Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 21 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Setya Yuwana
"ABSTRAK
Tesis ini mengkaji masalah perilaku homoseksual dalam tradisi gemblakan di Ponorogo, khususnya masalah resiko perilaku hubungan seksual warok, warokan, sinoman, dengan gemblak sebagai konsekuensi logis orang yang sering bertukar-tukar pasangan seksual. Objek penelitian ini adalah masyarakat Desa Somoroto, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.
Kajian tesis ini menunjukkan bahwa homoseksualitas di kalangan warok, warokan, sinoman, gemblak pada dasarnya dalam dua wujud, yaitu: (1) suami-istri, dan (2) anak-asuh. Pola hubungan itu tercermin dalam seni reog Ponorogo. Ada warok sebagai pembina atau sesepuh dan donatur, dan ada warokan sebagai pemberi semangat pergelaran. Di pihak lain ada sinoman sebagai pengiring, dan ada pula gemblak sebagai penari jathilan. Pelaku tradisi gemblakan melakukan hubungan seksual dengan teknik diloco [alat kelamin pasangan seksual gemblak diremas-remas tangan] dan dikempit [alat kelamin pasangan seksual gemblak dijepit di celah-celah paha]. Homoseksualitas warok, warokan, sinoman, dengan gemblak dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang [deviant behavior]. Perilaku menyimpang dalam suatu komunitas tertentu menarik untuk diteliti dari disiplin ilmu antropologi psikologi dengan memanfaatkan metode life history [pengalaman hidup].
Penelitian ini mengacu pada modifikasi teori Ruth Benedict mengenai pola kebudayaan, teori Kinsey dkk mengenai kontinum homoseksual, Wainwright Churchill yang dikemukakan, teori J. Patrick Gray dan Jane E. Ellington mengenai peran yang dijalankan oleh seorang yang mengenakan kostum jenis kelamin yang berbeda, teori Don Kulick mengenai tingkatan perilaku homoseksual, dan teori A.J. Biao mengenai peran seni tari sebagai ekspresi perilaku homoseksual antara realita dan imajinasi.
Dari penelitian ini telah diperoleh hasil yang mencakup 3 pokok, yaitu:
Pertama, faktor penyebab utama tradisi gemblakan berhubungan dengan legitirnasi kekuasaan. Selain itu ada faktor penyebab lainnya yang menunjang, di antaranya: kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, dan kelonggaran ketaatan aturan agama.
Kedua, warok, warokan, sinoman, dan gemblak berpotensi tertular penyakit kelamin, penyakit kulit, dan gangguan jiwa sebab mereka sering bertukar-tukar pasangan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warok, warokan, sinoman, gemblak hanya tertular penyakit kulit karena mereka dalam melakukan hubungan seksual terbatas pada diloco [alat kelamin pasangan seksual gemblak diremas-remas tangan] dan dikempit [alat kelamin pasangan seksual gemblak dijepit di celah-celah paha]. Berbeda dengan kaum gay di negara-negara maju (masyarakat modern) yang melakukan hubungan seksual dengan teknik oral seks dan anal seks yang memungkinkan pelaku tertular penyakit kencing nanah [gonorrhoea], gejala penyakit pada mulut dan saluran pencernaan, mencret-mencret, dan gejala penyakit pada lubang dubur.
Ketiga, laporan tentang warok, warokan, sinoman, gemblak yang tertular penyakit kelamin dan gangguan jiwa sebagai akibat dari perilaku homoseksual tidak ada. Dari.penelitian ini ditemukan ada warok, warokan, sinoman, dan gemblak yang menderita penyakit kulit, namun terbatas lecet-lecet pada alat kelamin. Pengobatan terhadap penyakit kulit itu menggunakan ramuan tradisional. Ramuan obat tradisional dapat diperoleh dari warok (yang telah tinggi ilmu kesaktian dan kekebalan tubuh) dan seorang dukun. Warok, warokan, sinoman, dan gemblak dalam beradaptasi dengan masyarakat heteroseksual memiliki dua cara, yaitu: (1) cara terbuka, dan (2) cara tertutup."
1994
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dadang Hawari
Jakarta: Balai Penerbit , 2009
297.4 DAD p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2001
S5746
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
S6900
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Yuniarti
Depok: Universitas Indonesia, 1992
S2228
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Linda
"Dewasa ini fenomena keberadaan kaum homoseksual semakin hangar dibicarakan seiring dengan semakin banyaknya individu yang memiliki pilihan obyek seksual kepada sesama
jenis tersebut Orientasi seksual mereka yang berbeda dengan mayoritas masyarakat
omderung mendapatkan tanggapan negatif dan berbagai pihak, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat umum sehingga kehidupan mereka cenderung diliputi
masalah, tekanan dan berbagai hal lainnya. Dalam hal ini gangguan penyesuaian seksual
yang dialami kaum homoseks memainkan peranan panting dalam perkembangan kepribadian mereka (Wheeler dalam Lemcr, 1975). Oleh karena im peneliti lertarik untuk mengadakan studi yang dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran kepribadian kaum
homoseks, sekaligus untuk mendeteksi orientasi seksual mereka berdasarkan tes proyeksi kepribadian, yakni tes Rorschach, dan metode wawancara mendalam (deplh interview).
