Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Stefanie Melisa
Abstrak :
ABSTRAK
Latar Belakang: Infeksi STH merupakan salah satu infeksi yang paling sering terjadi di dunia terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Infeksi STH dapat menimbulkan morbiditas bahkan mortalitas tergantung dari intensitas infeksi dan respon imun hospes. Respon imun hospes terhadap infeksi STH antara lain berupa produksi berbagai kadar sitokin termasuk IL-4, IL-10, TNF-?, dan IFN-?. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara berbagasi status infeksi STH dengan kadar IL-4, IL-10, TNF-?, dan IFN-?. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan teknik potong lintang menggunakan data penduduk Kecamatan Nangapanda dari penelitian sebelumnya pada tahun 2009. Hasil : Dari total 118 subjek penelitian, prevalensi infeksi STH di Kecamatan Nangapanda didapatkan sebesar 45,80 . Prevalensi pada subjek berusia < 60 tahun sebesar 39,13 dan pada subjek > 60 tahun sebesar 69,23 . Nilai tengah kadar sitokin IL-4, IL-10, TNF-?, dan IFN-? pada subjek penelitian secara berturut-turut didapatkan sebesar 20,80 pg/ml, 21,74 pg/ml, 3,20 pg/ml, dan 1,60 pg/ml. Terdapat hubungan bermakna antara usia dengan status infeksi dengan prevalensi lebih tinggi pada kelompok usia > 60 tahun dan tidak ditemukan hubungan bermakna antara infeksi STH dengan kadar sitokin IL-4, IL-10, TNF-?, dan IFN-?, kecuali antara status infeksi kombinasi Ascaris dan cacing tambang pada penduduk Kecamatan Nangapanda. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan bermakna antara status infeksi STH dengan keempat kadar sitokin, namun terdapat hubungan bermakna antara status infeksi STH kombinasi A. lumbricoides dan cacing tambang terhadap kadar sitokin IL-4.
ABSTRACT
Introduction Soil Transmitted Helminth STH infection is one of the most common infection in the world especially in developing country like Indonesia. STH infection causes various morbidity and even lead to mortality depending on infection intensity and host immune resposne. Host immune response evokes various cytokine production including IL 4, IL 10, TNF , and IFN . Objective This study aims to obtain the prevalence of STH infection in a population living in Nangapanda district, to describe IL 4, IL 10, TNF , and IFN cytokine counts of the population, as well as to investigate the relationship between STH infection and cytokine counts of IL 4, IL 10, TNF , and IFN . Method .This study used cross sectional method based on the data from a previous study that was conducted in Nangapanda district back in 2009. Result From a total of 118 subjects, the prevalence of STH infection found in Nangapanda district was 45,80 . The prevalence of subject 60 years old was 39,13 and 60 years old was 69,23 . The median of IL 4, IL 10, TNF , and IFN counts of the subject population, respectively was 20,80 pg ml, 21,74 pg ml, 3,20 pg ml, and 1,60 pg ml. There was significant relationship between age and STH infection status with higher prevalence in subject 60 years old but there was no significant relationship between STH infection status and cytokine counts of IL 4, IL 10, TNF , and IFN except between Ascaris and hookworm infection and IL 4 count. Conclusion There is no significant difference between STH infection status and cytokine count except between Ascaris and hookworm coinfection with IL 4 count.
2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kyeo Re Kim
Abstrak :
ABSTRAK
Latar Belakang: IL-4 merupakan sitokin yang sangat penting dalam respon inflamasi, dimana polimorfisme genetik VNTR pada IL-4 intron 3 dapat memungkinkan penyakit bersifat inflamasi dan autoimun seperti cheilitis angularis. Tujuan: Untuk mempelajari distribusinya polimorfisme genetik VNTR IL-4 intron 3 pada subjek Indonesia yang mengalami cheilitis angularis dan pada kelompok kontrol yang sehat. Metode: Polimorfisme genetik VNTR IL-4 intron 3 diobservasi dengan menjalankan proses PCR diikuti oleh elektroforesis untuk analisis, tanpa penggunaannya enzim restriksi. Hasil: Frekuensi P2, alel polimorfik sangat rendah pada kedua kelompok dengan perbedaan yang sangat kecil 27 dari pasien cheilitis angularis dan 25 dari kelompok kontrol . Distribusi genotip polimorfik yaitu P1P2 dan P2P2 juga hampir sama di antara kelompok kasus 48 dan kelompok kontrol 46 . Kesimpulan: Polimorfisme genetik VNTR IL-4 intron 3 ditemukan pada pasien cheilitis angularis. Tidak terdapat perbedaan distribusi bermakna diantara pasien cheilitis angularis dan kelompok kontrol."
" "ABSTRACT
" Backgrounds IL 4 is an important cytokine that plays a role in inflammation, where the IL 4 intron 3 VNTR polymorphism may lead to potential incidence of inflammatory and autoimmune diseases such as angular cheilitis. Objectives To study the distribution of IL 4 intron 3 VNTR polymorphism in Indonesian subjects with and without angular cheilitis. Methods IL 4 intron 3 VNTR polymorphism is observed by carrying out PCR method followed by electrophoresis for the analysis, without the usage of restriction enzyme. Results The frequency of polymorphic allele P2 was low on both the groups with a very slight difference 27 from the angular cheilitis patients and 25 from the healthy controls . The distribution of polymorphic genotypes, P1P2 and P2P2, was also almost even between the test group 48 and the control group 46 . Conclusion The polymorphism of IL 4 was found in angular cheilitis patients but in a very small quantity, and also no significant distribution difference was found between the angular cheilitis patients and the control group.
2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library