Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 154 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jakarta: [publisher not identified], 2007
352.63 DEN
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Hudson, W. Ronald
New York: McGraw-Hill, 1997
363.068 HUD i
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Firman Witoelar Kartaadipoetra
"Skripsi ini berusaha memusatkan perhatian pada pengaruh atau kontribusi infrastruktur pada sektor swasta, khususnya sektor manufaktur. Pertanyaan yang muncul terhadap kontribusi infrastruktur pada perkonomian adalah: pertama berapa besar kontribusi infrastruktur dalam pertumbuhan dan pembangunan ekonomi , kedua bagaimana mekanisme dari kontribusi infrastruktur itu, dan ketiga apa yang mempengaruhi besarnya kontribusi itu. Dalam menganalisis kontribusi infrastruktur publik bagi sektor swasta, khususnya subsektor industri menengah dan besar, metode yang digunakan adalah dengan menggunakan fungsi biaya translog di mana infrastruktur dimasukkan sebagai faktor produksi yang dalam jangka pendek bersifat tetap (fixed), namun dalam jangka panjang menjadi faktor produksi variabel. Data yang digunakan dalam skripsi ini sebagian besar adalah data industri sedang dan besar Indonesia yang termasuk dalam klasifikasi ISIC 2-digit, kecuali ISIC 33 dalam kurun waktu 1981-1992. Pembatasan ini dilakukan selain tentunya karena keterbatasan penulis, juga karena keterbatasan data khususnya data investasi sektor industri. Beberapa kesimpulan yang dapat diperoleh adalah sebagi berikut: Pertama, kedua faktor kuasi-tetap, stok kapital dan stok infrastruktur, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap fungsi biaya variabel sektor industri. Peningkatan pada tingkat ketersediaan kedua faktor tersebut bagi industri akan menurunkan biaya variabel. Kedua, stok kapital memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap fungsi biaya variabel sektor industri jika dibandingkan dengan stok infrastruktur. Ketiga, dalam jangka pendek tenaga kerja bersifat substisi dengan bahan baku. Keempat, dalam kurun waktu yang diamati, produksi menunjukkan kecenderungan pada labor saving, capital using dan infrastructure using. Dan kesimpulan di atas beberapa usulan kebijakannya adalah yang timbul adalah: pertama, menekan biaya pemakai (user cost) dan kapital maupun dari infrastruktur. Kedua, meningkatkan rate of return dan infrastruktur. Ketiga, menekan biaya pengadaan (provision cost). Keempat, mengusahakan adanya recovery cost. Kelima, peningkatan kuantitas dan kualitas peran swasta. Beberapa saran penelitian selanjutnya: pertama, beberapa data masih bisa diperbaiki untuk mendapatkan hasil yang lebih dalam. Kedua, merujuk pada penelitian menarik yang dilakukan oleh Felstentein dan Ha (1995) yang tampaknya dapat menjadi arah penelitian selanjutnya. Penelitian ini menarik karena melihat pengaruh masing-masing infrastruktur terhadap fungsi biaya sektoral. Ketiga, salah satu aspek yang menarik untuk diteliti adalah benarkah dalam jangka panjang perusahaan dapat memiliki kendali atas investasi publik? Bagaimana mekanismenya? Asumsi yang mendasari skripsi ini sebenarnya menarik untuk diteliti lebih lanjut terutama bagi mereka yang tertarik pada ilmu ekonomi publik."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1997
S19026
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ide Juang Humantito
"Tesis ini membahas keterkaitan ketersediaan infrastruktur terhadap persentase penduduk miskin. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif regresi data panel dengan variabel dependen adalah persentase penduduk miskin dan variabel independen adalah jumlah SD, jumlah SMK, cakupan jumlah puskesmas keliling, dan kapasitas produksi efektif perusahaan air bersih serta panjang jaringan distribusi listrik dan cakupan jalan per provinsi. Variabel kontrol yang digunakan adalah Distribusi Persentase PDRB tanpa Migas atas Dasar Harga Konstan 2000 Lapangan Usaha Pertanian, Laju Pertumbuhan PDRB, Tingkat Inflasi, Kredit Bank Umum berdasarkan Lokasi Bank Penyalur dibagi dengan PDRB tanpa migas atas dasar harga konstan 2000, Rata - Rata Besarnya Anggota Rumah Tangga, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dari Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas, Angka Partisipasi Sekolah umur 7-12 dan Persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan selama sebulan yang lalu menurut provinsi.
Hasil penelitian menunukkan bahwa seluruh variabel independen ketersediaan infrastruktur berpengaruh signifikan dan negatif terhadap variabel persentase penduduk miskin. Disarankan kepada Pemerintah agar dalam perencanaan pembangunan infrastruktur yang bertujuan untuk mengurangi prosentase penduduk miskin, dapat menyusun prioritas berdasarkan nilai koefisien variabel independen yang membentuk model, berturut - turut yaitu cakupan jumlah puskesmas keliling, cakupan panjang jalan, jumlah SMK, jaringan distribusi listrik, jumlah SD dan kapasitas produksi efektif perusahaan air bersih.

