Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query
Universitas Indonesia, 1993
S27946
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Mohammad Syamsu Rosid
"Suatu kajian tentang kemungkinan adanya struktur patahan dengan menggunakan data gravitasi telah dilakukan. Parameter struktur patahan dua dimensi dengan bidang permukaan horizontal dapat ditentukan secara langsung dengan menggunakan Metoda Interpretasi Langsung Struktur Patahan Dua Dimensi dimana Metoda Kontinuasi Keatas sangat dominan berperan. Metoda ini telah diterapkan pads data anomaly Bouguer daerah Sumatra Utara di sekitar Danau Toba yang meliputi wilayah 1° - 4° Lintang Utara dan 97° - 100° Bujur Timur. Dari lima buah profil yang dibuat memotong daerah penelitian, diperoleh hasil tiga bush patahanlsesar jenis gravity (normal fault) dengan kedalaman kurang dari lima kilometer, ketebalan sekitar satu kilometer dan kontras rapat massa berkisar 0.2 gr/cc."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2001
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian Universitas Indonesia Library
Siregar, Mega Sutan
"
Wilayah eksplorasi panas bumi Hu’u Daha merupakan salah satu wilayah yang dianggap potensial untuk dijadikan sumber energi alternatif berupa energi panas bumi. Dalam penelitian ini dilakukan korelasi hasil pengolahan data gravitasi dengan data Land Surface Temperature (LST) untuk memperkirakan adanya sumber panas bumi, di mana titik-titik dengan nilai gravitasi tinggi kemungkinan besar merupakan lokasi adanya sumber panas bumi dan memperkirakan suhu reservoir panas bumi di bawah permukaan tanah. Dalam pengolahan data tersebut, dilakukan tahapan filtering First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD) yang menunjukkan adanya 6 struktur geologi pada daerah Hu’u Daha dengan arah patahan barat laut - tenggara, barat - timur, hingga timur laut - barat daya yang mengontrol sistem panas bumi daerah penelitianyangditandaiolehgarisberwarnahitam. Kemudiandilakukananalisispatahan dan analisis 3D inversi yang dimana dugaan keterdapatan lapisan reservoir berupa batuan lava dan breksi berkomposisi andesit dan basalt serta sisipan batuan tufa dengan rerata kedalaman 633 – 1500 m dengan nilai densitas 3.4 - 3.33 gr/cm3 yang dilingkupi oleh lapisan cap rock berupa batuan lava hasil erupsi dengan kedalaman rata-rata 0 – 633 m dengan nilai densitas 3.51 - 3.44 gr/cm3, serta terdapat patahan-patahan yang mengontrol sistem panas bumi berdasarkan korelasi FHD dan SVD.
The exploration area of Hu'u Daha geothermal field is considered to be a potential source of alternative energy in the form of geothermal energy. In this study, the correlation between gravity data and Land Surface Temperature (LST) was conducted to estimate the presence of geothermal sources. Points with high gravity values are likely locations of geothermal sources, and the temperature of the geothermal reservoir beneath the ground surface was estimated. The data processing involved the use of First Horizontal Derivative (FHD) and Second Vertical Derivative (SVD) filtering, which revealed the presence of six geological structures in the Hu'u Daha area, characterized by fault lines in the northwest-southeast, west-east, and northeast-southwest directions, controlling the geothermal system. Subsequently, fault analysis and 3D inversion analysis were performed, indicating the suspected presence of a reservoir layer consisting of andesite and basalt rock, as well as tufa rock, at an average depth of 633-1500 m with a density value of 3.4-3.33 g/cm3. This layer is covered by a cap rock layer of erupted lava rock at an average depth of 0-633 m with a density value of 3.51-3.44 g/cm3. The analysis also identified faults controlling the geothermal system based on the correlation of FHD and SVD."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Handian Herbaskoro
"Metode Euler Deconvolution dapat diterapkan ke dalam data gravitasi untuk memprediksi kedalaman suatu struktur geologi. Reid 2003 menemukan bahwa dengan menggunakan structural index 0 dapat mendeteksi patahan pada data gravitasi. Berbagai model sintetik dibuat dengan memvariasikan kedalaman, kemiringan dan geometri patahan. Dari pengolahan model sintetik dihasilkan respon Euler Deconvolution yang dapat menentukan patahan tegak 90O secara akurat. Euler Deconvolution diaplikasikan ke dalam data gravitasi lapangan panas bumi "O". Kontur CBA Complete Bouguer Anomaly dan kontur anomali residual yang diuji menghasilkan respon yang dapat memetakan patahan pada daerah penelitian. Pengelompokkan kedalaman dilakukan untuk mempermudah klasifikasi kedalaman dangkal, kedalaman menengah dan kedalaman dalam. Interpretasi patahan menunjukkan kecocokan dengan dinding kaldera tua yang terdapat pada daerah penelitian. Hasil interpretasi patahan juga menunjukkan kecocokan dengan manifestasi mata air panas pada daerah penelitian. Pengujian Euler Deconvolution pada data gravitasi dapat memberikan informasi struktur bawah permukaan lapangan panas bumi.
