Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query
Nadira A`Dila
"Pedagang Besar Farmasi (PBF) dalam menjalankan tugasnya sebagai distributor/penyalur obat dan bahan obat bertujuan untuk memastikan mutu sepanjang jalur distribusi/penyaluran sesuai persyaratan dan tujuan penggunaannya sehingga obat yang didistribusikan terjamin keamanan, khasiat, dan mutu obatnya. Kegiatan distribusi obat harus diatur dalam Prosedur Operasional Baku (POB). POB adalah prosedur tertulis berupa petunjuk operasional dan harus diperbaharui secara terus-menerus sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang farmasi dan sesuai peraturan perundang-undangan. Setiap perusahaan memiliki POB masing-masing yang disesuaikan dengan kebutuhan dan praktik kegiatan dilapangan. Namun, harus tetap sesuai dengan CDOB yang berlaku. Kegiatan mengkaji dan menyusun prosedur operasional baku dilakukan dengan melakukan studi literatur mengkaji POB PT SamMarie Tramedifa baik pada kegiatan langsung maupun peraturan tertulis dan selanjutnya membandingkan dengan literatur utama. Dari hasil kajian dan penyusunan porsedur operasional baku terdapat tambahan dan perbaikan pada POB sebelumnya sehingga berpotensi meningkatkan kepatuhan seluruh pihak yang terkait.
Pharmaceutical distributors aim to ensure quality along the distribution/distribution route according to the requirements and intended use so that the safety, efficacy, and quality of the medicines distributed are guaranteed. Drug distribution activity must be regulated in Standard Operational Procedures (POB). POB is a written procedure in the form of operational instructions. It must be updated continuously by developments in science and technology in the pharmaceutical sector and by statutory regulations. Each company has its own POB tailored to the needs and practices of activities in the field. However, it must remain by the applicable CDOB. Reviewing and compiling standard operational procedures was carried out by conducting a literature study examining PT SamMarie Tramedifa's POB on direct activities and written regulations and then comparing it with the primary literature. From the study results and preparation of standard operational procedures, there are additions and improvements to the previous POB, which have the potential to increase compliance by all parties involved."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Annisa Larasati Nurhidayah
"Pemusnahan adalah kegiatan transaksi pengeluaran obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) yang kedaluwarsa, hasil penarikan, dan rusak secara permanen hingga tidak layak dikembalikan menjadi aset lagi. Pemusnahan obat adalah kegiatan yang dapat terjadi di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, apotek, industri, dan distributor farmasi. Pemusnahan bertujuan untuk menjamin sediaan yang tidak layak digunakan ditangani sesuai standar dan dapat mengurangi beban penyimpanan. Tiap jenis sediaan memiliki prosedur dan metode yang sesuai untuk memastikan pemusnahan dilakukan dengan tuntas. Pengelolaan pemusnahan obat yang tidak benar menjadi masalah dunia yang dapat berujung menjadi masalah lingkungan yang membahayakan masyarakat karena kontaminasi air bersih dan tanah. Distributor farmasi memiliki risiko menampung sediaan farmasi tidak masuk persyaratan yang harus dimusnahkan sesuai persyaratan sebagai bentuk kepatuhan dan dukungan terhadap keselamatan lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji persyaratan dan tata cara pemusnahan obat tidak masuk persyaratan di distributor farmasi sebagai referensi untuk menyusun pedoman pemusnahan. Tata cara dan persyaratan pemusnahan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan BMHP dikaji dari beberapa regulasi dan sumber yang berlaku, terbaru, dan relevan. Hasil kajian merangkum tentang regulasi terkait pemusnahan, tata cara penanganan obat reguler dan narkotika-psikotropika-prekursor tidak masuk persyaratan, dokumen dan berita acara, metode pemusnahan sediaan tidak masuk persyaratan, serta persyaratan fasilitas untuk pengelolaan limbah.
