Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
Luisa Prasetyo
"
ABSTRAKDi dalam jurnal ini kami mengajukan metode baru menggunakan metanol sebagai pengukur molekuler untuk menentukan konsentrasi gugus fungsi oksigen Ca pada dua adsorben karbon A 5 dan Carbopack F Metode ini berdasar pada adsorpsi metanol pada area hukum Henry dalam suhu ruangan Di area ini interaksi antara molekul metanol dan satu gugus fungsi direpresentasikan oleh konstanta Henry eksperimental K yang proporsional terhadap interaksi intrinsik antara molekul metanol dan satu gugus fungsi Ka dan juga Ca Penentuan Ka dilakukan dengan kalkulasi statistik mekanik dengan melakukan integrasi volume faktor Boltzmann Hasil kami menunjukkan bahwa Ca yang ditentukan dengan metode ini bisa dibandingkan dengan yang ditentukan dengan air sebagai pengukur molekuler dan hasil hasil ini selaras dengan hasil titrasi Boehm Untuk Carbopack F kami menemukan bahwa Ca yang ditentukan dengan metode ini memberikan hasil yang lebih realistis dibandingan dengan titrasi Boehm Metode ini cepat dan simpel untuk diimplementasikan dan dapat menjadi alternatif bagi titrasi Boehm khususnya untuk adsorben dengan konsentrasi gugus fungsi yang rendah
ABSTRACTA new method using methanol as a molecular probe to determine the concentration of surface oxygen functional groups (Cα) on two carbon adsorbents: A5 and Carbopack F is proposed. The method is based on the adsorption of methanol in the Henry law region at ambient temperatures. In this region, the interaction between methanol and the surface is reflected in the experimental Henry constant (K), which is the product of the intrinsic interaction between a methanol molecule and one functional group (Kα) and the concentration of functional group (Cα). The parameter Kα is estimated with a statistical mechanical means by carrying out volume integration of the Boltzmann factor of methanol with a functional group. The results show that Cα determined with methanol for A5 is comparable to that determined with water as the molecular probe, reported in a previous work (Nguyen et al. 2013b), and these values are in good agreement with Boehm titration results. For Carbopack F, however, we found that Cα determined with our method is more realistic than the results obtained in the Boehm titration. The proposed method is fast and easy to implement, and it serves as an alternative to the Boehm titration technique, especially for adsorbents containing very low amount of functional groups."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S54296
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Shafar Nur Azzis
"Telah dilakukan pemeriksaan hormon kortikosteron pada tikus betina (Rattus norvegicus) menggunakan FTIR. Penelitian bertujuan mengetahui bilangan gelombang dan nilai absorbansi gugus fungsi spesifik kortikosteron dalam urine selama siklus estrus, dan mengetahui keabsahan FTIR dalam mengukur konsentrasi hormon kortikosteron. Sampel urine dari sepuluh ekor tikus pada saat estrus dan diestrus yang ditentukan melalui ulas vagina dianalisis melalui FTIR. Diperoleh hasil 3 gugus fungsi spesifik dari kortikosteron pada masing-masing bilangan gelombangnya berturut-turut sebagai berikut alkohol (CH2OH) pada 3552 cm-1, hidroksil (OH) pada 3201 cm-1 dan metil (CH3) pada 1375 cm-1. Nilai absorbansi gugus fungsi spesifik kortikosteron diperoleh dan dibandingkan dengan nilai absorbansi keton (C=O), gugus fungsi spesifik dari kreatinin pada bilangan gelombang 1730 cm-1 yaitu 0,24 %. FTIR mampu mendeteksi konsentrasi kortikosteron saat estrus pada 2,00 % ± 0,50 % / % Cr dan saat non estrus pada 1,94 % ± 0,54 % / % Cr. Tidak terdapat perbedaan antara kortikosteron pada kondisi estrus dan non estrus.
Research in determining corticosterone concentration on female rat (Rattus norvegicus) using FTIR has been conducted. The aim of this research was to determine the wavenumbers and absorbance values of corticosterone's functional groups in urine during estrous cycles, and to verify the FTIR's capability in measuring corticosterone concentration in urine. Urine samples from ten females which were taken at estrus and non estrus determined by vaginal smear, analyzed by FTIR. The results indicated three specific functional groups of corticosterone in each successive wave numbers as follows: alcohol (CH2OH) at 3552 cm-1, hydroxyl (OH) at 3201 cm-1 and methyl (CH3) at 1375 cm-1. Absorbance value of specific functional groups of corticosterone are obtained and compared with absorbance values of ketone group (C = O), specific functional groups of creatinine in the wave number 1730 cm-1 which is 0.24%. FTIR can detection corticosterone concentration at estrus was 2.00 % ± 0.50 % /% Cr and in non-estrus was 1.94 % ± 0.54 % /% Cr. There was no difference between corticosterone in estrus and non-estrus condition."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S43329
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Ade Septian
"Telah dilakukan pemeriksaan hormon progesteron pada tikus betina (Rattus norvegicus, Berkenhout 1769) menggunakan FTIR. Penelitian bertujuan mengetahui bilangan gelombang dan nilai absorbansi gugus fungsi spesifik progesteron dalam darah selama siklus estrus, dan mengetahui keabsahan FTIR dalam mengukur konsentrasi hormon progesteron. Sampel darah dari sepuluh ekor tikus pada fase estrus dan diestrus yang ditentukan melalui ulas vagina dianalisis melalui FTIR dan radioimmunoassay (RIA).
Nilai absorbansi dari gugus fungsi spesifik progesteron, yaitu keton (1724 cm-1), metil (1375 cm-1), dan metil-keton (1354 cm-1), dibandingkan dengan nilai absorbansi asam karboksilat (1425 cm-1) pada hemoglobin. Konsentrasi progesteron saat estrus melalui RIA dan FTIR berturut-turut adalah 17,593 ± 4,246 ng/ml dan 0,853 ± 0,310 %; saat diestrus adalah 76.218 ± 4.687 ng/ml dan 1,024 ± 0.268 %.
Research in determining progesterone concentration on female rat (Rattus norvegicus, Berkenhout 1769) using FTIR has been conducted. The aim of this research was to determine the wavenumbers and absorbance values of progesterone?s functional groups in blood during estrous cycles, and to verify the FTIR?s capability in measuring progesterone concentration in blood. Blood samples from ten females which were taken at estrus and diestrus phases determined by vaginal smear, analyzed by FTIR and Radioimmunoassay (RIA). Absorbance values of progesterone's functional groups, such as ketone (1724 cm¬1), methyl (1375 cm-1), and methyl-ketone (1354 cm-1), were measured relatively to absorbance values of hemoglobin?s carboxylic acid (1425 cm-1). Progesterone concentration at estrus by RIA and FTIR are 17,593 ± 4,246 ng/ml and 0,853 ± 0,310 % respectively; at diestrus are 76.218 ng/ml and 1,024 ± 0.268 % respectively."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
S825
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library