Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Adam
"Penurunan fungsi ekstremitas atas merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien pasca stroke yang mengalami hemiplegia sebagai akibat dari kelemahan dan keterbatasan rentang gerak sendi pada bahu. Akupresur bermanfaat dalam memperbaiki fungsi ektremitas atas dengan melancarkan pergerakan aliran qi (energi vital) di dalam tubuh namun belum banyak penelitian yang mengkaji pengaruh akupresur untuk meningkatkan kekuatan otot dan rentang gerak ekstremitas atas pada pasien pasca stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh akupresur terhadap kekuatan otot dan tentang gerak ekstremitas atas pada pasien stroke pasca rawat inap. Penelitian ini menggunakan quasi-experimental design dengan pendekatan pre-post test design pada 34 responden (n kontrol= n intervensi= 17). Kelompok intervensi diberi akupresur setiap hari 10 menit selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada kekuatan otot dan rentang gerak ekstremitas atas antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p= 0,001 dan p= 0,000; α= 0,05). Akupresur merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kekuatan otot dan rentang gerak pada pasien pasca stroke yang mengalami hemiparesis. Rekomendasi pada penelitian ini adalah diperlukan adanya perawat yang menguasai akupresur dan memodifikasi standar asuhan keperawatan dengan memasukkan terapi komplementer akupresur dalam asuhan keperawatan pasien stroke yang mengalami kelemahan dan keterbatasan rentang gerak ekstremitas atas."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
610 JKI 17:3 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Kristanti Wahyuningtyas
"Peran perawat spesialis neurosains dalam praktik keperawatan antara lain sebagai pemberi asuhan keperawatan lanjut, melaksanakan pembuktian ilmiah, pendidik, advokat, kolaborator, dan agen pembaharu. Asuhan keperawatan lanjut dilaksanakan pada pasien dengan kasus tumor otak dan 30 pasien gangguan neurologi menggunakan pendekatan model adaptasi Roy. Perilaku maladaptif paling banyak terganggu pada mode fisiologis dengan diagnosis ketidakefektifan perfusi jaringan serebral.
Penerapan Evidence Based Nursing berupa latihan Range of Motion (ROM) pasif bilateral ekstremitas atas pada dua pasien stroke akut dengan hemiparese menunjukkan hasil peningkatan fungsi ekstremitas atas dan Activity of Daily Living (ADL). Program inovasi pengembangan media edukasi perawatan pasien kraniotomi pengangkatan tumor menunjukkan peningkatan pengetahuan pasien secara signifikan (p=0,038) dan memudahkan perawat dalam memberikan edukasi secara efektif.

The role of nurse specialist in nursing practice consist of advanced nursing care providers, conduct scientific evidence, educator, advocat, collaborator, and change agent. Advanced nursing care is done by Roy Adaptation Models approach on brain tumor and 30 other neurological disorders patients. Maladaptive behavior at most in a physiological mode with ineffective cerebral perfusion nursing diagnosis.
Evidence Based Nursing was performed by applying bilateral passive Range of Motion (ROM) of upper extremity at two acute stroke patient with hemiplegi and it showed an increase in function of upper extremities and the activity of daily living. The innovation programme by develop an education media for caring patient with craniotomy removal tumor showed significant increase in patient knowledge (p=0,038) and help nurses to give an effective education.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Asriyati Amanah Fahmi
"Permasalahan individu dengan stroke di wilayah perkotaan adalah kurangnya pencegahan tersier seperti rehabilitasi stroke. Perawatan rehabilitasi stroke dapat mencegah komplikasi dan memaksimalkan fungsi tubuh. Terapi latihan dan aktivitas direkomendasikan sebagai perawatan rehabilitas stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan latihan rentang pergerakan sendi RPS dan modified constraint induced movement therapy MCIMT dalam meningkatkan kekuatan otot pada individu dengan stroke. Pendekatan melalui asuhan keperawatan keluarga dilakukan pada individu dengan stroke di komunitas. Hasil intervensi menunjukkan klien mengalami peningkatan kekuatan otot satu poin pada ekstremitas yang mengalami kelemahan dan mencapai tekanan darah yang stabil yaitu
The problem of people with stroke in urban areas is lack of tertiary prevention such as stroke rehabilitation. Stroke rehabilitation treatment can prevent complications and maximize body function. Exercise and activity therapy is recommended as stroke rehabilitation treatment in patiens with motor disorder. This study aimed to determine the effectiveness of range of motion exercise ROM and modified constraint induced movement therapy MCIMT to improve muscle strength in people with stroke. Family care nursing approaches are performed on adults with stroke in community. The results indicated clients have increase in muscle strength of one point on the weakened extremity and reached a stable blood pressure of "
2018
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Zahra Tedjowongso
"Penelitian ini bertujuan mengatasi kendala aksesibilitas yang dihadapi perempuan penyandang disabilitas ekstremitas atas dalam penggunaan kosmetik melalui perancangan dan pengujian alat bantu kecantikan (Assistive Beauty Tools/ACSA). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi design thinking, melibatkan pengujian usabilitas pada lima responden perempuan berusia 15–45 tahun dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta yang aktif menggunakan kosmetik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis tematik untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna serta hambatan utama, seperti kesulitan menjangkau area wajah dan memegang alat kosmetik. ACSA, dilengkapi engsel joint ball, smart drawer, dan customable magnetic brush, dirancang untuk mendukung kemandirian dalam pengaplikasian kosmetik. Hasil menunjukkan ACSA bermanfaat bagi responden dengan keterbatasan motorik berat, memungkinkan mereka merias wajah secara mandiri untuk pertama kalinya, meskipun kurang relevan bagi responden dengan fungsi tangan yang masih memadai. Kendala teknis ditemukan pada sambungan engsel yang kurang stabil, desain laci yang kurang ergonomis, dan daya magnet kuas yang lemah. Rekomendasi perbaikan mencakup penyempurnaan mekanisme pengunci engsel, desain laci untuk aksesibilitas lebih baik, penguatan magnet kuas, serta penyediaan panduan penggunaan yang jelas. Penelitian ini memperkaya wacana akademik desain inklusif dan memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan alat bantu kecantikan yang mendukung kemandirian penyandang disabilitas.

