Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 64 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Triyadi Fadlilah
"Motivasi pendorong berwisata adalah motivasi internal seseorang yang mempengaruhi individu untuk berwisata. Motivasi penarik berwisata adalah motivasi di luar diri yang menarik seseorang mengunjungi tempat wisata tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan faktor-faktor motivasi pendorong dan faktor-faktor motivasi penarik pada wisata backpacking. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan melibatkan 95 orang backpacker Indonesia. Desain penelitian adalah studi lapangan dengan incidental sampling sebagai metode pengambilan sampel.
Hasil dari penelitian adalah dua fungsi kanonikal berkontribusi secara signifikan pada hubungan antara dua variabel penelitian. Fungsi pertama menghasilkan nilai yang tinggi pada semua faktor dari motivasi pendorong backpacker berhubungan dengan nilai yang tinggi pada semua faktor pada motivasi penarik. Fungsi ke-dua menghasilkan nilai yang tinggi faktor motivasi pendorong keluar dari lingkungan rutin dan membosankan, relaksasi dan nilai yang rendah pada faktor fasilitasi interaksi sosial berhubungan dengan nilai yang tinggi pada faktor motivasi penarik static dan current decision dan nilai yang rendah pada faktor novelty dan education.

The purpose of this research is to find correlation of push factors and pull factors on backpacking. Push factors are internal motivations that influence of a person to travel. While pull factors are externals motivations that pull a person to visit certain tourism spot. The participants in this research were 95 persons who have young adults age that is in age between 20 years until 40 years. Researcher use push and pull psychological measurement that built by him. Score from 95 young adults participants were count by canonical correlation. Two canonical functions contributed significantly to the relation between 2 variables.
The result analysis from the first canonical functions shows that there were high scores on all push motivational factors correlated with high score on pull motivational factors on backpacker. The second functions show that high scores on escape from a perceived mundane environment, relaxation, and low scores on facilitation of social interaction correlated with high score on static and current decision and low score on novelty and education pull motivations.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lila Kesuma Hairani
"Tahun 2001-2004, angka insiden demam berdarah dengue (DBD) di kecamatan Cimanggis melonjak dengan tajam. Upaya pemberantasan penyakit DBD terus dilakukan hingga kini.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran epidemiologi DBD dan faktor-faktor yang mempengaruhi angka insidennya di Kecamatan Cimanggis tahun 2005?2008. Jenis penelitian adalah desain observasional (studi deskriptif korelasi/ekologi). Hasil penelitian menyebutkan proporsi kasus terbesar pada kelompok umur ≥15 tahun sedangkan insiden tertinggi pada 5?9 tahun. Kasus terbesar terjadi pada Kelurahan Tugu, sedangkan insiden tertinggi terjadi pada Kelurahan Curug dengan cenderungan terjadi pada awal hingga pertengahan tahun dengan puncak sekitar bulan Januari? Maret. Hasil bivariat menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara kepadatan penduduk, fogging, temperatur, curah hujan, dan kelembaban dengan angka insiden DBD di Kecamatan Cimanggis (p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut maka peneliti menyarankan program pemberantasan dan pengendalian yang sudah berjalan ditingkatkan keefektifannya dan masyarakat diharapkan mampu cepat tanggap menghadapai bahaya DBD dengan melakukan usaha?usaha pencegahan secara mandiri.

Incidence of dengue haemorrhagic fever (DHF) has increased by the year 2001-2004 in Cimanggis, Depok. DHF prevention and control program has been developed until now. This study investigated epidemiology of DHF and risk factors of DHF incidence in Cimanggis from 2005 until 2008. This was observational design with correlation study. The result revealed that case were highest by the age ≥15 and also highest in Tugu. Incidence were highest by the age 5 ? 9 and highest in Curug which occurred in the early to mid-year with a peak around January until March. The result also revealed were there significant correlation between population density, fogging, temperature, presipitation, and humidity with DHF incidence (p < 0,05). Based on these study, DHF prevention and control program should the effectiveness and hopefully they can prevent the danger of DHF independently."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"WLAN and WiMAX frame structures are preceded by preamble signals. They have some similarities such as consisting of two adjacent signals with repetition patterns. Therefore, this paper introduces a joint detection of WLAN and WiMAX preambles using a common circuit. Time domain detection is proposed in order to avoid FFT involvement that can increase the system complexity and latency. The proposed system is constructed from repetition based auto-correlation and cross-correlation with resources sharing that has lower complexity than the conventional one. Moreover, the fixed point simulation shows that the proposed circuit has satisfied the receiver minimum sensitivity requirements for both WLAN and WiMAX standards."