Disposal is a transactional act of extracting expired, recalled, permanently damaged drug and disposable medical supplies. Drug disposal could occur in health facilities such as hospital, pharmacy, industrial plant, and pharmaceutical distributor. Disposal is done to assure unqualified medical supplies are handled according to standards and reduce inventory burden. Some types of supply need special methods and procedures to ensure thorough extermination. Improper drug disposal management is a worldwide problem that can cause dangerous environmental and population problems from contaminated water and soil. Pharmaceutical distributor has the likelihood to store unqualified medical supplies that need to be disposed in order to support environmental safety and as a form of compliance. This study is done to collect and assess conditions and procedures disposal of unqualified products in pharmaceutical distributor as a reference to compile a disposal guideline. Conditions and procedures were collected and assessed from new, relevant, and related sources. Result of this study is concluded to related regulations, unqualified regular and regulated drugs handling procedures, archives and reports, disposal methods, and facility’s requirements to handle waste."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Niluh Ekaputri Laksmi Sutarini
"Seorang apoteker memegang peranan penting di institusi kefarmasian seperti, industri farmasi, apotek, dan distributor farmasi. Dalam menjalankan tugasnya, seorang apoteker harus dapat memahami dan mempraktikkan pekerjaan dan pelayanan kefarmasian dengan baik. Apoteker dapat memperoleh wawasan dan pemahaman mengenai pekerjaan dan pelayanan kefarmasian tersebut dari pembelajaran secara teoritis maupun praktik langsung di institusi kefarmasian. Selain itu, agar dapat menjadi apoteker yang kompeten, calon apoteker harus memenuhi standar kompetensi sebagai persyaratan untuk memasuki dunia kerja dan menjalani praktik profesi. Sebagai bekal dan pengalaman calon apoteker untuk dapat memahami peran apoteker dan meningkatkan kompetensi, maka dilaksanakan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Apotek Atrika, PT Enseval Putera Megatrading Tbk, dan PT Takeda Indonesia selama periode bulan Februari-Juli 2020. Dengan dilaksanakannya kegiatan PKPA ini, diharapkan calon apoteker dapat memperluas pengetahuan, wawasan, pemahaman, keterampilan, dan pengalaman dalam melakukan praktik dan pekerjaan kefarmasian secara langsung di institusi kefarmasian.
pharmacist plays an important role in pharmaceutical institutions such as pharmaceutical industries, pharmacies, and pharmaceutical distributors. In carrying out their duties, a pharmacist must be able to understand and implement good pharmaceutical practices. Pharmacists can gain insight and understanding of the pharmaceutical practices from theoretical learning and hands-on practice in pharmaceutical institutions. Besides, to become a competent pharmacist, prospective pharmacists must meet competency standards as a requirement to enter the world of work and undergo the professional practice. As a provision and experience for prospective pharmacists to be able to understand the role of pharmacists and improve competence, internship was carried out at the PT Enseval Putera Megatrading Tbk, Apotek Atrika, and PT Takeda Indonesia during the period February-July 2020. With the implementation of this internship, it is hoped that prospective pharmacists can broaden their knowledge, insight, understanding, skills, and experience in doing pharmaceutical practices directly in pharmaceutical institutions."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2020
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Raihandhana Putradista
"Praktik kerja profesi di PT Aventis Pharma periode bulan Mei tahun 2018 bertujuan untuk memahami tugas dan tanggung jawab apoteker dalam memiliki wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman praktis untuk melakukan praktik kefarmasian di Distributor Farmasi ; dan memiliki gambaran nyata tentang permasalahan praktik kefarmasian di Distributor Farmasi serta mempelajari strategi dan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka pengembangan praktik kefarmasian. Tugas khusus yang diberikan adalah Validasi pengiriman menggunakan passive packaging Styrofoam untuk pengiriman suhu -15 sd -60 C. Tujuan dari tugas khusus adalah memastikan bahwa pengiriman obat-obatan telah sampai pada tempatnya dalam kondisi yang baik.