Penelitian ini merupakan penelitian daskriptif dengan pcndekatan kualitatif Pengumpulan data dalam studi ini menggunakan instrumen berupa tes Rorschach, yang dilengkapi pula dengan metode wawancara Bentuk wawancara yang dilakukan adalah wawancara mmdalam berdasarkan pedoman wawancara umum dan personal life line Subjek dalam
penelitian ini berjumlah 3 (tiga) orang homoseks pria (gay) yang berusia antara 19-39 tahun. Kelompok subjek dalam penelitian ini merupakan pria homoseks yang telah
mengakui orientasi seksualnya tersebut dan berdomisili di Jakarta.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subyek memiliki ciri kepribadian yang unik
satu sama lainnya Tidak ditemukan adanya persamaan karakteristik pada aspek kognisi
dan intelektual. Sedangkan pada aspek emosi dan afeksi, dapat disimpulkan bahwa ketiga
pria homoseks dalam peuelitian ini mengalami masalah afeksi dan hubungan
interpersonal, terutama dalam aspek seksualitas. Demikian pula pada aspek fungsi ego, di mana ketiganya memiliki fungsi ego yang tergolong lemah karena diliputi perasaan cemas, tegang, tidak aman dan mengalami berbagai konflik sehubungan dengan orientasi
seksual mareka.
Dalam kontcks psikodiagnistik, dapat disimpulkan pula bahwa tea Rorschach dapat dimanfaatkan sebagai alat diagnose kecenderungan homoseksualitas seseorang karena
dan protokol hasil tes ketiga subyek terdapat banyak respon yang mengungkap oricntasi
homoseksual mereka. Kesepuluh kartu Rorschach memiliki kemampuan untuk
mengungkap kecenderungan homosdcsual individu, di mana dalam hal ini kartu yang dapat dikalakan paling efektif adalah kartu III dan kartu X. Kesemua indikasi
homoscksualitas dalam penelitian ini terutama diperoleh dari hasil analisis isi respon.
Katagori skoring lain, baik lokasi, determinan, P/0 maupun tingkat FLR tidak menunjukkan ciri khas tertentu pada ketiga subyek
Adapun isi respon khas yang dimunculkan oleh ketiga subyek dalam penelitian ini adalah:
- Identifikasi lawan jenis, yakni Egur perempuan pada kartu III
- Respon botani berupa pohon dan atau daun yang mengandung makna interpretif
bahwa subyek memiliki peran seksual yang tidak pasti dan terpaku pada
dorongan homoseks, terutama orientasi homoseks pasiĀ£
Respon binatang berupa ulat, kupu-kupu (pada area tidak popular), burung, dan katak Serta respon nature berupa laut yang mengandung makna interpretif bahwa
subyek mengalami kcgagalan/kesulitan penyesuaian heteroseksual dan memiliki orientasi homosdcsual feminin pasif
Di samping itu muncul pula beberapa indikator lainnya pada minimal 1 (sam) subyek,
yakni dalam bentuk:
- Rapon dehumanisasi Rcspon anaiomis
- Respon derealisasi Respon topeng
Penekanan pada respon scks Respon obyek
- Reject kartu VI
Dengan pertimbangan bahwa penelltian ini masih mengandung banyak kekurangan, bagi
pihak yang hendak melakukan penelitian serupa disaranknn supaym
- Menyediakan waktu yang lebih banyak untuk mengadakan pene1itian supaya dapat memperkaya dan, misalnya dengan menambah jumlah subyek
Mempersempit kriteria atau karaktedstik subyek, misslnya dalam hal rentang usia, tingkat statuus sosial, lama menjalani kehidupan sebagai homoseks, dam Iain- lain dengan harapan diperoleh ciri tertentu yang menggambarkan kondisi subyek
secara lebih mendalam.
Mencoba melakukan penelitian dengan pendekatan kuantitatif untuk
menvasitasi kembali reliabilitas dan validitas indikator-indikator yang menjadi acuan dalam studi ini.
Mencoba melakukan penelitian pada kelompok subyek yang memiliki
kecenderungan homoseksual namun belum mmgakui dan alau belum menjalani
kehidupan sebagai kaum homoseks unmk memperkaya pengetahuan mengenai
pemanfaatan indikaxor yang ada, temasuk indikator berupa detenninan "m"
dengan isi respon tertentu yang mengindikasikan homoseksual laten menurut
Lindner (dalam Lemer, I987).
Mencoba melakukan penelitian kepada kaum homoseks perempuan (lesbi) untuk mendapatkan gambaran apakah tes Rorschach juga dapat mengungkap
kecenderungan homoseksual mereka yang dikenal sebagai kelompok individu dengan ciri khas sifax tenutup; sekaligus untuk menelaah kembali apakah indikator-indikalor yang digunakan dalam studi ini jugs dimunculkan oleh kaum lesbi tersebut dan apakah terdapat perbedaan bentuk respon/indikalor antara kaum gay dan kaum lesbi."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2004
T38771
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
S4870
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Melinda Jeanned RIrimasse
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2010
S5336
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lenggo Ariany
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2010
S5358
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Christy Ratna Gayatri
"Skripsi ini membahas perkembangan dan perjuangan komunitas gay untuk mencapai pengakuan dari masyarakat Amerika Serikat. Pengumpulan data yang dilakukan selama penelitian ini adalah dengan menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pencarian data dilakukan melalui studi kepustakaan dan Internet. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan perjuangan komunitas gay yang merupakan kaum minoritas yang diabaikan oleh masyarakat dan lingkungannya. Perjuangan ini mencapai puncak pada tahun 1979 di mana komunitas gay sudah dapat diterima oleh masyarakat Amerika dengan berbagai kemampuan yang mereka miliki, serta dampak keberadaan mereka terhadap kehidupan sosial, budaya, dan politik Amerika Serikat. Serta untuk melengkapi penulisan sejarah Amerika Serikat, khususnya di bidang sosial dan budaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunitas gay Amerika dengan perjuangan, kemampuan, dan kepercayaan diri akhirnya dapat diterima keberadaannya oleh masyarakat Amerika."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2004
S12196
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>