620 JURTEL 15:2 (2010)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sitanggang, O. Wempy
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pekerjaan dan motivasi berprestasi dengan kinerja aparatur Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kelapa Gading. Karakteristik pekerjaan merupakan dimensi inti pekerjaan yang berisi sifat-sifat tugas yang bersifat khusus yang ada di dalam suatu pekerjaan yang meliputi aspek: variasi keterampilan, identitas tugas, signifikansi tugas, otonomi, dan umpan balik. Motivasi berprestasi adalah dorongan, keinginan dan tingkat kesediaan seseorang untuk mengeluarkan upaya dalam rangka mencapai prestasi terbaik ditinjau dari rasa tanggung jawabnya, pertimbangan terhadap resiko, umpan balik, inovatif, waktu penyelesaian tugas dan keinginan menjadi yang terbaik. Sementara kinerja adalah penilaian diri terhadap prestasi kerja yang diperlihatkan oleh seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan untuk mencapai tujuan, ditinjau dari aspek-aspek: kecepatan, kualitas, layanan, nilai, keterampilan interpersonal, mental untuk sukses, terbuka untuk berubah, kreativitas, keterampilan berkomunikasi, inisiatif, perencanaan dan organisasi.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian survei. Jumlah sampel penelitian sebanyak 90 orang yang pengambilannya dilakukan dengan teknik sensus. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan korelasi Spearman Rank dan t-test yang dihitung dengan program SPSS versi 13.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pekerjaan perpajakan memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kinerja aparatur Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kelapa Gading. Hasil ini bermakna bahwa semakin baik atau sesuai karakteristik pekerjaan perpajakan maka semakin tinggi kinerja aparatur; sebaliknya semakin buruk atau tidak sesuai karakteristik pekerjaan perpajakan maka semakin rendah kinerja aparatur. Motivasi berprestasi juga memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kinerja aparatur Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kelapa Gading. Hasil ini memberikan arti bahwa semakin tinggi motivasi berprestasi maka semakin tinggi kinerja aparatur; sebaliknya semakin rendah motivasi berprestasi, maka semakin rendah kinerja aparatur.
Dengan merujuk pada hasil penelitian tersebut, maka karakteristik pekerjaan perlu dipelihara atau bahkan ditingkatkan dengan cara memberikan otoritas penuh kepada aparatur untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan sepanjang tidak merugikan aparatur bersangkutan, organisasi dan pihak lain. Pemberian otoritas dapat memberikan stimulus kepada aparatur untuk mengembangkan kreativitasnya, dan aparatur juga harus lebih bersikap fleksibel dan pandai mengatur emosi dalam menyikapi kondisi kerja. Motivasi berprestasi aparatur perlu ditingkatkan dengan cara menyediakan lingkungan dan kondisi kerja serta budaya organisasi yang memungkinkan aparatur dapat mengartikulasikan rasa tanggung jawab, pertimbangan terhadap resiko, umpan balik, inovatif, waktu penyelesaian tugas dan keinginannya menjadi yang terbaik.

This research is aimed at identifying the correlation between the characteristics of the work and achievement motivation of the staff at the Kelapa Gading Tax Office. The characteristics of the work is a core dimension of the work comprising of specific duties covering such aspects as skill variation, duty identity, duty significance, autonomy and feedback. Achievement motivation means a courage, eagerness and willingness of an individual to exert his best efforts in order to get the best achievement based on his sense of accountability; risk assessment, feedback, innovation, duty completion timeframe and enthusiasm to be the best. Meanwhile, the performance means assessment on the working achievement as achieved by an individual in performing his duties or work in order to achieve the objective, viewed from such aspects as speed, quality, service, value, interpersonal skills, mentality for success, openness to the change, creativity, communication skills, initiatives, planning and organization.
This research applies the quantitative approach and survey model. The number of the samples are 90 persons selected by a census technique. The data are collected by using questionnaires whose validity and reliability have been tested. The collected data are further analyzed by using the Spearman Rank correlation and t-test calculated by using SPSS version 13.0 program.
