Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jerry Quary Rachmad
"Karya Akhir ini meneliti mengenai kinerja perusahaan dalam industri ritel di Indonesia, dimana industri ritel telah berkembang dengan pesat, khususnya ritel moderen yang menjadi tempat bekerja terbesar kedua setelah pertanian di Indonesia. Penelitian ini menganalisis tiga perusahaan yang memiliki target pasar berbeda pada industri ritel departement store yang dievaluasi menggunakan metode DuPonL EVA. dan FCF, sehingga diharapkan memberi gambaran mengenai segmentasi pasar manakah yang memberikan keuntungan terbesar terhadap pelaku bisnis pada industri ritel di Indonesia.

This thesis analysing firms in retail industry in Indonesia, which experiencing rapid growth, especially modem retail which become second largest working place after agriculture in Indonesia. This research analyze three companies on departement store retail which have different strategies on its target market using three financial evaluation’s method (DuPont, EVA, and FCF). This research will shows which market segmen provide higher profitability in Indonesia’s retail industry."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T25756
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Readytia Legistiara Samudra
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T25427
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Readytia Legistiara Samudra
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T25428
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Joel James Surjanto
"Makalah ini meneliti kinerja keuangan dan valuasi Propel untuk tahun fiskal 2023 (FY23). Propel mengalami peningkatan penjualan sebesar 15,93% dibandingkan FY22, terutama didorong oleh peningkatan operasi pemakaman dan akuisisi strategis bisnis pemakaman. Pertumbuhan jumlah kematian dan populasi lanjut usia di Australia juga berkontribusi pada peningkatan permintaan layanan Propel. Strategi perusahaan untuk mengakuisisi aset dalam industri perawatan kematian dan diversifikasi portofolio layanan, termasuk layanan pemakaman hewan peliharaan, lebih lanjut mendukung pertumbuhan pendapatan. Analisis mendalam terhadap margin laba Propel menggunakan analisis DuPont mengungkapkan fluktuasi signifikan selama periode tiga tahun, terutama penurunan substansial pada tahun 2022 karena biaya penghentian sebesar $15 juta dan pengeluaran non-berulang lainnya. Return on net operating assets (RNOA) untuk tahun 2023 adalah 6,59%, sementara rasio leverage keuangan menunjukkan bahwa sebagian besar operasi dibiayai melalui utang. Spread positif antara RNOA dan biaya pinjaman bersih (NBC) sebesar 3,32% menunjukkan bahwa leverage keuangan telah meningkatkan pengembalian ekuitas pemegang saham (ROE). P/B multiple sebesar 2,05 dan forward P/E multiple sebesar 23,16 menunjukkan bahwa pasar mengharapkan pertumbuhan pendapatan residual positif untuk Propel. Tingkat pertumbuhan terminal sebesar 4,09% sejalan dengan pertumbuhan GDP nominal Australia, mendukung keberlanjutan perkiraan ini. Analisis ini menyimpulkan dengan rekomendasi untuk menjual saham karena risiko potensi overvaluasi, menyoroti pentingnya proyeksi pertumbuhan yang akurat dan asumsi biaya modal dalam valuasi ekuitas.