The objective of this research is to analyze the relationship between the availability of infrastructure and poverty in Indonesia using econometric model of panel data regression model of 26 provinces for the years 2001 - 2007. The dependent Variable used is percentage of population below poverty line, and the independent variables used are the number of Primary School (SD), the number of Vocational Senior Secondary School (SMK), Mobile Health Center Coverage, Effective Production Capacity of Clean Water Company, Electric Energy Distribution Network and Road Coverage. The controlled variables used are Percentage Distribution of GRDP without Oil and Gas at 2000 Constant Price by Industrial Origin of Agriculture, Growth Rate of GRDP at 2000 Constant Price, Inflation Rate, Credit of Commercial Bank based on Location of Banks divided by GRDP without Oil and Gas at 2000 Constant Price, Average Household Size, Labor Force Participation Rate, School Enrollment of population aged 7-12 years and Percentage of Population Who had Health Complaint During The Previous Month.
Based on the result of this research, all the independent variables of infrastructure availability have a significant and negative relationship to percentage of population below poverty line. According to this conclusion, the government should continue to improve the quantity and availability of infrastructure in the sector of education, health, transportation, electric energy and clean water to eradicate poverty in Indonesia."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
T28774
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
"buku ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas dalam bahasa yang ringan tentang skenario pencapaian kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan infrastruktur. Karena itu, bukan tanpa kesengajaan bila buku ini didesain untuk menjadi bacaan yang menarik, terutama mengetengahkan teks yang berbicara dalam bahasa populer serta menghindari kerumitan dari sisi pemahaman teknis"
Jakarta: Pusat Komunikasi Publik, Kementerian Pekerjaan Umum, 2013
R 363.598 IND j 2)
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Risnandi
"Globalisasi dalam berbagai segi, terutama dl bidang ekonomi maupun pandangan kimía yang mengarah pada Internaslonalisme, memberi makna tersendirl tentang pentingnya peranan transportasi udara dewasa ini maupun pada masa yang alcan datang. Keadaan ini tentunya akan berdampak semakin tlngginya pertumbuhan Industri angkutan transportasi udara termasuk Industri perawatan pesawat terbang.
Pertumbuhan Industri angkutan udara antara tahun 1900 sampai 2002, ternyata yang tertinggl terjadi di Asia-PasilIc yaìtu mencapal rata-rata 10.2% pertahun. Sedangkan pertumbuhan dunia hanya mencapal rata-rata 6,6% pertahun. Sejalan dengan pertumbuhan industri perawatan pesawat terbang, Garuda Maintenance Facility (GMF) telab berhasli mengembangkan kapasitas dan kapabilitasnya dengan jalan memperluas hanggar beserta peralatannya. Disamping itu peningkatan
jumlah dan karena inipun seluruh personel baik teknis maupun manajerial masih terus dilakukan, baik Ini penting agar Garuda Maintenance Facility memiliki keunggulan daya saing.
Pertumbuhan organisasi GMF didalam lingkungan yang dinamis. sudah tentu akan memerlukan pengendalian manajemen yang lebih baik. Pengendallan manajemen yang terlalu sentralisasi sudah tidak layak diterapkan, karena kurang fleksibel dan tidak
Sensitif terhadap perubahan lingkungan. Oleh karena Itu perlu diberikan desentralisasi dulu di GMF. yaitu dengan jalan mengubah statusnya dari cost center
menjadi profit center.
perubahan suatu responsibility center akan membawa akibat penibaban manajemen secara keseluruhan. PerUbahan ini alcan meliputi infrastruktur seperti struktur organisasi, sistem informasi dan pengendalian manajemen.
Perubahan struktur organisasi sangat penting untuk dilakukan agar objektif GMF sebagai profit center yaitu maksimalisasi laba dapat tercapai. Struktur Organisasi yang disarankan adalah model struktur organisasi matrik yang dapat diterapkan selarna masa peralihan ke profit center. Selarijutnya seteläh manajemen mapan disarankan untuk diterapkan model struktur organisasi strategic business unit.
Sistem infomiasi yang ada saat ini ternyata sudah tidak memenuhi lagi tuntutan manajemen yang semakin kompleks. Sistem ini akan semakin tidak layak jika digunakan untuk melayani GMF. yang akan berubah menjadi profit center.
Didalam profit center dibuat kebijakan harga dari setlap unit bisnis yaitu harga standar untuk pelanggari ekstemal, maupun harga transfer untuk pelanggan internal. Kebijakan ini harus didukung oleh sistem Informasi akuntansi yang dapat menyajikan data-data biaya yang handal.