The results of the research indicate that the characteristics of the tax work has a positive and significant correlation to the performance of the staff at the Kelapa Gading Tax Office. It means that the better or more relevant the characteristics of the tax work is, the better performance of the staff will be achieved; on the contrary, the more worse or irrelevant the characteristics of the tax work is, the more worse the performance of the staff. The achievement motivation has also a positive and significant correlation to the performance of the staff at the Kelapa Gading Tax Office. This means that the higher the achievement motivation is, the better performance of the staff will be achieved; on the contrary, the lower the achievement motivation is, the more worse the performance of the staff will be.
With reference to the above stated results of the research, the characteristics of the work shall be well maintained or improved by way of granting a full authority to the staff in performing their duties or works to the extent that such authority shall not harm the concerned staff, his organization and other parties. The granting of such authority can stimulate the staff to develop his creativity and act more flexibly as well as to be able to manage their emotion in responding to the working conditions. The achievement motivation of the staff shall be improved by way of providing working climate and conditions as well as organizational culture which enable them to articulate their sense of accountability, risk assessment, feedback, innovation, duty completion timeframe and enthusiasm to be the best.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2007
T22916
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tamaro, Natal Hermontar Franklyn
"Tujuan umum dalam penelitian ini adalah mengenai pembentukan portofolio dengan melakukan diversifikasi investasi secara internasional yang akan memberikan tingkat imbal hasil yang lebih baik dibandingkan dengan pelaksanaan diversifikasi pasar domestik saja. Sedangkan yang menjadi tujuan khusus dari penelitian ini adalah meneliti korelasi imbal hasil antar Bursa yang dipilih dalam pembentukan portofolio, meneliti dampak tingkat risiko dan tingkat imbal hasil dalam pelaksanaan diversifikasi internasional dibandingkan dengan pasar domestik, meneliti tingkat risiko mata uang yang memberikan kontribusi terhadap total tingkat risiko investasi internasional, serta meneliti apakah pembentukan portofolio berdasarkan data historis dapat dijadikan dasar dalam pembentukan portfolio di masa mendatang. Pengolahan data dalam penelitian pembentukan portofolio adalah dengan menggunakan software microsoft excel. Berdasarkan hasil peneltian, dapat diketahui bahwa pelaksanaan diversifikasi portofolio internasional akan memberikan tingkat imbal hasil yang lebih baik dan tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan melakukan investasi hanya dalam pasar domestik. Dalam pelaksanaan diversifikasi internasional, terdapat tambahan risiko yang ditanggung seorang investor yaitu nilai tukar mata uang antara negara asal dengan negara tujuan investasi. Pembentukan portofolio akan berbeda apabila menggunakan denominasi mata uang yang berbeda. Selain itu dapat diketahui bahwa, pembentukan portofolio berdasarkan data historis, tidak serta-merta dapat dipakai sebagai portofolio investasi di masa mandating
General purpose of this Thesis is forming international portfolio diversification that will give a better return compare to diversification only on domestic market. The specific purpose of this Thesis is to research correlation of return between country that are selected in order to form a portfolio investment, to research the impact of level of risk and return of international portfolio diversification compare to domestic market, to research related in forming a optimal portfolio by using past data for five year from 2005 - 2009. The Microsoft excel program is used in data mining for this research. Based on the result of this result, we found that portfolio international gave a better result in return and risk compare to domestic portfolio investment. There is an additional risk that the investor should have which is called currency risk between country. Optimal portfolio that is formed will be different if the portfolio using different currency denomination. Based on this research, I also found that optimal portfolio that is formed based on past performance cannot be used as an investment decision without further analysis."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T-pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Zainoel Arifin
"ABSTRAK
Angka kematian ibu di Indonesia masih tergolong tinggi ( 420 per 100.000 kelahiran hidup) biia dibandingkan dengan negara - negara Asean. Penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan, infeksi dan pre eklampsi/eklamsi, yang sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan pemeliharaan dan pengawasan antenatal secara dini dan teratur oleh tenaga kesehatan.
