Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Indah Kurniawaty
Abstrak :
Heavy kerosene (HK) dihasilkan dari unit distillate hydrotreating (DHDT) merupakan salah satu komponen campuran produk Solar yang ditambahkan sebesar 18 % untuk mendapatkan solar sesuai (spesifikasi) bahan bakar minyak jenis solar 48 yang diatur oleh Dirjen Migas pada Surat Keputusan No. 28.K/10/DJM.T/2016 tanggal 24 Februari 2016. Produk Solar RU II Dumai mengalami penurunan kualitas pada parameter warna setelah didiamkan dalam kurun waktu tertentu. Berdasarkan report of analysis (ROA) Laboratory RU II No. ROA-148/E12116/2016 tanggal 25 Juli 2016, diketahui bahwa penyebab penurunan kualitas warna berasal dari produk HK DHDT. Penelitian ini bertujuan untuk karakterisasi senyawa nitrogen yang menyebabkan perubahan warna pada fraksi HK serta mencari alternatif solusinya. Menurut literatur perubahan warna pada fraksi HK dapat disebabkan oleh senyawa aromatik (turunan benzena), senyawa oksigen (gugus fenol, karbonil), senyawa nitrogen (turunan anilina, kuinolina, pirol, piridin) dan senyawa ikatan rangkap (kromofor). Pada penelitian ini sampel HK dikarakterisasi secara fisik dan kimia dengan pengamatan visual, spektrofotometer warna serta total nitrogen analyzer. Kemudian dilakukan pemisahan pada sampel HK dengan distilasi bertingkat. Setiap fraksi distilat yang dihasilkan dikarakterisasi dengan spektrofotometer warna, total nitrogen analyzer, spektroskopi Fourier transform infra red (FTIR), spektrofotometri UV Vis, serta penentuan struktur molekul dengan Gas chromatography mass spectrometry (GC-MS). Secara paralel dilakukan simulasi dengan unit High throughput micro reactor (HTMR) untuk mendapatkan kondisi operasi yang optimum dengan variasi temperatur. Dari hasil analisis dan evaluasi data didapatkan senyawa nitrogen yang menyebabkan ketidakstabilan warna pada fraksi HK sebagian besar merupakan senyawa nitrogen turunan amina yang memiliki cincin aromatik. Temperatur yang lebih tinggi pada simulasi dengan unit HTMR (340 oC) memberikan hasil warna yang lebih stabil pada fraksi HK. Dengan demikian permasalahan perubahan warna (color instability) pada Solar RU II Dumai dapat diatasi.
Heavy kerosene (HK) produced from the distillate hydrotreating (DHDT) unit is one of the blending components of the Solar product which is added by 18% to get diesel according to the specification of diesel fuel oil 48 regulated by the Director General of Oil and Gas in its Decision Letter no. 28.K/10/DJM.T/2016 dated February 24, 2016. The Dumai RU-II Solar product experiences quality degradation on the color parameter after being silenced for a certain period of time. Based on the report of analysis (ROA) Laboratory RU-II No. ROA-148/E12116/2016 dated July 25, 2016, it is known that the cause of color quality decline comes from the HK DHDT stream. This study aims to identify the compounds that cause color changes in the HK fraction. According to the color change literature on the HK fraction can be caused by aromatic compounds (benzene derivatives), oxygen (phenol, carbonyl) compounds, nitrogen compounds (aniline derivatives, quinolin, pirol, pyridine) and double bond compounds (chromophores). The HK sample is physically and chemically characterized by visual observation, color spectrophotometer and total nitrogen analyzer. Then the separation is done on HK samples with stratified distillation. Each of the resulting distillate fractions was characterized by a color spectrophotometer, total nitrogen analyzer, Fourier transform infra red (FTIR) spectroscopy, UV Vis spectrophotometry, and molecular structure determination with Gas chromatography mass spectrometry (GC-MS). Parallel, we run simulation using High throughput micro reactor (HTMR) unit with temperature variations. From the results of analysis and evaluation data obtained, most of nitrogen compounds in the form of amine derivatives with aromatic rings is the one that cause color instability in the HK fraction. HTMR highest temperature conditions gave most stabil color on HK fraction. This experiment result hopefully can solve the problem of color instability in Solar RU II Dumai.
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
T53894
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Satriyo Tyas Kumolo
Abstrak :
ABSTRAK
Crude oil terdiri atas beberapa campuran kompleks hidrokarbon dan merupakan hasil proses di alam yang lambat. Salah satu komponen Crude Oil Duri adalah asphaltenes yang larut dalam Toluen. Hasil penelitian didapatkan perbandingan hasil ekstraksi Soxhlet menggunakan silika dan tidak menggunakan silika sebesar 55,15 dan 86,75. Pada penelitian ini menggunakan hasil ekstraksi Soxhlet menggunakan silika. Hasil analisis kualitatif fraksi toluene dan fraksi n-heptan memperlihatkan adanya unsur C, Si, S, Ni, V, Fe dan Al dan pada residu silika gel tidak terdapat logam yang teradsorbsi. Pada spektrum FTIR hasil ekstraksi dengan metanol tidak ditemukan adanya gugus porfirin. Spektrum FTIR hasil pemisahan kromatografi kolom n-heptan, menunjukkan adanya cincin pirol pada daerah fingerprint 800 cm-1 yang merupakan gugus pembentuk porfirin. Hasil spektrum absorbsi UV-Vis pada pemisahan n-heptan menunjukkan spektra porfirin bebas pada panjang gelombang 440 nm dan porfirin yang terikat pada logam 500-700 nm. Hasil analisa LC-MS, diperoleh informasi bahwa pada hasil kolom kromatografi fraksi n-heptan terdapat senyawa C32H36N4Ni yang merupakan senyawa porfirin terikat pada ion nikel. Sehingga, digunakan pendekatan ini dan didapatkan kromtaogram m/z 583 dengan berat molekul 541 adalah senyawa Etioporphyrinato Vanadyl IV dengan rumus molekul C32H36N4VO.
ABSTRACT
Crude oil consists of several mixtures of hydrocarbon complexes and is the result of a slow natural process. One of the components of Crude Oil Duri is the soluble asphaltenes in toluene. The result of this research is the comparison of soxhlet extraction result using silica and not using silica equal to 55,15 and 86,75. In this study using soxhlet extraction using silica. The results of qualitative analysis of toluene fraction and n heptane fraction showed the presence of C, Si, S, Ni, V, Fe and Al and on the silica gel residue no metal was adsorbed. The FTIR spectrum of n heptane column chromatographic separation, indicating the presence of a pyrrole ring on an 800 cm 1 fingerprint region which is a porphyrin forming group. The results of the UV Vis absorption spectra on n heptane separation show free porphyrin spectra at 440 nm wavelength and porphyrins attached to 500 700 nm metal. The result of LC MS analysis shows that in the chromatography column of n heptane fraction there is C32H36N4Ni compound which is a porphyrin compound bonded to nickel ions. Thus, this approach is employed and an m z 583 chromatogram with a molecular weight of 541 is a compound Etioporphyrinato Vanadyl IV with the molecular formula C32H36N4VO.
2017
S70126
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library