Bertumpuknya pekerjaan rumah untuk menejermadya, back log pekerjaan administratif dan tingginya tingkat persediaan di gudang merupakan beberapa Indikasi bahwa sistem informasi akuntansi sudah tidak layak.
Data-data yang ada di GMF, terutama yang menyangkut produksl secara tangsung ternyata banyak yang tidak handal untuk digunakan sebagai sumber dalam pengendalian manajemen. Hal ini terbukti dengan anailsis regresi terhadap data-data yang berhubungan dengan biaya dan Jam tenaga kerja langsung, ternyata output computer menunjukan besaran-besaran yang memberi indikasi bahwa biaya tldak dapat diasumsi oleh Jam tenaga kerja langsung yang dikonsumsi. Padahal menurut literatur dan hasil pengamatan perusahaan lain, suatu proses produksi padat seperti yang terjadi di Dinas perawatan Pesawat-GMF, total biaya produksi dapat diestimasl oleh tenaga kerja langsung
yang dikonsumsl.
Sistem informasi akuntansi yang lebih sesuai mutlak diperlukan GMF saat InI baik untuk menangani kebutuhan sekarang maupun untuk menyongsong era profit center di GMF. Sistem ini harus dapat menyajikan thdlkator flnansial dan non finanslal yang terkalt dengan su-ategl perusahaan. termasuk ukuran-ukuran kunci yang menentukan keberhasilan berbagal fungsl seperti produksi, pemasaran, dan kerekayasaan. Dengan penerapan sistem informasi akuntansi yang memenuhi sarat dalam kerangka struktur organisasi yang sesual dengan objektif profit center, diharapkan analisis regresi dan perhitungan harga untuk beberapa unit dengan menggunakan activity based costing dapat dimplementasikan dngan baik Sehingga dapat dibuat kebijakan harga, dan penentuan bauran produk yang tepat.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1991
T-pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Wahyudi Ruwiyanto
Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1994
370.193 4 WAH p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Hermawan
"Penggunaan gas bumi pada pasar domestik menunjukkan bahwa gas bumi belum digunakan secara optimal dan merata pada setiap sektor pengguna (industri rumah tangga usaha kecil dan transportasi). Perbandingan penggunaan gas bumi pada sektor industri mencapai lebih dan 98% sedangkan penggunaan gas bumi pada sektor rumah tangga kurang dan 2%. Kurangnya infrastruktur distribusi gas bumi ke lokasi calon pelanggan merupakan kendala pemanfaatan gas bumi. Di sisi Iain penggunaan BBM khususnya minyak tanah untuk rumah tangga yang sampai saat ini masih disubsidi menempati peringkat BBM dengan subsidi tertinggi. Berkaitan dengan hal tersebut maka dalam penulisan thesis ini direncanakan pengembangan pipa distribusi gas bumi dengan pola investasi yang berbasis analisa resiko dalam rangka penggunaan gas bumi sebagai energi pengganti BBM pada sektor rumah tangga dengan harapan dapat menurunkan subsidi pemerintah.
Langkah Iangkah yang dilakukan meliputi pengumpulan data, pengembangan model keekonomian, pembuatan disain jalur pipa distribusi dan pengolahan data itu sendiri serta hasil kajian Sebagai lokasi kapan dipilih beberapa perumahan yang terdapat di Kota Tangerang yaitu perumahan Batuceper Permai dan Polri di Poris, Poris Indah, Tarnan Poris, Taman Poris Gaga dan Cipondoh Makmur.
Dengan menggunakan perangkat lunak Oil and Gas Economic Model (OGEM) dilakukan perhitungan keekonomian pada lokasi terpilih diperoleh besaran biaya distribusi gas dan harga gas. Berdasarkan perkiraan penggunaan 1 liter minyak tanah Setara dengan penggunaan 0,6 m gas bumi maka diasumsikan harga Jual gas sebesar 0,6 kalinya. Dengan pendekatan harga beli minyak tanah oleh masyarakat sebesar Rp 2.700 per liter yang dianggap sebagai kemampuan daya beli gas menunjukkan bahwa masih diperlukan bantuan pendanaan dari Pemerintah untuk pembangunan pipa distribusi gas bumi masing masing lokasi terpilih yang berkisar antara 25% sampai dengan 60%.
Suatu proyek akan menarik bagi investor apabila mempunyai tingkat kepastian dalam penanaman modalnya sekurang kurangnya sebesar 80%. Dalam pembangunan pipa distribusi gas bumi untuk keperluan rumah tangga pada lokasi terpilih dengan menggunakan simulasi Crystall Ball dengan tingkat kepastian sekitar 80% menghasilkan IRR yang cukup tinggi yaitu sekitar 19% yang menunjukkan bahwa penanaman investasi menarik apabila harga sesuai keekonomian."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
T21266
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>