Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 107 dokumen yang sesuai dengan query
cover
London : McGraw-Hill, [2001;2001, 2001]
327.1 GLO
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Micklethwait, John
London: William Heinemann, 2000
341.754 Mic f
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Sinuraya, Rumenta
"ABSTRAK
Era globalisasi, yang berorientasi pada liberalisasi Perdagangan dan Investasi yang pelaksanaannya dimulai pada tahun 2003 oleh anggota AFTA, dan selambat-lambatnya pada tahun 2020 sesuai dengan kesepakatan World Trade Organization (WTO), akan menciptakan persaingan yang semakin ketat dalam menarik investasi maupun memasuki pasar global. Presiden Soeharto mengingatkan bahwa Indonesia tidak mempunyai pilihan lain selain ikut terlibat langsung dalam persaingan yang ketat tersebut. Oleh karena itu era globalisasi yang berbarengan dengan rencana relokasi industri dari negera-negara industri maju tersebut haruslah dipandang sebagai peluang dan momentum yang hares dimanfaatkan demi pengembangan kemajuan industri dalam negeri. Gerakan Peningkatan Produktivitas Nasional merupakan langkah yang sangat strategis dan efektif dalam rangka meningkatkan daya saing produk industri dalam negeri untuk memenangkan persaingan memasuki pasar domestik, regional maupun global.
Penulis memilih PT XYZ , yaitu salah satu industri dalam negeri dengan misi melakukan alih teknologi dalam rangka menguasai teknologi menuju terbentuknya Pusat Keunggulan Teknologi (Center of Excellence), sebagai obyek penelitian baik dalam rangka mengevaluasi sejauh mana kegiatan pengukuran produktivitas telah dilakukan maupun dalam rangka perancangan model pengukuran produktivitas yang akan diterapkan. Untuk maksud tersebut penulis menggunakan metode Quick Productivity Appraisal Approach yang mencakup Company Performance Analyses (CPA) dan Qualitative Assessment untuk menentukan area prioritas yang memerlukan perbaikan produktivitas. Kemudian dibentuk Nominal Group Technique (NGT) untuk menyusun program peningkatan produktivitas yang akan diiaksanakan, sedangkan Objective Matrix Model digunakan sebagai alat dalam merancang model pengukuran dan mengevaluasi hasil yang dicapai.
Priority Area Improvement yang berhasil diidentifikasi dengan menggunakan QPA temyata sejalan dengan langkah-langkah yang diambil oleh Dewan Komisaris dan Direksi dalam rangka meningkatkan produktivitas perusahaan, di mana kerugian terbesar yang dialami perusahaan pada tahun 1991 sebesar kurang lebih Rp. 38 milyar akhimya berhasil diatasi menjadi keuntungan sebesar Rp. 2,5 milyar pada tahun 1995 dalam jangka waktu 4 tahun.
Akhirnya Direksi perusahaan memutuskan agar unit P6 (Pusat Pengkajian Pertumbuhan Produktivitas Prestasi Perusahaan) menerapkan metode QPA yang dikombinasikan dengan Objectiive Matrix Model tersebut di seluruh unit organisasi sebagai alat dalam melaksanakan Peningkatan Produktivitas secara menyeluruh dan berlanjut di perusahaan tersebut.

ABSTRACT
Globalization in the form of trade and investment liberalization which will be implemented in 2003 by the AFTA members and, at the latest 2020 as has been agreed by World Trade Organization (WTO), will create an intense competition not only in attracting investment but also in entering global market. President Soeharto has said that Indonesia does not have any other choice but to participate in the competition. Therefore the globalization with industrial relocation plan by industrial countries must been seen as opportunities and momentum to be utilized in developing domestic industries. National Productivity improvement Movement is a strategic and effective step toward improving domestic industrial product competitiveness in order to win the competition in entering domestic, regional and global market.
The author chose PT XYZ, one of domestic industries whose mission is to conduct technology transfer in order to acquire technology to develop center of excellence, as the research object not only to evaluate how far the productivity measurement activities have been conducted but also to design productivity measurement to be implemented.
In this thesis, the author used Quick Productivity Appraisal Approach (QPAA) method including the Company Performance Analyses (CPA) and Qualitative Assessment (QA) to determine the areas of priority which need productivity improvement. Then, Nominal Group Technique was established to formulate productivity improvement program; and Objective Matrix Model was used as a tool in designing measurement model and evaluating the result.
Priority Area improvement identified using QPA is actually in accordance with steps taken by Board of Commissioner and Directors in improving corporate productivity which have turned 38 billion rupiah loss in 1991 into 2,5 billion rupiah in profit in 1995.
