Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 114 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Penny, D.H.
Jakarta: UI-Press , 1990
339.46 PEN k
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Universitas Prof. Dr. Moestopo (beragama) , 1993
351.845 UNI r (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
"Pengurangan kemiskinan merupakan tujuan penting yg ingin dicapai oleh pemerintah di berbagai negara. Oleh krn itu pemerintah memerlukan alat yg dpt digunakan untuk memperkirakan tingkat kemiskinan dan meramalkan pengaruh dr suatu kebijakan yg akan diambil terhdap tingkat kemiskinan. Tersedianya alat semacam ini akan memungkinkan pemerintah melakukan pilihan kebijakan yg memberikan dampak terbesar terhadap kemiskinan. Sementara itu , perumusan arah , kebijakan dan langkah-langkah penurunan kemiskinan selain sangat penting utk perumusan RPJM 2010-2014 jg sangat penting dlm mempercepat kontribusi dan partisipasi Ind dlm pencapaian tujuan Milenium (MDG). Dlm kurun waktu RPJM 2004 - 2009, telah dilakukan penyempurnaan dan penataan kebijakan dan program serta kondisi penanggulangan kemiskinan . Seluruh penyempurnaan ini sdh dpt menurunkan kemiskinan sampai tingkat sebelum masa krisis. Tingkat kemiskinan pd th 2008 mencapai 15,4 persen , masih jauh dr penurunan yg disyaratkan dlm MDG. Meskipun dengan ukuran MGD US 1/kapita/hari, Ind. sdh mencapai target MDG tujuan penurunan kemiskinan pd th 2005. Meskipun dengan demikian , penanggulangan kemiskinan masih menghadapi masalah: (i)penurunan kemiskinan semakin lambat tanpa didukung pertumbuhan ekonomi pd bidang yg menyerap tenaga kerja dan efektif menurunkan kemiskinan (ii) masih terjadi kesenjangan tingkat kemiskinan antar provinsi yg sangat beragam . Sementara itu tantangan penurunan kemiskinan menghadapi globalisasi yg memberikan kerentanan lebih besar bagi perekonomian dan penghidupan masyarakat miskin serta perubahan iklim yg jg memberi tantangan besar pd perdesaan dimana masyarakat miskin sebagian besar berada. Hasil analisa memberikan rekomendasi bahwa arah dan kebijakn kedepan dlm rangka meningkatkan efektivitas & mempercepat penurunan kemiskinan adalah : (a) Pembangunan ekonomi dirahkan pd kegiatan yg efektif meyerap tenaga kerja & berdampak pd peningkatan bagi masyarakt miskin (b) kebijakan program yg bersifat berpihak & langsung dengan penurunan kemiskinan ditujukan untuk menjangkau dan melayani masyarakat miskin dengan lebih baik (better reaching melalui :(i) Melengkapi kebijakan penaggulangan kemiskinan khususnya kebijakan yg berpihak untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat miskin (better serving); (ii) menyempurnakan targeting program. Hal ini penting krn hampir semua sektor memiliki program yg dirahkan baik langsung mau tidak langsung utk penurunan kemiskinan & khususnya diarahkan kpd masyarakat miskin ;(iii) Better mechanism bahwa dengan keterlibatan berbagai pihak baik ditingkat nasional paupun darah & antara pemerintahan (pemerintah & DPR/D) & pealaku usaha , masyarakat miskin serta lembaga swadaya masyarakat, diperlukan adanya mekanisme yg jelas & disepakati bersama , serta lembaga yng kompeten & instrumen yg baik & sumberdaya manusia yg berkualitas. (c) Dukungan adanya pembangunan daerah yg memperhatikan penataan & pengembangan: (i) sektor informal yg menjadi sumber penghidupan masyarakat miskin & menjadi stepping stone bagi masyarakat miskin untuk keluar dr kemiskinan dan (ii) pembangunan perdesaan terutama infrastruktur perdesaan, baik fisk & non fisik , untuk berkembangnya diversifikasi usaha perdesaan yg sangat menentukan & memberi cara peningkatan pendapatan bagi masyarakat miskin."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
M. Sabeth Abilawa
"Salah satu prasyarat keberhasilan program-program pembangunan sangat tergantung pada ketepatan pengidentifikasian target group dan target area. Begitu pula dalam program pengentasan kemiskinan, keberhasilannya tergantung pada langkah awal dari formulasi kebijakan, yaitu mengidentifikasi siapa sebenarnya ?si miskin? tersebut dan dimana dia berada? Kedua pertanyaan tersebut setidaknya dapat dijawab dengan melihat profil kemiskinan Profil kemiskinan dapat dilihat setidaknya dari karakteristik perumahan dan fasilitasnya, karakteristik demografi, kependidikan, ketenagakerjaan, akses informasi, kepemilikan asset, kesehatan, sosial. dan lain-lain.
Penelitian ini ini untuk mengetahui karakteistik rumah tangga miskin khususnya di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam berdasarkan data Susenas 2007 dengan menggunakan 2 metode yaitu Stepwise Discriminant Analysis dan Binnari Logistic Regression serta untuk memperkuat hasil uji dilakukan analisa uji grouping test dan chi square terhadap variabel-variabel yang terpilih. Dengan estimasi yang dihasilkan maka dapat diperbandingkan antara kemiskinan secara konseptual, mengacu pada SKPM BPS 2000 dengan model yang dibentuk sehingga bisa diperkirakan berapa misklasifikasi yang terjadi.