Euler Deconvolution method could be applied for processing the gravity data to predict the depth of geological structure. Reid 2003 exhibited the use of 0 structural index in detecting fault in gravity data. Various synthetic models were made by varying the fault depth, fault slope and fault geometry. From processing of synthetic model, the response of Euler Deconvolution determining upright fault 900 was accurately generated. Euler Deconvolution method was applied to the gravity data of "O" geothermal field. CBA Complete Bouguer Anomaly contour and residual anomaly contour which were examined exhibited response which mapping the faults in the research area. The grouping of depth was done to simplify the classification of shallow depth, intermediate depth and deep depth. Fault interpretation indicated compatibility with old caldera wall found in research area. The result of fault interpretation also denoted compatibility with hot springs manifestation in research area. Euler Deconvolution examination in gravity data could provide the information of subsurface structure of "O" geothermal field."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S67130
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Malano, Alzi Islamey
"Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode Horizontal Gradient Amplitude (HGA) dan Enhanced Horizontal Gradient Amplitude (EHGA) dalam mendelineasi struktur geologi Pulau Timor menggunakan data gravitasi satelit TOPEX/Poseidon. Filter HGA dan EHGA diterapkan pada peta Anomali Bouguer Lengkap (ABL), residual, dan ABL upward continuated 3 km. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filter EHGA memiliki resolusi lebih tinggi dan mampu menampilkan kontras densitas secara lebih detail dibandingkan filter HGA. Arah dominan struktur geologi yang dihasilkan oleh kedua filter menunjukkan pola yang konsisten yaitu arah timur laut-barat daya. Filter EHGA mampu mendeteksi pinggiran anomali yang lebih halus dan detail, menunjukkan potensi yang lebih baik dalam interpretasi struktur geologi bawah permukaan.
The study aims to compare the methods of the Horizontal Gradient Amplitude (HGA) and Enhanced Horizontal gradient amplitude (EHGA) in linearizing the geological structure of the island of Timor using TOPEX/Poseidon satellite gravity data. The HGA and EHGA filters were applied to the Bouguer Anomaly Map (ABL), residual, and ABL upward continued 3 km. The results of the research showed that the EHGA filter has a higher resolution and is able to display density contrast in more detail than the HGA filter. The dominant direction of the geological structure generated by both filters shows consistent patterns. The EHGA Filter is capable of detecting a more subtle and detailed periphery of the anomaly, showing a better potential in interpreting geological structures under the surface."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Ibrahim Radya Saputro
"Sesar Muria-Kebumen dan Pamanukan-Cilacap merupakan dua buah sesar regional yang berada di Pulau Jawa. Kedua sesar ini diduga menyebabkan indentasi struktur di bagian utara dan selatan Jawa Tengah. Kedua sesar ini memiliki arah yang berlawanan. Sesar Muria-Kebumen berarah barat daya – timur laut dan Sesar Pamanukan- Cilacap berarah tenggara – barat laut. Pada penelitian ini, akan dilakukan pengolahan data gravitasi satelit untuk menemukan indikasi keberadaan dari kedua sesar ini. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan untuk bisa menyelidiki tentang jenis dari oblique yang muncul di sepanjang kedua sesar geser ini. Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan data gravitasi satelit Topex yang merupakan sebuah satelit penelitian yang merupakan hasil kerja sama antara NASA dan CNES. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa terdapat adanya indikasi keberadaan dua buah sesar geser yang saling berlawanan arah di sekitar area Jawa Tengah. Ditemukan sebuah sesar yang memiliki arah barat daya – timur laut dengan sudut 53 derajat dan juga sesar yang memiliki arah tenggara – barat laut dengan sudut 46 derajat. Indikasi ini ditunjukkan dari adanya beberapa area yang menunjukkan adanya kontras nilai anomali gravitasi. Selain itu, ditemukan juga bahwa terdapat adanya oblique naik yang terletak di sekitar area pertemuan dari kedua sesar berdasarkan hasil analisis nilai First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD).