This study aims to address accessibility barriers faced by women with upper extremity disabilities in using cosmetics through the design and testing of Assistive Beauty Tools (ACSA). A qualitative approach with design thinking methodology was employed, involving usability testing with five female participants aged 15–45 years from Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta who actively use cosmetics. Data were collected through interviews, observations, and thematic analysis to identify user needs and primary obstacles, including difficulties reaching facial areas and handling cosmetic tools. ACSA, equipped with a joint ball hinge, smart drawer, and customizable magnetic brush, was designed to support independent makeup application. The results indicate that ACSA benefits participants with severe motor limitations, enabling them to apply makeup independently for the first time, though it is less relevant for participants with sufficient hand function. Technical challenges included unstable hinge connections, less ergonomic drawer design, and weak brush magnet strength. Recommendations for improvement include refining the hinge locking mechanism, enhancing drawer accessibility, strengthening brush magnets, and providing clear user instructions. This study enriches the academic discourse on inclusive design and offers practical contributions to the development of assistive beauty tools that promote autonomy and inclusivity for individuals with disabilities."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Adam
"Penurunan fungsi ekstremitas atas merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien pasca stroke yang mengalami hemiplegia sebagai akibat dari kelemahan dan keterbatasan rentang gerak sendi pada bahu. Akupresur bermanfaat dalam memperbaiki fungsi ektremitas atas dengan melancarkan pergerakan aliran qi (energi vital) di dalam tubuh namun belum banyak penelitian yang mengkaji pengaruh akupresur untuk meningkatkan kekuatan otot dan rentang gerak ekstremitas atas pada pasien pasca stroke.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh akupresur terhadap kekuatan otot dan tentang gerak ekstremitas atas pada pasien stroke pasca rawat inap. Penelitian ini menggunakan quasi-experimental design dengan pendekatan pre-post test design pada 34 responden (n kontrol = n intervensi = 17). Kelompok intervensi diberi akupresur setiap hari 10 menit selama 7 hari.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada kekuatan otot dan rentang gerak ekstremitas atas antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = 0,001 dan p=0,000; α = 0,05). Akupresur merupakan intervensi yang efekrif untuk meningkatkan kekuatan otot dan rentang gerak pada pasien pasca stroke yang mengalami hemiparesis.
Rekomendasi pada penelitian ini adalah diperlukan adanya perawat yang menguasai akupresur dan memodifikasi standar asuhan keperawatan dengan memasukkan terapi komplementer akupresur dalam asuhan keperawatan pasien stroke yang mengalami kelemahan dan keterbatasan rentang gerak ekstremitas atas.

Decrease in upper extremity function is a frequent complication in patients who experience post-stroke hemiparesis as a result of the weaknesses and limitations of range of motion in the shoulder. Acupressure is useful in improving the function of upper extremity by launching a movement of the flow of qi (vital energy) in the body but not much research that examines the effect of acupressure to improve muscle strength and range of motion of upper extremity in post stroke patients.
This study aimed to identify the effect of acupressure on muscle strength and range of motion of upper extremity in stroke patients after hospitalization. This study is a quasi-experimental design with pre-post test approach in 34 respondents (n control = n intervention = 17). Acupressure group were given 10 minutes per time each day for 7 days.
There are significant differences in muscle strength and range of motion of upper extremity between the intervention group and control group (p = 0.001 and p = 0.000; α = 0.05). Acupressure is an effective intervention to improve muscle strength and range of motion in patients who experience post-stroke hemiparesis.
Recommendations from this finding that nurses need to competent to provide acupressure and modify the standard of nursing care by include acupressure therapy into nursing care of stroke patients who experience upper extremity weakness and range of motion limitations.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2011
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library