Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Combs, Arthur W.
Boston: Alyn and bacan , 1970
158.3 COM h
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Zulfaifo Iqomaddin
"Penelitian ini bertujua untuk mengetahui pengaruh religiusitas dan kecerdasan emosional terhadap konsep diri pada Santri Remaja di Pesantren Tradisional. Hipotesis yang diajukan adalah (1) Terdapat pengaruh signifikan religiusitaS terhadap knnsep diri pada santri remaja di pesantren tradisional. (2) Terdapat pengaruh signifikan kecerdasan emosional terhadap konsep diri pada santri remaja di pesantren tradisional. (3) Terdapat pengaruh signifikan kecerdasan emosional dan religiuisitas secara bersama-sama terhadap konsep diri pada santri remaja di pesantren tradisional. Alat pengungkap data yang digunakan adalah Skala Religiusitas, yang terdiri 1. Skala Religiusitas 2. Skala Kecerdasan Emosional dan Skala Konsep Diri Responden penelitian ini adalah santri remaja di pesantren tradisional. Jumlah keseluruhan subjek sebanyak 40 orang, Pemilihan subjek dilakukan dengan incidental sampling. Disain Penelitian ini adalah non eksperimen dengan pendekatan kuantitatif serta menggunakan metode ex post facto, Regresi linier digunakan untuk menganalisa data dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian diketahui bahwa; (1) Terdapat pengaruh signffikan Religiusitas terhadap Konsep Diri sebesar 75,3 %. (2) Terdapat pengaruh signifikan Kecerdasan Emosional terhadap Konsep Diri sebesar 80, 1%. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan Religiusitas dan Kecerdasan Emosional secara bersama-sama terbadap Konsep Diri sebesar 82,0%, sedangkan sisanya yaitu 18,0% (100% - 82,0%) dapat dijelaskan oleh faktor-faktor penyabab lainnya."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T26960
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Sipahutar, Nurlina Henny M.
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara femininitas-maskulinitas dan konsep diri dengan minat pilihan pekerjaan pada siswi-siswi sekolah menengah tingkat atas. Pemilihan pokok permasalahan dilandasi fakta yang ditemukan peneliti bahwa kebanyakan para wanita bekerja pada pekerjaan-pekerjaan tradisional. Jenis pekerjaan tradisional ini adalah pekerjaan yang didominasi wanita sejak dahulu sampai sekarang, seperti sekretaris, guru, dan perawat. Dominasi ini dipengaruhi oleh peran jenis kelamin yang mengakar di masyarakat. Oleh karena itu, sifat-sifat femininitas-maskulinitas diperkirakan ada hubungannya dengan konsep diri dan minat pilihan pekerjaan pada anak-anak perempuan.
Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Cartwright seperti yang dilaporkan Betas dan Fitzgerald (1987), bahwa anak-anak perempuan yang memiliki skor maskulinitas tinggi ternyata sangat berminat pada hal-hal yang bersifat matematis dan sains. Mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi pada kemampuannya sendiri sehingga mereka berani dan yakin untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang non-tradisional. Sedangkan anak-anak perempuan yang skor femininitasnya tinggi, menilai diri mereka tidak mampu dan tidak pantas melakukan pekerjaan yang biasa didominasi oleh pria. Hal ini menggiring minat mereka pada pekerjaan-pekerjaan yang tradisional saja.
Penelitian ini dilakukan di Jakarta, tahun 1994, pada sebuah sekolah menengah tingkat atas. Subyek penelitian adalah seluruh siswi kelas tiga dari keempat jurusan. Diperoleh 190 orang subyek penelitian. Alat pengumpul data pada penelitian ini memakai kuesioner, skala femininitas-maskulinitas, skala konsep diri dan inventarisasi minat RMIB U-90 versi wanita_ Kuesioner digunakan sebagai data kontrol, dibuat di bawah bimbingan dosen pembimbing. Skala femininitas-maskulinitas untuk mengetahui ada tidaknya serta tinggi rendahnya aspek feminin-maskulin pada individu. Skala ini adalah adaptasi dari Bem's Sex Role Inventory (1984). Skala konsep diri digunakan untuk mengetahui tinggi rendahnya konsep diri pada individu. Skala ini adalah adaptasi dari skala yang disusun oleh William H. Fitts (1964). Sedang inventarisasi minat dibentuk Rothwell-Miller Interest Blank Revisi U-90, digunakan untuk mengetahui minat pekerjaan pada individu. Inventarisasi minat ini juga adalah hasil adaptasi yaitu dari Rothwell-Miller Interest Blank.
