distal) yang rawat inap dan rawat jalan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta dari Januari 2015 hinggaMaret 2020. Faktor-faktor prognosis berikut dianalisis: metastasis, sepsis, hipoalbumin, kadar bilirubin total,kadar CA 19-9, drainase bilier, netrophyl lympocyte ratio (NLR) dan faktor komorbid.
Hasil :terdapat 115 dari 144 pasien dengan kolangiokarsinoma ekstrahepatik yang masuk dalam penelitian ini dengan proporsi laki-laki adalah 50,4%, dan sebanyak 71,3% berusia 65 tahun keatas. Kesintasan satu tahun pada penelitian ini adalah 10 % dan kesintasan median adalah 3 bulan (IK 95% 2,388-3,612). Analisis multivariat menunjukkan sepsis, gagal drainase biier/tidak dilakukannya drainase bilier dan kadar bilirubin >19,8 mg/dl merupakan faktor prognostik independen.
Kesimpulan : Kesintasan satu tahun penderita kolangiokarsinoma ekstrahepatik yang tidak menjalani reseksi kuratif dan kemoterapi paliatif adalah 10 %. Sepsis , gagal drainase bilier/tidak dilakukannya drainase bilier dan kadar bilirubin total >19,8mg/dl merupakan faktor prognostik independen terhadap mortalitas.

Background: Extrahepatic cholangiocarcinom are rare but fatal . Patients who come are usually already in the advanced stage that can not be done curative resection and chemotherapy also seems to be very rarely done.The survival rate and its associated factors in Indonesia are unknown. This study aimed to identify 1-year survival of patients with extrahepatic cholangiocarcinoma without curative resection and paliative chemotherapy and its associated factors. Methods: all medical records of extrahepatic cholangiocarcinoma (perihilar and distal) inpatient and outpatient at Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta from January 2015 toMarch 2020 were reviewed retrospectively. The following factors were analyzed in terms of mortality: metastasis, sepsis, hypoalbumin, serum bilirubin level, serum CA 19-9 level, billiary drainage, netrophyl lympocyte ratio (NLR) and comorbid factors. Results : total 115 out of 144 patients were enrolled in this study with male proportion was 50.4%, and patients aged 65 years or above was 71.3%. 1 year survival rate was 10 % and median survival was 3 month (CI 95% 2.388-3.612)Multivariate analysis showed that only sepsis, unsuccessful or no prior biliary drainage and total bilirubin >19.8 mg/dl were independent predictors of mortality. Conclusion: 1 year survival of extrahepatic cholangiocarcinoma without curative resection and paliative chemotherapy was 10 %.Sepsis, unsuccessful or no prior bilirary drainage, and total biirubin >19.8 mg/dl are factors significantly associated with shortened survival in malignant obstructive jaundice patients."
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Laurensia Evita
"
Latar Belakang
Prevalensi kanker payudara di Indonesia terus meningkat. Pada kanker payudara, terjadi penurunan ekspresi protein p21 yang dikaitkan dengan kegagalan arrest siklus sel, migrasi sel kanker, dan prognosis yang lebih buruk. Kedelai memiliki kandungan lunasin yang diduga mampu meningkatkan ekspresi protein p21. Oleh sebab itu, peneliti ingin meneliti pengaruh ekstrak kedelai kaya lunasin (EKKL) terhadap ekspresi protein p21 pada tikus model kanker payudara yang diinduksi DMBA.
Metode
Studi eksperimental murni melibatkan 30 tikus Sprague-Dawley betina mammae yang diinduksi DMBA intragastrik dosis 20 mg/kgBB sebanyak 11 kali dan 2 kali/minggu, kecuali pada kelompok normal. Setelah terbentuk volume tumor 1-2 cm3, tikus diberikan tamoksifen 10 mg/kgBB (kontrol positif), ekstrak kedelai kaya lunasin 500 mg/kgBB (lunasin), dan kombinasi keduanya (kombinasi), selama 8 minggu. Pada kelompok kontrol negatif, tikus dengan kanker payudara tidak diberikan obat apapun. Selanjutnya, tikus di terminasi, jaringan payudara diambil, dan dilakukan pewarnaan imunohistokimia untuk dihitung ekspresi protein p21.
Hasil
Terdapat peningkatan signifikan (p<0.05) ekpresi protein p21 pada sel kanker payudara kelompok lunasin dan kombinasi dibandingkan kontrol negatif. Tidak terdapat perbedaan signifikan (p>0.05) antara ekspresi protein p21 kelompok normal dibandingkan dengan kombinasi.
Kesimpulan
Ekstrak kedelai kaya lunasin dosis 500 mg/kgBB yang diberikan selama 8 minggu memiliki efek signifikan dalam meningkatkan ekspresi protein p21 sel kanker payudara pada tikus Sprague-Dawley betina.

Introduction
The prevalence of breast cancer in Indonesia continues to increase. In breast cancer, there is a decrease expression of protein p21 that associates with the failure of cell cycle arrest, cancer cell migration, and worsen prognosis. Soybean contains lunasin that is thought to have the ability to increase protein p21 expression. Therefore, researcher wants to analyze the effect of soybean extract rich in lunasin on the expression of protein p21 in rats with breast cancer induced by DMBA.
Method
Thirty Sprague-Dawley rats with breast canced induced by DMBA intragastric 20 mg/kgBW, 11 times for 2 times a week, except for normal groups are involved in this pure experimental study. Once the tumor volume reaches 1-2 cm3, the rats are given tamoxifen 10 mg/kgBW (positive control), soybean extract rich in lunasin 500 mg/kgBW (lunasin), and combination of both (combination), for 8 weeks. In negative control group, rats with breast cancer are not given any medication. Afterwards, the rats are terminated, tumor tissues are taken, and protein p21 expression are examined using immunohistochemistry staining.
Results
There is a significant increase (p<0.05) on the protein p21 expression in breast cancer cell of lunasin and combination group compares with negative control group. There is no significant difference (p>0.05) on the protein p21 expression on normal group compares with combination group.
Conclusion
Soybean extract rich in lunasin 500 mg/kgBW that is given for 8 weeks has significant effect on increasing the expression of protein p21 in breast cancer cell of female Sprague- Dawley rats.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library