The Muria-Kebumen and Pamanukan-Cilacap faults are two regional faults located on Java Island. These two faults are suspected to have caused an indentation of structures in the north and south of Central Java. These two faults have opposite directions where the Muria-Kebumen fault runs southwest - northeast and the Pamanukan- Cilacap fault runs northwest - southeast. In this research, satellite gravity data will be processed to find a new perspective on the existence of these two faults. In addition, this research is also expected to investigate the existence of obliques that appear on these two shear faults. This research will be conducted using the Topex satellite gravity data, which is a research satellite from a collaboration between NASA and CNES. The results of this research show that there are indications of an existence for two shear faults which has an opposite direction located around the Central Java area. One fault has a southwest - northeast direction with an angle of 53 degrees and the other fault has a Southeast - northwest direction with an angle of 46 degrees. This indication is shown from the existence of several areas that show a contrast of value in gravity anomaly. In addition, it is also found that there is a normal oblique located around the meeting area of the two faults based on the analysis of First Horizontal Derivative (FHD) and Second Vertical Derivative (SVD) data."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Tika Yulia
"Lebong, Bengkulu merupakan salah satu zona prospek panas bumi yang dilalui oleh sesar aktif, yaitu Sesar Sumatera, yang berperan penting dalam mengontrol sistem panas bumi di wilayah tersebut. Informasi terkait distribusi densitas batuan bawah permukaan di zona ini masih terbatas, terlepas dari pentingnya karakteristik densitas dalam mengidentifikasi jalur migrasi fluida panas bumi dan zona reservoir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi densitas bawah permukaan di daerah prospek panas bumi Lebong melalui pemodelan inversi 3D data gravitasi. Pengukuran gravitasi dilakukan dengan jarak antar titik 250 meter pada area seluas 12 × 10 km. Data yang diperoleh dikoreksi menggunakan koreksi udara bebas, Bouguer (dengan densitas rata-rata 2,5 gr/cc berdasarkan metode Parasnis dan Nettleton), serta koreksi medan, hingga dihasilkan peta anomali Bouguer lengkap. Pemodelan dilakukan dengan pendekatan unconstrained dan constrained inversion yang memanfaatkan pendekatan Cartesian Cut Cell (CCC) dan algoritma Iterative Reweighting Inversion (IRI) Interpretasi hasil pemodelan dikorelasikan dengan data magnetotellurik (MT) dan peta geologi. Hasil analisis menunjukkan adanya zona densitas rendah yang memanjang searah struktur sesar dan terpusat di area graben, yang diinterpretasikan sebagai jalur utama migrasi fluida panas bumi pada zona prospek Lebong.