Metode analisis data menggunakan korelasi koefisien phi untuk melihat ada tidaknya hubungan antara femininitas-maskulinitas dengan minat pilihan pekerjaan. Korelasi point :biserial digunakan untuk - melihat ada tidaknya hubungah, tinggi rendahnya konsep diri dengan pilihan pekerjaan yang tradisional-non tradisional, sedang analisis varian s digunakan untuk melihat perbedaan konsep diri antara mereka yang feminin-maskulin dan androgini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara femininitas-maskulinitas dengan minat pilihan pekerjaan tidak terbukti secara signifikan pada penelitian ini. Demikian pula hubungan antara tinggi rendahnya konsep diri dengan pilihan pekerjaan tradisional-non tradisional tidak terbukti secara siginifikan. Dalam penelitian ini juga tidak terdapat perbedaan konsep diri antara mereka yang feminin-maskulin-androgini.
Dengan demikian, dari penelitian ini diperoleh informasi bahwa semua subyek penelitian berkeinginan untuk bekerja. Keinginan ini dipengaruhi oleh banyak hal seperti kebutuhan ekonomi, menjauhi kejenuhan rumah tangga, kepuasan diri atau tekanan masyarakat. Mungkin juga sebagai tempat sementara sebelum mereka menikah dan disibukkan oleh urusan rumah tangga. Jenis pekerjaan tradisional juga masih kental mewarnai pilihan pekerjaan Para subyek penelitian. Namun hal ini tidak menggambarkan hubungan yang siginifikan antara femininitas maskulinitas - androgini dengan pilihan pekerjaan tradisional-non tradisional, juga tidak menggambarkan hubungan yang signifikan antara tinggi rendahnya konsep diri dengan pilihan pekerjaan tradisional-non tradisional.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, akhirnya peneliti mengajukan beberapa saran yang berguna untuk mengarahkan dan mempersiapkan anak-anak perempuan untuk terjun ke dunia kerja, antara lain untuk bimbingan dan konseling. Untuk pengguna tenaga kerja hendaknya menginformasikan peluang atau kesempatan kerja yang ada. Untuk sekolah atau guru bidang studi perlu memberi wawasan yang luas mengenai dunia kerja. Untuk orang tua, hendaknya tidak mengkotak-kotakkan anaknya berdasarkan jenis kelamin dan untuk media massa hendaknya memperbanyak informasi pekerjaan-pekerjaan non tradisional dan memperkenalkan lebih banyak wanita karir yang berkecimpung dalam pekerjaan non tradisional. Dengan demikian, diharapkan tumbuh image baru atau tokoh idola baru pada remaja putri, sehingga memperbanyak alternatif pilihan pekerjaan pada mereka. "
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1994
T7975
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Mantan
anak jalanan dalam kehidupannya saat ini memiliki konsep diri atau gambaran terhadap dirinya
dari apa yang sudah mereka alami dalam peristiwa dan pengalamannya di masa lalu. Melalui konsep
dirinya, mantan anak jalanan menampilkan simbol-simbol yang telah mereka beri makna dan telah mereka
pertukarkanhingga mereka tampilkan dalam tindakannya saat ini.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimanakah konsep diri mantan anak jalanan dan bagaimanakah makna simbolik yang
dipertukarkan oleh mereka.Teori yang mendasari penelitian ini adalah teori interaksi simbolik menurut
Blumer dan Mead serta teori
the looking glass self
menurut Cooley. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan fenomenologi sebagai metode penelitiannya. Dari seluruh proses penelitian yang dilakukan,
didapatkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa dari keempat kelompok makna konsep diri yang
melekat pada diri mereka, yaitu peran ekonomi, moral, harga diri, dan aktualisasi diri, mereka melakukan
sebuah pertukaran simbol yang telah mereka beri makna lalu mereka tunjukkan melalui tindakan berupa
penampilan dan perilaku."