Internship PT Aventis Pharma period of March- April 2018 purpose is to understand duties and responsibilities of pharmacist in Pharmacy distributor practice; to have knowledge, skills, and experience as a pharmacist in Pharmacy Distribution ; to learn about challenges and strategies to develop in Pharmacy Distributor. The specific assignment given is validation of delivery using Styrofoam as passive packaging for temperature of delivery between -15 to -60 C .The aims of specific assignment is ensure the delivery process of the drugs has been placed in a good storage condition duringd delivery. "
2020
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Ririn Yuliana
"Praktik Kerja Profesi Apoteker di PT. Finusolprima Farma Internasional Periode Bulan Juli - Agustus Tahun 2019 bertujuan untuk mengerti peranan, tugas, dan tanggung jawab seorang Apoteker di Industri Farmasi. Selain itu, calon Apoteker juga dapat memiliki wawasan, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman praktis untuk melakukan pekerjaan kefarmasian di Industri Farmasi, serta untuk memahami penerapan Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) di Industri Farmasi.
Praktik kerja profesi yang dilaksanakan di Industri Farmasi berlangsung selama dua bulan dengan tugas khusus yang diberikan, yaitu pembuatan protokol validasi fogging untuk seluruh area produksi dan laboratorium mikrobiologi lantai 1 di PT. Finusolprima Farma Internasional.
Tugas khusus ini bertujuan untuk menyusun protokol validasi fogging dan penentuan letak indikator biologi (Bacillus atrophaeus) yang akan digunakan dalam proses sanitasi pada seluruh area produksi dan laboratorium mikrobiologi lantai 1 di PT. Finusolprima Farma Internasional.
Pharmacist Professional Work Practices at PT. Finusolprima Farma International for the Period of July - August 2019 aims to understand the roles, duties, and responsibilities of a pharmacist in the pharmaceutical industry. In addition, prospective Pharmacists can also have insight, knowledge, skills and practical experience to do pharmaceutical work in the Pharmaceutical Industry, as well as to understand the application of Good Manufacturing Practices (CPOB) in the Pharmaceutical Industry. Professional work practices carried out at PT. Finusolprima Farma Internasional lasted for two months with a special assignment, namely the creation of a fogging validation protocol for all production areas and the first floor microbiology laboratory at PT. Finusolprima Farma International. This special task aims to develop a fogging validation protocol and determine the location of the biological indicators (Bacillus atrophaeus) which will be used in the sanitation process in all production areas and the first floor microbiology laboratory at PT. Finusolprima Farma International."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2020
PR-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Shanifa Dianmurdedi
"Pedagang Besar Farmasi (PBF) atau Distributor Farmasi merupakan suatu perusahaan berbentuk badan hukum yang memiliki izin untuk melakukan pengadaan, penyimpanan, penyaluran obat dan/atau bahan obat dalam jumlah besar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pedagang Besar Farmasi menggunakan pedoman yang digunakan untuk memastikan proses distribusi obat dan alat kesehatan berjalan sesuai dengan perundang-undangan. Pedoman yang digunakan oleh Pedagang Besar Farmasi dalam kegiatan pendistribusian alat kesehatan adalah CDAKB (Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik). CDAKB digunakan untuk menjamin agar produk alat kesehatan yang didistribusikan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. CDAKB diberikan oleh pemerintah dalam bentuk sertifikasi sebagai tanda bahwa Pedagang Besar Farmasi telah menjalankan proses distribusi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Kimia Farma Trading & Distribution Jakarta 2 merupakan salah satu Pedagang Besar Farmasi yang telah memiliki sertifikasi CDAKB sehingga diharapkan telah menjalankan proses distribusi alat kesehatan sesuai dengan pedoman. Tugas khusus praktik kerja di Kimia Farma Trading & Distribution Jakarta 2 ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) pada kegiatan penanganan keluhan dan pemusnahan alat kesehatan di Kimia Farma Trading & Distribution Jakarta 2. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan data yaitu dengan melihat SOP dan melakukan wawancara dengan Apoteker Penanggung Jawab (APJ) Alat Kesehatan terkait penanganan keluhan dan pemusnahan alat kesehatan di Kimia Farma Trading & Distribution Jakarta 2. Penanganan keluhan dilakukan dengan penerimaan keluhan verbal dan non verbal dalam bentuk kuisioner dari konsumen yang kemudian diinvestigasi dan dievaluasi tiap 3 bulan. Pemusnahan alat kesehatan dilakukan dengan memisahkan barang yang rusak dan kadaluarsa untuk mencegah tercampurnya barang yang layak jual dan ketidaksengajaan barang terjual. Hasil analisis menunjukkan Kimia Farma Trading & Distribution Jakarta 2 telah mengimplementasikan CDAKB dalam operasional sehari-hari pada aspek penanganan keluhan dan pemusnahan alat kesehatan.