Finally the Board of Directors had decided that the Pusat Pengkajian Pertumbuhan Produktivitas Prestasi Perusahaan (P6) should implement QPA method which would be combined with Objective Matrix Model at all organizational units as a mean to improve productivity integratedly and sustainably in the company.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kenichi Ohmae
Jakarta: Indek Gramedia, 2005
303.48 OHM n
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Yogyakarta: Cindelaras Pustaka Rakyat, 2003
303.48 222 Int g
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
S8138
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Medan: Pelaksanan Konvensi Nasional II IKIP Medan , 1991
370.372 KER II
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Mohammad Iqbal Hamidy
"ABSTRAK
Dalam usaha mengkaji strategi alih teknologi dan implementasinya,
dilakukan terLebih clahulu penilaian unjuk kerja komponen-komponen teknologi,
yaitu: ?technoware?, ?humanware?, ?inforware? dan ?orgaware?, ditambah satu
komponen lain yang Iebih merupakan implikasi biaya dari segala tindakan yang
diperlukan terhadap komponen-komponen teknologi tersebut, yang disebut sebagai
?costware?.
Dalam melakukan penilaian unjuk kerja komponen-komponen tersebut
digunakan peralatan berupa kuesioner, yang ditujukan kepada para profesional di PT
XYZ yang dinilai kompeten untuk memberikan pendapatnya (expert opinion).
Berdasarkan hasil pengisian kuesioner yang dibagi atas dua bagian yaitu:
perbandingan pasangan komponen-komponen teknologi dan penilaian prestasi alih
teknologi, diperoleh gambaran bahwa komponen-komponen yang paling genting
adaLah ?humanware?, ?orgaware? dan ?costware?. Sementara itu dilakukan pula analisis
laporan keuangan, yang dimaksudkan untuk melihat unjuk kerja perusahaan selama
¡ni, yang biasanya tercermin pada laporan tersebut.
Dengan demikian upaya yang diperlukan untuk membenahi perusahaan agar
dapat memperoleh hasil sebagaimana yang diharapkan dalam proses alih teknologi,
terutama ditujukan untuk melakukan pembenahan sumber daya manusia, dan
organisasi serta manajemen. Upaya yang dilakukan dengan fokus pada ketiga hal
tersebut, tentunya tanpa harus melupakan upaya mempertahankan untuk kerja pada
berbagai kekuatan yang telah dimiliki selama ini, mengingat semua aspek di dalam
perusahaan sebenamya merupakan satu kesatuan yang harus berjalan secara
harmonis dan menghasilkan dampak sinergi.
Dalarn mengalihkan teknologi juga harus diperhatikan implikasi biaya
(costware) terhadap keempat komponen teknologi yang telah disebutkan di atas.
Proses alih teknologi tidak akan terlaksana jika salah satu komponennya tidak ada.
Sebagai akibat dan adanya komponen ?costware?, maka dalam kegiatan alih
teknologi tidak tepat digunakannya istilah ?pemberi? dan ?penerima?, melainkan
istilah ?penjual? dan ?pembeli?. Hal ini dapat diartikan kegiatan teknologi tidak dapat
dipisahkan dan kegiatan bisinis.
Sebagai kelanjutan dan penilaian dari analisis unjuk kerja alih teknologì,
perlu dikaji strategi dan implementasìnya, yang ditujukan untuk memberikan arah
kepada perusahaan dalam menghadapi tantangan di masa depan, sekaligus
memperkuat basis perusahaan dalam melakukan persaingan di kemudian hari.
Karena fokus pembenahan perusahaan diarahkan pada sumber daya manusia,
organisasi/manajemen, dan pendanaan, maka strategi alih teknologi yang diusulkan
berdasarkan hasil kajian adalah sebagai berikut:
- Strategi konsolidasi produksi dan pemasaran melalui peningkatan utilisasi
dan penyerapan teknologi mutakhir, serta peningkatan kesadaran atas
pentingnya komersialisasi
- Strategi konsolidasi keuangan melalui upaya memperoleh dan mengelola
sumber dana secara efektif dan efisien.
- Strategi konsolidasi organisasi dan manajemen melalui pembenahan sistem
manajemen, serta peningkatan mutu sumber daya manusia.
- Strategi restrukturisasi asset dan usaha yang diperlukan untuk mengurangi
beban perusahaan dan berbagai harta dan produk yang dianggap kurang
relevan terhadap bidang usaha perusahaan.
"
1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>