Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
Colina, Sonia
Cambridge, UK: Cambridge University Press, 2015
418.02 COL f
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Irawadi
"Gaeseong Industrial Complex (GIC) merupakan bentuk kerjasama ekonomi antara Korea Selatan dan Korea Utara yang disepakati pada masa Pemerintahan Kim-Daejung. Setelah naiknya Pemerintahan Lee Myung-Bak yang konservatif, pada nyatanya keberadaan GIC tetap dipertahankan. Dengan kemunculan berbagai konflik politik di Semenanjung Korea yang kian memperburuk hubungan kedua Korea, keputusan Korea Selatan tersebut menjadi sebuah hal yang dapat dipertanyakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Korea Selatan memiliki dua kepentingan utama dalam GIC, yaitu kepentingan ekonomi dan kepentingan politik, yang menunjukkan pemahaman pendekatan fungsionalisme dalam persepsi Pemerintahan Lee Myung-Bak terhadap GIC.
Gaeseong Industrial Complex (GIC) is a form of economic cooperation between South Korea and North Korea, agreed during Kim Dae-Jung’s administration. After Lee Myung-Bak’s administration which is conservative has inaugurated, in fact the existence of GIC was still being endured. With the political tensions risen up in Korean Peninsula which are worsening the Inter-Korean relations, these South Korea’s decision is questionable. The results of this research shows that South Korea has two major interests in GIC, which are economic interest and political interest, showing the understanding of functionalism approach on the perception of Lee Myung-Bak’s administration towards GIC."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
S60390
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Ericolas Chandra
"
ABSTRAKKurangnya pertanggungjawaban etis pada aksi robot disebabkan oleh ketidakseimbangan antara perkembangan otonomi robot dengan kemampuannya dalam membuat putusan moral. Menanggapi isu ini, skripsi ini berupaya menyediakan justifikasi pada posibilitas Agen Moral Artifisial melalui diskursus filsafat akal budi dan metaetika. Posibilitas ini tersusun atas teori komputasional sebagai pandangan ontologis, naturalisme kognitif sebagai pandangan metaetis dan Moral Turing Test sebagai pandangan epistemologis terhadap akal budi lain. Skripsi ini mengusulkan bahwa posibilitas Agen Moral Artifisial dapat tercapai bukan melalui regulasi tingkah laku, melainkan melalui radikalisasi otonomi."
2016
S67944
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
"This year marks the 60th anniversary of the founding of both the Republic of Korea (ROK) and the Democratic People's Republic of Korea (DPRK).During the course of inter-Korean relations,Seoul and Pyongyang have pursued various reunification policies in line with the domestic and international changes of the corresponding time perriods...."
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Azka Rizqia Salsabila
"Skripsi ini membahas bagaimana pergeseran gagasan fungsi yang menjadi supra-fungsionalitas mengakibatkan objek interior dapat melampaui fungsi aslinya. Secara khusus, tulisan ini akan mendalami pada objek interior dengan konsep mesin yang berbasis logika dan efisiensi. Seiring berkembangnya zaman, banyak yang ikut berubah pada objek interior untuk mencapai gagasan supra-fungsionalitas. Kegandaan (objektif-subjektif dan realita-citra) pada objek berperan penting dalam menciptakan supra-fungsionalitas. Dengan fisik (tubuh) dan kognitif (otak) manusia yang diproyeksikan ke lingkungan sekitarnya, membantu objek melampaui fungsinya. Citra yang mulai menggantikan realita asli juga mengubah objek konvensional menjadi lebih “sempurna” dengan adanya konsep mesin.
Studi kasus ruang domestik menganalisis supra-fungsionalitas yang dilihat dari komponen ruang interior yang telah menjadi satu kesatuan sistem. Mekanisme yang tepat dapat menghadirkan objek multifungsi yang tiap elemen dapat bekerja bersama tanpa mengganggu fungsi satu sama lain. Namun mekanisme tertentu dapat menjadikan objek memiliki fungsi kosong (empty-functionalism). Hasil analisis ini menunjukkan bahwa konsep mesin yang logis dan efisien dapat menjadi sebuah respon dari gagasan supra-fungsionalitas yang melampaui fungsi aslinya
This thesis discusses how the shift in the concept of function to supra-functionality has resulted in interior objects transcending their original functions. Specifically, this paper will explore interior objects with a concept of machinery based on logic and efficiency. As times change, many interior objects have also changed to achieve the concept of supra-functionality. The doubleness (objective-subjective and reality-image) of objects plays a crucial role in creating supra-functionality. By projecting the human body (physical) and mind (cognitive) into the surrounding environment, objects are able to transcend their functions. The image that begins to replace the original reality also transforms conventional objects into something more “perfect” through the concept of machinery. A case study of domestic space analyzes supra-functionality from the perspective of interior space components that have become an integrated system. The right mechanisms can produce multifunctional objects where each element can work together without interfering with one another's functions. However, certain mechanisms can cause objects to have empty functionality (empty-functionalism).. This analysis reveals that logical and efficient machine concepts can serve as a response to the idea of supra-functionality that transcends its original function. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library