A Pharmaceutical Wholesaler (PBF) or Pharmaceutical Distributor is a company in the form of a legal entity that has a license to procure, store, distribute medicines and/or medicinal substances in large quantities in accordance with the provisions of statutory regulations. Pharmaceutical Wholesalers use guidelines to ensure that the distribution process for medicines and medical devices runs in accordance with legislation. The guideline used by Pharmaceutical Wholesalers in the distribution of medical devices is CDAKB (Good Method of Distribution of Medical Devices). CDAKB is used to ensure that distributed medical device products meet the specified requirements. CDAKB is given by the government in the form of certification as a sign that Pharmaceutical Wholesalers have carried out the distribution process in accordance with established regulations. Kimia Farma Trading & Distribution Jakarta 2 is one of the Pharmaceutical Wholesalers that has CDAKB certification so it is expected to carried out the medical device distribution process in accordance with the guidelines. This internship assignment at Kimia Farma Trading & Distribution Jakarta 2 aims to analyze the application of Good Medical Device Distribution Methods (CDAKB) in the activities of handling complaints and destroying medical devices at Kimia Farma Trading & Distribution Jakarta 2. The analysis was carried out using data collection methods by looking at the SOP and conducting interviews with the Pharmacist in Charge (APJ) for Medical Devices regarding handling complaints and destroying medical devices at Kimia Farma Trading & Distribution Jakarta 2. Handling complaints is carried out by receiving verbal and non-verbal complaints in the form of questionnaires from consumers which are then investigated and evaluated every 3 months. Destruction of medical devices is carried out by separating damaged and expired goods to prevent mixing of goods that are fit for sale and accidental sale of goods. The analysis results show that Kimia Farma Trading & Distribution Jakarta 2 has implemented CDAKB in its daily operations in the aspects of handling complaints and destroying medical devices."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Ananta Marabet
"Apoteker dalam industri farmasi memegang peranan penting agar obat yang dihasilkan bermutu, aman, dan berkhasiat. Kedudukan Apoteker yang diatur dalam CPOB yaitu sebagai penanggung jawab produksi, pengawasan mutu, dan pemastian mutu.. Calon apoteker wajib mengikuti praktik kerja profesi secara langsung di industri farmasi dan mengetahui gambaran umum mengenai permasalahan kefarmasian di industri farmasi. Tugas khusus yang diberikan berupa kualifikasi equipment. Tujuan dari tugas khusus ini adalah memahami proses kualifikasi serta tahapan pembuatan dokumen yang dibutuhkan selama proses kualifikasi berlangsung.