This paper examines Propel's financial performance and valuation for fiscal year 2023 (FY23). Propel experienced a 15.93% increase in sales compared to FY22, primarily driven by a rise in funeral operations and strategic acquisitions of funeral businesses. The growth in the number of deaths and an aging population in Australia also contributed to increased demand for Propel's services. The company’s strategy of acquiring assets within the death care industry and diversifying its service portfolio, including pet funeral services, further bolstered revenue growth. A detailed analysis of Propel's profit margin using DuPont analysis reveals significant fluctuations over the three-year period, notably a substantial decline in 2022 due to a $15 million termination fee and other non-recurring expenses. The return on net operating assets (RNOA) for 2023 was 6.59%, while the financial leverage ratio indicated that a significant portion of operations is financed through debt. The positive spread between RNOA and net borrowing costs (NBC) of 3.32% suggests that financial leverage has enhanced returns on shareholders' equity (ROE). The P/B multiple of 2.05 and a forward P/E multiple of 23.16 indicate that the market expects positive residual income growth for Propel. A terminal growth rate of 4.09% aligns with Australia's nominal GDP growth, supporting the sustainability of this estimate. The analysis concludes with a recommendation to sell shares due to potential overvaluation risks, highlighting the importance of accurate growth projections and cost of capital assumptions in equity valuation."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Aulia Haskoro Trisunu
"Dalam penelitian ini, penulis ingin menganalisis hubungan antara volatilitas idiosinkratik dengan volatilitas arus kas dinegara berkembang. Volatilitas idiosinkratik atau biasa disebut unsystematic risk adalah risiko spesifik perusahaan yang muncul karena adanya kejadian atau keadaan yang spesifik. Volatilitas arus kas menunjukkan bagaimana pergerakan arus kas perusahaan berjalan dalam waktu tertentu. Dalam penulisan ini, pengukuran volatilitas arus kas menggunakan komponen DuPont ROE yaitu, Asset Turnover, Profit Margin, dan Equity Multiplier. Dengan menggunakan variabel kontrol ukuran perusahaan dan ilikuiditas, penelitian dilakukan dibeberapa negara berkembang yang termasuk didalam kelompok Emerging 7, yaitu Indonesia, Turki, dan Rusia, dengan rentang waktu dari tahun 2013 hingga tahun 2017. Hasil dari penelitian ini menunjukkan masih terdapat hasil yang inkonklusif dimasing-masing negara. Pengaruh volatilitas arus kas terhadap volatilitas idiosinkratik tidak ditemukan di Indonesia, sedangkan di Turki hanya variabel volatilitas profit margin yang memiliki nilai signifikan dan hanya variabel volatilitas equity multiplier yang memiliki nilai signifikan di Rusia.

In this study, the author want to analyze the relationship between idiosyncratic volatility and the volatility of cash flows in developing countries. Idiosyncratic volatility or commonly called unsystematic risk is a company-specific risk that arises because of a specific event or situation. Cash flow volatility shows how the company cash flow movements run at a certain time. In this paper, measurement of cash flow volatility uses DuPont ROE components, namely, Asset Turnover, Profit Margin, and Equity Multiplier. By using company size control variables and illiquidity, the research is carried out in several developing countries that are included in Emerging 7 groups, namely Indonesia, Turkey and Russia, with a period of time from 2013 to 2017. The result is there is still some inconclusive result regarding the impact of cash flow volatility on idiosyncratic volatility in emerging markets. In Indonesia there is no significant contribution of cash flow volatility, while in Turkey only profit margin volatility that has significant correlation with idiosyncratic volatility and only equity multiplier volatility in Russia that has a significant contribution."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T53398
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irene Mahadhika
"Karya Akhir ini membahas analisis laporan keuangan dari salah satu perusahaan industri baja di Indonesia, yaitu PT XYZ, dengan menggunakan metode analisis rasio, analisis prediksi kebangkrutan Altman Z Score, dan analisis DuPont untuk mendapatkan faktor utama penyebab potensi kebangkrutan pada perusahaan dan sebagai referensi untuk perbaikan kinerja perusahaan dalam lima tahun ke depan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan sumber data primer dari hasil wawancara dan data sekunder dari laporan internal perusahaan dan website resmi lainnya.