Cakupan pelayanan antenatal lengkap ( K4 ) menurut Survey Kesehatan Rumah Tangga ( SKRT) tahun 1992 baru 38,2 %, sedangkan di Kabupaten Serang selama 5 tahun terakhir tidak pemah mencapai target 70 %. Sehingga perlu diperoleh informasi hubungan faktor provider terutama manajemen ANC dengan cakupan K4, meskipun masih ada faktor lain yang berhubungan dengan cakupan K4 seperti faktor dari klien dan lingkungan. Disain penelitian ini adalah "cross-sectional", dengan sampel 40 Puskesmas yang ada di Kabupaten Serang periode tahun 1996 f 1997. Untuk mengetahui hubungan manajemen ANC dengan cakupan K4 dilakukan analisis dengan menggunakan uji statistik "chi-square", dengan p = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara rencana kerja tahunan Puskesmas ( POA Puskesmas ), aktifitas peran lintas sektoral dan keberadaan Pemantauan Wilayah Setempat ( PWS ) Kesehatan Ibu dan Anak ( KIA) dengan cakupan K4, masing - masing dengan nilai p = 0.00039, p = 0,00444 dan p = 0,03843.
Memperhatikan hasil penelitian yang diperoleh, penulis menyarankan agar setiap Puskesmas di Kabupaten Serang dapat membuat rencana kerja upaya meningkatkan cakupan K4, melalui upaya - upaya khusus yang lebih baik dan terarah dengan bantuan asistensi dari Dinas Kesehatan. Agar Kepala Puskesmas dapat mengambil peran lebih aktif untuk meningkatkan aktifitas peran lintas sektoral. Juga setiap Puskesmas diharuskan membuat PWS KIA dan menyampaikan hasil analisisnya kepada lintas sektoral terkait. Disamping itu juga agar setiap tenaga pelaksana ANC, mampu memberikan penyuluhan dan melaksanakan pelayanan antenatal dengan baik serta membina Posyandu sebagai tempat pelayanan antenatal terdepan.
Daftar kepustakaan : 26 ( 1977 -1997 )

ABSTRACT
Correlation between the Management of Ante-Natal Care ( ANC ) with Complete Ante Natal Care ( K4 ) Coverage in District of Serang 1996/1997According to the Indonesia National and Health Survey ( INHS, 1994 ) the maternal mortality rate in Indonesia is still high ( 390 per 100.000 live birth ) as compared to the other ASEAN countries. Major causes of maternal deaths are hemorrhage, infection and pre eclampsia/ eclampsia. These causes are proved could be prevented by early and routine antenatal care.
The National coverage of k4 according to the Indonesia Household health Survey in 1992 was 38,2 %, while in Serang District the planned target of k4 which was 70 %, has never been achieved through these last 5 years. The low achievement of K4 could be caused by 3 major factors : the provider, the client and the environment. This study is only focusing on one factor which is the provider, since it relates closely to the management of ANC. The design of this research is cross-sectional, using total Sub-district Health Centre (40 ) which is located in Serang District, during the period of 1996/1997. Analysis used was chi-square statistic test, with p = 0,05. Significant correlation were proved between the low K4 coverage with a) Sub-district Health Centre plan of action ( POA) ; b) The role of other sectors ; c) and with the Mother and Child Health ( MCH) local area monitoring ( LAM ).
Therefore it is suggested/recommended that every Sub-district health centre in the District of Serang should conduct POA on ANC to increase the K4 coverage with close guidance and supervision by the District Health Office. The head of Sub-district Health Centre should be able to take a more active role to stimulate and encourage the participation of inter-sectors. Every Sub-district Health Centre should develop use the MCH-LAM, analyzed the data and send result to inter-sectors. Furthermore, every ANC provider should be able to conduct health education, provide better ante-natal care maximum use of the integrated health post (Posyandu) as a place of primary ante-natal care.
References 26( 1977-1997)
"
Depok: Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Genre musik adalah label kategorikal yang dibuat oleh manusia yang digunakan untuk mendeskripsikan suatu musik berdasarkan kesamaan karakteristik yang dimiliki antara satu lagu dengan lagu yang lainnya. Genre musik biasanya digunakan untuk mengklasifikasikan lagu-lagu terutama yang ada di Web. Namun, dengan seiring bertambahnya jumlah lagu maka manusia mengalami kesulitan untuk mengklasifikasikan lagu-lagu tersebut. Sehingga, dibutuhkan sistem yang dapat mengklasifikasikan lagu-lagu tersebut berdasarkan genre musiknya. Penelitian ini menggunakan metode Cascade Correlation untuk mengklasifikasikan lagu-lagu berdasarkan genre musik. Cascade Correlation adalah salah satu metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) supervised learning yang memiliki kemampuan untuk mengklasifikasikan sesuatu dengan menggunakan algoritma yang baru untuk membangun arsitektur. Cascade Correlation dimulai dengan sebuah jaringan yang hanya berisi input unit yang terhubung dengan output unit lalu dilatih dan secara otomatis menambah satu per satu hidden unit ke dalam jaringan. Dengan keunikan algoritmanya dalam membangun aristektur jaringan syaraf tiruan, metode Cascade Correlation mampu mengklasifikasikan lagu-lagu berdasarkan genre musik dengan tingkat akurasi 97,33 % untuk data latih dan 94 % untuk data uji."
