Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Aulia Dhara Permatasari
"Magnesium merupakan merupakan logam struktural yang paling ringan di dunia yang biasa digunakan di bidang otomotif. Dalam aplikasinya, sifat mampu bentuk magnesium sangat penting untuk diketahui agar dapat meningkatkan efektivitas proses produksi. Sifat mampu bentuk ini dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah ketebalan material. Batas limit magnesium saat dibentuk digambarkan pada diagram batas pembentukan (FLD). Pada penelitian ini, material yang digunakan adalah lembaran paduan magnesium AZ31B dengan ketebalan 0,5, 0,8, dan 1 mm. Pengujian tarik dilakukan untuk mengetahui sifat mekaniknya sekaligus mendapatkan koefisien pengerasan regang yang juga mempengaruhi mampu bentuk material. Pengujian stretching dilakukan menurut metode Nakazima dengan berbagai variasi geometri sampel yang sudah dibuat kisi lingkaran berdiameter 2 mm pada area permukaannya, menggunakan punch setengah lingkaran, dan dalam kondisi pelumasan minyak. Metode pengukuran regangan menggunakan Dino-Lite portable digital microscope untuk mendapatkan forming limit strain. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lembaran paduan magnesium AZ31B memiliki sifat mampu bentuk yang buruk pada temperatur ruang. Koefisien pengerasan regang (nilai n) yang didapat untuk masing-masing tebal, yaitu berturut-turut sebesar 0.32, 0.33, dan 0.3. Terlihat bahwa FLD yang diperoleh tidak dipengaruhi oleh ketebalan tetapi akan semakin tinggi dengan semakin besarnya nilai n.
Magnesium is the lightest structural metal in the world which is commonly used in the automotive field. In its application, it is known that the formability of magnesium is very important to increase the effectiveness of the production process. This formability can be influenced by many factors, one of which is the thickness of the material. The limits of magnesium when formed are depicted on the formation limit diagram (FLD). In this research, the material used was AZ31B magnesium alloy sheet with a thickness of 0.5, 0.8, and 1 mm. Tensile testing is carried out to determine the mechanical properties as well as obtain the strain hardening coefficient which also affects the formability of the material. Stretching tests were carried out according to the Nakazima method with various variations of sample geometry which had been made into a circular grid with a diameter of 2 mm on the surface area, using a hemispherical punch, and under lubrication oil conditions. The strain measurement method uses a Dino-Lite portable digital microscope to obtain the forming limit strain. The results of this research indicate that AZ31B magnesium alloy sheet has poor formability at room temperature. The strain hardening coefficient (n value) obtained for each thickness is 0.32, 0.33, and 0.3 respectively. It can be seen that the FLD obtained is not influenced by thickness but will be higher with the increasing n value."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Mohammad Ikhrom Ighfarullah
"Pendekatan numerik terhadap formability dari material monolitik sudah dilakukan pada beberapa penelitian sebelumnya, namun hingga kini masih belum ada pendekatan untuk melihat formability dari material sandwich. Pada penelitian ini dilakukan studi literatur terhadap pengujian-pengujian forming limit diagram dari material sandwich dengan Alumunium sebagai bahan dasar dari face layer. Pengumpulan data terkait parameter- parameter yang mempengaruhi formability dilakukan untuk membuat sebuah pendekatan numerik terbaru kepada formability dari material sandwich dengan face layer alumunium. Parameter tebal face layer, tebal core dan nilai strain hardening dari sandwich menjadi parameter utama dalam menentukan persamaan pada penelitian ini. Didapatkan bahwa ketiga parameter ini berbanding lurus dengan nilai plane strain forming limit curve dari material sandwich. Berdasarkan data dari eksperimen-eksperimen terkait formability sandwich sebelumnya didapatkan persamaan FLC0 dari tiap parameter.
Many numerical approach to predict formability of monolithic material have been proprosed, but until now, there is no numerical approach to find formability of sandwich material. In this study, literature review of experiment results of sandwich material with alumunium-based face layer material was conducted. Data of the properties and simulative values related with formability were collected and used to get a new numerical approach, with particular reference to forming limit curve plane strain (FLC0). Face layer thickness, core thickness, and strain hardening value were set as main variable to develop a new equation. It was found that three variables are directly linearly proportional with FLC0 of the sandwich. From the analysis of the experimental data, a new dedicated equation for sandwich materials FLC0 was proposed."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library