Focus of this research is to analyze performance of one of the steel company in Indonesia, stated here as PT XYZ, using financial ratio, Altman Z Scores bankruptcy prediction analysis, and DuPont analysis in order to find main factors that cause potential bankruptcy in the company and as a reference for companys performance improvement in the next five years. This research is quantitative with the use of data from internal resources and other official websites."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Prihardy Bakry
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T25644
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Saepul Dahlan
"Operasi Pemboran dan Kerja Ulang PT XYZ terus melakukan inovasi program keselamatan kerja untuk menurunkan tingkat kecelakaan kerja agar mendekati nihil, namun kecelakaan kerja masih terjadi yang salah satu penyebabnya diakibatkan oleh perilaku pekerja yang tidak selamat (unsafe action). Inovasi untuk menurunkan jumlah unsafe action adalah penggunaan CCTV real time 24/7 yang terintegrasi (iCCTV) ke ruang kontrol yang dilengkapi dengan observer yang secara langsung memberikan pengawasan, umpan balik dan coaching kepada pekerja di lapangan yang diobservasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa gambaran tren unsafe action setelah pemakaian iCCTV terhadap waktu pada kasus berulang, segmen waktu kerja, penghentian kerja, tipe bahaya, jenis pekerjaan dan status tindak lanjut dari temuan kasus. Metode penelitian yang digunakan adalah case study restrospektif dengan mengunakan data sekunder yang diambil dari hasil pengamatan unsafe action selama kurun waktu Maret 2018 sampai dengan Desember 2019, serta data primer hasil wawancara observer. Jenis penelitian ini adalah semi kuantitatif dari studi kasus pelaksanaan iCCTV pada Unit Pemboran dan Kerja Ulang PT XYZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penggunaan iCCTV terjadi penurunan tren jumlah unsafe action terhadap waktu pada kasus berulang, segmen waktu kerja, penghentian kerja, tipe bahaya, jenis pekerjaan dan status tindak lanjut temuan kasus. Kesimpulannya adalah bahwa penggunaan iCCTV menurunkan tren unsafe action pekerja Pemboran dan Kerja Ulang PT XYZ melalui mekanisme pengawasan, umpan balik dan coaching yang bersesuaian dengan teori Efek Hawthorn, Teori ABC, serta kurva Bradley DuPont.

Drilling and workover operations continuesly innovate in its safety programs to reduce accidents to near zero. In reality, accidents are still occurred which one of the root causes is unsafe action. Innovation to reduce the number of unsafe action is through the usage of 24/7 integrated real time CCTV (iCCTV) transmitted to a control room that is manned with observers who directly provide supervision, feedback and coaching to the observed workers in the field. This study aims to analyze the trend of unsafe action after the implementation of iCCTV versus time on recurrent cases, work time segment, work stop, hazard types, work types and unsafe case finding follow-up action status. The research method is case study retrospective using secondary data that were taken from unsafe action observations during period of March 2018 to December 2019 and primary data from observers interview. This research type is semi quantitative from a case study of the iCCTV implementation in the PT XYZ Drilling and Workover. After the implementation of iCCTV, the results showed that the trend of unsafe action is decreasing for recurrent case, work time segment, work stop, hazard types, work types and unsafe case finding follow up action status. As conclusion, the implementation of iCCTV reduce the unsafe action trends through supervision, feedbacks and coaches mechanism that is in alignment with Hawthorne Effect, ABC Theory, and Bradley DuPont Curve."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arrasdya Putri Karina
"This paper presents a comprehensive financial statement analysis of oOh!media Limited, a leading Out of Home (OOH) advertising company in Australia and New Zealand. The study examines the company’s financial performance, profitability, and valuation through various accounting principles and financial models. The analysis covers income statement presentation, clean surplus relations, and property, plant, and equipment (PPE) articulation, highlighting key financial metrics and trends. Additionally, a residual income model valuation is conducted, demonstrating the company's equity position and financial health. The report also includes a reformulation of financial statements to distinguish between operating and financing activities, allowing for a clearer assessment of financial leverage and efficiency. Ratio analysis, including revenue growth and profit margin interpretation, provides insights into OML’s financial stability and operational effectiveness. The study further incorporates a DuPont analysis to evaluate return on capital and financial leverage, along with forecasting and valuation techniques to assess investment viability. Sensitivity analysis and multiple interpretations suggest the potential market outlook for OML’s shares. Overall, this research offers a detailed financial assessment of oOh!media Limited, providing valuable insights for investors, analysts, and stakeholders.

