Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Al Bukhari Pahlevi
Abstrak :
Fixed Mobile Convergence (FMC) adalah layanan yang menghadirkan konvergensi antara jaringan tetap dan jaringan bergerak. FMC dapat menjadi suatu inovasi layanan yang dianggap dapat meningkatkan penetrasi pelanggan, menurunkan churn rate, dan dapat menjadi solusi dari beban trafik jaringan mobile yang semakin tinggi ke depan. Namun saat ini FMC belum dapat dirasakan di Indonesia. PT Telkom sebagai operator jaringan tetap terbesar di Indonesia dapat memanfaatkan layanan FMC untuk membantu meningkatkan penetrasi pelanggan dan mempertahankan posisi pasar mereka dengan menawarkan layanan yang memiliki value dibanding kompetitor. Penelitian ini melakukan pengembangan strategi layanan FMC, diawali dengan mengetahui preferensi pelanggan terhadap layanan FMC menggunakan teknik conjoint analysis. Hasil dari conjoint analysis digunakan sebagai data preferensi untuk melakukan pengembangan strategi layanan FMC oleh PT Telkom. Hasil dari conjoint analysis adalah sinyal yang stabil di semua ruangan, harga tetap, satu tagihan, seamless handover, layanan HD IPTV yang bisa diakses secara fixed dan mobile, serta bonus menelepon ke semua operator merupakan fitur yang memiliki nilai utilitas yang positif. Nilai utilitas yang positif mengindikasikan atribut tersebut menjadi preferensi yang diminati pelanggan dalam layanan FMC. Strategi yang dapat dilakukan PT Telkom adalah melakukan kerjasama dengan operator mobile untuk menawarkan layanan FMC yang seamless, memiliki sinyal yang dapat menjangkau semua ruangan, memiliki harga yang tetap, layanan tersebut terdiri menjadi satu tagihan, dan menawarkan bundling produk yang terdiri dari layanan fixed dan mobile. Kemudian hal yang harus dikurangi adalah layanan tambahan (add on) yang bukan menjadi preferensi yang diminati pelanggan. terdapat juga hal-hal yang perlu ditingkatkan adalah promosi layanan tambahan berupa antivirus dan aplikasi Movin dan myIndihome, SLA untuk gangguan, kerjasama penjualan dengan pengembang dan building management.
Fixed Mobile Convergence (FMC) is a service that brings convergence between fixed networks and mobile networks. FMC can be a service innovation that is considered to increase customer penetration, reduce churn rate, and can be a solution of the mobile network overload traffic in the future. FMC has not presented in Indonesia. PT Telkom as the largest fixed network operator in Indonesia can utilize FMC services to help increase customer penetration and maintain their market position by offering services that have value compared to competitors. This research develops FMC service strategy, beginning with knowing customer preference to FMC service using conjoint analysis technique. The results of conjoint analysis are used as preference data to develop FMC service strategy by PT Telkom. The results of conjoint analysis, stable signals in all rooms, fixed price, one bill, seamless handover, IPTV HD services that can be accessed on a fixed and mobile network, and free call to all operators are features that have a positive utility value. A positive utility value indicates that attribute is a customer's preferred in the FMC service. PT Telkom's strategy is to work with mobile operators to offer seamless FMC services, have signals that can reach all rooms, have a fixed price, the service comprises one bill, and offers a bundling of products consisting of fixed and mobile services. Then the thing that should be reduced is an additional service (add on) that is not a customer preference. There are also things that need to be improved, it is the promotion of additional services such as antivirus and Movin and myIndihome applications, SLAs for disruptions, sales cooperation with developers and building management.