One prerequisite for the success of development programs is highly dependent on the accuracy of identifying target groups and target areas. Similarly, the poverty alleviation program, its success depends on the initial steps of the formulation of policy, namely to identify who exactly "the poor" and where he/she is? Both these questions can be answered with at least see the profile of poverty. Poverty profile can be seen at least from the housing characteristics and facilities, demographic characteristics, education, employment, access to information, asset ownership, health, social. and others.
This study was to determine characteristics poor households, especially in the province of Nanggroe Aceh Darussalam and used Susenas 2007 data. Study also use two methods in statistics Stepwise Discriminant Analysis and Binnary Logistic Regression, and to strengthen the results of tests conducted by analysis of grouping tests and chi square test of selected variables. With the resulting estimates can then be compared between poverty in concept, referring to the SKPM BPS was formed in 2000 with the model that can be estimated how many misclassification happened.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T27735
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Wahyuti
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
T27365
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gilbert, Alan
Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya , 1996
307.76 GIL u
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1995
362.5 KEM (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Itje Aisah Ranida
"ABSTRAK
Titik berat pembangunan dalam Pembangunan Jangka Panjang Tahap ke-II (PJP II) ini adalah ekonomi disertai dengan penbangunan sunberdaya manusia. Sejalan dengan hal itu, para pakar dalan bidang gizi dan kesehatan telah mencetuskan tinggi badan potensial sebagai indikator nyata yang digunakan untuk ukuran fisik manusia. Indikator ini diharapkan dapat menberikan indikasi terhadap upaya yang telah dilakukan.
Tinggi badan yang dicapai anak pada umur masuk sekolah dasar dapat memberikan gambaran tentang gangguan pertunbuhan yang diderita pada umur-umur sebelumnya, selain itu dapat nenunjukkan gambaran pertumbuhan anak sebagai gambaran taraf kesehatan dan gizi penduduk di wilayah yang bersangkutan.
Propinsi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang mempunyai prevalensi tinggi pada penyakit gangguan pertumbuhan (dalan hal ini penyakit gondok), juga daerah yang telah lebih dahulu (1988) melakukan pengukuran Tinggi Badan terhadap Anak Baru Masuk Sekolah oleh para peneliti dari Puslitbang Gizi Bogor, yang kemudian tahun 1994 Direktorat Bina Gizi Masyarakat melakukannya di seluruh Indonesia.
Jenis penelitian ini adalah panel studi yang bertujuan ingin melihat/mempelajari hubungan antara daerah yang mempunyai kondisi endenik gondok di desa miskin dan tidak miskin dengan rata-rata tinggi badan anak baru masuk sekolah.
Hasil penelitian nenunjukkan bahwa selain variabel gondok ternyata variabel miskin (dalan hal ini status sosek) lebih mempunyai hubungan yang secara statistik cukup bermakna terhadap rata-rata tinggi badan. Hal ini terbukti dari hasil tenuan yang mengatakan bahwa, perubahan rata-rata TBABS tahun 1988 dan 1994 untuk anak kelompok umur 7 dan 8 tahun di desa tidak gondok tidak miskin lebih tinggi dari perubahan rata-rata desa gondok lainnya dengan kisaran 0.3 - 1.6 cm pada 95% CI dengan p = 0.016.
Pada penelitian ini dapat disimpulkan adanya variable-variabel (gondok, miskin) yang berhubungan terhadap rata-rata tinggi badan dapat menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan, yang akhirnya dapat digunakan sebagai alat perbandingan antar daerah pada waktu yang sama atau membandingkan keadaan daerah yang sama antar waktu yang berbeda.
Diharapkan hasil penelitian ini dapat sedikit dijadikan bahan pertimbangan dalam peningkatan program kesehatan yaitu pada penentuan lokasi-lokasi sasaran, satu diantaranya adalah faktor rendahnya tingkat sosial ekonomi dan tingkat endemisitas.

ABSTRACT
The focus of The Long Term Development II is economic and human resource development. The result of the latter can be identified, among other things, by measuring children's potential height as a real indicator of physical measurement of human body.
The height of children entering elementary school gives a powerful indicator to depict growth retardation or forlir in the past. It globally explain health and nutritional status in the population the children residing.
Central Java is one of province with a high prevalence of goitre. Height measurement for children entering elementary school has been conducted by Nutrition Center for Research and Development Bogor in the province in 1988. The measurement has been expanded and conducted to all provinces in Indonesia.
This study is aimed to learn relationship between goitre endemicity with certain poverty level in villages and average height of children entering elementary school taking two cross-sectional ones, 1988 and 1994, the study attempts to see the height differences and changes with and between these years.
The results of the study shows poverty variable is more potent then goitre to give statistically significant relationship between the independent variables and the average height. Difference of average height of children entering elementary school for 7 and 8 aged groups in villages with No-goitre endemic and not poor in the years of 1988, 1994 is bigger than other combination of villages. The range is 0.3 - 1.6 cm with 95% CI, p = 0.016
Through this finding it is conducted that alleviating both goitre endemic and poverty will give the best achievement of potential average height.
"
Depok: Universitas Indonesia, 1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Papilaya, Eddy Chiljon
Bogor: IPB Press, 2013
362.5 EDD t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>