Pharmacists in the pharmaceutical industry have an important role so that the drugs produced are of good quality, safe, and efficacious. The Pharmacist's position is regulated in CPOB, namely as the person in charge of production, quality control, and quality assurance. Prospective pharmacists are required to follow professional work practices directly in the pharmaceutical industry and know an overview of pharmaceutical problems in the pharmaceutical industry. The special task given is equipment qualification. The purpose of this specific task is to understand the qualification process and the stages of document preparation needed during the qualification process."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia , 2020
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Astri Maulinda Sari
"PT KFTD merupakan Pedagang Besar Farmasi yang memiliki izin untuk menyalurkan obat keras golongan narkotika. Evaluasi pemesanan obat golongan narkotika dilakukan berdasarkan ketetapan yang berlaku di PT KFTD. Evaluasi kewajaran jumlah dan frekuensi ini selanjutnya digunakan sebagai acuan bagi apoteker penanggung jawab KFTD dalam melakukan penilaian penerimaan pesanan narkotika dari outlet terkait.Penilaian awal status kewajaran pemesanan dilakukan dengan membandingkan histori pembelian aktual obat Fentanyl (PCC) dari Outlet X selama periode September 2021 – September 2022 kepada PBF KFTD Cabang Bekasi tiap bulannya dengan rata-rata pembelian obat yang didapat dari big data milik PT KFTD.Penjualan obat Fentanyl PCC menempati penjualan tertinggi untuk obat golongan narkotika di PT KFTD Cabang Bekasi, yaitu mencapai 53,265% selama periode September 2021 – September 2022. Penjualan obat Fentanyl dilakukan kepada 90 outlet mitra kerja dengan Outlet X merupakan outlet dengan frekuensi pembelian terbanyak yaitu 2.216 dus @ 5 ampul dalam setahun.Penilaian kewajaran pesanan narkotika yang diterima oleh PBF KFTD Cabang Bekasi harus dilakukan dengan membandingkan riwayat pembelian sebelumnya disertai dengan melakukan kunjungan audit langsung ke outlet mitra kerja terkait.
PT KFTD is a Pharmaceutical Distributor who has a permit to distribute narcotic hard drugs. Evaluation of orders for narcotic class drugs is carried out based on the provisions in force at PT KFTD. The evaluation of the reasonableness of the quantity and frequency is then used as a reference for the pharmacist in charge of the KFTD in assessing the acceptance of narcotics orders from related outlets. The initial assessment of the reasonableness of the order status is carried out by comparing the history of actual purchases of Fentanyl (PCC) drugs from Outlet X during the period September 2021 - September 2022 to PBF KFTD Bekasi Branch each month with an average purchase of drugs obtained from PT KFTD's big data. Sales of Fentanyl PCC drugs occupy the highest sales for narcotic drugs at PT KFTD Bekasi Branch, reaching 53.265% during the period September 2021 - September 2022. Fentanyl drug sales are carried out to 90 partner outlets with Outlet X being the outlet with the highest frequency of purchases, namely 2,216 boxes @ 5 ampoules in a year. An assessment of the fairness of narcotics orders received by PBF KFTD Bekasi Branch must be carried out by comparing the history of previous purchases accompanied by making direct audit visits to related partner outlets."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Alfrina Irene
"Kimia Farma Tbk. sebagai perusahaan BUMN adalah pemasok dan distributor narkotika yang diizinkan oleh Menteri, yang mana distribusinya dilakukan oleh Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD). Penyimpanan narkotika, psikotropika, dan prekursor farmasi wajib memenuhi Cara Distribusi Obat yang Baik atau disingkat CDOB. KFTD sebagai distributor narkotika, psikotropika, dan prekursor farmasi harus mengimplementasikan pedoman CDOB dalam penyimpanan narkotika, psikotropika, dan prekursor farmasi agar mampu menjaga keamanan terhadap sediaan dan kemungkinan penyalahgunaan, khasiat, dan mutu sediaan yang akan didistribusi. Laporan ini dibuat sebagai analisa pengimplementasian CDOB terhadap penyimpanan narkotika, psikotropika, dan prekursor farmasi pada Kimia Farma Trading & Distribution cabang Jakarta 3. Metode yang digunakan dalam laporan ini adalah dengan studi literatur dan observasi melalui pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) milik PT Kimia Farma Trading & Distribution, serta peraturan perundang-undangan. Kesimpulan laporan ini adalah bahwa penyimpanan narkotika, psikotropika, dan prekursor farmasi di PBF KFTD cabang Jakarta 3 sudah memenuhi persyaratan CDOB 2020 dan peraturan perundang-undangan.