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
T49213
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Haryanto
Abstrak :
Fixed-Mobile Convergence (FMC) merupakan tren pengembangan jaringan ke depan dengan akses layanan tanpa batas (seamless mobility) untuk pengguna jaringan tetap (fixed network) (PSTN, ISDN, FWA, WAN/LAN, WiFi dan Bluetooth) dan pengguna jaringan bergerak (mobile network) (GSM, CDMA dan PCS), dengan adanya konvergensi ini diharapkan layanan multimedia yaitu voice, data dan mobility dapat berjalan pada perangkat (terminal), tanpa melihat mode akses dan arsitektur jaringannya masing-masing. FMC ini di masa depan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna akan layanan multimedia dengan dukungan bandwidth memadai, mobilitas tinggi dan kemudahan akses. Terdapat 3 (tiga) pendekatan dari sisi teknologi untuk implementasi FMC yaitu UMA (Unlicensed Mobile Access) IMS (IP Multimedia Subsystem) dan Mobile IP. Teknologi UMA, yang dalam standard 3GPP (3rd Generation Partnership Project) disebut GAN (General Access Network), adalah teknologi yang memungkinkan pelanggan mobile (GSM/GPRS/EDGE) dapat berkomunikasi dengan jaringan unlicensed radio dengan menggunakan handset dual-mode. IMS dibangun sebagai sebuah teknologi yang mengakomodasi fixed dan mobile network serta mampu memberikan platform layanan multimedia dalam satu sesi kontrol pada jaringan IP. Teknologi Mobile IP mengintegrasikan berbagai teknologi jaringan akses dan transport berbasis IP. Pendekatan model implementasi FMC dapat dilakukan dengan dua tahapan yaitu Pre-Convergence dan Convergence. Pada tahap pre-convergence dilakukan implementasi Mobile IP sebagai jembatan menuju tahap convergence berbasis IMS. Di tahapan ini, teknologi UMA/GAN dapat juga diterapkan sebagai teknologi antara menuju tahapan convergence dan dari sisi layanan, tahap preconvergence difokuskan pada persiapan produk dan layanan menuju tahap convergence. Beberapa negara telah mengimplementasikan FMC dalam rangka optimalisasi infrastruktur, mempertahankan jumlah pelanggan dan ARPU serta diversifikasi produk dan layanan. Didalam Implementasi Fixed-mobile convergence perlu didukung oleh kesiapan kebijakan dari pemerintah, para penyelenggara telekomunikasi baik fixed maupun mobile serta dukungan vendor telekomunikasi. Kebijakan telekomunikasi di Indonesia yang berpedoman pada prinsip teknologi netral (neutral technology policy) sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2005-2025 diharapkan dapat lebih fleksibel dan terbuka untuk memudahkan perubahan teknologi yang cepat berubah sehingga dapat mendorong industri telekomunikasi dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional namun khusus terkait dengan regulasi yang mengatur tentang FMC belum ditetapkan di dalam kebijakan sektoral.
Fixed-Mobile Convergence (FMC) represent trend development of future network with no limited access service for the consumer of network remain to (network fixed) ( PSTN, ISDN, FWA, WAN / LAN, WiFi and of Bluetooth) and consumer of mobile network (GSM, CDMA and of PCS), with existence of this convergence expected multimedia service likes voice, data and mobility can working with device (terminal), without seeing mode access and its architecture network. This FMC in the future expected can fulfill requirement of consumer with service of multimedia and support of bandwidth requirement, high mobility and easily to access. There was have three approach of technological side for FMC implementation that is UMA ( Unlicensed Mobile Access) IMS ( IP Multimedia Subsystem) and Mobile IP. UMA Technology, which in standard 3GPP (3rd Generation Partnership Project) as GAN (General Access Network), is possible technology for mobile customer (GSM/GPRS/EDGE) can communicate with network of unlicensed radio by using dual-mode handset. IMS developed as a technology which accommodating of fixed and mobile network and also can give service platform of multimedia in one session control in the IP network. IP Mobile technology integrated various network technology access and transport base on IP. Approach of FMC model implementation can be done with two step that is Pre- Convergence and of Convergence. In the phase of pre-convergence can be implemented by Mobile IP as a bridge to go to phase of convergence with base on IMS. In this step, UMA technology UMA /GAN also can be applied as technology between going to next step of convergence and from service side, phase of pre-convergence focused in preparation of service and product to go to next phase of convergence. Some country already implement of FMC technology in order to optimal of infrastructure, maintaining the amount of customer and ARPU and also diversification product and service. In the Implementation of Fixed-Mobile convergence require to be supported by readiness of policy of government, telecommunications provider fixed and mobile and also support of vendor telecommunications. Policy of telecommunications in Indonesia which directive by neutral technological principle as decanted in Long-Range Plan Development (RPJP) 2005-2025 expected to earn more flexible and open to facilitate change of technology which fast change so that can be push telecommunications industry and acceleration of growth and special national economics but related to regulation arranging about FMC not yet been specified in sectoral policy. In this thesis, would like to analyze of implication FMC implementation in Indonesia with paying attention the condition of regulation likes telecommunications structure providing, service tariff, interconnection, license and numbering by doing benchmarking with some state which have already implement by research of FMC Model implementation recommended for able to implementation in Indonesia.
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
T24890
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library