Makalah ini menyajikan analisis komprehensif terhadap laporan keuangan oOh!media Limited, sebuah perusahaan terkemuka dalam industri periklanan Out of Home (OOH) di Australia dan Selandia Baru. Analisis ini mengevaluasi kinerja keuangan, profitabilitas, dan valuasi perusahaan melalui berbagai prinsip akuntansi serta model keuangan. Analisis mencakup penyajian laporan laba rugi, hubungan clean surplus, serta artikulasi aset tetap (PPE), dengan menyoroti metrik dan tren keuangan utama. Selain itu, model valuasi residual income digunakan untuk menilai posisi ekuitas dan kesehatan finansial perusahaan. Reformulasi laporan keuangan juga dilakukan guna membedakan antara aktivitas operasional dan pendanaan, memungkinkan penilaian yang lebih jelas terhadap leverage keuangan dan efisiensi perusahaan. Analisis rasio, termasuk pertumbuhan pendapatan dan interpretasi margin laba, memberikan wawasan mengenai stabilitas keuangan dan efektivitas operasional oOh!media Limited. Studi ini juga mengaplikasikan analisis DuPont untuk mengevaluasi tingkat pengembalian modal dan leverage keuangan, serta menggunakan metode peramalan dan valuasi guna menilai kelayakan investasi. Analisis sensitivitas dan interpretasi multipel turut disertakan untuk menggambarkan prospek pasar saham OML. Secara keseluruhan, penelitian ini menawarkan evaluasi keuangan yang mendalam terhadap oOh!media Limited, memberikan wawasan berharga bagi investor, analis, dan pemangku kepentingan."
Depok: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ismail Aurum Kamka
"Pendahuluan: Meskipun adopsi ESG berkembang di sektor perbankan Asia Pasifik, mekanisme transmisi melalui mana praktik ESG menciptakan nilai masih kurang dipahami, terutama mengenai jalur operasional spesifik.
Metode: Kami menganalisis data panel dari 226 bank yang terdaftar di 20+ negara Asia Pasifik (2021-2023) menggunakan model efek tetap dan analisis DuPont yang diperluas. Kerangka kerja ini menguraikan Return on Equity menjadi Net Profit Margin, Asset Turnover, dan Equity Multiplier untuk mengidentifikasi saluran transmisi ESG.
Hasil: Skor ESG menunjukkan efek langsung yang positif namun tidak signifikan terhadap ROE (p=0,321). Namun, analisis DuPont yang diperluas mengungkapkan efisiensi operasional sebagai saluran transmisi utama (korelasi 0,2557, p<0,001). Praktik sosial menunjukkan dampak profitabilitas terkuat (0,2934, p<0,001), sementara ESG berkorelasi negatif dengan kredit bermasalah (-0,253, p<0,05). Efisiensi operasional meningkat 27,9% bersamaan dengan peningkatan ESG sebesar 7,4% selama periode studi.
Pembahasan: ESG mempengaruhi kinerja bank melalui jalur keunggulan operasional dan manajemen risiko daripada saluran profitabilitas langsung. Praktik sosial menawarkan pengembalian yang lebih cepat dibandingkan inisiatif lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank harus memprioritaskan investasi ESG yang menargetkan efisiensi operasional, sementara pembuat kebijakan harus merancang kerangka regulasi yang adaptif dengan mempertimbangkan tingkat kematangan institusional.

Introduction: Despite growing ESG adoption in Asia Pacific banking, transmission mechanisms through which ESG practices create value remain poorly understood, particularly regarding specific operational pathways. 
Methods: We analyze panel data from 226 listed banks across 20+ Asia Pacific countries (2021-2023) using fixed effects models and enhanced DuPont analysis. The framework decomposes Return on Equity into Net Profit Margin, Asset Turnover, and Equity Multiplier to identify ESG transmission channels. 
Results: ESG scores show positive but non-significant direct effects on ROE (p=0.321). However, enhanced DuPont analysis reveals operating efficiency as the primary transmission channel (correlation 0.2557, p<0.001). Social practices demonstrate strongest profitability impact (0.2934, p<0.001), while ESG correlates negatively with non-performing loans (-0.253, p<0.05). Operating efficiency improved 27.9% alongside 7.4% ESG increase during the study period. 
Discussion: ESG influences bank performance through operational excellence and risk management pathways rather than direct profitability channels. Social practices offer more immediate returns than environmental initiatives. Results suggest banks should prioritize ESG investments targeting operational efficiency, while policymakers should design adaptive regulatory frameworks considering institutional maturity levels.
"
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>