Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Carla Handayani
Abstrak :
Penelitian ini membahas tentang kadar karbonil sebagai penanda dari stress oksidatif di jantung akibat pajanan hipoksia hipobarik. Pada penerbang (pilot) sering mengalami keadaan hipoksia hipobarik karena mereka selalu menemui kondisi tersebut. Jantung, sebagai salah satu organ penting di tubuh sangat rentan terhadap paparan stres oksidatif yang disebabkan oleh hipoksia hipobarik. Pada penelitian ini, teknik penelitian yang dipilih adalah teknik eksperimental. Sampel jaringan yang dipakai adalah jaringan jantung tikus jantan galur winstar. Sampel ini lalu diklasifikasikan ke dalam empat perlakuan dengan perbedaan frekuensi pajanan hipoksia hipobarik dari hypoxia chamber dengan satu kelompok kontrol. Teknik yang digunakan untuk mengukur tingkat karbonil adalah teknik yang digunakan oleh Cayman's Protein Carbonyl Assay dan dimodifikasi oleh departemen biokimia di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat karbonil yang bermakna antara grup perlakuan dan grup kontrol (p<0.05). Penelitian ini menggambarkan adanya peningkatan stress oksidatif yang bermakna pada keadaan hipoksia hipobarik di jaringan jantung tikus. ......This research describes about the level of carbonyl concentration as marker of stress oxidative in the heart because of the exposure of hypobaric hypoxia. Hypobaric hypoxia is vulnerable in aviator (pilot) who usually meets this situation. Heart, as one of important organ in the body is vulnerable to the exposure of stress oxidative because of hypobaric hypoxia state. The technique chosen in this study is experimental method. The sample selected is heart tissue from male rats winstar. This sample then classified into four different exposed clusters with different hypobaric hypoxia frequency in hypoxia chamber and one control group. The technique used to quantify carbonyl concentration is the technique from Cayman's Protein Carbonyl Assay Procedure which then altered by biochemistry department in Universitas Indonesia. The result of this experiment demonstrated that there is a significant difference of carbonyl concentration among exposed and control group (p<0.05). This project illustrates that there is marked increase of stress oxidative in hypobaric hypoxia setting in heart tissue.
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kun Chyntia Mega Ningrum
Abstrak :
Dewasa ini terjadi peningkatan kebutuhan antioksidan untuk melawan paparan radikal bebas dari lingkungan dan mencegah kondisi stres oksidatif pada tubuh. Salah satu tanaman yang dikonsumsi masyarakat adalah jengkol. Jengkol (Archidendron pauciflorum) diketahui berpotensi sebagai antikosidan yang kuat karena kandungan asam jengkolat yang tersusun dari dua molekul sistein, kandungan vitamin C, dan flavonoid pada bijinya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak biji jengkol pada kadar senyawa karbonil jaringan hati tikus yang diintoksikasi CCl4. Sebanyak 27 ekor tikuslSprague Dawley jantan berusia 8 minggu dengan berat tikus 90-160 gram dibagi dalam empat kelompok, yaitu kelompok kontrol, kelompok yang diberi ekstrak biji jengkol dengan dosis 0,01 ml/gbb peroral selama 8 hari, kelompok yang diberi CCl4 dengan dosis 0,55 mg/gbb peroral selama 2 hari, dan kelompok yang diberi ekstrak biji jengkol selama delapan hari disertailCCl4 pada dua hari berikutnya. Parameter stres oksidatif yang diukur ialah kadar senyawa karbonil jaringan hati. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antar kelompok percobaan (p = 0,015). Terdapat penurunan kadar senyawa karbonil dalam jumlah kecil secara kuantitatif tetapi bermakna secara statistik pada kelompok yang diberi ekstrak biji jengkol dengan CCl4 dibandingkan kelompok CCl4 saja (p = 0,974). Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji jengkol pada dosis tersebut belum menunjukkan efek antioksidan.
Today antioxidants are used widely to protect body from environmental free radicals and prevent oxidative stress. One of traditional food that has been consumed widely is jengkol. Jengkol (Archidendron pauciflorum) is believed to have strong potential as antioxidant because of its seed content of jengkolic acid, a chemical compound consisting of two cysteine molecules, vitamin C, and flavonoid. This research is conducted to find the effect of jengkol seeds extract towards carbonyl level of rat?s liver induced by CCl4. Twenty seven Sprague-Dawley strain rats, male, weight from 90-160 gram are divided into four groups: a control group, a group given jengkol seeds extract for 8 days (dosage: 10 ml/gbb orally), a negative control group given CCl4 for 2 days (dosage: 0,55 mg/gbb orally), and a group given jengkol seeds extract for 8 days and CCl4 for the next 2 days. The parameter of oxidative stress measured in this research is carbonyl level of rats liver tissue. The statistical test showed that there was significantly difference in carbonyl level between groups (p = 0,015). There is a small decrease of carbonyl level but not statistically significant in group given both CCl4 and jengkol seeds extract compared to CCl4 group (p = 0,974). Therefore, the antioxidant effect of jengkol seed extract at this dose could not be concluded.
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2015
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library