620 JURTEL 15:2 (2010)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Antonius Suprayogi
"Malaria masih merupakan salah satu masalah kesehatan di Kalimantan Barat, terutama di daerah pedesaan yang di lingkungannya terdapat genangan air yang berpotensi sebagai tempat perindukan nyamuk Anopheles.
Di Kecamatan Mandor sebagian masyarakat bekerja di hutan, baik sebagai penebang kayu maupun penambang emas, penyadap getah, dan petani. Para pekerja ini sebagain besar ada yang menginap di hutan, dengan alasan efisiensi waktu atau karena jarak yang relatif jauh dari pemukiman sehingga akan berisiko untuk terkena gigitan nyamuk.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi berapa besar risiko pekerja terhadap kejadian malaria setelah diperhitungkan faktor tempat perindukan nyamuk, dan mengestimasi besar risiko pekerja terhadap kejadian malaria berdasarkan pemakaian kelambu, pemakaian obat anti nyamuk, penggunaan repelen, dan cara berpakain saat keluar rumah/ pondok tempat tinggal pada malam hari. Penelitian ini bersifat kuantitatif (observasional) dengan pendekatan studi kasus kontrol.
Hasil uji pengetahuan tentang gejala sakit malaria, penyakit malaria oleh gigitan nyamuk, tahu cara penularan malaria, tahu tempat perindukan nyamuk, tahu cara pencegahan malaria, dan tahu malaria dapat diobati ternyata tidak ada hubungan yang bermakna dengan kejadian malaria.
Hasil penelitian ini responden yang menginap dihutan didapat OR=3,06 (95% CI 1,66-5,61), setelah dikontrol dengan pemakaian kelambu OR--=4,53 (95% CI 2,31-8,90), setelah dikontrol dengan variabel pemakaian obat anti nyamuk OR-5,00 (95% CI 2,44-10,25), dan setelah dikontrol dengan variabel bila keluar rumah pada malam hari memakai pakaian tertutup OR=4,19 (95% CI 1,82-9,64), kemudian dikontrol dengan variabel ada tempat perindukan nyamuk OR=1,96 (95% CI 0,77-4,95).
Ada hubungan pekerja yang menginap di hutan OR-3,06, pemakaian kelambu OR=4,29 pemakaian obat anti nyamuk O1 4,42, kebiasaan keluar rumah pada malam hari memakai pakaian tertutup OR=3,14, ada tempat perindukan nyamuk OR=4,12, pekerjaan berisiko OR 5,66 dengan kejadian malaria.
Perlu ditingkatkan frekuensi penyuluhan oleh petugas Puskesmas Mandor tentang perlindungan diri dari gigitan nyamuk, agar dapat menunjang program pemberantasan malaria, dan penyebar luasan leaflet atau poster dalam bahasa setempat agar mudah dipahami, dan pemberian ikan pemakan jentik di rawa-rawa dengan maksud mengurangi populasi jentik

Malaria still belongs to a problem health in West Borneo, especially in villages possessing water stagnated environment which is potential for breeding of anopheles mosquito.
In the county of Mandor, a part of people work in the forest, as tree faller or gold miner, rubber taper, and farmer. Due to the time efficiency or because of the long distance from the residential place, most of these workers lodge in the forest, so they are risky to be bitten by mosquito.
The objectives of the research were to estimate the risk scale of the workers toward malaria cases after considering of mosquito breeding place, and to estimate scale of risk of the workers toward malaria cases based on the usage of mosquito net, usage of mosquito spray, usage of mosquito repellent, and the mode of dressed when they leaving the house in the night. This was a quantitative observational research using control study case approach.