Lebong, Bengkulu is one of the geothermal prospect zones traversed by an active fault, the Sumatra Fault, which plays a significant role in controlling the geothermal system in the area. However, information related to the subsurface rock density distribution in this zone remains limited, despite the importance of density characteristics in identifying fluid migration pathways and reservoir zones. This study aims to identify the subsurface density distribution in the Lebong geothermal prospect area through 3D gravity inversion modeling. Gravity measurements were conducted with a 250-meter station spacing across an area of 12 × 10 km. The acquired data were corrected using free-air correction, Bouguer correction (with an average density of 2.5 g/cc based on the Parasnis and Nettleton methods), and terrain correction, resulting in a complete Bouguer anomaly (CBA) map. Inversion modeling was performed using both unconstrained and constrained, which utilizes the Cartesian Cut Cell (CCC) method and the Iterative Reweighting Inversion (IRI) algorithm). Interpretation of the modeling results was supported by magnetotelluric (MT) and geological data. The analysis revealed a low-density zone trending parallel to the fault structure and centered in the graben area, which is interpreted as the main fluid migration pathway in the Lebong geothermal prospect zone."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Windy Aulia Ramadhanti
"
ABSTRACTPenelitian untuk mengukur kedalaman Diskontinuitas Mohorovicic Moho dan zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia yang menunjam Lempeng Eurasia telah dilakukan dengan menggunakan metode gravitasi dengan memanfaatkan data gravitasi citra satelit yang berasal dari satelit Geodetic Satellite GEOSAT dan European Remote-Sensing 1 ERS-1 . Kedua struktur ini terdapat kontras densitas sehingga penelitian dilakukan menggunakan metode gravitasi. Data satelit yang didapat berupa free air anomaly. Kemudian data dikoreksi bouguer dengan densitas rata-rata 2.64 g/cm2 dari metode parasnis sehingga didapatkan Complete Bouguer Anomaly SBA. Untuk mencari kedalaman Moho dan zona subduksi ditentukan dengan Energy Spectrum Analysis ndash; the Multi Window Test ESA-MWT dengan lintasan dari Selatan-Utara dan Timur-Barat. Dengan ESA-MWT, didapatkan 9 lapisan dan bisa mencapai kedalaman yang regional. Hasil kedalaman Moho bervariasi sebesar 28-63 km di lapisan ke-6. Juga dalam lintasan Timur-Barat, Moho didapatkan di lapisan ke-5 dengan kedalaman 34-49 km. Lempeng Indo-Australia berhasil ditemukan di kedalaman 54 km dan penunjaman dengan Lempeng Eurasia di kedalaman 106 km. Metode Multiscale Second Vertical Derivative MSSVD juga membantu mengonfirmasi keberadaan zona subduksi dengan adanya patahan reverse. Penelitian ini dikorelasikan dengan metode seismik.
ABSTRACTStudy to measure depth of Mohorovicic Discontinuity and subduction zone of the Indo Australia Plate that subducted beneath Eurasia Plate has been done using gravity method with satellite gravity data comes from Geodetic Satellite GEOSAT and European Remote Sensing 1 ERS 1. These structures have contrast density, so that this study using gravity method. From satellite data obtained free air anomaly. The next step processing is Bouguer correction with average density 2.64 g cm3 comes from parasnis method dto obtain Simple Bouguer Anomaly SBA. The depth of Moho and subduction zone are determined from Energy Spectrum Analysis ndash the Multi Window Test ESA MWT with lines heading South North and East West. The result from ESA MWT shows that there are 9 layers and could reach regional depth, also the depth of Moho is about 28 63 km in 6th layer in South North lines, meanwhile in East West lines the depth of Moho is found in 34 49 km in 5th layer. Slab of Indo Australia is successfully found in the depth of 54 km, and the subduction zone found in 106 km. Multiscale Second Vertical Derivative MSSVD method is used to prove existence of subduction zone within fault reverse. This study is correlated with seismic method. "
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Yazqi Mumtaz Rafifa
"Daerah penelitian “MR” adalah salah satu wilayah potensi geotermal yang berada di Ulu Slim, Malaysia dengan ditandai adanya terdapat mata air panas, mata air dingin, dan fumarol. Dengan adanya potensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran densitas dan mendelineasi zona permeabilitas bawah permukaan pada daerah “MR” mengintegrasikan beberapa data dan metode, yakni metode gravity, remote sensing sebagai data utama, serta data geologi, geokimia sebagai data pendukung sehingga dapat mengetahui luasan area prospek geotermal wilayah “MR” dan menentukan target pemboran sumur. Berdasarkan data gravitasi terlihat terdapat 3 indikasi patahan bawah permukaan dan divalidasi oleh data geologi pada wilayah “MR” sedangkan berdasarkan data remote sensing menunjukkan daerah yang berasosiasi dengan struktur geologi densitas tinggi terdistribusi tenggara, selatan, barat, barat laut sehingga daerah “MR” adalah daerah prospek geotermal karena memiliki permeabilitas yang baik dan dapat berperan sebagai zona resapan. Selain itu, dalam analisis terintegrasi terdapat indikasi struktur F3 dapat dikonfirmasi oleh data SVD dan FHD. Selanjutnya, diperkuat oleh adanya dua manifestasi hot spring yaitu manifestasi Ulu Slim.
