Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ahmad Hasyim
"ABSTRACT
Propagasi gelombang radio dapat diartikan sebagai proses perambatan gelombang radio dari pemancar ke penerima. Gelombang ini akan merambat melalui udara bebas menuju antena penerima dan mengalami redaman di sepanjang lintansannya, redaman perangkat dan saluran transmisi, sehingga ketika sampai di antena penerima, energi sinyal sudah sangat lemah. Line of sight (LOS) merupakan salah satu jenis propagasi di mana diantara stasiun pengirim dan stasiun penerima tidak terdapat penghalang. Kendala geografis dan kelengkungan bumi menyebabkan adanya keterbatasan untuk transmisi line of sight, namun masalah ini secara umum dapat dikurangi melalui perencanaan, perhitungan dan penggunaan teknologi tambahan. Dalam perencanaan sistem komunikasi radio, kinerja LOS perlu direncanakan cadangan daya akibat fluktuasi sinyal serta analisis kehandalannya. Sistem radio gelombang mikro digital antar titik yang menggunakan frekuensi 13 GHz dengan modulasi 16 QAM, bit rate 140 MBps,dan noise figure 0,7 dB memerlukan daya pancar -4,488 dBm, fading margin sebesar 85,51 dB dan kehandalannya sebesar 99,9999999%."
Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika,Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Kementerian Komunikasi dan Informatika, 2016
302 BPT 14:2 (2016)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Manurung, Vuko Arief Tua
"DPF filter was used at muffler of diesel forklift for filter gas throw away so that make clean emision. After duration 1000 hours usage DPF filter will be dirty and stuff up, and need to be cleaned To make it clean in fact only needed two steps, filter burned at temperature 300 - 600 ?C for I5 minutes and then blown with high pressured air. The problem is the existing process have quite a lot of weakness even there is no standard hence the process become take a time, difficult in handling; and less peaceful to operator and can destroy itself Due to the above condition hence searched the way to improve that process, that is by making appliance sun 's energy used Fresnel lens that the energy more focus, friendlier environment and also operating expenses which is cheap relative. This research conducted in PT TMMlN Karawang Plant."
2008
JUTE-22-3-Sep2008-187
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sihole, Bobby Mazmur
"ABSTRAK
Metoda Common-Reflection-Surface (CRS) Stack merupakan metoda
baru dalam pemrosesan data seismik yang banyak digunakan dalam industri migas
saat ini. Metoda ini memberikan informasi yang lebih detail terhadap kondisi
lokal reflektor yang direpresentasikan melalui parameter emergence angle (α),
jari-jari kelengkungan gelombang NIP (Rnip), dan jari-jari kelengkungan
gelombang normal (Rn).
Analisa kecepatan adalah upaya untuk memprediksi kecepatan gelombang
seismik sampai kedalaman tertentu. Analisa kecepatan dilakukan didalam proses
pengolahan data seismik pada data CMP (Common Mid Point) gather. Pada
penelitian ini dilakukan pemrosesan data seismik dengan metoda konvensional
dan Partial CRS Stack terhadap menggunakan data 2D seismik laut. Pemilihan
parameter secara iterasi untuk mendapatkan tiga parameter α , RN, RNIP secara
optimum. Parameter tersebut merupakan parameter atribut wavefield.
Pada penelitian pengolahan data seismik 2D dengan menggunakan metode
CRS-Stack terbukti lebih unggul dibandingkan metode konvensional. Metode
tersebut dalam menghasilkan penampang seismik dengan rasio sinyal terhadap noise
yang lebih tinggi. Pada zona target di penampang hasil CRS dapat memunculkan
fitur-fitur reflektor yang sebelumnya tidak terlihat di penampang konvensional.
Fitur-fitur tersebut merupakan real data yang menginformasikan kondisi geologi.
Pemilihan rentang apertur yang tepat merupakan kunci untuk mendapatkan
penampang stack yang optimal, validasi rentang apertur ini dapat dilakukan
dengan menggunakan penampang rasio apertur terhadap zona Fresnel

ABSTRACT
Common-Reflection-Surface (CRS) method stack is a new method in
seismic data processing, which is mostly used in oil and gas industry today. This
method give us detail information about local reflector condition which is
represented by through emergence angle (α), the radius of curvature Rnip of the
NIP wave, and the radius of curvature RN of the normal wave.
Velocity analysis is an attempt to predict velocity of seismic wave at
certain depths. This analysis was applied for CMP (Common Mid Point) gather
dataset. In this study, we conducted the process with conventional and Partial
CRS Stack for 2D seismic marine data. The selection of iteration parameter to get
3 parameters such as α , RN, RNIP with optimum value. This Parameters are wave
field attribute parameter.
In this study the 2D of seismic data had been processed using CRS-Stack
method and given the better result than the data processed by conventional method.
CRS Method produced high s/n ratio seismic data. At target zone in the CRS seismic
section shown some features of reflector, which was not seen in the conventional
data seismic previously. The reflectors are the real data that given additional
information about subsurface condition. Selection of range aperture and the exact
value is a key to get optimal result, the validation of this result with comparing
stack section with Fresnel zone."
Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
T42282
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fabiansyah Rinanto Suryadi
"Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun modul eksperimen untuk menentukan koefisien refleksi dan transmisi cahaya terpolarisasi linier. Modul yang dikembangkan menggunakan sistem optik dan elektronik berbasis mikrokontroler untuk memfasilitasi pengukuran intensitas cahaya sebelum dan sesudah interaksi dengan media optik. Sistem ini dilengkapi dengan laser RGB sebagai sumber cahaya, beam splitter 50:50, polarized beam splitter (PBS), sensor BH-1750FVI, serta sistem rotasi menggunakan stepper motor. Melalui variasi sudut datang dan panjang gelombang cahaya, dilakukan pengukuran intensitas untuk polarisasi s dan p. Hasil pengujian menunjukkan bahwa modul mampu mengamati fenomena sudut Brewster dan memisahkan komponen polarisasi secara efektif. Modul juga memiliki akurasi pengukuran sudut hingga ±1°, memungkinkan penentuan sudut penting dan Brewster secara tepat. Namun, pengukuran intensitas belum akurat, sehingga penentuan koefisien refleksi dan transmisi berdasarkan intensitas tidak dapat dilakukan secara kuantitatif. Dengan demikian, koefisien hanya dapat dianalisis melalui pengamatan sudut. Penelitian ini menghasilkan prototipe alat eksperimen optik yang representatif dan berpotensi digunakan dalam pembelajaran praktikum fisika lanjutan dengan pengembangan lebih lanjut.

This research aims to design and develop an experimental module for determining the reflection and transmission coefficients of linearly polarized light. The developed module integrates optical and microcontroller-based electronic systems to facilitate the measurement of light intensity before and after interaction with an optical medium. The system includes an RGB laser as the light source, a 50:50 beam splitter, a polarized beam splitter (PBS), BH-1750FVI sensors, and a rotational mechanism using stepper motors. By varying the angle of incidence and the light wavelength, measurements are conducted for both s- and p-polarized components. Experimental results show that the module is capable of observing the Brewster angle phenomenon and effectively separating polarization components. The module also achieves angular measurement accuracy of up to ±1°, enabling precise determination of critical and Brewster angles. However, due to limited accuracy in intensity measurements, the reflection and transmission coefficients cannot be quantitatively determined based on intensity data. Therefore, analysis of these coefficients is conducted through angular observation. This research has produced a representative prototype of an optical experiment tool, which holds potential for use in advanced physics laboratory courses with further development. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library