PT Kimia Farma Tbk. as a state-owned company, it is a supplier and distributor of narcotics permitted by the Minister, whose distribution is carried out by Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD). Storage of narcotics, psychotropics and pharmaceutical precursors must comply with Good Drug Distribution Practices or CDOB for short. KFTD as a distributor of narcotics, psychotropics and pharmaceutical precursors must implement CDOB guidelines in storing narcotics, psychotropics and pharmaceutical precursors in order to be able to maintain the security of the preparations and the possibility of misuse, efficacy and quality of the preparations to be distributed. This report was created as an analysis of the implementation of CDOB on the storage of narcotics, psychotropics and pharmaceutical precursors at Kimia Farma Trading & Distribution, Jakarta 3 branch. The method used in this report is literature study and observation through guidelines for Good Drug Distribution Methods (CDOB) and PT Kimia Farma Trading & Distribution's Standard Operational Procedures (SOP), as well as statutory regulations. The conclusion of this report is that the storage of narcotics, psychotropics and pharmaceutical precursors at PBF KFTD Jakarta 3 branch has met CDOB 2020 requirements and statutory regulations."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Heni Asnah Nurjannah
"Distributor farmasi adalah salah satu pemegang peran penting dalam rantai pasokan produk farmasi. Distributor farmasiharus memenuhi syarat Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) untuk menjamin kualitas produk yang diedarkan dengan memastikan mutu sepanjang prosestelah sesuai persyaratan. PT Enseval Putera Megatrading, Tbkmerupakan salah satu distributor yang mengedarkan berbagai produk farmasi, termasuk produk rantai dingin sehingga dilengkapi dengan fasilitas penunjang produk rantai dingin. Mesin Chest Freezerdigunakan untuk menyimpan ice packyang berguna untuk pengiriman produk rantai dingin. Kualifikasi mesin terdiri dari beberapa tahap kualifikasi yang dilakukan sebelum mesin digunakan untuk operasional keseharian. Pada penelitian ini dilakukan kualifikasi operasional mesin sesuai dengan prosedur kualifikasi perusahaan. Kualifikasi operasional (OQ) dilakukan untuk menetapkan bahwa instalasi dan semua sistem dan subsistem beroperasi secara efektif dan konsisten ketika area penyimpanan kosong. Hasil kualifikasi operasional untuk Chest FreezerAB-1200-T-X ID. P05 keadaankosongtelah dilaksanakan dengan hasil memenuhi kriteria penerimaan dengan adanya justifikasi. Oleh karena itu, pengujian kualifikasi dapat dilanjutkan ke tahap kualifikasi kinerja.
Pharmaceutical distributors are an important role in the pharmaceutical product supply chain. Pharmaceutical distributors must meet the requirements for Good Distribution Practice (CDOB) to guarantee the quality of the products distributed by ensuring that the quality throughout the process meets the requirements. PT Enseval Putera Megatrading, Tbk is a distributor that distributes various pharmaceutical products, including cold chain products. Hence, it is equipped with cold chain product support facilities. Chest Freezer machines are used to store ice packs which are useful for sending cold chain products. Machine qualification consists of several qualification stages which are carried out before the machine is used for daily operations. In this research, operational qualification was carried out in accordance with the company's qualification procedures. Operational qualification (OQ) is performed to establish that the installation and all systems and subsystems operate effectively and consistently when the storage area is empty. Operational qualification results for Chest Freezer AB-1200-T-X ID. P05 empty condition has been implemented with the results meeting the acceptance criteria with justification. Therefore, qualification testing can proceed to the performance qualification stage."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library