The research area “MR” is one of the geothermal prospect areas in Ulu Slim Malaysia which is characterized by the occurrence of hot spring, cold spring and fumaroles. The potensial geothermal becomes the study aims to identify the distribution of density and delineate subsurface permeability zones in the "MR" area by integrating several data and methods, such as the gravity method, remote sensing are the main data, as well as geological and geochemical data are supporting data so that we can determine the area of the geothermal prospect area for the “MR” area and determines the target for drilling wells. Based on the gravity data, it can be seen that there are 3 indications of subsurface faults and validated by geological data in the "MR" area, while based on remote sensing data it shows that the areas associated with high-density geological structures are distributed southeast, south, west, northwest so that the "MR" area is an area geothermal prospects because it has good permeability and can be as an infiltration zone. Moreover, there are the integrated analysis indications that the structure of F3 can be confirmed by SVD and FHD data. Then. it is supported by the presence of two hot spring manifestations, namely the Ulu Slim manifestation."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Muhammad Raja Amarulloh
"Pulau Sumatera merupakan salah satu pulau di Indonesia yang sering mengalami gempa bumi. Hal ini dikarekanan Pulau Sumatera terletak pada sebelah utara dari zona subduksi dari Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Selain itu, Pulau Sumatera juga memiliki zona patahan yang dinamakan Sumatran Fault Zone, yang berada sepanjang Pulau Sumatera. Salah satu gempa besar yang terjadi di Pulau Sumatera adalah pada tahun 2009 di Kota Padang dengan magnitudo sebesar 7,9 SR di kedalaman 71 km. Hal ini mendukung untuk melakukan penelitian mengenai struktur bawah permukaan pada daerah Kota Padang, salah satunya pada daerah Koto Tangah. Salah satu metode yang cocok digunakan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan adalah metode gravitasi, yang dapat memetakan ragam massa batuan bawah permukaan pada kedalaman dalam, maupun dangkal. Salah satu sumber data gravitasi open source adalah data gravitasi satelit Topex. Data gravitasi Topex diolah menggunakan metode First Horizontal Derivative dan Second Vertical Derivative untuk memetakan patahan dan juga jenis dari patahan tersebut. Hasil dari analisis FHD dan SVD menunjukkan 4 patahan naik yang berorientasi barat daya – timur laut pada bagian timur laut Koto Tangah.
Sumatera Island is one of Indonesia many island where earthquake occurred pretty often. This is because Sumatera is located north of subduction zone of Indo-Australia Plate and Eurasia Plate. Also, Sumatera Island has fault zone known as Sumatran Fault Zone that located along Sumatera Island. One of the major earthquake ever happened in Sumatera Island is in 2009 at Padang City with a magnitude of 7.9 SR at depth of 71 km. This promote a research to identify subsurface structures at Padang City, especially Koto Tangah. One of suitable method used to identify subsurface structures is gravity method that can be used to map variety of subsurface rocks mass, whether shallow or deep depth. One of open source gravity data is Topex satellite gravity data. Topex gravity data processed using First Horizontal Derivative method and Second Vertical Derivative Method to map fault and they type of fault. The result of FHD and SVD analysis shows 4 reverse fault with orientation of south west – north east at north east of Koto Tangah."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library