Based on statistical test, there was no significant correlation between malaria cases with knowledge of the symptoms of malaria, how malaria be infected, knowledge that malaria can be cured.
The results of the research showed that respondents lodging in the forest OR= 3.06 (95% CI 1.66-5.61), after adjusted use mosquito net OR 4,53 (95% CI 2,31-8,90), after adjusted variable use mosquito spray OR--5,04 (95% CI 2,44-10,25), and after adjusted with variable Going out of home in the night wearing closed clothes
OR-4,19 (95% CI 1,82-9,64), and then adjusted with variable availability of mosquito breeding place OR=1,96 (95% CI 0,77-4,95).
There is correlation between malaria cases with workers lodging in the forest OR=3.06, usage of mosquito net OR=4.29, usage of mosquito spray OR-=4.42, habit going out of home in the night OR=4.13, wearing closed clothes when going out of home in the night OR=3.14, availability of mosquito breeding place OR= 4.12, and risky job OR=5.66.
The frequency of illumination about self protection from the bites of mosquito held by Puskesmas officers should be increased in order to support the malaria elimination program and spreading of leaflets or posters in local language to ease the understanding, and spreading of mosquito larva consuming fish in the swamps to reduce the population of mosquito larva."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
T 19015
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Resyana Putri Nugraheni
"Usia menars penting untuk diketahui karena berpengaruh pada kondisi kesehatan saat dewasa. Anak dengan usia menars dini (<12 tahun) memiliki tekanan darah yang lebih tinggi, intoleransi glukosa, penyakit kardiovaskular, dan peningkatan mortalitas akibat kanker. Sementara usia menars lambat (> 14 tahun) berhubungan dengan rendahnya densitas mineral tulang yang meningkatkan risiko osteoporosis. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2010, angka menars dini di Indonesia sebesar 22,5% dan angka menars lambat sebesar 24,3%. Massa lemak tubuh memengaruhi usia menars melalui peran leptin pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi massa lemak tubuh dan distribusinya dengan usia menars. Studi ini merupakan studi potong lintang analitik terhadap 32 anak perempuan usia 10-15 tahun di Jakarta Pusat yang mengalami menars dalam tiga bulan terakhir pada bulan Juli-September 2019. Pengambilan data usia menars dengan metode recall. Pengukuran massa lemak tubuh dilakukan dengan antropometri dan bioelectrical impedance analyzer (BIA). Analisis statistik menggunakan SPSS versi 22. Uji korelasi menunjukkan korelasi sedang antara IMT/U dengan usia menars (r = - 0,45; p = 0,01) dan korelasi lemah antara RLPTB dengan usia menars (r = - 0,37; p = 0,03), sementara uji korelasi pada variabel lainnya tidak bermakna. Peneliti menarik kesimpulan tidak terdapat korelasi antara massa lemak tubuh dan distribusinya dengan usia menars, tetapi terdapat korelasi lemah hingga sedang antara IMT/U dan RLPTB dengan usia menars.

Age at menarche related to health conditions in adult life. Early menarche is associated with higher blood pressure, glucose intolerance, cardiovascular risk, and increase cancer mortality. While late menarche is associated with lower bone mineral density and osteoporosis. Data from Indonesian basic health research 2010 showed the prevalence of early menarche was 22,5% and late menarche was 24,3%. The link of body fat mass and age at menarche was mediated by leptin action on hypothalamic-pituitary-ovarian axis. The aim of this study is to find the correlation of body fat mass and its distributions with age at menarche. This study is a cross-sectional analytic research of 32 girls age 10 to 15 years old who attained menarche within three months prior to measurement in a period of July to September 2019. Menarcheal date obtained with recall method. Body fat mass was measured with anthropometry and bioelectrical impedance analysis (BIA). Statistical analysis performed with SPSS version 22 to determine correlation of body fat mass and its distribution with age at menarche. There was middle-powered inverse correlation between body mass index (BMI) for age and age at menarche (r = - 0,45; p = 0,01) and weak-powered inverse correlation between waist to height ratio (WHtR) and age at menarche (r = - 0,37; p = 0,03), no correlation was found between other variables of fat mass with age at menarche. The researcher concluded that there was no correlation between body fat mass and its distribution with age at menarche, but there were low to middle-powered correlations between BMI for age and WHtR with age at menarche."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"The objective of this paper is to analyze the performance of the national banking industry during the period of 2003 until March 2008...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7   >>