Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Michael Fernando Kusumo Anggoro
"Penelitian ini dibuat berdasarkan hasil survei aktivitas manajemen informasi personal subjek penelitian mahasiswa S1 ilmu perpustakaan Universitas Indonesia angkatan 2018 yang dikirimkan pada periode waktu 26 November 2021 hingga 11 Maret 2022. Ditemukan aktivitas penyimpanan subjek penelitian bermasalah, dengan disimpannya informasi tidak berguna, dilupakannya informasi berguna, dan dikerahkannya upaya dalam menyusun informasi yang dimiliki subjek. Temuan masalah yang dialami oleh subjek penelitian digunakan sebagai desain dasar eksperimen penyimpanan, yang dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi Google Meet. Diambil empat subjek penelitian, dengan setiap subjek mewakili tipe responden yang didapat sesuai dengan data hasil survei profil responden, dan subjek terakhir diambil secara acak. Setiap subjek diberikan satu akun Google Drive yang sudah diisi informasi terpilih, dan pada tahap pertama akun tersebut diminta untuk disusun berdasarkan kemampuan subjek. Pada tahap kedua, pencarian item pada akun yang dipegang oleh subjek dilakukan. Pada tahap ketiga, akun yang dipegang oleh subjek, diberikan kepada subjek lainnya secara berurutan, dan tahap kedua diulang. Ketika seluruh akun telah dicari oleh seluruh subjek, tahap terakhir dimulai dengan dimintanya penilaian setiap akun oleh seluruh subjek. Ditemukan kesepakatan akun yang termudah digunakan, dan akun yang tersulit digunakan oleh subjek penelitian. Hasil dalam bentuk kesepakatan ini digunakan dalam dibuatnya model konseptual sistem penyimpanan informasi.

This study was made based on the results of the survey on personal information management activities of library science students with bachelor degrees at the University of Indonesia batch 2018 that was distributed from 26 November 2021 to 11 Maret 2022. It was found that the storing activity of research subjects was problematic, with useless information being stored, useful information being forgotten, and efforts being put into compiling the stored information. Problems experienced by the research subjects were used as the basic design for the information storing experiment, which was carried out online using the Google Meet application. Four research subjects were taken, with the first three subjects representing each type of respondent obtained in accordance with the data from the respondent profile survey, and the last subject was taken randomly. Each subject was given a Google Drive account that has been filled with selected information. At the first stage the subjects were tasked to arrange the accounts based on their abilities. At the second stage, the subjects were tasked to search for items on their held account. At the third stage, the accounts held by the subjects were assigned to other subjects in sequence, and the second stage was repeated. When all accounts have been searched by all subjects, the final stage begins with each subject being asked for an assessment of each account. It was found that all subjects agreed on the easiest account to use, and the majority of subjects agreed on the hardest account to use. The results in the form of this agreement are then used in making a conceptual model of information storage systems."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2022
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nara Puspaputri Pernama
"Di tengah maraknya penggunaan internet di Indonesia, berkembang pula strategi personalisasi yang merupakan strategi tailor-made yang dibuat khusus menyesuaikan pengalaman pribadi dan keinginan masing-masing konsumen menggunakan informasi dan pengetahuan yang mendalam mengenai konsumennya. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan paradigma post-positivisme, penelitian ini membahas mengenai keterlibatan konsumen dalam melakukan pengungkapan informasi personal.
Penelitian ini menemukan bahwa proses keterlibatan konsumen dalam melakukan pengungkapan informasi personalnya tidak terlepas dari aspek-aspek konsumen seperti kepuasan, kepercayaan, identitas konsumen, tujuan konsumen, sumber daya yang dimiliki, dan analisis terhadap biaya dan manfaat yang didapatkan. Brand juga melakukan upaya untuk menciptakan keterlibatan konsumen dengan menyediakan fitur- fitur personalisasi dan pelayanan yang maksimal untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Apabila strategi personalisasi yang dilakukan oleh brand tidak sesuai dengan ekspektasi konsumen, maka akan berpotensi menimbulkan perasaan bahwa brand menginvasi privasi konsumennya.
Penelitian ini juga mengungkap bahwa aspek- aspek konsumen yang disebutkan di atas yang mendorong konsumen untuk menentukan intensitas berinteraksi dengan brand. Semakin besar intensitas maka semakin besar juga keterlibatan konsumen terhadap brand. Pola yang berulang akan berujung pada pembentukan loyalitas dimana konsumen menginvestasikan kepercayaan, komitmen, dan partisipasi dalam hubungannya dengan brand, termasuk dalam mengungkapkan informasi personalnya.

In the midst of the increasing of internet usage in Indonesia, personalization has also grown rapidly mdash a strategy that is tailor made based on personal experiences and preferences of each consumer. Using qualitative method and post positivism paragidm, this research mainly talks about personal information disclosure as a form of costumer engagement.
Studies finds that costumer engagement influenced by satisfaction, trusts, commitment, identity, costumer goals, resources, and cost benefit analysis. Brand also make an effort to engage with their costumer by providing them personalized features and also give the best services to maximize costumer satisfaction. If personalization done in a wrong way, where personalization efforts doesn rsquo t meet customer expectation, it can potentially cause privacy invansion.
This research also give a deep analysis about aspects that influence intensity using the brand. High intensity using the brand give opportunity for costumer to interacts with brand more frequently. These interactions will lead to create costumer loyalty where costumer invest trust, commitment, and participation in the relationship with brand, including disclosing their personal information.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library