384 JKKOM 3:1 (2015)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang : 1) peta kualitas lulusan yang di hasilkan perguruan tinggi (PT) di Indonesia., 2) perbandingan antara kompetensi yang diberikan oleh lembaga pendidikan dengan yang dibutuhkan dunia kerja., dan 3) peta ketersediaan peluang kerja lulusan PT...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Rosa Rina
"Penulisan ini memfokuskan pada peran pola asuh orangtua dalam upaya meningkatkan ketahanan pribadi sebagai pilar ketahanan Nasional. Berbagai fenomena kegagalan sekarang ini antara lain disebabkan pembinaan keluarga (orangtua) yang gagal. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan komparatif.
Operasional penelitian menggunakan survey melalui angket dan diperdalam dengan wawancara serta studi kepustakaan. Angket diberikan kepada siswa kelas 2 yang beijumlah 184 orang siswa. Siswa di pilih secara cluster sampling dengan menetapkan 5 kelas dari 8 kelas serta memperhatikan karakteristik siswa yang terdiri atas pekeijaan orang tua, dan suku bangsa.
Dari analisis dapat disimpulkan bahwa 1) Pola asuh orangtua dapat mempengaruhi ketahanan pribadi siswa dengan skor 54% dari skor yang diharapkan; 2) Konsep diri terhadap ketahanan pribadi siswa dengan skor 45% 3) Pola asuh autoritatif terhadap ketahanan pribadi 51%, pola asuh otoriter 39% dan pola asuh permisif 21%; 3) Perbandingan dengan pola asuh tertentu dapat meningkatkan ketahanan pribadi seseorang, yang berarti bahwa pemilihan penggunaan pola asuh tertentu secara umum berdampak positif terhadap ketahanan pribadi. Hal yang perlu diperhatikan sekarang ini adanya perubahan social, ekonomi dan budaya dewasa ini dewasa ini memberikan dampak yang kurang menguntungkan bagi keluarga. Kondisi demikian ini menyebabkan komunikasi diantara anggota keluarga kurang intens. Ambisi karir dan materi yang tidak terkendali telah mengganggu hubungan interpersonal dalam keluarga. Oleh karena itu dibutuhkan solusi untuk menyikapi perubahan sosial sehingga seorang anak tetap mendapatkan pengasuhan yang memadai ketika nantinya mereka teijun ke masyarakat dapat memiliki ketahanan pribadi yang mantap dan tangguh.

This research focuses on the role of the parent’s nurture pattern in the effort to improve the individual resilience to support national resilience. Nowadays, many failure phenomenons are caused by the error of family construction. This is a qualitative research with the explanation level of descriptive and comparative.
The research methodology employed is the survey method by using questionnaire and interview also literature references. Questionnaires are distributed to 184 second level students, The students are selected by cluster sampling from five of eight classes with the priority of each student characteristic of parent occupation, ethnic group.
From the analysis is concluded that 1) the parents nurture pattern can influence the student individual resilience in 54% score from the expected score, 2) Self concept towards student individual resilience is 45% 3) The authoritative nurture pattern towards individual resilience is 51%, the authoritarian nurture pattern is 39% and the permissive nurture pattern is 21%; 4) The comparison with a certain nurture pattern can improve the individual resilience. Generally, it means the selection of using of a certain nurture pattern has a positive influence towards individual resilience. Nowadays, some aspects to be concemed and might be disadvantages for family such as social alteration, economic and culture. Those can cause the communication process between the family members becomes ineffective. The out of control of ambition for career and wealth can damage the interpersonal relationship within family. Therefore, a solution to cope the social alteration is needed in order to a student can have an adequate nurture for a strong individual resilience when they start to socialize with others.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T26853
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
<<   1 2   >>