Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Anggrahesti
"Penetapan premi asuransi yang wajar harus dibuat dengan melakukan evaluasi data Pengalaman masa lalu. Salah salu 1ata peqgaJatnn mna lalu yang perlu dievaluasi dalah data Pengalaman klaim. Penghitungan yang tepat dan total klaim yang terjadi, yang terdiri dan kiaim yang telah dibayar dan cadangan klaim, perlu dilakukan sebagsi dasar dan pembuatan tarif untuk penode yang akan datang. Di sini peran aktuaris sangat penting yaitu dalam hal penghitungan cadangan klaim/kerugian (loss reservlng) dan pembuatan tarif (ratemaklng).
Dalam penetapan cadangan, perlu diperhatikan keterlamban dari pembayaran klaim. Keterlambatan pelaporan dan pembayaran klaim merupakan salah satu sebab perluya ketersediaan cadangan kiaim IBNR (Incurred But Not Reported) yang cukup memadai untuk memenuhi kewajiban di masa datang. Salah satu cara untuk mengestimasi cadangan kiaim IBNR adalah dengan menggunakan credibility theory. Credibility merupakan suatu konsep yang mendasari berkembangnya ilmu aktuaria dalam industri asuransi kerugian. Dalam perkembangannya, credibility untuk cadangan kiaim IBNR menjadi penting karena beberapa faktor yang menjadi pertimbangan untuk pengambilan keputusan manajemen perusahaan. Cadangan yang cukup tinggi akan menyulitkan pembuatan tarif, oleh bagian produkdi (product pricing), tarif yang tinggi akan susah dijual; oleh CEO, profit yang diharapkan tidak akan tercapai; oleh pemerintah, pajak yang kecil akan dipertanyakan. Sebaliknya jika dibuat rendah, maka dikhawatirkan tidak akan cukup memenuhi kewajiban di masa datang. Dalam karya akhir ini, penentuan estimasi cadangan klaim IBNR dengan credibility theory dilakukan dengan metode yang dikemukakan oleh De Vylder [1982]. Penelitian dilakukan pada PT Asuransi Kerugian XYZ yang merupakan salah satu market leader di industri asurasi kerugian Indonesia. Dengan menggunakan credibility theory, dapat diperoleh hasil estimasi cadangan klaim IBNR dengan tingkat kewajaran yang lebih baik dibandingkan dengan metode pencadangan lainnya sehingga dapat digunakan untuk kepentingan strategis perusahaan di masa yang akan datang."
Fakultas Eknonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2000
T477
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Silmi Karmila
"ABSTRAK
Cadangan klaim adalah cadangan yang harus disiapkan oleh perusahaan asuransi long-tail business untuk memenuhi kewajiban kepada pemegang polis dimasa yang akan datang. Salah satu metode yang paling populer untuk memprediksi cadangan klaim adalah metode Chain Ladder. Metode ini menggunakan development factor dan run-off triangle dalam bentuk cumulative untuk memprediksi cadangan klaim. Run-off triangle menyatakan ringkasan data klaim secara keseluruhan, sedangkan development factor menyatakan perkembangan besar klaim pada setiap periode pembayaran. Namun, pada metode Chain Ladder, prediksi cadangan klaim hanya didasarkan informasi masa lalu individual perusahaan saja. Apabila informasi masa lalu individual perusahaan kurang, seorang aktuaris perlu mempertimbangkan informasi lain yaitu informasi kolektif. Penggabungan kedua informasi tersebut dilakukan dengan menerapkan teori kredibilitas B hlmann-Straub pada metode Chain Ladder. Pada skripsi ini diberikan contoh pengaplikasian prediksi cadangan klaim dengan menggunakan teori kredibilitas dalam metode Chain Ladder. Data yang digunakan adalah data yang diterbitkan National Association of Insurance Commissioners NAIC mengenai data asuransi private passanger autoliability/medical pada tahun 1998-2007.

ABSTRACT
A claim reserve is a reserve that must be prepared by a long tail business insurance company to fulfill its obligations to future policyholders. One of the most popular methods for predicting claim reserves is the Chain Ladder method. However, on the Chain Ladder method, the claim reserve is predicted solely based on insurance rsquo s individual past information only. If the insurance rsquo s individual past information is lacking, an actuary needs to consider other information that is collective information. Merging the two information is done by applying the theory of credibility B hlmann Straub on Chain Ladder method. This paper provides an example of applying prediction of claim reserves by using the theory of credibility in the Chain Ladder method. The data used are data published by National Association of Insurance Commissioners NAIC on the data of private passanger autoliability medical insurance in 1998 2007."
2017
S69879
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Karina Dyah Ayu Fatiha
"Penelitian ini mengkaji pengaruh kredibilitas influencer TikTok terhadap niat pembelian produk kecantikan di kalangan Gen Z di Jakarta. Berlandaskan Source Credibility Theory, penelitian ini menganalisis tiga dimensi utama kredibilitas influencer: keandalan (trustworthiness), daya tarik (attractiveness), dan keahlian (expertise). Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi peran moderasi materialisme dalam hubungan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana setiap faktor kredibilitas mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap produk kecantikan dan apakah nilai-nilai materialisme memperkuat atau melemahkan efek-efek tersebut. Sebanyak 163 tanggapan valid dikumpulkan melalui kuesioner online yang dibagikan kepada pengguna TikTok Gen Z di Jakarta yang pernah berinteraksi atau terlibat dalam konten produk kecantikan yang dibuat oleh influencer di TikTok. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa keandalan, daya tarik, dan keahlian masing-masing memiliki efek positif yang signifikan terhadap niat pembelian, dengan keandalan muncul sebagai faktor yang paling berpengaruh. Materialisme ditemukan memoderasi hubungan antara kredibilitas influencer dan niat pembelian, terutama dengan memperkuat efek daya tarik. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi merek dan pemasar yang ingin berkolaborasi dengan influencer secara lebih strategis, terutama di pasar kecantikan yang kompetitif yang menargetkan konsumen Gen Z.

This study investigates the influence of TikTok influencers' credibility on the purchase intentions of beauty products among Gen Z in Jakarta. Grounded in Source Credibility Theory, the research examines three key dimensions of influencer credibility: trustworthiness, attractiveness, and expertise. It also explores the moderating role of materialism in these relationships. The objective is to understand how each credibility factor impacts consumer purchase decisions and whether materialistic values strengthen or weaken these effects. A total of 163 valid responses were collected through an online questionnaire distributed to Gen Z TikTok users in Jakarta who have interacted or engaged on contents regarding beauty products that are made by TikTok influencers. The data were analysed using Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Results show that trustworthiness, attractiveness, and expertise each have a significant positive effect on purchase intention, with trustworthiness emerging as the most influential factor. Materialism is found to moderate the relationship between influencer credibility and purchase intention, particularly by amplifying the effect of attractiveness. These findings offer practical implications for brands and marketers seeking to collaborate with influencers more strategically, especially in the competitive beauty market targeting Gen Z consumers."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library